Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 112. Kisah Melissa, Rani dan Larasati


__ADS_3

🍁🍁🍁Masih FLASH BACK 🍁🍁🍁


Sesuai rencana Marwan dan Rano.


Yuda dan Rani bertemu di perusahaan milik keluarga Airlangga, keduanya cukup dekat dan akrab karena mereka di tempatkan di, divisi yang sama, tapi Rani bekerja di perusahaan itu tidak sendiri ia bersama Larasati sahabat baiknya sejak masih sekolah menengah pertama.


Alih-alih membuat mereka saling tertarik Yuda justru jatuh cinta pada Larasati, dan begitu juga dengan Larasati, Hingga mereka menjalin sebuah hubungan asmara.


"Aku perhatikan, akhir-akhir ini kau dekat sekali dengan Yuda, bahkan dia selalu mengantar mu pulang, apa di antara kalian ada hubungan khusus?" Tanya Rani menyelidik pada sahabatnya itu.


Saat ini mereka sedang berada di kantin tidak jauh dari tempat mereka bekerja.


Seketika wajah Larasati merona.


"Aah.. kamu bicara apa? Tidak ada hubungan apa-apa, aku dan mas Yuda sama seperti mu hanya berteman." Balas Larasati dengan gugup.


"Aku tidak percaya kau hanya berteman dengannya, jangan ada yang di tutupi dari ku, apa kau takut akan di keluarkan jika ketahuan menjalin hubungan dengan sesama karyawan di perusahaan itu?"


Larasati mengangguk.


"Kau tenang saja, aku bisa jaga rahasia!" Ucap Rani, sambil tersenyum.


"Terimakasih Rani, apa menurutmu aku dan mas Yuda cocok!"


"Tentu saja kalian terlihat sangat cocok, aku sangat mendukung hubungan kalian."


Dari jauh seseorang melambaikan tangan.


"Itu Melissa!" Seru Rani.


Melissa berjalan dengan sedikit berlari menghampiri kedua sahabatnya itu.


Jadi! Rani, Larasati dan Melissa mereka bertiga bersahabat dengan baik sejak masih sekolah.


Tapi Melissa berbeda dengan Larasati dan Rani, ia berasal dari keluarga yang berkecukupan bahkan kaya-raya.


Melissa tidak harus mencari kerja dan menjadi karyawan biasa seperti Larasati dan Rani, ia meneruskan usaha milik orangtuanya.


"Apa kabar dengan sahabat-sahabat ku ini, sudah lama kita tidak bertemu aku sangat merindukan kalian,"ujar Melissa dengan nada yang di buat sedih.


"Aku juga sangat merindukan mu." Sahut Larasati dan Rani secara bersamaan.


"Aku dengar kau akan di jodohkan dengan keluarga kaya-raya apa itu benar?" Tanya Rani pada Melissa.


"Ibu ku bilang seperti itu, tapi aku ragu untuk menerimanya karena aku belum mengenalnya." Sahut Melissa.


"Kenapa kau tidak mencoba bertemu dulu dengannya." Saran Larasati.


Di tengah obrolan mereka, Yuda datang.


Melissa terpukau melihat kehadiran Yuda, di sana.


"Dia Yuda, kekasih Larasati!" Ucap Rani memperkenalkan.


Melissa tersenyum kaku, dan merekapun saling berkenalan.


🍁🍁


Beberapa bulan berlalu.


"Rani! Kau sudah cukup dewasa dan sudah waktunya kau menikah."


"Menikah! Aku belum mau menikah yah, aku masih ingin bekerja." Sahut Rani, pada ayahnya Rano.


"Kau mau menunggu sampai kapan lagi, apa kau sudah memiliki kekasih?"


Rani menggelengkan kepalanya.


"Belum yah, aku sibuk bekerja tidak ada waktu untuk berpacaran."


"Bagus! Besok ayah akan mengenalkan mu dengan putra sahabat ayah, dia sangat tampan pasti kau akan menyukainya!"


