Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Extra Part Lili-20


__ADS_3

Malam harinya Lili melihat Arata yang baru saja kembali dari pekerjaannya, sedang duduk santai di sofa. Dia menceritakan semua yang tadi siang dialami.


Lili terlihat senang karena sudah membuktikan pada Akhira bahwa wanita tidak lemah. Mendengar semua cerita Lili membuat Arata kesal, dia kesal mendengar Lili bercerita tentang pria lain dari mulutnya.


"Aku mau membersihkan diri?!"


Arata berkata dengan datar sembari pergi meninggalkan Lili yang masih asik bercerita. Mendengar ucapan Arata, membuat Lili bingung kenapa dia marah. Dalam benaknya berkata apakah dia cemburu.


Lili tersenyum, di melepaskan kain yang menutupi mahkotanya. Setelah itu dia melepaskan satu persatu pakaiannya, dia memasuki kamar mandi yang tak terkunci.


Lili berjalan mendekati Arata yang sedang berdiri di bawah shower. Air menetes ke seluruh tubuhnya, Lili memeluk Arata dari belakang. Arata terkejut, dia memegang kedua tangan.


"Kau selalu menggodaku?!"


Arata berkata sembari memutar posisi tubuhnya, sehingga mereka saling berhadapan. Mereka saling memandang, melihat apa arti dari mata masing-masing.


"Apa kau cemburu?!"


Arata tersenyum, dilihatnya Lili begitu menggoda. Arata berusaha menahan dirinya, dia tahu bahwa rasa takut trauma akibat perbuatannya belum hilang.


Arata tidak tahu, bahwa Lili sudah siap menyerahkan semuanya pada Arata. Tanpa ngucapkan sepatah katapun, Lili langsung mengecup sekilas bibir Arata.


"Kau sungguh nakal! Apakah kau sudah siap hah?!"


Lili tersenyum, dia kembali mengecup bibir Arata. Saat akan melepaskan bibirnya, Arata menarik tengkuk leher Lili dia membalas kecupan Lili dengan lembut.


Kecupan mereka semakin dalam, Lili pun terbawa arus kecupan Arata. Jatuhan air pada tubuh mereka dihiraukannya, mereka sangat menikmati apa yang mereka lakukan.


Arata menghentikan kecupannya, terlihat Lili yang begitu menikmati permainan Arata. Dia mematikan keran shower, diambilnya sabun untuk membilas tubuhnya dan tubuh Lili. Dinyalakannya kembali shower sehingga membersihkan seluruh tubuh dari busa-busa sabun yang menempel pada tubuh mereka.


Terlihat sudah bersih Arata mengambil handuk, dia mengeringkan seluruh tubuh Lili dengan lembut. Lili pun melakukan hal yang sama, dia mengambil handuk lalu mengeringkan tubuh Arata dengan lembut.


Arata menggendong Lili keluar dari kamar mandi, dia terus menatap Lili tanpa henti. Dia pun mengecup kembali bibir Lili yang sangat manis, Arata melempar lembut tubuh Lili keatas ranjang.


Arata mulai dengan permainannya, Lili terbawa oleh permainan Arata sehingga dia begitu menikmatinya. Arata menyapu seluruh tubuh Lili dengan kecupan lembutnya.


Arata melakukannya secara perlahan, dia tidak mau menyakiti Lili atau mengingatkannya akan peristiwa itu. Lili hanya bisa diam sembari menikmati semua permainan Arata.


"Apa terasa sakit?!"

__ADS_1


Perkataan lirih Arata, Lili menggelengkan kepalanya dengan wajah memerah. Karena Lili begitu menikmatinya Arata kembali bermain dengan sedikit lebih keras.


Terdengar suara lirih Lili yang begitu menikmati setiap gerakan Arata, membuat hati Arata senang. Akhirnya Lili bisa terlepas dari rasa traumanya.


Satu jam berlalu, Lili terkulai lemas dalam pelukan Arata. Mereka hanya diam sembari mengumpulkan semua tenaga yang sudah terkuras.


"Apa kau menikmatinya sayang?!"


Tanya Arata dengan lembut pada Lili, hanya senyuman yang terlihat dari bibir Lili. Itu menandakan bahwa Lili sangat menikmatinya.


Tanpa disadari Lili dan Arata tertidur, mereka sangat kelelahan dengan pergulatan yang baru dilakukan. Terlihat dari wajah mereka kebahagiaan yang dicari selama ini.


Tidak ada lagi prasangka dalam diri Arata terhadap perasaan Lili terhadap Malik. Dalam benak Arata sekarang adalah membahagiakan lilin dengan semua kemampuan yang dia miliki.


***


Muachhhh!


