
Seorang pelayan yang melihat perkelahian Lili dan Akhira, berlari memberikan kabar pada tuan dan nyonya Amida yang berada di ruang kerja. Mendengar kabar itu mereka berdua berlari menuju taman dimana Lili dan Akhira berkelahi, tuan Amida menyuruh pada pelayan itu untuk memanggil Arata. Pelayanan pun langsung berlari menuju kamar Arata untuk memberikan kabar perkelahian Lili dan Akhira.
Akhira masih menyerang Lili tanpa henti, Lili hampir kelelahan namun dia berusaha bertahan. Di posisi bertahan itu dia berusaha mengatur ritme pernapasannya, untuk memulihkan tenaganya. Lili mencium bau alkohol dari tubuh Akhira. "Sepertinya dia dalam keadaan mabuk!" gumam Lili. Akhira terus saja menyerangnya, sesekali Lili balik menyerangnya dengan tinjuan dan tendangannya.
"Hentikan Akhira! Apa yang kau lakukan hah!" teriak ayah guna menghentikan perkelahian Lili dan Akhira.
Namun perintah ayah di hiraukan oleh Akhira, dia malah semakin menjadi. Dia ingin memperlihatkan betapa kuatnya dia, berapa tangguhnya dia sehingga tidak mungkin kalah oleh seorang wanita. Menurutnya wanita adalah mahluk yang lemah dan rapuh, wanita adalah alat pemuas nafsu saja dan wanita adalah alat untuk menghasilkan keturunan. Entah apa yang membuat Akhira memiliki pemikiran seperti itu.
"Biarkan saja Yah! Biar dia tahu, tidak semua wanita lemah!" Arata berkata dengan dinginnya.
Ibu Rima tidak bisa diam dia terus saja berteriak agar Akhira menghentikan semua itu. Semua teriakan ibu Rima tidak berguna karena Akhira terus saja menyerang Lili. Ibu Rima menyuruh Arata dan suaminya agar menghentikan perkelahian Lili dan Akhira, namun Arata ingin melihat sampai dimana kekuatan yang dimiliki oleh Lili. Sampai berapa lama Akhira yang dalam keadaan mabuk bertahan oleh serangan Lili. Arata tahu bahwa Akhira dalam keadaan mabuk, dia juga memberitahukan pada ayah dan ibu.
Lili sudah cukup bertahan dari serangan bertubi-tubi Akhira, dia melihat kelemahan Akhira. Dilihat pula Khirana yang sudah mulai kelelahan, Lili mulai mempersiapkan strategi di dalam otaknya.
Bak!
Buk!
Buk!
Whussss!
Lili menghujani Akhira dengan tinjuannya sesekali diakhir tinjuannya tendangan melayang ke wajah Akhira. Mendapatkan tinjuan dan diakhiri tendangan dari Lili Akhira terhuyung ke belakang lalu terjatuh. Arata tersenyum melihat ketangguhan Lili begitupun dengan ayah Amida. Sedangkan ibu Rima sedih melihat Akhira, anak yang sudah dia besarkan dengan penuh kasih sayang, berubah menjadi anak yang penuh iri dengki. Melihat Akhira yang sudah terjatuh, Lili berjalan meninggalkan Akhira.
"Kita belum selesai! Aku masih bisa melawanmu! Cepat kemari, lawan aku! Dasar kau anak ha**m! Haha aku sudah tahu bahwa ibumu menikah dengan suaminya saat sedang hamil kau! Itu artinya ibumu seorang wanita murahan! Dan ayahmu begitu bodohnya menerima ibumu yang murahan!"
__ADS_1
Lili terhenyak begitu mendengar penghinaan terhdap mama dan papanya. Tanpa basa-basi dia berlari langsung menghajar Akhira, Lili bisa menerima jika ada orang yang menghina dirinya. Tetapi penghinaan Akhira terhadap mama dan papanya yang tidak bisa dia terima begitu saja. Akhira terjatuh, Lili terus menghajarnya tanpa henti. Tangan lili sudah terluka akibat perkelahian dengan Akhira. Arata yang melihat kedua tangan Lili terluka, berusaha menghentikan Lili.