"Maksud ayah aku akan di jodohkan?"


Rano mengangguk.


"Tapi yah...!"


"Suuuuttt... Jangan dulu menolak, kau temui saja dulu lelaki itu!"


"Baiklah!"


🍁


Begitupun dengan Yuda.


"Aku sudah punya pilihan sendiri pah!"


"Kau temui dulu, putri sahabat papah, papah yakin kau akan jatuh cinta pada gadis cantik dan baik hati itu."


🍁🍁🍁

__ADS_1


Pertemuan keduanya pun dilakukan di sebuah kafe.


Keduanya sangat terkejut!


"Kalian pasti sudah saling mengenal kan?" Ucap Marwan, dengan senyum puas!


Dan ia mengutarakan tentang keinginannya agar mereka berdua segera menikah.


Rani dan Yuda tidak mengatakan apapun pada orangtua mereka saat pertemuan itu, biar mereka akan menjelaskan semuanya di rumah, biarkan kedua orangtua itu bahagia untuk sesaat.


🍁🍁🍁


"Jadi Yuda itu kekasih Larasati?" Tanya Rano memastikan.


"Benar yah, mereka saling mencintai, dan aku sama sekali tidak mencintai Mas Yuda kami hanya berteman, Larasati gadis yang sangat baik, aku yakin ayah tau itu!"


"Baiklah, ayah akan bicara pada Marwan."


Sebenarnya Marwan menolak keras Yudha yang menjalin cinta dengan Larasati ia tetap ingin menjodohkan Rani dan Yuda, tapi Rano meyakinkan sahabatnya itu, jika Larasati gadis yang sangat baik dan tepat untuk Yuda.


Hingga pada akhirnya Marwan merestui hubungan Yuda dan Larasati.


Tapi hubungan mereka, tidak semudah membalikkan telapak tangan.


Yunita istri pertama Marwan, ia menentang keras hubungan mereka, ia sudah mempunyai calon pilihannya sendiri untuk Yuda.


Karna tentang keras dari Yunita, dan cintanya yang begitu dalam pada Larasati, Yuda akhirnya menikahi Larasati tanpa sepengetahuan Yunita, ia hanya meminta ijin pada Marwan dan Marwan merestui mereka, tapi mereka harus tetap menyembunyikan pernikahan itu, jika Yunita tau dia pasti akan Shock dan sangat berpengaruh pada penyakitnya.


🍁🍁


Beberapa bulan setelah menikah dengan Larasati.


Yunita membawanya wanita pilihannya untuk Yuda.


Dia adalah Melissa.


Yuda sangat terkejut ternyata pilihan ibunya sahabat dari istrinya, begitupun dengan Melissa ia tidak menyangka jika lelaki yang akan di jodohkan dengan adalah Yuda.


Yuda tetep tidak ingin menikah dengan Melissa, dan Yuda sudah menceritakan semuanya pada Melissa jika dia sudah menikah dengan Larasati tanpa di ketahui Yunita.


Hingga pada saat itu Yuda harus tetap menikahi Melissa Karna Yunita sakit parah dan menginginkan Yuda menikah dengan Melissa.


Melissa menerima pernikahan itu, meskipun ia tau kalau Yuda adalah suami dari sahabatnya, Karena memang dari awal mereka bertemu Melissa sudah menaruh hati pada Yuda, jadi dia rela menikah dengan Yuda meskipun jadi yang kedua, ia pun tak menceritakan pada orangtuanya jika Yuda sudah menikah.


Larasati dengan berbesar hati, ia merelakan Yuda menikah dengan sahabatnya. Meskipun hatinya terluka.


🍁🍁


Hal ini membuat semua orang tau Melissa lah istri Yuda. Buka Larasati.


Beberapa bulan setelah menikah dengan Yuda, Melissa harus mengahadapi pahitnya sebuah cobaan hidup, ia di diagnosa mengidap tumor rahim stadium akhir dan harus segera di lakukan operasi pengangkatan Rahim.


