
Tiga minggu sudah berlalu, setelah kepergian Alex ke Jepang. Alin sadar dari komanya. Semua orang senang dengan kabar itu, dan berkumpul di rumah sakit.
"Bunda, ini bener kan Bunda!" ucap Alin lirih.
"Alin sayang ini benar Bunda nak! Alhamdulillah, akhirnya kamu bangun nak" Bunda berkata sambil memeluk Alin yang baru saja bangun.
Aku berusaha mengingat semuanya, orang-orang yang berada di sini semuanya, Aku mengenali semuanya, kecuali Ibu Sinta, Mama Rahma dan Adam.
"Bun siapa mereka?" ucap Alin pelan dan pandangan nya menunjuk pada Bu Sinta, Mama Rahma dan Adam.
"Kenapa sayang, kamu tidak mengingat mereka! mereka adalah Ibu Sinta yang menyelamatkan mu dari kecelakaan pesawat 2 tahun lalu, sebelah nya Mama Rahma, dia adalah ibu mertuamu, sebelahnya Adam dia adik ipar mu nak!" jawab Bunda.
"Ahhhhhh, kepala Alin sakit Bun, mana mungkin Alin lupa dengan hal yang sebesar ini, Alin harus ingat semuanya! mereka pasti sangat sayang sama Alin kan Bun, ahhhhhh!"
"Sudah cukup sayang! jangan di paksakan, Mama nyakin nanti kamu akan ingat semuanya, Mama ga mau lihat kamu kesakitan seperti ini!" ucap Mama Rahma dengan lembut.
" Benar apa yang di ucapkan Mama Rahma, Alin pasti akan ingat kami lagi, Ibu sangat sayang padamu nak, jangan terlalu dipaksakan ya, kami akan selalu menunggu mu dan selalu ada di sisi mu!" timpal Ibu Sinta.
"Maafkan Alin ya! kenapa Alin harus lupa dengan kalian yang sudah bersama Alin!" air mata Alin menetes keluar.
"Sudah sayang kamu istirahat lagi ya, Ibu akan pulang dulu, nanti Ibu jenguk Alin lagi ya!" Bu Sinta tak tahan karena Rosalina melupakannya.
"Ibu, maaf ya tapi Alin akan tetap jadi anak mu kan Bu?"
Bu Sinta langsung memeluk Alin "Kamu akan selalu menjadi putri kesayangan ku, tidak ada yang bisa menggantikan nya!"
Mama Rahma, sangat sedih karena Rosalina tidak mengingatnya, "Mama, jangan sedih ya, Adam yakin nanti menantu Mama pasti akan ingat kita semua! Mama yang sabar ya, jangan menyerah!" ucap Adam guna menenangkan Mama Rahma.
Alin yang melihat kesedihan mama Rahma, " maaf kan Alin ya, tapi apakah Alin bisa memanggil anda Mama? Alin akan berusaha sekuat tenaga untuk mengingat semuanya!"
Mama Rahma tak kuasa menahan air matanya, menangis lah Mama Rahma sambil memeluk Rosalina, "kamu harus terus memanggilku Mama, jangan sampai kau melupakan ku! Mama sangat sayang padamu nak! apapun yang terjadi kamu tetap anak menantu ku! tidak ada yang bisa merubahnya! Kamu harus ingat itu ya nak!"
"Iya Mah, Alin akan coba mengingat semuanya!"
"Aku harap kau juga akan mengingatku Kaka ipar, dan jangan sampai kau melupakan wajah Kaka ku, karena dia adalah suami mu!" ucap Adam.
"Kau adik ipar ku! Maaf kan aku ya aku tidak bisa mengingatmu juga, aku akan berusaha mengingat semuanya."
"Tentu saja, kau tidak boleh melupakan kami begitu saja, aku tidak rela, apalagi kalau kau melupakan kakaku Mas Alex!"
"Suamiku?" Alin mencari laki-laki yang dimaksud dengan suami, dan anehnya Alin tak bisa mengingat wajah suaminya.
"Mas Alex sedang di Jepang, sebenarnya dia tidak mau pergi, tapi ada masalah di kantor Jepang, yang mengharuskan dia pergi kesana!" ucap Adam.
"Ohhh!" Alin sambil berpikir tentang suami nya.
Beberapa saat kemudian Dokter datang, memeriksa keadaan Alin, "Dokter bagaimana menantu saya, kenapa dia tidak bisa mengingat kami?"
