Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 137. Luna dalam bahaya!


__ADS_3

Wanita itu membawa Luna di depan kamar bernomor 222.


"Silahkan Nona Lisa, masuk kedalam." Petugas Hotel Itu membukakan pintu kamar 222 untuk Luna.


"Tidak! Terimakasih, saya tunggu di sini saja." Tolak Luna.


Dan kebetulan di sana ada sebuah kursi, dan Luna mendudukkan dirinya di kursi itu.


"Baik, saya akan panggilkan Nyonya Sarah!"


Petugas Hotel masuk kedalam kamar.


Namun!


Belum ada 5 menit petugas Hotel itu masuk.


Tiba-tiba Luna mendengar teriakkan dari dalam.


AAAKKKHHH.....


"Astaga!" Luna terlonjak dari duduknya, "Apa yang terjadi? Kenapa ada teriakan di dalam?"


Luna kembali menajamkan pendengarannya.


AAAAKKHH.....


Teriakan kembali terdengar dan kali lebih kencang lagi, di sertai seseorang yang meminta tolong!


TOLONG!


Luna mendekat ke kamar 222 itu, tangannya sudah siap untuk membuka pintu.


Tapi Luna urungkan, ia lebih memilih mencari bantuan di sekitar sana, namun tidak ada satu orangpun yang terlihat di lantai dua hotel itu.


Sejak awal pun Hotel ini sudah terlihat sangat sepi.


Jeritan dan rintihan semakin terdengar jelas dan menyayat di telinga Luna.


Apa dia harus diam saja, sedangkan seseorang tengah membutuhkan pertolongan di dalam kamar itu.


Luna menggedor pintu kamar itu.


"Mbak! Ada apa? Apa yang terjadi?" Teriak Luna.


Namu tidak ada jawaban lain selain suara meminta tolong dari wanita yang tadi masuk ke dalam kamar itu.


Luna memberanikan diri untuk membuka pintu kamar Hotel itu.


CEKLEEK....


Luna terkejut karena wanita petugas Hotel itu tengah bersimpuh di bawah kasur, sambil memegangi kakinya yang terluka dan berlumuran darah.


Tapi Luna tidak langsung mendekat, mungkin ia takut dan tetep berada di ambang pintu.


"Apa yang terjadi Mbak? Kenapa bisa terluka? Siapa yang melakukannya, lalu di mana nyonya Sarah?" Crocos Luna, panik.


"Tolong saya nona Luna, tolong bantu saya keluar dari kamar ini!" Rintih wanita itu, yang samasekali tidak menjawab pertanyaan Luna.


Luna bingung!


Ia kembali mencari bantuan, dengan mengetuk pintu kamar lain di Hotel itu.


Namun lagi-lagi, tidak ada satu orangpun yang membuka pintu kamar.


Apakah kamar-kamar ini semuanya kosong?


Luna hendak turun ke lantai bawah, tapi langkahnya terhenti karena wanita tadi kembali meminta tolong dengan rintihan yang seperti sedang menahan sakit yang luar biasa.


Baiklah!


Akhirnya Luna memutuskan untuk kembali masuk kedalam kamar itu.


Ia harus segera menolong wanita yang tengah membutuhkan pertolongan.


Luna mendekat, dan hendak membantu si wanita untuk berdiri.

__ADS_1


Tapi!


Tiba-tiba.


BUG!


Sebuah pukulan cukup kuat melayang di punggung Luna.


Hingga beberapa detik kemudian Luna tersungkur dan tidak sadarkan diri.


"Susah juga memancing dia, saya harus membuang-buang waktu untuk ini,"ucap wanita yang beberapa saat lalu merintih kesakitan.


"Sudahlah, yang penting kita sudah berhasil mengerjakan tugas kita, tanpa di ketahui siapa pun dan tanpa tertangkap kamera CCTV yang ada di luar, jika kita melakukan kekerasan pada wanita ini" Sahut seorang lelaki, yang baru saja melumpuhkan Luna.


Wanita itu berdiri dan menghampiri Lelaki itu.


Dia bisa berdiri dan berjalan dengan normal, luka dan darah yang mengalir di kakinya itu hanya sebuah umpan untuk memancing Luna masuk kedalam kamar.


"Cepat kau urus sisa nya, saya akan kembali menormalkan aktivitas Hotel ini seperti biasanya agar tidak ada yang curiga, karna saya hanya mampu membuat lantai dua di Hotel ini kosong dalam waktu 1 jam saja, dan ini sudah berjalan 55 menit, kau hanya punya waktu 5 menit untuk keluar dari sini dan membawa pria yang sudah di sediakan." Ucap wanita itu. Dan segera keluar dari kamar 222.


Si lelaki mengangkat Luna dan membaringkannya di atas kasur.


Lalu ia pun keluar dari kamar itu.


🍁🍁🍁🍁🍁


Di tempat lain.


Jhon baru saja menyelesaikan semua pertemuan Kaisar dan rekan bisnisnya.


"Jhon, bagaimana dengan kabar Luna?" Tanya Kaisar.


Saat ini mereka tengah berada di ruangan Kaisar.


"Nona Luna baik tuan!"


