Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 84. Rencana pembunuhan Lisa


__ADS_3

Firman masih menatap benda yang ada di tangannya.


Dengan perlahan ia membuka amplop itu, yang ternyata berisi sepucuk surat yang ditulis di atas kertas putih polos.


~~Kondisimu sudah mulai membaik, hanya saja kau harus melakukan beberapa terapi lagi agar bisa kembali berjalan dengan normal. Perlu kau ingat! Dia tidak benar-benar ingin melukai mu, dan itu bisa di pastikan dari luka yang kau terima, jika aku boleh memberi mu saran! Lepaskan lah semua dendam yang ada di hatimu, karna jika terus kau biarkan dendam itu akan semakin menguasai hati dan pikiran mu. Aku mengerti dan paham atas semua luka hati yang kau alami selama bertahun-tahun lamanya, tapi! Bukankah dendam hanya akan memperparah luka hati mu? Bicaralah pada Lisa, aku yakin dia akan mendengarkan mu, kau berhak bahagia atas semua penderita mu selama ini.


Maafkan aku yang terlalu banyak menasehati mu.


Aku pamit, karna hari ini aku harus berangkat keluar negeri, akan ada dokter lain yang menggantikan ku, untuk menjaga dan merawat mu.


Jaga dirimu baik-baik. Dan mulailah untuk hidup bahagia.


Viona~~


Setelah membaca surat yang ditulis Viona, Firman melipat kembali kertas itu. Ia masih diam tidak bereaksi apapun, bahkan setelah membaca surat itu.


"Tuan!" Seseorang datang menghampiri Firman.


Firman melirik dan sedikit mengangguk.


"Tuan, polisi sudah menyebarkan selebaran foto tuan ke penjuru kota-kota yang ada di negara ini, dan anda sudah di nyatakan sebagai buronan." Jelas pria itu, dengan ragu.


Firman tidak menanggapi berita yang di bawa anak buahnya itu.


"Tuan, jika anda mau. Anda bisa kembali mengubah identitas anda, dengan begitu polisi akan kesulitan mencari anda. Bila perlu anda juga bisa merubah wajah anda."


Firman melirik pria itu, dengan pandangan tajam.


Pria itu langsung menundukan kepalanya.


"Maafkan saya, telah lancang pada anda tuan."


"Pergi!"


Satu kata akhirnya keluar dari bibir Firman.


Dan dengan cepat pria tadi menghilang dari pandangan Firman.


🍁🍁🍁🍁🍁


"Sial! Sial .! Sial ... Awas kau Lisa, aku benar-benar tidak terima dengan ini semua, tidak akan aku biarkan kau menang dari ku."


Anggel tengah mengamuk di apartemennya. Ia benar-benar kesal dengan Lisa pasca kejadian di rumah sakit itu. Lisa sudah berani merebut Kaisar, menampar dan mendorongnya lalu ia juga berani membuat Anggel malu di depan orang, ini benar-benar penghinaan besar bagi seorang Anggelina. Itulah yang ada di pikiran Anggel saat ini.


"Ini benar-benar, sudah tidak bisa di biarkan. Aku harus melakukannya sekarang juga." Gumam Anggel dengan nafasnya yang naik turun.


Ia merai ponselnya yang tergeletak di lantai.


"Cepat lakukan sekarang juga, aku tidak ingin mendengar kata gagal dari kalian semua, aku ingin wanita itu mati hari ini juga."


{"Baik bos! Segera laksanakan tugas."}


Setelah memberikan perintah Anggel kembali meletakkan ponsel itu di lantai.


"Lisa! Kau yang memaksa ku untuk berbuat sekejam ini pada mu." Gumam Anggel.


Ini adalah rencana yang sudah lama ia susun bersama Julia, Julia dan Anggel telah merencanakan pembunuhan terhadap Lisa. dan ia yakin semuanya akan berhasil tanpa Kaisar mencurigai mereka berdua.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Di rumah sakit.


"Mas, aku pulang dulu sebentar ya, untuk mengambil beberapa baju ganti mu."


"Kenapa tidak menyuruh Jhon atau sopir saja yang mengambilnya?"


"Biar aku saja mas, aku juga ingin melihat keadaan Arga." Sahut Lisa.