"Sudah cukup! Sudah cukup kau menghajarnya Lili!" teriak Arata namun Lili tidak mendengarkan apa yang diperintahkan oleh Arata.
"Belum cukup! Belum cukup aku menghajarnya! Aku bisa terima jika dia menghina diriku, tapi jika dia sudah menghina Mama dan Papa. Jangan harap!"
Ibu Rima yang melihat kedua tangan Lili terluka berkata pada ayah dan Arata untuk menghentikannya. Akhirnya Arata menghampiri Lili, dia menarik tangan Lili. Karena emosi yang memuncak, Lili menyerang balik Arata. Karena Arata sudah berani menghalanginya untuk menghajar orang yang sudah menghina kedua orangtuanya. Terjadilah perkelahian kecil antara Lili dan Arata. Ibu Rima merasa khawatir dengan keadaan Lili, "Arata jangan kau melawannya! Dia sudah terluka!"
Karena mendengar perkataan ibunya Arata langsung bertahan dari serangan Lili. Dia mencari kesempatan untuk menghentikan serangan Lili, disaat yang tepat Arata langsung mendekapnya. Lili yang masih emosi berusaha melepaskan dekapan dari Arata. Namun Arata tidak melepaskan dekapannya, semakin Lili berusaha melepaskan diri dari dekapan Arata. Semakin kuat Arata mendekap Lili, Arata akan melepaskan dekapannya jika Lili bisa tenang.
Buggg!
Lili meninju perut Arata dengan kekuatan penuh, Arata menahan semua tinjuan yang dilayangkan Lili. Rasa sakit akibat pukulan Lili begitu kuat, tetap Arata bertahan. Akhirnya Lili berhenti dan jatuh tak sadarkan diri, Arata menggendongnya ditidurkan ya di atas ranjang. Ibu Rima segera menghubungi dokter agar segera kerumahnya untuk memeriksa Lili dan Akhira.
Tak berapa lama dokter pun tiba, dia langsung memeriksa keadaan Lili. Setelah memeriksa Lili dokter ingin bicara berdua dengan Arata, Arata pun mengiyakan dan mengajak dokter ke ruang bacanya. Sedangkan ayah dan ibu menemani Lili yang masih tak sadarkan diri.
Ayah terdiam sejenak, dia memikirkan apa yang baru saja di katakan oleh istrinya. Dia pun menjawab pertanyaan istrinya, "kita tunggu keputusan Arata dan Lili!"
Diruang baca Arata begitu terkejut dengan alyang baru dia dengar dari dokter. Dokter berkata bahwa Lili mengkonsumsi obat tidur, efek dari obat tersebut bisa berpengaruh pada kesehatannya. Bisa berpengaruh pada stamina tubuhnya. Mungkin itu sebabnya Lili jika emosi dan mengeluarkan begitu banyak tenaga, dia jatuh tak sadarkan diri. Dokter berkata agar Lili menghentikan untuk mengkonsumsi obat tidur. Setelah memberikan resep untuk Lili, dokter pun pergi memeriksa Akhira yang sedang terluka.
Arata menyuruh seorang pengawal untuk membeli resep yang sudah di berikan dokter ke apotek. Setelah itu Arata kembali ke dalam kamar, ayah dan ibu masih ada di dalam kamar. Mereka bertanya apa yang dikatakan dokter, Arata menjawab jika Lili kelelahan saja. Dia tidak menceritakan bahwa Lili mengkonsumsi obat tidur. Setelah tahu hanya kelelahan, ayah bertanya bagaimana dengan pesta nanti malam. Arata akan menjawab setelah Lili bangun. Ibu dan ayah pergi meninggalkan Lili dan Arata.