"Nyonya tenang dulu, ini hanya sementara saja, mungkin dalam beberapa hari ini semua ingatan nya akan kembali!"
"Alhamdulillah Ya Allah, mudah-mudahan menantu bisa mengingat semuanya, kasihan Alex kalo mendengar semua ini!"
Drrrttttt....
Drrrttttt...
Handphone Adam bergetar, rupanya Alex yang menghubunginya, Adam pun berjalan keluar ruangan dan mengangkat teleponnya. "Hallo Mas!" ucap Adam pelan.
"Bagaimana keadaan kakak ipar mu?"
"Dia sudah sadar Mas, tapi ada satu masalah!"
"Syukur kalo dia sudah sadar, masalah apa maksudmu?"
"Kakak ipar melupakan kita Mas!"
"Apa maksudmu?"
"Dia hanya ingat tentang kehidupan masa lalunya saja, dia melupakan kita dan Ibu Sinta!"
"Apa kau bilang!!! Dia melupakan kita!"
"Iya Mas, dia lupa pada kita, Mas kapan kamu pulang?"
"Aku belum bisa pulang, ternyata yang ingin menghancurkan usahaku di sini, begitu kuat dia tidak mau menyerah begitu saja! Aku minta tolong padamu jaga dia untukku!"
"Mas, kau harus cepet pulang ya? ingat kau masih punya istri dan kita di rumah!"
"Iya, sudah dulu ya , Mas ada meeting! salam ke semua yang ada disana dan juga buat dia!" Bip... Alex memutuskan sambungan teleponnya.
__ADS_1
Kau pasti sangat sedih mendengar semua ini kan Mas, aku harap pas kamu kembali ingatan kakak ipar bisa kembali pulih. Karena aku tahu kau begitu mencintainya, dan kau juga sudah melupakan wanita jahat itu.
Jepang
Apa ini hukuman yang kau berikan kepadaku Rosalina, apakah ini salah satu balas dendam mu padaku, apakah aku harus merelakan mu pergi dengan pria lain, yang kau cintai itu. Apakah tidak ada harapan bagiku untuk bersama mu! Rosalina Sanjaya, yang pasti aku Alex Wibowo akan selalu menjadi milikmu, dan aku tidak akan pernah melupakanmu sebagai istriku.
"Ari! Apakah semuanya sudah siap, aku ingin segera menyelesaikan semua ini dan kembali ke Indonesia!"
"Semuanya sudah siap Tuan Muda!"
"Mari kita pergi!"
"Tuan Muda, sepertinya mereka masih melancarkan serangan nya pada perusahaan kita, yang saya khawatirkan adalah mereka akan menyakiti keluarga anda di Indonesia!"
"Aku sudah tahu, pasti mereka mengincar orang yang kusayangi, Ari sudah kau perketat penjagaan terhadap keluarga di sana!"
"Sudah Tuan, saya pun menyuruh beberapa orang untuk berjaga di rumah sakit, untuk melindungi Nona Rosalina!"
"Bagus! sekarang kita bereskan semua masalah yang mereka perbuat pada kita, jangan beri mereka ampun, aku ingin merekam musnah tak tersisa, karena mereka sudah berani kepada ku!"
*******
Setelah Ayah mendengar Alin sudah sadar, Ayah dan Rio langsung menuju rumah sakit. "Alin, bagaimana keadaan mu nak?"
"Ayah, Ayah maafkan Alin!"
"Apa yang kau katakan nak! seharusnya yang meminta maaf adalah Ayah! semuanya salah Ayah! maafkan Ayah mu ini nak, yang sudah membuat mu menderita!" Air mata Ayah tak terbendung lagi terus mengalir, sambil memeluk Alin.
"Ayah, aku sangat sayang padamu! aku ingin di pelukmu yah, aku ingin merasakan kehangatan seorang Ayah, yang sudah lama kurindukan, peluk aku Ayah!" huhuhuhuhu tangis Alin tak terbendung begitu pula dengan Ayah, menangis sambil memeluk Alin.
Suasana haru menyeruak di ruang rawat Alin, tangis, kebahagian semuanya bersatu. Inilah yang aku rindukan, pelukan seorang Ayah, yang sudah lama aku inginkan, dan sekarang aku mendapatkannya. Terimakasih Ya Allah, atas segala nikmat, rejeki dan kesehatan yang telah kau berikan kepadaku." ucap Alin dalam hatinya, air mata ku tak bisa terbendung lagi, aku sungguh bahagia.
Beberapa saat kemudian, datang Salma dan Lili.
