
Luna terbengong menatap Jhon dengan wajah bahagianya.
"Kak Jhon dapat mangganya?"
"Tentu saja, aku akan melakukan apapun demi mendapatkan apa yang kau inginkan."
Luna terharu mendengar ucapan Jhon, tapi ia tidak beraksi apapun.
Jhon masih mengangkat tangannya, berharap Luna berlari dan memeluknya.
Tapi Luna masih terdiam di sofa.
"Tapi, maaf kak,"Luna memasang wajah sedih,"karena kak Jhon lama, aku jadi tidak menginginkan mangga muda lagi, aku sudah makan ini." Ucap Luna sambil menunjukan Kotak makan berisi potongan apel hijau.
Raut bahagia yang terpancar di wajah Jhon, kini memudar bersamaan dengan ekspektasinya yang buyar berantakan.
Jhon menurunkan kembali tangannya.
"Baiklah, jika kau sudah tidak menginginkannya lagi." Ucapannya dengan nada sedih.
Begitulah yang namanya Ngidam, keinginannya akan berubah sewaktu-waktu, seperti tarif operator dan harga promo di minimarket.
bahkan di beberapa kasus ada yang lebih parah dari ini, jadi harus sabar ya Jhon.
Melihat wajah Jhon yang murung, Luna menjadi tidak enak hati.
"Apa kak Jhon marah?"
"Tentu saja tidak,"jawab Jhon cepat,"aku tidak punya alasan, dan tidak akan menggunakan alasan apapun untuk marah padamu."
"Lalu, kenapa wajah kak Jhon di tekuk seperti itu?"
"Siapa bilang di tekuk? Lihat ini,"Jhon memasang kembali senyum terbaiknya,"aku akan selalu tersenyum untukmu."
Luna tersenyum.
Tiba-tiba ia mual, dan langsung menuju kamar mandi.
Di ikuti Jhon di belakangnya, yang nampak khawatir.
"Kau baik-baik saja? Apa perlu aku panggilkan dokter?"tanya Jhon, sambil memijit punggung Luna.
"Tidak perlu kak, aku hanya mual melihat mangga tadi."
"Mual!"
Bukankah tadi ia sangat mendambakan mangga muda itu, tapi kenapa sekarang malah mual? apa karena terlalu lama aku mendapatkannya hingga membuat bayi yang ada di perut Luna marah!
"Kau istirahatlah, aku akan membuang jauh-jauh buah itu." Ucap Jhon.
Lantas ia membantu Luna berbaring di atas ranjang.
"Apa kau sudah makan?"
"Aku tidak nafsu makan kak."
"Sudah ku bilang kau harus tetap makan."
"Sepertinya, aku akan nafsu makan jika kita makan bersama."
Wajah Jhon berseri.
"Baik, mari kita makan bersama."ajaknya dengan bersemangat!
"Tapi....!" Luna menggantungkan ucapannya.
"Kenapa?" Jhon sudah mulai merasa, ngeri kalau-kalau Luna kembali menginginkan yang aneh-aneh.
"Aku ingin kita makan bersama, tapi buka di sini kak!"
"Lalu di mana?" Tanya Jhon, was-was, takut Luna menginginkan makan bersama, di puncak gunung Bromo atau di tengah lautan lepas.
"Di Restoranku."
Jhon menghembuskan nafas lega.
Karena permintaan Luna tidak seperti yang ia bayangkan.
Dan dengan cepat ia mengiyakan keinginan Luna, sebelum istrinya itu berubah pikiran, dan keinginan.
"Baiklah, kita ke Resto sekarang!"
.
Luna girang, dan segera berlalu ke kamarnya untuk berganti pakaian.
Sedangkan Jhon keluar, memerintahkan pengawalnya untuk menyiapkan mobil, Karna Jhon sendiri yang akan mengemudi.
Tapi selain karena alasan itu, Jhon, juga berniat mengeluarkan kekesalan pada anak buahnya yang tadi membantu mendapatkan mangga.
"Ada apa tuan? Kenapa mangganya di berikan pada saya?" Tanya lelaki itu, bingung.
"Cepat kau habiskan mangga ini beserta kulit dan bijinya, karna kau yang berbelit-belit dengan wanita tua itu, hingga membuat Nona Luna menunggu lama dan pada akhirnya dia sudah tidak lagi menginginkan mangga ini, malah sekarang buah ini membuatnya mual dan muntah!" Kesal Jhon.
"Aa..pa."
__ADS_1
"Cepat! Habiskan!" Titah Jhon.
"Baik, baik tuan! Akan saya habiskan, tapi tuan, gaji saya tetep naik di bulan depan kan?" Tanyanya dengan ragu dan takut.
Jhon menautkan kedua alisnya.
"Tentu saja batal!"
"Apa! Batal! Tuan, saya mohon jangan seperti ini tuan, anda sudah berjanji dan tidak boleh mengingkarinya."
"Kau mengatur saya?"
