Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 123. Mengikuti Luna.


__ADS_3

Jhon segera melepaskan pegangan tangannya dari Luna.


Ia terlihat sangat gugup.


"Ka Jhon kenapa?"


"Tidak, ayo nona kita segera pulang, anda sudah membuat nyonya Larasati cemas."


"Baiklah, tapi aku pamit dulu pada teman-teman ku."


"20 detik, waktu untuk anda berpamitan pada teman-teman anda."


"Apa! Cepat sekali ka?" Protes Luna.


"Waktu semakin berjalan, dan saat ini anda sudah hampir menghabiskan waktu sebanyak 10 detik."


"Iya-iya!"


Luna segera berlalu menuju temannya, dan secepat kilat ia kembali lagi pada Jhon.


"Ayo ka, kita pulang."


"Anda telat 5 detik nona."


"Ah.. sudahlah ka, masa hanya 5 detik saja di permasalahkan."


"5 detik juga waktu Nona, jangan sampai terbuang dengan sia-sia."


"Terserah ka Jhon saja." Kesal Luna, dan segera berjalan terlebih dahulu, keluar dari Kafe itu.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Kita intip sedikit, apa saja kegiatan pasangan yang tengah berbulan madu.


Kaisar membawa Lisa, di sebuah tempat yang sangat indah dan menakjubkan.


Di sebuah pulau yang masih asri dan sejuk.


Pulau ini memiliki beberapa Villa yang biasa di sewa oleh para pasangan yang baru saja menikah.


Mereka akan menghabiskan waktu berdua dengan pasangan masing-masing.


Dengan fasilitas yang super mewah untuk para pengunjung, membuat siapapun akan betah berlama-lama di pulau itu.


"Mas, kita di sini sudah 3 hari, apa selama 2 Minggu kedepan kita akan tetap di tempat ini?" Tanya Lisa.


Saat ini mereka berdua tengah menikmati, indahnya malam.


Mereka tengah berguling-guling di bawah selimut yang sama, di temani dengan bintang-bintang yang nampak begitu jelas terlihat, dari atap transparan kamar villa mereka.


"Tidak, kita di sini hanya 1 Minggu saja, setelah itu kita akan pergi ke tempat ke 2."


"Maksud mas, ada tempat lain selain di sini Mas?"


Kaisar mengangguk.


"Jika kau merasa tidak puas dengan tempat ke 2 nanti, Kita bisa pindah ke tempat yang lain."


"Tidak mas, aku akan sangat menyukai semua tempat yang kau pilihkan." Sahut Lisa.


🍁


Dan setelah bermanja-manja pada istrinya.


Kaisar melakukan panggilan video Dengan Arga.


["Apa papah dan mamah sudah mendapatkan adik untuk Arga?"]


Tanya Arga dengan polosnya.


"Adik!" Lisa membelalakkan matanya dan menatap Kaisar.


Yang hanya di balas dengan senyum Di ujung bibirnya.


"Belum sayang, tapi secepatnya papah akan memberikan adik bayi untuk Arga." Sahut Kaisar.


["Benarkah!"] Seru Arga di sebrang sana.


"Iya sayang, tentu saja benar."


Argan nampak begitu bahagia.


Anak itu mengijinkan Kaisar membawa mamahnya jauh dari sisinya.


Karna Kaisar menjanjikannya, akan memberikan seorang adik bayi yang lucu .


Adik bayi akan di dapat jika mamah dan papah, pergi berdua saja di tempat yang jauh dan cukup lama, itulah yang Kaisar ucapkan.


Dan dengan senang hati, Arga mengijinkan Kaisar pergi bersama Lisa, tanpa dirinya.


Setelah berbicara dan menuangkan rasa rindu pada Arga, Lisa berbicara pada Sintia, sahabatnya.


Sintia curhat banyak tentang pernikahannya bersama Farel, yang baru berjalan beberapa hari saja.


Tapi mereka selalu saja berdebat, dan Sintia selalu berkata jika Farel itu sangat menyebalkan.


Sebagai wanita yang sudah berpengalaman.


Lisa memberi saran untuk Sintia.


Obrolan Lisa dan Sintia terus berlanjut, hingga baru terhenti ketika pintu kamarnya ada yang mengetuk.


"Biar mas saja yang membuka pintunya,"ucap Kaisar, dan segera bangun dan berlalu dari kasurnya.


🍁🍁🍁🍁


Di mobil.


"Ka Jhon, apa hari ini ka Jhon melewati sesuatu yang tidak biasa?" Tanya Luna tiba-tiba.


"Tentu saja, tuan Kaisar membebaskan tugaskan saya, tapi waktu saya malah terbuang sia-sia karna harus mencari anda nona." Sahut Jhon.