"Alinnnnnnnnn! Akhirnya kita bisa bersama lagi, gue kangen berat sama lo," ucap Lili sambil memeluk Alin.
"Hahaha Li, lo ga berubah ya! meski kita sudah tidak bertemu dua tahun lebih, lo tetep seperti ini, gue kangen banget sama lo!"
"Gimana keadaan Lo Lin?" tanya Salma
"Alhamdulillah, gue baik-baik saja, lo ga akan peluk gue Salah?"
Salma berlari langsung memeluk Alin, "gue kangen sama lo Lin, lo jangan pergi ninggalin kita lagi ya!"
Keesokan harinya
Seperti biasa di ruangan Alin sudah ada Bunda, Rio, Salma dan Lili. Kebahagiaan menyeruak di ruangan. Bu Sinta yang melihat pemandangan yang begitu indah, rasanya aku tidak mau menghancurkan kebahagian ini, lebih baik aku pergi saja. Saat akan memalingkan badan dan hendak pergi seorang pria bertanya, "Kanapa Ibu tidak masuk? Ayo masuk, Alin sudah menunggu Ibu!"
"Ibu! Kau memanggilku Ibu?"
"Apakah aku tidak boleh memanggil mu dengan sebutan Ibu, sama seperti Alin memanggil mu Ibu!"
"Tentu saja boleh, kau memanggilku Ibu, aku senang sekali rasanya aku memiliki seorang putra dan putri! terimakasih ya nak Rio, sudah mau memanggilku Ibu!"
"Tentu saja, Ibu bisa menganggap saya sebagai putramu, jadi jangan sungkan ya Bu!"
"Baiklah!"
"Ayo kita masuk Bu!"
"Ibu, Ibu sudah datang, kemarilah Bu, kita ngobrol barenag!" ucap Alin yang melihat Bu Sinta datang.
"Iya Bu, ayo kita cerita_cerita seru, terus nanti Ibu bisa ceritain gimana Alin selama 2 tahun bersama mu Bu!" ucap Salma.
"Iya Bu, kemarilah!" Lili mendekati Bu Sinta dan menggandeng tangan Bu Sinta lalu berjalan mendekati Alin dan yang lainnya.
Bu Sinta merasa bahagia dengan penyambutan semuanya, tak terasa air mata menetes. "Kenapa Ibu menangis?" tanya Lili
"Ibu merasa bahagia, kalian memanggilku sama seperti Rosalina, memanggilku selama dua tahun ini!"
" Mulai sekarang, aku Lili akan memanggilmu Ibu sama seperti balon memanggilmu selama dua tahun ini!"
Salma pun mendekati Bu Sinta, "begitu pun aku Salma akan memanggilmu Ibu, sama seperti Alin memanggilmu Ibu selama dua tahun ini!"
"Kalau Rio sudah ya Bu, hahaha mulai hari ini juga Rio akan memanggilmu Ibu!"
Air mata Bu Sinta tak bisa di tahan lagi, "kalian akan menganggap ku sebagai Ibu! sekarang aku memiliki 3 orang putri dan seorang putra! terimakasih Ya Allah, telah memberikan ku kesempatan untuk merasakan kasih sayang mereka!"
"Kemarilah Mba Sinta, kita akan menjadi ibu dari mereka berempat!" Bunda memeluk Bu Sinta Dangan lembut.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Mama Rahma datang dan melihat semuanya, "kalian curang, masa Mama ga dipanggil Mama juga, kenapa ibu Sinta dipanggil Ibu boleh kalian?"
" Hahaha Mba Rahma, kemarilah kita ini ibu dari anak-anak, buat apa iri" ucap Bunda Ana.
"Iya Mah, kemarilah peluk Aku, Rosalina mu sangat merindukan pelukan mu!"
"Apa! kau sudah mengingatku?" tanya Mama Rahma.
"Iya Mah, aku sudah mengingat semuanya, pokoknya selama dua tahun sampai sebelum kecelakaan itu, aku sudah mengingat semuanya, dengan sangat jelas!" ucap Alin.
"Ya Allah, sayang kamu sudah ingat semuanya, Mama pikir kamu akan melupakan Mama, Adam dan Alex!"
"Haha, tidak mungkin aku melupakan Mama yang baik seperti mu, dan Ibu yang sangat baik, juga yang telah menyelamatkan ku dari ambang kematian, Aku sayang kalian!"
"Sejak kapan kamu ingat semuanya Alin sayang?" tanya Bunda yang kaget dengan perkataan putri nya.
