
Lili terbangun dari tidurnya, dia merasa aneh dengan ruang kamarnya. Kenapa semua terlihat berbeda baginya, dia lupa bahwa dirinya sudah menikah dengan Arata. Lili berbalik ke sebelah kanan, dia terperanjat hingga terjatuh dari ranjang.
Brugggg!
Arata yang terbangun mendengar suara sesuatu terjatuh, dia memeriksa benda apa yang jatuh. Dilihatnya sekeliling tidak menemukan benda yang terjatuh. Disaat melihat ke arah samping, dia tidak melihat Lili namun mendengar gerutuan Lili. Dalam pikiran Arata mungkinkah yang terjatuh adalah Lili. Dia pun segera melihat ke bawah ternyata benar Lili yang terjatuh. Arata terkekeh melihat kelakuan Lili yang menggerutu setelah terjatuh dari atas ranjang.
"Hentikan tawamu! Tidak lucu tahu!" Lili berkata sembari bangun dari posisi jatuhnya, dia langsung berjalan menuju almari mengambil pakaian. Pakaian sudah ditangan dia langsung masuk ke kamar mandi.
Arata masih belum menghentikan tawanya, dia masih terbayang wajah lucu Lili. Mendengar Arata yang masih tertawa, Lili mengebrak pintu kamar mandi menandakan dia tidak suka dengan tawa Arata. Mendengar gebrakan pintu, bukannya membuat Arata diam malah semakin menjadi tawa yang keluar.
"Sungguh sial! Kenapa pula aku terjatuh! Bikin malu dan sakit pula ini pantat ku!" gerutu Lili di dalam kamar mandi, dia pun masih mendengar tawa Arata yang menambah rasa kesal Lili.
Lili keluar dari kamar mandi, sekarang giliran Arata untuk membersihkan diri. Arata hanya tersenyum melihat Lili, dia sudah kelelahan karena tertawa di saat dia terbangun di pagi hari. Lili memasang muka dinginnya kembali, dia tidak mau terlalu dekat dengan Arata. Sehingga dia selalu menjaga jarak beberapa langkah dari posisi Arata.
Tok!
Tok!
Suara pintu diketuk dari luar, Lili pun membuka pintu kamarnya. Dilihatnya ibu Rima dengan senyum khasnya sudah berada di balik pintu, dipersilahkannya masuk ibu oleh Lili. Dilihatnya sekeliling ruangan, tidak ada yang hancur. Berarti semalam tidak terjadi kekacauan diantara mereka, itu membuat ibu Rima merasa lega. Mudah-mudahan kedepannya Lili dan Arata bisa saling mencintai, itulah yang berada di dalam pikiran ibu Rima.
"Bu bisakah aku meminta sebuah sofa?! Untuk diletakan di kamar ini!" Permintaan Lili pada ibu Rima.
Ibu Rima terdiam sesaat, dia tahu apa yang ada dipikiran Lili kenapa dia meminta sebuah sofa. Ibu Rima berpikir, jika dia menyediakan sebuah sofa maka mereka akan tidur terpisah.
"Bu berikan apa yang dia mau, jangan membuat putri orang kesusahan di rumah kita!" ucap Arata.
Ibu Rima tidak bisa berkata apa-apa lagi jika Arata sudah memutuskan seperti itu. Ibu Rima pun pergi dari kamar setelah mengatakan bahwa ayah sudah menunggu di taman belakang untuk sarapan.
"Jika kau ingin sesuatu mintalah padaku!" Arata berkata pada Lili sembari berjalan keluar kamar.
__ADS_1
Lili berpikir sejenak dengan apa yang diucapkan Arata, "ahh sudahlah, buat apa aku memikirkannya!" Dia pun berjalan keluar.
Lili terkejut Arata masih ada di balik pintu kamar, setelah melihat Lili Arata berjalan perlahan. Dengan kata lain Lili harus mengikutinya, 'apa dia menungguku? Ah tidak mungkin!' batin Lili. Dia pun akhirnya mengikuti Arata dari belakang, secara Lili baru di rumah ini dia belum tahu semua seluk-beluk rumah ini.