"Tidak! Tidak tuan, saya hanya mengingatkan, jika anda tidak boleh mengingkari janji."
"Baiklah, saya akan tetap menaikkan gaji mu, tapi cepat makan buah itu secara langsung tanpa di potong-potong terlebih dahulu, dan ingat! Habiskan semua tanpa tersisa."
"Baik, baik tuan, saya akan melakukan perintah anda dengan benar dan sempurna."
Dan demi naik gaji, lelaki itu mengangguk dengan semangat!
"Dan kau,"tunjuk Jhon pada pengawal yang lainnya.
"Saya tuan, siap laksanakan tugas."
"Kau awasi dia, jangan sampai dia tidak menghabiskan buah itu, bila perlu rekam dengan sejelas-jelasnya dan kirimkan pada saya."Titah Jhon.
"Baik tuan, tugas akan di laksanakan dengan baik tanpa kesalahan sedikitpun."
"Bagus!"
🍁
Setelah melampiaskan kekesalannya pada para penjaga, Jhon Segera pergi bersama Luna menuju Restonya untuk makan bersama.
🍁🍁🍁🍁🍁
Di tempat lain.
Tepatnya di Mansion.
Dengan bujukan dan rayuan yang susah payah Lisa lakukan pada suaminya, akhirnya ia mendapatkan ijin untuk bertemu dengan Raka Adik kesayangannya.
Tapi Kaisar mengijinkan Lisa bertemu dengan Raka di Mansionnya, bukan di tempat lain, karena Lisa tidak di ijinkan keluar Mansion tanpa di temani Kaisar.
Tidak masalah bagi Lisa, yang terpenting ia bisa bertemu dengan Raka.
Sekalipun dalam pengawasan Beberapa penjaga yang mondar mandir sambil memperhatikan gerak gerik Raka.
Kedua kakak beradik ini tengah melakukan temu kangen yang sudah tak di lakukan selama bertahun-tahun.
Jika itu sampai di lakukan sudah pasti akan memicu Kemarahan sang Kaisar, dan semuanya bisa kacau jika ia marah.
Kaisar memang tidak ada di Mansion, karna ia tengah membereskan semua pekerjaan yang sangat menumpuk gegara Jhon yang jarang sekali masuk kantor.
Tapi, ada banyak pasang mata di Mansion yang mengawasi mereka, termasuk bi Lilis, yang Kaisar tugaskan.
Tidak boleh melepaskan perhatiannya pada Lisa, selama lelaki yang bernama Raka itu ada di Mansion, bi Lilis tidak boleh beranjak sedetikpun dan sisi Lisa.
Itulah titah yang Kaisar berikan.
Dan bi Lilis pun melakukan tugasnya dengan sangat baik.
Membuat Raka menjadi canggung dan tidak nyaman, bahkan ia juga merasakan takut berada di Mansion megah itu.
"Bagaimana dengan kabar kak Lisa? Apa kakak bahagia hidup dan tinggal bersama suami kakak? Aku dengar kakak menikah karena di jodohkan?"
"Raka, kakak dan Mas Kaisar memang menikah karna di jodohkan, tapi bukan berarti kita tidak bahagia menjalani pernikahan dari hasil perjodohan ini, kakak sangat bahagia hidup bersama suami dan anak-anak kakak."
"Apa dia pernah berbuat kasar, atau melakukan KDRT pada kakak?" Khawatir Raka.
"Tidak! Mas Kaisar, sama sekali tidak pernah melakukan apapun yang bisa melukai kakak," sahut Lisa,"kau jangan mencemaskan kakak, mas Kaisar suami yang sangat baik dan bertanggung jawab."
"Syukurlah aku senang mendengarnya langsung dari kak Lisa, jika kak Lisa benar-benar bahagia dengan pernikahan ini."
Sudah beberapa menit berlalu, mereka menceritakan tentang kisah-kisah mereka berdua.
"Kak."
"Iya."
"Aku merasa ada yang aneh dengan para penjaga di sini, kenapa mereka terus menatap ku seperti itu, aku jadi takut."
"Tidak apa-apa Raka, kau tidak perlu takut, mereka memang seperti itu, tapi aslinya mereka sangat baik dan ramah ko."
Yang seperti ini disebut ramah? apa kabar yang jutek.
Raka menatap bi Lilis yang berdiri di samping Lisa, ia juga merasa aneh dengan wanita paruh baya itu, apa dia Bodyguard pribadi kakaknya, yang benar-benar menjaga Lisa sampai tidak berpaling bahkan satu detik pun.
Tapi yasudah, yang terpenting ia bisa bertemu dengan kakaknya.
"Kak, aku sangat ingin bertemu dengan suami kakak, tapi sayang sekali dia tidak ada di rumah."
"Maaf Raka, Mas Kaisar memang sangat sibuk akhir-akhir ini, tapi sebenarnya dia juga ingin bertemu dan mengenal mu, lain kali kalian pasti bisa bertemu."