"Bagaimana kalau mas juga ikut pulang!"


"Tidak mas! Kau tetep di sini saja."


"Baiklah, tapi biarkan supir dan pengawal mengantarkan mu sampai mansion." Ucap Kaisar.


Lisa mengangguk.

__ADS_1


Setelah ia menyuapi bayi besarnya itu, Lisa bersiap-siap untuk pergi ke mansion mereka.


Ia berpamitan pada Kaisar.


"Mas, aku pulang dulu ya."


"Berhati-hatilah,"ucap Kaisar seraya mencium istrinya itu.


"Iya mas."


Lisa pun segera berlalu dari kamar rawat suaminya itu.


Kaisar menatap kepergian Lisa, ingin sekali ia mencegah langkah kaki istrinya itu. Agar tetep stay di sisinya.


Kali ini bukan karna dia bucin atau lebay dan berlebihan, tapi Kaisar merasa ada yang mengganjal di hatinya merelakan Lisa jauh dari pandangannya.


Lebih tepatnya ia merasa khawatir, akan terjadi sesuatu pada Lisa.


🍁


Seperti yang kaisar katakan, Lisa pergi bersama seorang supir dan beberapa pengawal.


Selepas kepergian Lisa dari rumah sakit itu.


Beberapa orang dengan pakaian tertutup mengikuti mereka, menggunakan sebuah mobil berwarna hitam.


"Kita tunggu sampai mobil mereka berada di jalanan yang sepi, informasi dari bos jalan menuju mansion sangat sepi dan gelap, karena mansion itu terletak jauh dari keramaian, di sanalah kita beraksi." Ucap salah satu dari mereka, sambil terus memperhatikan mobil yang ada di depannya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Di kediaman Marwan.


Kakek Kaisar itu kian hari kondisinya semakin menurun, dia hanya menghabiskan waktunya dengan berbaring di atas tempat tidur tanpa bisa melakukan aktifitas apapun, wajah tuanya yang semakin terlihat pucat dan badan yang semakin kurus membuatnya kian lemah.


"Julia, apa Kai sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit?" Tanya Marwan dengan nada yang gemetar, karena tengah menahan sesak di dadanya.


"Belum mas, butuh waktu beberapa hari lagi, untuk Kaisar benar-benar di nyatakan sehat." Sahut Julia.


"Lalu! Kenapa Yuda dan Larasati belum juga membawa Arga ke sini?"


"Mana aku tau. Mereka saja tidak pulang semalam." Jawab Julia dengan ketus.


"Panggil Sanusi kemari." Titah Marwan.


Dengan malas Julia beranjak dari kamar itu, dan memanggil asisten pribadi Marwan itu.


Julia pergi dari kamar itu ia tidak tau dan tidak mau tau, apa yang di bicarakan suaminya dengan asistennya itu.


Karna ada yang lebih penting baginya. Panggilan dari Anggel, sudah berkali-kali Anggel mengirim pesan dan menghubungi nya. Namu ia tidak berani menjawabnya di hadapan Marwan.


Setelah ia menjauh dari kamar Marwan. Julia membuka ponselnya.


(Tante, aku sudah menjalankan rencana kita, beberapa orang saat ini tengah mengikuti Lisa yang menuju mansion Kaisar. Tugas tante Julia, hanya memastikan tidak ada orang-orang dari Kaisar atau siapapun itu yang menuju jalan mansion karena mereka akan melakukan eksekusi Lisa dia sana."


"Bagus! Anggel Memeng jauh lebih bisa di andalkan dari pada anak itu." Gumam Julia seneng, setelah membaca pesan dari Anggel.


(Kau tenang saja, Tante pastikan tidak ada siapapun yang menuju jalanan mansion. ) Balas Julia dengan sangat puas.


🍁🍁🍁🍁🍁


Selama di perjalanan menuju mansion Lisa hanya fokus pada ponselnya, tanpa memperhatikan jalanan, hingga beberapa menit kemudian mereka memasuki kawasan menuju mansion, yang sepi dan cukup gelap meski di siang hari, karna pepohonan yang rimbun berjejer di sepanjang jalan menuju mansion.