__ADS_1


Maksud dari pertanyaan ku sebenarnya bukan itu.


"Apa Apartemen ka Jhon sekarang sudah berpindah?"


Jhon menggeleng.


"Tidak!"


"Tapi kenapa ka...!"


"Nona, lebih baik simpan energi anda, untuk menghadapi tuan Yuda nanti, jangan di buang dengan sia-sia hanya untuk menanyakan sesuatu yang tidak penting tentang saya." Potong Jhon, yang langsung membuat Luna terdiam.


Dia berbeda sekali dengan yang kemaren.


🍁


Dimalam hari mereka baru Sampai di kediaman Yuda.


Luna benar-benar di interogasi oleh Yuda.


"Luna, papah perhatikan, ini bukan untuk pertama kalinya kau menghilang begitu saja selama seharian tanpa menyalakan ponsel mu."


"Maafkan aku pah, aku pergi untuk belajar bersama teman-teman ku, dan seharian ini ponsel ku lowbat pah."


"Jika, terus-terusan begini papah akan kembali mengirim mu keluar negeri untuk memperdalam ilmu bisnis mu."


"Aku tidak mau pah, aku berjanji lain kali tidak seperti ini."


🍁


Setelah mengintrogasi Luna.


Yuda berbicara pada Jhon.


Yuda meminta Jhon untuk menyelidiki apa yang Luna lakukan di luar sana.


Dan Yuda pun menitipkan Luna, pada Jhon selama ia pergi ke kampung halaman istrinya selama beberapa hari kedepan.


🍁🍁🍁


Jhon kembali ke Apartemennya.


Ia harus beristirahat yang cukup karena esok hari ia akan ditugaskan menjaga dan memata-matai Luna.


Tapi Jhon tidak dapat memejamkan matanya.


Bayang-bayang si gadis culun terus saja muncul di kepalanya.


Apakah benar jika kriteria wanita idaman Jhon, seperti Mimi gadis yang berpenampilan Culun dan norak.


🍁


Esok harinya, Jhon sudah memulai misinya untuk mencari tau apa kegiatan Luna di luar sana.


Jhon mengikuti Luna, di mulai dari kediaman Yuda, sampai ke pusat perbelanjaan.


Luna memasuki Toilet yang ada di sana.


Keluar seseorang dari Toilet itu.


Tapi bukan Luna, melainkan Mimi gadis yang Jhon temui kemarin.


Jhon menajamkan matanya, untuk meyakinkan jika itu benar-benar Mimi yang merebut sayurannya kemarin.


Akhirnya setelah semalaman ia tidak bisa tidur karna memikirkan gadis itu, Jhon kembali di pertemukan di tempat tak terduga seperti ini.


Tapi di mana nona Luna.


Jhon masih memperhatikan pintu Toilet, berharap nonanya keluar dari sana.


Mimi melewati Jhon, tanpa ia sadari.


Ehem...


Cara Jhon menyapa dengan berdehem.


Ka Jhon!


"Selamat pagi Nona!"


"Selamat pagi tuan, aah aku tidak menyangka jika kita bertemu kembali di sini." Sapa Luna, yang sebagai Mimi.


"Apa yang anda lakukan di sini?" Tanya Jhon.


"Aku.... Tentu saja sedangkan berbelanja," balas Luna, dengan senyum kakunya, karna gugup.


"Lalu anda sendiri, apa yang di lakukan di sini? Apakah berbelanja juga?"


"Tidak, saya hanya sedang menunggu Nona saya."


"Oooh.. begitu ya, baiklah kalau begitu aku permisi dulu,"ucap Luna, dan ingin segera pergi dari tempat itu.


"Tunggu!"


Ada apa lagi ini.


"Ada apa tuan?"


"Apa anda melihat seseorang Gadis yang memasuki Toilet yang sama dengan anda?"


Jhon menjelaskan secara Rinci mulai dari pakaian yang di kenakan dn barang yang di bawa Luna.


Jadi ka Jhon tengah membuntuti ku.


"Aku melihatnya, tapi ia sudah keluar dari Toilet sebelum aku keluar."


"Apa?"


"Iya, gadis yang anda tanyakan itu, sudah keluar terlebih dahulu, mungkin ia sekarang sudah sampai rumahnya." Jawab Luna asal, Karena ia tengah kesal.


Dari tadi aku berdiri di sini tapi tidak melihat Nona Luna keluar dari Toilet, Batin Jhon.

__ADS_1


Jhon menatap Lekat gadis yang ada di hadapannya ini.


Jhon mulai menangkap sesuatu yang aneh padanya.


Tas!


Tas besar yang di bawa gadis culun itu, sama persis dengan Tas yang di bawa Luna.