Tentu saja hal ini membuat hati Melissa hancur sehancur-hancurnya, wanita mana yang akan terima dengan kenyataan mengerikan itu.


"Aku tidak mau melakukan operasi itu, jika rahim ku di angkat aku tidak akan pernah bisa mempunyai seorang anak!" Tangis Melissa pecah, ketika dokter menyampaikan kabar buruk itu.


Ia bersikukuh tidak akan melakukan operasi, hingga kondisi kesehatan semakin memburuk.


Yuda bersikeras meyakinkan Melissa agar wanita itu bersedia melakukan operasi.


"Aku mohon, ini demi kesembuhan mau!" Pinta Yuda.


"Tidak mas! Aku tidak akan melakukan operasi itu, aku seorang wanita mas! Apa gunanya aku hidup jika rahim ku harus di angkat, aku tidak sanggup mas lebih baik aku mati!"


"Tidak Melissa, kau tidak boleh bicara seperti itu!"


Sangat sulit untuk membujuk Melissa.


Membuat kondisinya kian hari semakin memburuk.


"Pak Yuda, kita harus segera bertindak, jika di biarkan terus saya khawatir Nyonya Melissa tidak dapat bertahan." Ucap Dokter yang merawat Melissa.


🍁


Mendengar kabar tentang kondisi Melissa yang semakin memburuk, membuat Larasati mendatangi sahabatnya itu, sama seperti Yuda ia meminta Melissa untuk melakukan operasi.


"Tidak Ras, jika aku melakukan operasi itu, aku tidak akan pernah mempunyai anak, aku tidak sanggup Ras." Melissa menangis di pelukan Larasati.


"Siapa bilang kamu tidak akan pernah memiliki anak, kan masih ada aku,"ucap Larasati dengan lembut.


Melissa menguraikan pelukannya, wajah pucat dan kurus itu tampak bingung dengan ucapan Larasati.


"Apa maksud mu Ras?"


Larasati menggenggam tangan Melissa.


"Mel, jika nanti aku hamil dan melahirkan, bayi itu akan menjadi anak kamu, dia akan menjadi anak mu dan Mas Yuda, anak kita!"


Seketika wajah sedih itu berbinar.


"Apa kau serius Ras, jika kau mempunyai anak nanti, dia akan menjadi anak ku?"

__ADS_1


"Aku serius, dia akan menjadi anak mu, tapi tolong lakukan operasi itu!" Pinta Larasati.


Senyum sejuta Wat di terukir di bibir Melissa yang kering dan sangat pucat.


"Aku akan melakukannya, tapi kau harus berjanji dulu pada ku, bayi yang kelak kau lahirkan akan menjadi milikku!"


"Iya aku berjanji pada mu."


Karna adanya perjanjian itulah, akhirnya Melissa bersedia melakukan operasi pengangkatan Rahim.


🍁🍁


Operasi berjalan dengan baik.


Beberapa bulan setelah operasi .


Kabar baik menghampiri mereka, Larasati di nyatakan hamil.


Dan itu sangat membuat Melissa bahagia, ia sangat berantusias menyambut kehamilan Larasati.


Ia dengan senang hati dan telaten merawat Larasati, bahkan ia berperan sangat baik dari pada Yuda.


Ia menemani Larasati ke dokter, mengajaknya berolahraga. Memberinya makanan bergizi dan Vitamin, bahkan ia sering datang ke rumah Larasati hanya untuk membuatkan susu untuk wanita hamil itu.


Hari-hari Melissa di penuhi dengan kebahagiaan yang luar biasa, ia sudah tidak sabar menyambut kelahiran bayi itu. Ia selalu berselancar di Internet untuk mencari tahu soal ibu hamil dan cara merawat bayi.


"Aku berjanji akan menjadi ibu yang baik untuk anak ku!" Gumam Melissa.