Dilihatnya taman belakang rumah yang sangat indah di pagi hari, membuat hati Lili kembali segar. Ada sebuah gazebo, di sana sudah menunggu ibu Rima dan ayah Amida. Arata duduk di tempat biasa dia duduk, sudah lama dia tidak sarapan bersama dengan ayah dan ibunya. Karena selama dua tahun kebelakang Arata selalu pergi di pagi hari dan pulang tengah malam. Terkadang pulang dengan keadaan mabuk sehingga dia terbangun di siang hari.
"Duduk disini!" Ibu menyuruh Lili untuk duduk di sampingnya, Lili pun duduk disamping ibu. Tentunya di samping Arata, dengan kata lain Lili diapit oleh ibu dan Arata.
"Bagaimana tidur mu nak!?" tanya ayah pada Lili.
Arata menjawab pertanyaan ayah, namun ayah menimpali Arata bahwa yang dia tanya bukan dirinya. Namun ayah bertanya pada Lili, Arata kesal mendengar ayahnya berkata seperti itu. Lili pun tersenyum dan berkata, "aku sulit tidur Yah, karena ada kecoa busuk menganggu!"
Ibu Rima terkejut mendengar ada kecoa di dalam kamar Arata, karena selama ini kamar itu selalu dibersihkan oleh pelayan dengan benar. Arata makin kesal dengan ucapan Lili, karena dirinya dianggap kecoa.
"Apa maksudmu hah! Begitu menjijikkankah aku? Sehingga kau menyebutku kecoa!?"
Lili jengah dengan ucapan Arata, dia pun menimpali semua perkataan Arata. Sehingga terjadilah perdebatan antara mereka, ibu dan ayah melihat mereka seperti anak kecil yang meributkan hal sepele. Mereka juga memakluminya, karena semua salah Arata jadi hanya dia yang bisa memperbaiki semuanya. Selagi mereka berdebat dalam batasan biasa saja, ibu dan ayah tidak akan ikut campur. Beda halnya jika sudah keterlaluan mereka akan bertindak.
Setelah perkataan itu semua terdiam, Lili berlari meninggalkan gazebo. Arata terduduk kembali. Ibu dan ayah hanya diam, mereka sedih begitu menderitanya Lili akibat Arata.
"Ini semua salahmu! Berikan dia waktu, aku yakin dia akan memaafkanmu! Berusahalah mencintai istrimu! Ibu tahu dalam hatimu masih ada wanita itu kan!?"
Ada salah satu perkataan yang membuat ayah tidak suka yaitu menyangkut wanita yang telah membuat Arata menderita. Ayah berkata pada ibu, "jangan ibu bahas kembali masa lalu Arata! Aku tidak ingin mendengar nama wanita itu terlontar dari kalian!" Setelah berkata seperti itu ayah pergi meninggalkan ibu dan Arata.
Ibu yang merasa bersalah pada ayah karena sudah membahas wanita itu, berlari mengejar ayah. Dia sungguh tak bermaksud membahas tentang wanita itu. Arata masih terpaku, dia memikirkan semua yang baru saja dia dengarkan. Selain perkataan Lili, Arata mengingat kembali wanita yang selama ini masih berada di hatinya. Begitu sulit dia melupakan wanita itu, butuh perjuangan yang keras agar dia bisa melupakannya.
Di lain tempat, kekesalan Lili makin memuncak pada Arata. Tak terasa air mata menetes membasahi pipinya. Apa semua keputusan yang dia ambil itu tepat, apakah dia bisa menjadi istri yang baik? Semua pertanyaan itu kembali menyeruak dalam pikirannya. Saat ini hanya bisa menangis, maka dia akan menangis. Tangisan Lili belum terhenti, terdengar suara ketukan pintu kamar. Lili tak membukakan pintunya, suara ketukan pintu kembali berbunyi namun beberapa detik kemudian pintu terbuka.
Ibu Rima masuk ke dalam kamar, dilihatnya Lili sedang menangis. Dia pun menghampirinya dan memeluk Lili dengan lembut. Ibu Rima tidak berkata apa-apa, dia hanya memeluknya saja mendengarkan setiap idaman tangis Lili. Merasakan kehangatan seorang ibu, Lili pun membalas pelukan ibu Rima tangisnya semakin menyeruak. Lili mengeluarkan semua isi hatinya, bahwa dia belum bisa menerima Arata sebagai suaminya. Rasa marah, jijik, kesal, semuanya campur aduk, Lili belum bisa memaafkan semua perbuatan Arata padanya.