"Sejak aku terbangun tadi pagi Bun, semua ingatan Alin kembali, Alin ingat dengan jelas, dan tidak ada yang samar-samar lagi."
"Alhamdulillah sayang, Ibu pikir kamu benar-benar akan melupakan Ibu mu ini!"
"Tidak akan ku lupakan, kalian semua karena kalian sangat baik padaku!"
"Kakak ipar! apa kau melupakan ku?" tanya Adam yang baru saja sampai dan mendengar bahwa kakak iparnya sudah ingat semuanya.
"Tentu saja, aku ingat dengan mu Adam, seorang adik yang takut dilemparkan ke Afrika oleh kakaknya sendiri!"hahahahhahah, semua tertawa mendengar perkataan Alin kepada Adam.
"Mah, tuh lihat sekarang yang membully ku bukan saja mas Alex, tetapi istri nya juga membully ku! Mamah tidak membela ku sama sekali!" rengekan Adam seperti anak kecil yang di tindak oleh kakaknya.
"Sudah Adam! kamu sudah besar bukan anak kecil lagi! hentikan rengekan mu!!" Mama Rahma berkata dengan sedikit menjahili Adam.
"Ahhhhhh, gila semuanya aku sama sekali tidak ada yang membela, dulu hanya Mas Alex yang membully ku sekarang Mama dan Kaka ipar ku juga ikut membully ku! sungguh kejam kalian padaku!!"
"Sudahlah Adam, nanti aku yang akan membelamu di depan kakakmu!"
"Benarkah Mba, kau akan membantuku dari perintah sang Tuan Muda, yang selalu mengancamku, dengan melemparku ke Afrika!"
"Hahaha iya, jadi tenang saja ya!"
"Nah sekarang kau senang Adam, mendapatkan kartu as yang akan selalu membelamu dari Mas mu itu!" ucap Mama Rahma.
"Haha tentu saja, aku bisa melihat, bahwa mas Alex tidak berdaya menghadapi kakak ipar ku ini!" Hahahaha tawa bangga karena mendapatkan dukungan yang sangat kuat.
"Hai jangan kau jumawa Adam, aku akan membelamu jika kamu benar, tapi jika kamu salah aku tidak akan membela ku sama sekali!" ucap Alin tegas.
"Ahhh kau ini kakak ipar, tidak bisa kah kau membuat ku bahagia lebih lama, baru saja kau naikkan kebahagian ku dan sepersekian detik kau jatuhkan aku dalam kesedihan mendalam!"
Hahahahhahahhahaha semuanya tertawa karena perkataan Adam.
"Ada apa ini! sepertinya semuanya sedang asik, kenapa ayah ga di ajak sih!" tanya Ayah yang baru saja sampai.
"Ahh Ayah, Ayah datang nya telat sih, jadi kan ga denger rengekan Adam!" ucap Alin yang sangat bahagia.
"Masa sih, Adam kan sudah sebesar ini masih merengek seperti anak kecil?"
"Yah, Ayah Sanjaya, mau membully ku juga sama seperti Mas Alex membully ku!"
"Apa Adam bilang tadi! Ayah Sanjaya?"
"Iya, apa aku tidak boleh memanggil mu Ayah Sanjaya?"
"Dasar bodoh, tentu saja boleh! tapi jangan pake embel-embel Sanjaya di belakangnya, kamu panggil aku Ayah, sama seperti yang lainnya!"
"Alhamdulillah, akhirnya aku bisa merasakan memanggil seseorsng dengan sebutan Ayah!"
"Kamu kok kaya baru dapat lotre saja, kan sudah biasa seorang anak memanggil seorang Ayah!"
"Iya, sudah dua tahun lebih aku tidak pernah menyebutkan kata-kata Ayah, karena Ayah ku sudah pergi meninggalkan kami!"
"Ya Allah, maafkan Ayah mu ini ya, karena tidak tahu tentang semua ini!"
"Tidak apa-apa, santai saja Yah, aku tidak akan marah dan merengek padamu hahahha!"
Semuanya bahagia aku senang melihat semua ini, tapi mengapa masih ada yang kurang, apa itu? Tuan Muda mesum gila, kapan kau akan kembali, aku akan membalas semua perbuatan mu padaku, jadi cepatlah kau kembali Tuan Muda mesum gila ku!
_________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
__ADS_1
@macan_nurul
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua ๐๐ jangan lupa ya klik like dan komennya๐๐