Arata melihat Lili yang tidur diatas ranjang, dia duduk disampingnya. Arata merasa lega melihat kedua tangan yang terluka sudah di balut dengan perban. Dia teringat akan satu hal yang dikatakan oleh dokter, dia pun mencari dimana Lili menyimpan obat tidurnya. Akhirnya dia menemukan di laci tempat tidurnya ada 1 botol. Arata masih merasa bahwa obat tidur masih ada selain botol di laci. Dia mencari namu tak menemukannya. Arata pun membuang obat tidur yang baru ditemukan, saat akan membuka tas Lili terbangun.
"Bagaimana keadaan mu?" tanya Arata pada Lili yang baru saja terbangun, sehingga dia menghentikan untuk memeriksa tas Lili.
__ADS_1
Lili tidak menjawab sepatah katapun, yang dia butuhkan adalah istirahat sejenak. Untuk memulihkan tenaganya, Arata bertanya mengenai pesta nanti malam. Dia berniat untuk memundurkan acara pestanya melihat keadaan Lili. Namun Lili agar pesta tetap berjalan sesuai jadwal yang sudah di tentukan. Arata pun menyetujuinya, dia menyuruh Lili untuk beristirahat. Sore nanti mereka akan pergi menuju hotel untuk bersiap menyambut para tamu undangan.
****
Lili beserta Arata pergi dari rumah menuju hotel, sedangkan ibu dan ayah sudah pergi terlebih dahulu untuk mengurus semuanya. Sampailah mereka di hotel, Lili dan Arata segera masuk ke dalam sebuah kamar yang sudah disiapkan untuk mereka berdua bersiap. Ibu sudah menyediakan orang untuk membatu Lili dan Arata bersiap.
Kali ini mereka harus menggunakan pakaian adat Jepang yaitu kimono. Arata menggunakan warna kimono bewarna hitam sedangkan Lili menggunakan kimono bewarna putih. Disaat hendak berganti Lili hendak berganti pakaian sendiri di kamar mandi, namun Arata mendahuluinya masuk kamar mandi untuk berganti. Lili pun tidak memiliki waktu lagi dia terpaksa menanggalkan pakaiannya, dia dibantu untuk memakai kimono.
Lili terkejut Arata keluar dari kamar mandi sangat cepat, Arata melihat tubuh Lili tidak berbalut sehelai kain pun. Untung di dalam kamar hanya wanita yang membatu persiapan ini. Lili menutup bagian tubuh yang bisa ditutupi oleh kedua tangannya. Kedua wanita yang membatu Lili dan Arata tertawa melihat tingkah sepasang pengantin baru ini. Pakaian Arata dirapihkan oleh asisten perias, Arata mencuri pandang melihat Lili yang sekarang sudah menggunakan kimono putih. Dia terlihat sangat cantik malam ini.
"Apakah kalian sudah siap?!" Ibu Rima yang baru masuk langsung bertanya pada kedua ngantuk yang sudah siap untuk pesta.
Mama Hani begitu terkejutnya melihat putrinya begitu cantik dengan menggunakan kimono bewarna putih. Di peluknya Lili dengan erat, hingga air mata tak terbendung lagi. Lili berusaha menghentikan tangisan mama, "hentikan ini Ma, nanti riasan mu hancur karena air mata!"
Ibu Rima pun mendekati mama Hani, dia memberikan tisu untuk menyeka air mata yang sudah menetes. Pesta akan segera di mulai, akhirnya Lili, Arata beserta orang tua memasuki ruang pesta yang sudah dipenuhi para tamu undangan.
___________________________________________
Hai para pembaca setiaku, maaf kalau membingungkan ya, yang ingin tahu kelanjutan Alin dan Alex bisa lanjut baca di "Pembalasan si Kembar Wibowo" sudah bisa di baca ya selamat membaca 😊😉
__________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
__ADS_1
@macan_nurul
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