🍁


Hingga waktu yang di nantinya pun Tiba.


Larasati melahirkan seorang bayi laki-laki yang lucu dan menggemaskan.


Senyum bahagia terpancar di wajah Melissa dan Yuda ketika mendengar suara tangis Bayi dari ruangan bersalin.


🍁


"Kau akan memberi nama siapa untuk bayi lucu ini!" Ucap Melissa yang tengah menggendong bayi Laki-laki itu.


"Kaisar, itu Nama untuknya, apa kau suka?" Sahut Larasati.


"Iya, aku sangat suka dengan nama itu, kelak dia akan menjadi seorang Kaisar yang hebat untuk kita!" Sahut Melissa dengan bahagia.


Tapi kebahagiaan Melissa menjadi pukulan terberat bagi Larasati, Karena Melissa menagih janji yang Larasati ucapkan.


"Beri aku waktu sampai anak ku mendapatkan ASI eksklusif, aku ingin bayi ku mendapatkan haknya."


Melissa pun menyetujui permintaan Larasati.


🍁🍁🍁


Hingga dua tahun kemudian, Melissa kembali menagih janjinya. Dan ia mengutarakan ingin memiliki bayi itu seutuhnya.


Dengan berat hati Larasati memberikan putra tercintanya.


Wanita itu sangat terluka dan terpukul, bagaimana tidak! Ia harus merelakan bayi yang ia kandung selama 9 bulan dan ia lahirkan dengan bertaruh nyawa lalu ia menyusui bayi itu siang dan malam.


Larasati harus merelakan anaknya untuk madunya.


Larasati terpuruk, bahkan Yuda harus membawa Larasati ke psikolog agar ia bisa kembali menjalani kehidupannya.


🍁🍁🍁🍁


Hingga beberapa tahun berlalu.


Yuda bertekad membawa Larasati ke dalam keluarganya.


Ia meminta Yunita menerima Larasati karena Larasati ibu kandung dari Kaisar.


Yunita menerima Larasati, tapi karena ketakutan dari Melissa jika suatu saat Larasati akan merebut Kaisar darinya ia meminta Larasati untuk kembali berjanji padanya, agar tidak memberi tau Kaisar atau siapapun, kalau dia adalah ibu kandung Kaisar, biarkan Kaisar dan semua orang tau bahwa ialah ibu kandung Kaisar, hanya Melissa satu-satunya ibu Kaisar.


Larasati menyetujui itu, yang terpenting adalah ia bisa dekat dengan Kaisar, ia ingin melihat anak itu setiap hari dan memasak makanan untuk putranya.


Dan Larasati pun tinggal bersama Melissa dan Kaisar di rumah itu.


Tidak mudah bagi Larasati, karena saat itu ia di anggap sebagai orang ke tiga di pernikahan Yuda dan Melissa, apalagi ketika datang di rumah itu Larasati membawa serta putra keduanya Farel yang usianya 5 tahun lebih muda dari Kaisar. Ia selalu di anggap sebagai simpanan Yuda dan menuntut tanggung jawab karena sudah melahirkan seorang anak.


Begitupun dengan Kaisar, ia sangat kecewa dengan Yuda, dan tidak pernah menyukai Larasati dan Farel.


Tapi Melissa selalu menasehatinya agar menerima Larasati, dan bersikap baik pada wanita itu.


Tempramental Kaisar dari kecil memang sudah sangat buruk, ia selalu di jauhi temannya karena jika Kaisar marah ia tidak segan-segan melukai temannya.


Tapi dengan sabar dan penuh kasih sayang, Melissa mendampingi Kaisar dan selalu menenangkannya.


Karena itu, di saat Melissa masih hidup, Kaisar tidak membenci Larasati sampai seperti sekarang ini, karena Melissa selalu meminta Kaisar menyayangi dan menghormati Larasati.


Julia lah yang membentuk karakter kejam Kaisar. Hingga ia dewasa.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🌹🌹🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🙏


__ADS_2