Morning kiss dilayangkan Arata pada Lili yang baru saja terbangun dari tidurnya. Lili tersenyum dia menyukai apa yang baru saja Arata lakukan.


"Hari ini kau jangan pergi ke kantor ya! Aku ingin seharian bersamamu!"


Bisik Arata pada Lili, dia hendak menolaknya namun dilihatnya wajah Arata yang seperti anak kecil yang ingin ibunya tidak bekerja. Lili pun menyetujui permintaan Arata, lagipula perkejaan bisa di handel oleh Minami.


"Hentikan sayang! Aku mau membersihkan diri, setelah itu membuat sarapan untukmu!"


Arata masih tak mau melepaskan Lili, dia masih mendekap Lili agar tidak pergi meninggalkannya. Lili tersenyum melihat tingkah Arata, dikecupnya kening Arata dengan lembut.


"Sudah ya! Aku lapar, nanti kita bisa melanjutkannya lagi!"


Perkataan Lili itu sebuah godaan berat bagi Arata, entah kenapa Lili menjadi semanis ini. Dia pun melepaskan Lili dari dekapannya, Lili pun melangkah masuk ke kamar mandi.


Arata menekan sebuah tombol, yang artinya dia menyuruh pelayan untuk mengantarkan sarapan ke kamarnya. Sebelum lili keluar dari kamar mandi, sarapan sudah terpampang diatas meja.


Lili selesai dengan membersihkan dirinya, dia keluar dari kamar mandi. Melihat banyak makannya diatas meja membuat air liurnya menetes. Dia sangat kelaparan apalagi setelah pergulatannya semalam.


"Makanlah dahulu!"


Arata berkata lalu belangkah masuk ke kamar mandi, Lili Manahan rasa laparnya. Dia ingin makan bersama dengan Arata, dia pun menunggu Arata selesai.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Arata keluar dari kamar mandi, dilihatnya Lili terduduk diatas sofa. Dia menghampirinya lalu duduk di samping Lili.


"Ayo kita makan bersama!" ucap Lili dengan senyum manisnya.


Dalam benak Arata, dia menunggunya selesai membersihkan diri untuk makan bersama. Padahal Arata tahu jikalau Lili sangat lapar, Arata pun tersenyum bahagia inilah istri yang dia idamkan selama ini.


"Rencana kita hari ini apa?"


Tanya Lili boads Arata, karena hari ini tidak pergi ke kantor paling tidak Arata harus mengajaknya ke suatu tempat. Arata hanya tersenyum mendengar pertanyaan Lili.


Dalam hatinya, hari ini tidak akan kemana-mana. Dia hanya ingin menghabiskan sehari hanya berdua dengannya di dalam kamar. Entah mengapa gejolak dalam tubuhnya sangat besar untuk melahap Lili berkali-kali.


***


Dilain tempat Akhira sedang menyantap sarapannya seorang diri. Dia teringat kembali kejadian kemarin saat dia sudah terpojok oleh musuh. Dia tidak menyangka yang akan menolongnya adalah Lili, wanita yang selama ini dia anggap lemah.


Pikiran itu seketika menghilang, yang dilihatnya sekarang adalah kekagumannya terhadap Lili. Dia tidak menyangka dengan semua yang sudah dia perbuat padanya, dia masih saja mau menolongnya.


Dalam hatinya saat ini ingin melihat Lili, dengan senyum manisnya tersenyum padanya. Baru kali ini dia merasakan hal seperti ini, karena biasanya dia selalu mempermainkan wanita.


"Mungkinkah aku jatuh hati padanya?!"


Gumam Akhira, setelah itu dia terkekeh dengan yang baru saja dia ucapakan. Dia tidak menyangka akan jatuh hati dengan wanitanya Arata. Tumbuh niat untuk memiliki Lili seutuhnya dalam hati Akhira.


Dalam benaknya muncul berbagai cara untuk memisahkan Lili dan Arata. Yang dia inginkan sekarang adalah Lili, maka dia harus bisa memiliki Lili.


Jika dia tidak berhasil memiliki Lili maka orang lain pun tidak boleh memiliki Lili termasuk Arata. Dia tersenyum sinis, tujuannya sekarang selain balas dendam pada Arata adalah merebut Lili dari tangan Arata.


Karena baginya apapun yang dimiliki Arata harus menjadi miliknya. Entah sejak kapan Akhira menjadi iri hati terhadap apa yang sudah dimiliki Arata.


____________________________________________


Hai para pembaca setiaku, maaf kalau membingungkan ya, yang ingin tahu kelanjutan Alin dan Alex bisa lanjut baca di "Pembalasan si Kembar Wibowo" sudah bisa di baca ya, selamat membaca 😊😉


__________________________________________


Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.


Klik search di Instagram dengan nama akun :

__ADS_1


@macan_nurul


Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉


__ADS_2