Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 48. Penemuan mayat.


__ADS_3

Dini hari.


Kaisar membuka matanya dan merenggangkan otot-otot di badannya yang terasa sangat kaku.


"Badan ku sakit semua, tidur di sofa yang sempit ini." Gumamnya.


Kaisar melirik ke arah Lisa dan Arga yang sedang tertidur pulas di ranjang yang beralaskan kasur empuk.


Kaisar bangkit dari sofa itu dan menghampiri Arga, ia lalu mencium kening dan pipi anak itu lalu mengusap rambutnya dengan lembut.


Kaisar merangkak menaiki ranjang dengan perlahan tanpa menimbulkan suara sedikitpun agar tidak membangunkan kedua kesayangannya itu, terutama Lisa bisa di depak dia jika ketahuan naik ke atas ranjang. Lalu Kaisar berbaring di samping Lisa yang dalam posisi membelakanginya, secepat kilat Kaisar melingkarkan tangannya di pinggang Lisa dan memeluknya dengan erat.


"Aahhh.... dia wangi sekali, aku jadi tidak tahan! Kau harus bersabar Kaisar pelan-pelan kau pasti bisa menaklukkan hati istri mu ini, aaahh .... tapi aku sudah tidak tahan aku ingin segera menerkamnya.


"Kalau aku melakukannya sekarang dia terbangun tidak ya!" Gumam Kaisar.


"Tentu saja dia akan terbangun karena aku akan menerkamnya dengan sangat dahsyat." Sambungnya sambil senyum-senyum sendiri, entah apa yang ada di pikirannya saat ini.


Tiba-tiba Lisa membalikkan badannya, dan tepat sekali wajahnya menghadap Kaisar, membuat Kaisar menjadi semakin panas di buatnya.


Perlahan Kaisar mengarahkan tangannya menyentuh wajah Lisa, mulai dari alis, mata, hidung, pipi dan yang terakhir di bibirnya. Tangan Kaisar berlama-lama di sana.


"Sudah bertahun-tahun aku merindukan wajah cantik ini, kenapa sekarang kau berubah menjadi dingin pada ku, padahal dulu kau selalu bersikap manis dan tidak pernah membantah ku." Gumam Kaisar, dengan raut wajah sedihnya.


"Maafkan aku yang telah melukai hati mu, tapi aku juga tidak akan memaafkan mu karena telah meninggalkan ku begitu saja, akan ku buat kau selalu berada di sisiku, sekalipun kau menolak aku akan memaksanya. Karena kau hanya milikku Lisa."


Lisa menggerakkan tubuhnya, mungkin karena sentuhan dari tangan Kaisar membuat tidurnya sedikit terusik.


Kaisar menghentikan gerakan tangannya di wajah Lisa. Ia diam untuk sesaat.


Tiba-tiba Lisa memeluk Kaisar dengan sangat erat dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik Kaisar.


"Aku sangat merindukanmu mas, kenapa kau lama sekali untuk datang menjemput ku, kau sangat jahat mas." Gumam Lisa, dengan mata yang masih terpejam.


"Apa dia mengigau?" Kaisar meraih wajah Lisa.


"Ia dia masih tertidur." Kaisar mencium kening Lisa. "Kau menggemaskan sekali jika sedang mengigau seperti ini." Ucap Kaisar di iringi dengan senyum di bibirnya.


"Mas berjanji tidak akan meninggalkan mu, dan mengecewakan mu lagi, maafkan mas sayang." Kaisar mencium seluruh wajah Lisa, dan tatapannya fokus pada bibir merah alami Lisa yang sangat menggoda imannya.


"Baik lah hanya sekali saja aku mencuri ciuman dari mu tidak masalah kan!"


CUP ....


Kaisar mendaratkan kecupan di bibir Lisa.


"Hanya satu kali saja sepertinya tidak cukup ."


CUP ....


Kaisar kembali mengecup bibir Lisa.


"Bagaimana kalau sekali lagi" sambungnya.


Dan.


CUP ....


Untuk ke tiga kalinya Kaisar mengecup bibir Lisa, tapi kali ini Kaisar tidak langsung melepaskan kecupannya. Ia mengubah kecupan itu menjadi sebuah ciuman yang di dominasi oleh dirinya sendiri.


Semakin lama Kaisar semakin memperdalam ciumannya tangannya merengkuh tengkuk leher Lisa.

__ADS_1


Dan dengan tiba-tiba ia melepaskan ciumannya karena membuat Lisa sulit bernafas dalam tidurnya.


Kaisar tersenyum.


"Kau tidur apa pingsan."Celetuknya.


"Atau jangan-jangan kau menikmati ciuman dari ku." Kaisar kembali mencium dan memeluk Lisa dengan erat.


Dan malam ini mereka lewati dengan saling memeluk satu sama lain, tanpa Lisa sadari.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Pagi hari.


Tok ..... Tok .... Tok ....


"Pak ... Pak Dadang!"