"Aku sangat menantikan itu kak."
__ADS_1
"Raka, sejak tadi kau selalu bertanya tentang kakak, lalu bagaimana dengan mu? Apa kau tidak memiliki keinginan untuk menikah! Dan apa kamu sudah mempunyai kekasih di negeri sana?"
"Aku di sana, hanya fokus belajar dan bekerja kak, tidak ada waktu untuk mencari atau memiliki kekasih, dan juga tidak ada wanita yang bisa membuat aku tertarik."
"Astaga! Raka? Kau tidak....!"
"Hahaha... Tentu saja tidak! Kakak jangan berpikir macam-macam, tentu aku masih sangat normal."
"Syukurlah!"
"Di negeri sana memang tidak ada wanita yang membuatku tertarik hingga tidak ada niatan untukku menikah, tapi setelah aku kembali ke tanah air aku menemukan wanita yang langsung membuatku terpesona kak!"
"Benarkah!" Antusias Lisa,"cepat ceritakan pada kakak siapa gadis itu dan Dimana kau bertemu dengannya?"
Sambil tersipu dan membayangkan wanita yang tak sengaja bertemu dengannya, Raka menceritakan wanita yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama pada kakaknya.
"Dia sangat cantik dan mempesona, bahkan dalam keadaan wajah pucat sekalipun gadis itu tetap terlihat sangat menawan dan mempesona kak."
"Lalu, kenapa kau tidak berkenan dengannya?" Gemas Lisa.
"Itu dia kak, yang membuat ku menyesal sampai sekarang, tapi kakak tidak perlu khawatir aku akan mengejar gadis itu sampai manapun, dan setelah dari sini aku akan ke tempat di mana gadis itu berada."
"Kau yakin dia ada di sana?"
Raka mengangguk.
Meskipun sudah beberapa kali ia ke Resto itu tapi tidak di temukan gadis yang ia maksud, tapi Raka tidak mau menyerah ia akan tetap mencari dan mendatangi Restoran itu sampai bertemu dengan pujaan hatinya.
.
🍁🍁🍁🍁
Setelah beberapa jam Raka ada di Mansion dan bermain-main dengan keponakannya.
Akhirnya ia berpamitan pada Lisa.
Kepergian Raka dari Mansion membuat hati para penjaga dan bi Lilis menjadi lega.
Karna tugas berat yang tuannya berikan sudah usai seiring dengan laju mobil Raka yang mulai menjauh dari Mansion.
Dan Lisa kembali ke kamarnya bersama Arga dan Clara, sambil menunggu Kaisar pulang.
🍁🍁🍁🍁
Beberapa hari berlalu.
Luna mendapatkan ijin untuk kembali ke Restorannya dengan alasan, selera makannya hanya akan muncul ketika ia makan di dalam Restonya.
Dan Jhon pun akan mengunjungi Luna di restoran untuk makan siang bersama ketika jam istirahat kantor.
🍁🍁🍁
Raka melajukan mobilnya menuju jalanan dan Resto tempat ia bertemu dengan pujaan hatinya.
Lelaki itu benar-benar tidak menyerah untuk menemukan gadis impiannya.
Raka masuk ke dalam Resto yang sudah puluhan kali ia kunjungi untuk mencari si gadis impian.
Hingga semua Karyawan di sana sangat Familiar dengan wajah lelaki itu.
"Dia datang lagi!" Cetus satu Karyawan yang tengah mempersiapkan makanan.
"Lelaki itu maksudmu?" Tanya temannya.
"Iya, memang siapa lagi."
"Dia pasti kembali untuk menanyakan gadis yang katanya sangat cantik itu."
"Kau benar, menyebalkan sekali, kenapa dia tidak mencari yang ada saja, malah yang tidak ada dia cari-cari, bukankah itu merepotkan, dia kan sangat tampan pasti banyak wanita yang jatuh hati padanya termasuk aku, hehe..!"
"Siapa yang sedang kalian bicarakan?"
Luna muncul dari belakang dan sontak membuat kedua karyawan wanita itu terkejut!
"Eh. Bu Luna, saya sampai terkejut!"
Luna tersenyum, dan kembali mengulangi pertanyaannya.
"Itu Bu, lelaki yang setiap hari datang di restoran ini, bahkan sehari dia bisa datang 4 sampai 5 kali Bu."
"Lelaki?"
"Iya Bu, sebenarnya tujuan lelaki itu datang berulang-ulang, karna ingin bertanya mengenai seorang wanita yang masuk di resto ini.
"Wanita?" Luna semakin bingung.
Tapi para Karyawan menjelaskannya pada Luna.
"Aku akan menemuinya, kasihan dia,"ucap Luna, dan segera berlalu, menuju depan untuk menemui Lelaki yang di maksud Karyawannya."
🍁🍁🌹🌹🍁🍁🍁
Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🤗
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️😘
__ADS_1