Entah kenapa Kaisar itu lebih memilih membangun Mansionnya di tempat sepi yang jauh keramaian.


Mungkin! Kaisar ingin menggambarkan dengan dirinya, yang juga kesepian pada saat itu.


"Sepertinya mobil hitam yang ada di belakang tengah mengikuti kita." Ucap pengawal yang duduk di kursi paling belakang.


Yang sontak membuat Lisa terkejut.


"Apa ! Mengikuti kita? Apa maksud mu?"


"Iya nona, sepertinya ada seseorang yang tengah membuntuti kita." Sahutnya, yang semakin membuat Lisa panik.


"Nona tidak perlu khawatir, kami akan menjaga Nona lebih dari kami menjaga nyawa kami." Ucap pengawal, yang semakin membuat Lisa merinding.

__ADS_1


Kenapa harus membawa-bawa nyawa.


"Cepat hubungi yang lain." Titah pria yang tengah berada di balik kemudi itu.


Mobil hitam yang mengikuti mereka kian mendekat, dan mereka berhasil memepet mobil yang tengah di tumpangi Lisa .


Dan beberapa kali membuat benturan di badan mobil, yang menimbulkan guncangan di dalam mobil.


"Ada apa ini pak?" Lisa semakin panik.


"Nona tenang, jangan takut." Sahut sopir yang berada di depan Lisa dan terus melajukan mobilnya.


Lisa pun diam tidak mengatakan apapun lagi, ai hanya bisa berdoa dalam hatinya.


Mobil hitam itu semakin ganas memepet mobil Lisa.


CKIIIIIIIITTT......


Supir Lisa menginjak rem secara mendadak, karena mobil hitam itu melintang tepat di depan mobilnya, hingga membuat semua terbentur.


"Anda baik-baik saja nona?" Tanya pengawal dengan panik, karna lecet sedikit saja pada nonanya, Kaisar sudah pasti akan murka pada mereka, apa lagi jika sampai terluka sudah pasti mereka akan di gantung hidup-hidup oleh Kaisar.


"Aku baik-baik saja." Sahut Lisa, yang masih mengatur nafasnya, karena panik.


"Kalian tunggu di sini, tetep menjaga nona Lisa, biar aku yang turun melihat siapa yang berada di dalam mobil hitam itu." Ucap pria yang bertubuh besar itu.


Semua mengangguk.


Dengan percaya diri pria itu turun dari mobil, dan berjalan menghampiri mobil hitam yang melintang menghalangi jalan mobilnya.


Ia mengetuk kaca mobil itu.


Tok .. tok ...


"Cepat keluar kalian!" Bentaknya.


Pintu mobil terbuka.


Dan.


JLEB.....


Tanpa basa-basi mengeluarkan satu kata pun, orang yang baru saja keluar dari mobil itu, menusuk perut pengawal Lisa. Hingga membuat pria bertubuh besar itu tumbang seketika.


Lisa membelalakkan matanya, menyaksikan kejadian itu dari balik kaca mobilnya.


Begitupun dengan pengawal Lisa dan supir, mereka sama-sama terkejut.


"Apa yang mereka lakukan? Cepat tolong dia!" Panik Lisa.


Mereka yakin ini bukan tindakan seorang perampok atau begal.


Tanpa ragu dua pengawal yang tersisa turun dari mobil.


"Kau jangan turun tetep di sini. Jika situasi tidak memungkinkan, cepat putar balik mobil ini dan bawa nona Lisa ke tempat yang aman." Ucap pria itu pada Supir.


"Baik, saya mengerti."


Kedua pengawal Lisa segera turun dari mobil dan menghampiri orang yang telah melumpuhkan temannya.


Ternyata mereka tidak sendiri ada Lima orang di sana dengan wajah yang tertutup, setelah dua pengawal Lisa turun. Mereka pun ikut turun dari mobilnya


"Jika ingin tetep hidup, serahkan wanita yang ada di dalam mobil kalian,"ucap salah satu dari ke lima orang itu, sambil menodongkan senjata pada pengawal Lisa.


"Cih. langkahi dulu mayat kami!"


kelima orang menyeringai.


"Dengan senang hati."


Dan mereka terlibat perkelahian dua lawan Lima.


🍁🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2