Dan sepatu yang sama pula.


Sepertinya Jhon mulai memahami sesuatu.


"Baiklah, Terimakasih Nona Mimi,"ucap Jhon, dengan mempertegas kata Mimi, yang membuat Luna terkejut.


Luna mengangguk dan segera berlalu dari hadapan Jhon.


Baiklah, kita akan buktikan sekarang. Gumam Jhon.


Dan ia pun segera pergi dari tempat itu.


🍁🍁


Jhon mencari tau semua tentang Mimi.


Yang ternya bekerja di sebuah restoran besar dan ternama, yang ada di pusat kota.


Menurut informasi yang Jhon dapat.


Mimi akan pulang di sebuah rumah kontrakan tidak jauh dari Restoran tempatnya bekerja.


Tapi Mimi tidak pernah tidur di sana, ia hanya menjadikan kontrakan itu sebagai tempat singgahnya sebagai Mimi saja.


Karna setelah itu ia akan kembali berubah menjadi Luna dan kembali kerumah orangtuanya.


Jhon pergi ke Restoran tempat Luna sebagai Mimi bekerja.


Jhon di sambut luar biasa di sana, mereka sangat tau jika Jhon salah satu orang kepercayaan Kaisar Airlangga, si pengusaha sukses itu.


Keberuntungan besar bagi mereka Jika Jhon berkenan mendatangi Restoran mereka.


Dan Jhon pun sudah tidak asing dengan tempat itu.


"Selamat sore tuan Jhon, suatu kehormatan besar bagi kami karena anda kembali berkunjung ke Restoran kami, apa ada sesuatu yang anda butuhkan?"


Sapa manajer Restoran itu.


Jhon tidak menggubris sapaan itu. Ia malah mengedarkan pandangannya mencari sosok Mimi.


"Saya ingin, melihat kegiatan para karyawan Restoran ini."


Senyum lebar terukir di bibir sang manajer, ia mengira perusahaan Kaisar akan membantu membuat Restorannya berkembang dan semakin populer.


"Tentu saja tuan, silahkan."


Jhon di antar menuju area belakang Restoran itu.


Tepatnya!


Di sebuah ruangan yang sangat besar yang di lengkapi dengan Kitchen set Lengkap dan menakjubkan.


Di mana tempat para Koki tengah membuat berbagai masakan terbaik yang ada di Resto itu.


Jhon menangkap sosok gadis berkacamata, yang tengah membuat sesuatu di meja kitchen nya.


Rupanya dia di sini. Gumam Jhon, dengan lega.


Tapi kelegaan Jhon berubah menjadi ketegangan.


Luna di hampiri, dan di marahi lalu maki-maki oleh wanita yang berseragam putih, yang bisa di pastikan ia juga koki di restoran itu.


"Dasar! Kau bekerja seperti ini saja tidak becus, bagaimana kau mau menjadi koki handal di restoran ini, jika kerjamu saja sudah seperti anak SD yang tengah belajar memasak, sungguh tidak bisa di andalkan bisa-bisanya Bos menerima mu untuk bekerja di sini."


Maki wanita itu di hadapannya para koki dn pelayanan lainnya.


Luna menundukkan kepalanya.


"Maafkan saya ka,"ucapnya.


Dan


BYUUUURRRR....


Permintaan maaf dari Luna di sambut, guyuran Air di kepalanya.


"Aku tidak terima maaf mu, dasar culun." Sungut, wanita yang menyiramkan air di kepala Luna.


Dan beberapa tawa dari para koki lainnya, yang menyambut drama pembulian itu.


Jhon mengepalkan tangannya.


"Apa ini tujuan anda Nona Luna,"ucap Jhon yang ternyata sudah mengetahui siapa Mimi sebenarnya.


"Jika tuan Kaisar tau anda di perlakukan seperti ini, aku sudah tidak bisa membayangkan seperti apa nasib wanita itu dan nasib restoran ini." Gumam Jhon.


Jhon melangkahkan kakinya.


"Tuan anda mau kemana?" Tanya manajer yang tengah menemani Jhon.


"Membereskan semuanya."


"Tuan, kejadian seperti ini sudah sering terjadi di galeri kami, Dan wanita Culun itu bernama Mimi, dia memang tidak bisa bekerja dengan baik, dan selalu melakukan kesalahan, maka dari itu para senior membimbing Mimi."


Perkataan dari sang Manajer, semakin membuat Jhon geram.


Tanpa memperdulikannya lagi, Jhon melangkahkan panjang, agar sampai ke tempat pembulian yang di alami nonanya.


🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏


❤️❤️❤️ Love banyak-banyak untuk semuanya.

__ADS_1


semoga selalu dalam keadaan sehat 🤗🤗


__ADS_2