Suara panik seseorang yang tengah mengetuk rumah pak Dadang selaku kepala desa di situ.


CKLEK ....


Pintu terbuka.


"Ada apa?" Tanya pak Dadang yang juga tak kalah paniknya, lantaran pintu rumahnya di ketuk dengan ritme yang menghebohkan.


"Pak! Sa ..... Saya .... Mayat, pak Dadang ma .... mayat." Ucap seorang pria paruh baya, dengan terbata-bata dan seluruh badannya yang bergetar karena ketakutan.


"Tenang pak, tarik nafas dulu, dan bicara dengan pelan-pelan."


Setelah menarik nafas dan kembali menghembuskannya, akhirnya pria paruh baya itu bisa mengatur nafasnya kembali.


"Ada apa?" Tanya pak Dadang kembali.


"Apa! Mayat?" Kejut pak Dadang.


"Betul pak, saya melihatnya di tengah hutan ketika hendak mengambil pohon bambu di sana."


"Apa bapak tidak salah lihat?" Tanya pak Dadang memastikan.


"Tidak pak, saya yakin itu mayat manusia."


"Baiklah, kita ke hutan sekarang. Panggil para warga yang lainnya, dan segera hubungi klinik dokter Firman."


"Baik pak."


Para warga pun berbondong-bondong menuju hutan, tempat di duga mayat di temukan.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Di klinik.


"Sintia, apa kau sudah menghubungi Yuna?" Tanya Firman pada Sintia yang sedang merapikan alat-alat medisnya.


"Sudah dok, saya sudah mengirimkan pesan padanya. Tapi sepertinya Yuna masih sibuk dengan Arga jika se pagi ini." Jawab Sintia.


Sintia sendiri belum mengetahui bahwa Lisa dan Arga sudah tidak tinggal bersama bude Darmi, karena semalam Sintia tidak pulang ia menginap di klinik.


"Kita ke hutan sekarang!" Titah Firman.


"Apa, kehutan?"

__ADS_1


"Iya, warga menemukan mayat di dalam hutan."


"Mayat! Astaga!" Sintia pun sangat terkejut dengan berita itu.


"Kita berangkat sekarang, saya akan menyiapkan ambulance terlebih dahulu, kau jangan lupa hubungan Yuna kembali. Beri tau dia untuk langsung ke lokasi penemuan mayat."


"Baik dok."


Dan mereka pun segera melakukan tugasnya masing-masing.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Di rumah.


Lisa baru bangun dari tidurnya.


"Astaga! Aku kesiangan." Lisa segera bangkit dari tempat tidur.


Tapi pi sebelum itu ia melihat dan mencium lalu membelai pipi Arga terlebih dahulu.


"Anak mamah tidurnya pulas sekali." Ucapnya.


Kaisar sudah tidak ada di atas ranjang, ia sudah pindah ke sofa terlebih dahulu sebelum Lisa membuka matanya.


Lisa segera turun dari ranjangnya dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Tapi langkahnya kembali terhenti, karena ia melihat Kaisar yang tidur dengan posisi menekukkan badannya, karena sofa sekecil itu tentu tidak akan cukup untuk tubuh sebesar Kaisar.


Ia berjalan mendekati Kaisar, dan Lisa membenahi selimut Kaisar yang berantakan. Lalu ia kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi.


Lima belas menit, Lisa berada di dalam kamar mandi, ia mendengar samar-samar suara Arga yang tengah tertawa dengan lepas.


"Apa itu benar suara Arga!" Gumamnya.


Tidak pernah Lisa mendengar Arga tertawa selepas ini, karena selama ini Arga di kucilkan dengan warga desa, sehingga membuatnya selalu murung dan bersedih, karena tidak bisa bermain dengan anak-anak seusianya.


Lisa membuka pintu kamar mandi.


Dan ia melihat dengan jelas, Kaisar dan Arga tengah bercanda di atas ranjang dengan tawa yang bahagia dari keduanya. Tawa bahagia yang tidak pernah Lisa lihat sebelumnya dari Kaisar dan putranya Arga.


Mereka terlihat bahagia sekali


"Mamah ....!" Teriak Arga yang melihat Lisa keluar dari kamar mandi.


Di susul dengan Kaisar yang juga melihat ke arah Lisa.


Mata Kaisar membulat dengan sempurna, tidak berkedip sekalipun, ketika melihat Lisa yang keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya.


"Mas, tutup matamu!"


"Baik sayang."


Kaisar melebarkan jarinya untuk menutupi kedua mata.


Tapi bukan matanya yang di tutup melainkan mata Arga yang ia tutupi.


Sedangkan matanya masih membulat sempurna menatap Lisa.


"MATA MU YANG DI TUTUP MAS, BUKAN MATA ARGA." Teriak Lisa dengan kesal.


"Aku sudah cukup umur sayang, sedangkan Arga masih anak-anak." Jawabnya tanpa dosa.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🙏 minta dukungannya ya 🤗🤗🤗


__ADS_2