__ADS_1
Dibalik pintu ayah mendengar semua yang dikatakan Lili, raut wajahnya berubah menjadi kesedihan. Dia sangat menyukai Lili sejak awal pertemuan, dia berharap Lili bisa menjadi menantunya dan bahagia. Namun semua itu di kacaukan oleh Arta, ayah meyanyangkan kenapa pertemuan Arata dan Lili seperti itu. Tak disadari ayah, ternyata Arata sudah ada disampingnya. Ayah terkejut karena kehadiran Arata, "kau mendengar semuanya?!" Arata mengangguk.
Ayah mengajak Arata ke ruang kerjanya, untuk membicarakan mengenai acara nanti malam. Ternyata acara pesta nanti malam akan diadakan di sebuah hotel. Semuanya sudah di kerjakan sehingga Lili dan Arata tinggal bersiap untuk acara nanti malam. Beberapa saat kemudian ibu masuk, dia bertanya tentang persiapan nanti malam. Saat ibu dan ayah membicarakan mengenai pesta nanti malam, Arata memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka.
Arata kembali ke kamarnya, dilihatnya Lili sudah tenang. Dia sedang menyiapkan sesuatu untuk acara nanti malam. Mungkin ini sudah memberitahukannya jikalau pesta malam ini akan diadakan di hotel.
"Aku sudah mempersiapkan semua perlengkapan yang kau butuhkan nanti malam!" ucap Lili dengan nada dinginnya pada Arata.
Setelah selesai merapikan apa yang akan dibawa nanti malam, Lili berniat meninggalkan kamar. Untuk saat ini dia tidak ingin berdekatan dengan Arata. Saat hendak melewati Arata, lengan Lili di tarik oleh Arata dan berkata "belajarlah untuk selalu berada di sisiku dan melihat ku!"
Lili menghempaskan pegangan Arata, dia pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun. Dia berjalan menuju sebuah taman yang ada di depan rumah, dia tidak menyangka begitu besarnya rumah ayah Amida. Ada beberapa taman yang terjaga keindahannya, sepertinya ibu menyukai bunga-bunga sehingga banyak taman yang mengelilingi rumah ini. Lili menikmati pendanaan taman ini, sebuah ketenangan yang ingin dia rasakan.
"Bagaimana rasanya menikah dengan orang yang melecehkan mu?!"
Mendengar perkataan itu hati Lili menjadi panas, siapa yang sudah berani berkata seperti itu padanya. Dia pun membalikkan badannya guna melihat siapa yang bicara, dia terkejut melihat Akhira berada disini. Yang dia tahu bahwa Akhira sudah tidak diijinkan kembali ke rumah ini, namun kenapa dia bisa ada disini. Lili menghiraukan apa yang di katakan oleh Akhira, tetapi Akhira terus saja mengatakan kata-kata yang membuatnya marah.
Kekesalan Lili sudah memuncak, dia tidak bisa lagi menahan amarahnya. Tanpa basa-basi Lili menyerang Akhira, terjadilah perkelahian antara mereka. Akhira yang masih dendam pada Lili karena sudah mengalahkannya keamarin. Akhira menyerang Lili bertubi-tubi, tanpa memberikan kesempatan pada Lili untuk menyerang balik. Yang bisa dilakukan oleh Lili hanya bertahan, sampai dia bisa menemukan titik kelemahan Arata dia akan menyerang balik.
Brugggg!
Lili terjatuh ternyata Akhira berhasil menjatuhkan Lili, dia menghampiri Lili dengan senyum sinisnya dan tatapan sombongnya. Itu membuat Lili kesal, Lili pun bangun dari jatuhnya dan kembali memasang kuda-kuda. Perkelahian berlanjut, Lili tidak tahu apakah dia akan bisa mengalahkan Akhira atau dia yang akan kalah oleh Akhira.
____________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
@macan_nurul
__ADS_1
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