"Nona! Kau masih memanggil dia Nona! Dia itu istri mu Jhon, panggil lah dengan sebutan yang Romantis, seperti aku memanggil Lisa." Bangga Kaisar.


"Baik tuan, saya akan mencobanya."


"Baik, tuan!" Sahut Jhon.


"Jhon, jika di luar kantor, kau bisa memanggilku dengan sebutan kakak ipar!" Ucap Kaisar.


Jhon pun langsung menatap Kaisar.


Mungkin ia merasa aneh jika harus memanggil Kaisar kakak ipar.


"Kau harus terbiasa dengan itu Jhon." Sahut Kaisar, yang tau betul apa yang Jhon pikirkan.


Dan Kaisar pun menyambung pertanyaan-pertanyaan tentang Luna, dengan cerita kebahagiaan yang saat ini ia rasakan.


Setelah puas mendengar cerita dari Kaisar, yang tengah berbahagia dengan kehamilan isterinya.


Sebuah cerita yang hanya membanggakan dirinya sendiri karna ia bisa mengalami yang namanya Morning Sicknees. Saat Lisa tengah hamil, dan tentu itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi sang Kaisar.


Meskipun istrinya sangat kerepotan dengan tingkah aneh dan permintaan yang kadang tidak masuk akal dari Kaisar.


🍁🍁


Kaisar pamit, untuk pulang ke Mansion. Kali ini ia sudah tidak pernah di antar lagi oleh Jhon, karena Kaisar tau di jam segini Jhon harus menjemput Luna di Restorannya.


🍁


Setelah kepergian Kaisar, Jhon berniat langsung menjemput Luna.


Tapi ia ingin mengirimkan pesan terlebih dahulu pada istrinya itu.


Jhon melihat ada dua panggilan dan satu pesan dari Luna.


"Astaga, aku lupa menghidupkan kembali volume ponsel, setelah Meeting."


Jhon menghubungi Luna, namu tidak bisa terhubung Karan ponsel Luna sudah Almarhum.


Kemudian Jhon memperhatikan Foto yang Luna kirim.

__ADS_1


"Ini seperti bukan berada di halaman Resto!" Gumam Jhon.


"Apa dia sedang bertemu dengan teman-temannya."


Jhon memasuki mobilnya, dan segera menuju Resto Luna.


🍁🍁🍁🍁


Sampai di Restoran.


Hanya ada beberapa Karyawan Luna saja yang tengah merapihkan Resto itu, karena sebentar lagi akan tutup.


"Maaf Pak, tapi ibu Luna sudah keluar dari Restoran sejak tadi siang, dan tidak kembali lagi kesini, kami kira ibu Luna langsung pulang." Ucap salah satu karyawan Luna, yang berbicara pada Jhon dengan menundukan wajahnya.


"Dari siang!"


"Benar pak!"


Dan karyawan Luna menjelaskan semuanya pada Jhon , mulai dari si pemesan dan pertemuan Luna dengan temannya.


Setelah mendengar penjelasan dari karyawan Luna, Jhon mulai merasakan sesuatu yang tidak biasa.


Dengan cepat ia melajukan mobilnya menuju Apartemen!


Semoga saja Luna benar sudah pulang Ke Apartemen. Batin Jhon.


Tapi Jhon ragu jika Luna sudah pulang, karena gadis itu akan selalu mengabari Jhon jika ia pulang terlebih dahulu.


🍁🍁🍁


Kekhwatiran Jhon terbukti.


Sesampainya di Apartemen, Jhon mendapati tidak ada Luna di sana.


Jhon menghubungi anak buahnya yang ia tugaskan untuk menjaga Luna.


"Dasar bodoh! Sudah ku katakan jaga Nona Luna lebih dari kalian menjaga nyawa kalian sendiri!" Maki Jhon, pada anak buahnya, lewat sambungan telepon.


["Maaf tuan, saat kami mengikuti Nona Luna menemui teman-temannya di cafe, tiba-tiba kami tertidur setelah memakan sesuatu, dan kehilangan jejak Nona Luna, dan kami baru sadarkan diri, sore hari tuan."]


"Kalian akan menerima hukuman yang setimpal, karna telah lalai menjaganya!"


Dengan wajah yang memerah dan amarah yang menggunung, Jhon mematikan panggilan itu.


Dia sudah menyiapkan hukum yang ia anggap layak untuk para anak buahnya itu.


Jhon menduga Jika ada sesuatu yang tidak beres, dan Luna menjadi targetnya.


Jhon mengingat sesuatu!


Foto yang sempat Luna Kirim.


Jhon memberikan Foto itu pada anak buahnya untuk mencari di mana Lokasi foto yang Luna kirimkan.


Tidak sampai 10 menit.


Jhon mendapatkan pesan dari anak buahnya, jika Foto itu, adalah Foto halaman Hotel PERMANA, yang berada di jalan xxx.


"Hotel!" Jhon mengerutkan keningnya, "untuk apa Luna ke hotel?"


Tanpa buang-buang waktu Jhon segera menuju Hotel yang di maksud.


🍁🍁🍁🍁


Di waktu yang bersamaan, seorang pria memasuki kamar 222 di Hotel PERMANA.


Kamar di mana Luna berada, dalam keadaan masih tidak sadarkan diri.


🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏 🤗


Semoga suka!


Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2