Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 162. Siapa Raka?


__ADS_3

CKLEK.


Luna membuka kembali pintu Toilet.


Ia kembali mengenakan kacamatanya dan merapihkan pakaian.


Lalu keluar dari Toilet dan pergi menuju lantai 3 di mana Jhon berada.


Entah apa yang telah Luna lakukan pada wanita yang membully nya tadi.


🍁🍁


Sampai di ruangan Jhon. Ternyata ada Tania di sana.


Gadis itu memeng bar-bar dan sangat terang-terangan, menabuh gendang perang dengan Luna.


Luna tersenyum penuh arti menatap Tania yang tengah berdiri tidak jauh dari Jhon.


"Luna, kau dari mana?"Tanya Jhon yang segera menghampiri Luna.


"Aku...! Aku dari keliling kantor kak."


"Lain kali, jika kau berkeliling jangan sendiri."


"Apa tadi kak Jhon mencari ku?"


"Tentu saja, aku ke meja kerja mu tapi kau tidak ada di sana, dan beberapa karyawan yang lain pun tidak melihatmu!"


"Maafkan aku kak."


"Tidak apa-apa, apa kau sudah makan siang?"


Luna menggeleng.


"Baiklah, ayo kita makan siang, waktu istirahat sebentar lagi habis." Jhon mengandeng tangan Luna.


Tapi Luna menahannya, Karena tatapan Luna tengah tertuju pada Tania yang sudah seperti Manekin yang ada di pojokan Toko tanpa bisa mengatakan dan bisa berekspresi apapun.


Tapi sangat terlihat dengan jelas dari mata gadis itu, jika ia tengah kesal dan sangat marah pada Luna, yang ia anggap telah mengacaukan rencananya.


"Kak, kenapa Asisten mu ada di sini? Bukankah ini jam istirahat?"


Jhon melirik Tania.


"Dia..."


"Nona Luna, aku hanya ingin mengantarkan makan siang untuk tuan Jhon."Sahut Tania yang memotong ucapan Jhon.


"Makan siang?" Luna berpura-pura tidak tau.


Dan mendekati Tania.


"Iya Nona, ini makan siang untuk tuan Jhon, karna biasanya, tuan Jhon tidak pernah keluar ruangan untuk makan siang."


"Tania, kau tidak perlu lagi melakukan ini, karna sekarang sudah ada istri saya, jadi sudah bisa di pastikan mulai dari sekarang, saya akan makan siang dengannya." Sahut Jhon.


Yang berhasil membuat wajah Tania semakin kecut.


"Sekarang, kau bawa kembali makanan itu,"titah Jhon.


Tania sudah semakin masam, dan menekuk wajahnya.


"Tidak apa kak, sayang sekali bukan Jika makanan ini kembali di bawa, bukankah waktu istirahat sebentar lagi habis, sepertinya kita tidak punya waktu banyak untuk mencari tempat makan, jadi Lebih baik, kak Jhon makan ini saja." Sahut Luna, yang meraih papar bag di atas meja.

__ADS_1


Luna membuka isi dari Paper bag itu.


"Kenapa ada dua porsi makanan di sini?" Tanya Luna, menyelidiki.


"Itu....! Itu untuk anda Nona, saya membeli untuk anda juga,"sahut Tania dengan canggung.


Padahal dia membeli dua porsi dengan tujuan, ia bisa makan bersama dengan Jhon.


Tapi sia-sia semuanya, karna kini malah Luna yang makan bersama Jhon.


Luna menyajikan makanan itu, sedangkan Tania masih tidak bergeming dan tetep berada di satu ruangan dengan pasutri itu.


"Tania! Kenapa kau masih di sini? Apa kau ingin ikut makan juga?" Tanya Luna, tapi di iringi dengan senyum mengejek untuk gadis itu.


"Tidak! Terimakasih Nona, saya sudah makan siang."


"Lalu, kenapa kau masih berdiri di situ?"


"Sa.. saya .. akan keluar Nona, permisi!" Dengan rasa malu dan jengkel secara bersamaan, Tania pergi dari ruangan itu.


"Jangan lupa tutup kembali pintunya ya!" Seru Luna,"dan terimakasih untuk makan siangnya."


Setelah pintu tertutup.


Tania melayangkan beberapa pukulan di udara.


"Sial! Kurang ajar kau Luna, aku tidak boleh membiarkan dia seenaknya seperti ini, aku akan membalas semuanya!" Gumam Tania.


🍁🍁🍁🍁🍁


Waktu istirahat usai.


Semua sudah kembali ke meja dan ruangan masing-masing.


Tapi keributan terjadi di lantai dua gedung kantor itu.


Wanita itu masih hidup, dan segera di larikan ke rumah sakit.


Kehebohan terjadi, dan berita itu sampai di telinga Jhon, Jhon sebagai penanggung jawab turun untuk melihatnya, dan memastikan jika wanita itu baik-baik saja.


Dugaan sementara, wanita itu jatuh atau terpeleset di dalam Toilet hingga membuatnya jatuh dan terbentur.


Luna yang memperhatikan beberapa petugas kesehatan tengah menggotong wanita itu menuju Ambulan, ia nampak biasa-biasa saja, dan melanjutkan aktivitasnya.


Dan itu menarik perhatian, dan Beberapa dugaan di hati Jhon, yang juga ada di sana.


Tapi Jhon tidak langsung bertanya pada Luna.


Jhon ingin melihat CCTV yang ada di kantor terlebih dahulu, agar dia tidak salah menduga.


Jika dugaannya benar, ia harus cepat melindungi Luna.


🍁


"Apa benar dia terpeleset di Toilet, sampai terluka cukup parah seperti itu?"


"Aku juga ragu jika dia terpeleset, sepertinya ada yang mendorong dia?"


"Sudahlah biarkan saja, mau dia terpeleset atau ada yang senaja mendorong itu tidak penting bagi kita, aku rasa itu karma untuk dia, karena selama ini, dia selalu membully dan menindas karyawan yang baru masuk di kantor ini."


"Iya kau benar juga, aku tengah menunggu karma untuk gengnya itu, terutama Heni, dia yang paling sombong dan kejam di antara yang lainnya."


Bisik-bisik para Karyawan yang tengah menduga-duga penyebab wanita itu terjatuh, terdengar jelas di telinga Luna.

__ADS_1


Bahkan di antara mereka ada yang mensukuri kejadian itu.


Luna hanya mendengarkan saja tanpa menimpali atau berniat masuk ke dalam obrolan mereka.


🍁🍁🍁🍁🍁


Di Mansion.


"Mas, besok Arga sudah mulai sekolah, aku ingin mengantarkannya di hari pertama Arga masuk sekolah."


"Nanti kau lelah sayang, ada Clara juga, biar Mas saja yang mengantarkan Arga pergi ke sekolah!"


"Tapi, aku juga ingin melihat dan mengantar putraku di hari pertama sekolahnya mas."Pinta Lisa.


"Baiklah, kita akan mengantarkan Arga sekolah besok." Sahut Kaisar, sambil membelai wajah Lisa.


"Terimakasih mas, aku siapkan air untuk mas mandi."


Kaisar baru saja pulang kerja, ia pulang lebih awal dari biasanya, karena ada sesuatu yang mengganjal di pikirkan nya.


"Sayang! Siapa yang mengirim mu surut, dengan nama Raka?" Tanya Kaisar, tiba-tiba.


Dan pertanyaan itu menghentikan langkah Lisa.


Ya. Di pagi hari, Lisa mendapat sebuah surat dari seseorang yang bernama Raka.


Lisa nampak sangat-sangat bahagia dengan kiriman surat itu.


Dan hal itu rupanya di laporkan oleh pengawal pada sang tuan, yaitu Kaisar.


"Surat! Mas tau dari mana aku mendapatkan surat, padahal aku baru saja mau bercerita pada Mas?"


"Itu tidak penting, sekarang katakan siapa itu Raka?" Kaisar sudah mulai gusar dengan nama satu itu, yang di duga kuat adalah seorang lelaki.


Sejak pengawal menyampaikan pesan itu pada Kaisar, yang tengah berada di kantor dia sudah mulai tidak tenang dan gelisah.


Siapa yang mengirimkan surat pada wanita kesayangannya?


Raka! Dan nama itu seperti nama seorang lelaki?


Lelaki lancang mana yang berani mengirimkan surat pada istri sang Kaisar?


Apa dia sudah bosan hidup!


Beberapa pertanyaan muncul menghantui pikiran dan hati Kaisar, hingga membuatnya tidak fokus dalam bekerja.


Jika saja ada Jhon di Kantor, tentu Kaisar sudah meluncur ke Mansion saat itu juga untuk menanyakan siapa itu Raka, tapi ia tidak bisa melakukannya, karena banyaknya pekerjaan di kantor hingga membuatnya menyimpan pertanyaan itu hingga sampai Mansion.


Mau bertanya lewat sambungan telepon pun Kaisar enggan, karna ia lebih memilih untuk bertanya secara langsung pada istrinya.


Dan saat ini ia harus memastikan dan mengetahui siapa Raka.


🍁🍁


🍁Ada yang tau dan ingat Raka itu siapa?🍁


🍁Di Episode awal-awal, Nama Raka sudah ada ya di Novel ini.


Tokoh Raka Ntor masukkan di musim kedua ini, untuk mewarnai hubungan Jhon dan🍁 Luna.


🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya πŸ™πŸ€—

__ADS_1


Love banyak-banyak untuk semuanya ❀️❀️


jangan bosen ya πŸ™πŸ€—πŸ˜˜.


__ADS_2