Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Extra Part Lili-92


__ADS_3

Tibalah Lili di rumah pria paruh baya yang menyelamatkan Arata, saat dia masuk ke rumah itu. Dia sangat terkejut dengan keadaan yang dialami oleh Arata.


Dia menghampiri Arata yang sedang tertidur, sekujur tubuhnya penuh dengan luka. Mungkin luka ini diobati dengan obat seadanya, sehingga lukanya masih terlihat parah.


"Maru cepat panggil bantuan agar Arata bisa kita pindahkan ke rumah sakit!" Lili memerintahkan Maru untuk bergerak cepat untuk memindahkan Arata ke rumah sakit.


Arata pun menghubungi tim medis untuk segera membawa perlengkapan. Untuk membawa Arata ke rumah sakit, setelah mengatakan itu tim medis segera menjemput Arata di tempat yang sudah diberikan oleh Maru.


Butuh waktu 30 menit tim medis mencapai lokasi yang diberikan oleh Maru. Arata diperiksa terlebih dahulu, aku diberikan injeksi agar tertidur dan tidak merasakan kesakitan akibat luka di sekujur tubuhnya.


Setelah semuanya siap mereka segera membawa Arata menuju ambulance yang sudah siap untuk membawanya ke rumah sakit. Tibalah mereka di ambulance. Lili ikut masuk di dalam ambulance, dengan kecepatan tinggi ambulan tersebut menuju rumah sakit.


Tibalah mereka di rumah sakit, Arata segera ditangani oleh dokter. Lili menghubungi ibu tentang Arata yang sudah ditemukan. Ibu merasa senang lalu dia segera bersiap untuk ke rumah sakit membawa bayinya Lili. Sedangkan ayah sudah tiba terlebih dahulu karena ayah diberitahu oleh Maru tentang penemuan Arata.


Tidak begitu lama Maru tiba bersama Nathan dan Satria, mereka ingin tahu juga bagaimana keadaan Arata. Lili tidak ingin merepotkan Nathan dan Satria.


"Aku ucapkan terimakasih karena kalian sudah mau membantuku mencari Arata! Ada baiknya kalian pulang dan beristirahatlah karena kalian pasti sudah lelah selama beberapa hari terus mencari Arata." Lili berkata pada Satria dan Nathan.


Nathan dan Satria pun pergi meninggalkan Lili, mereka memutuskan untuk kbali ke rumah masing-masing. Karena selama beberapa hari ini mereka sudah cukup berkerja keras. Mereka butuh istirahat yang cukup sehingga bisa kembali beraktivitas seperti biasanya.


Beberapa saat kemudian ibu tiba dengan menggendong Eitaro, dia langsung mendekati Lili dan ayah yang sedang menunggu proses pengobatan Arata.


"Bagaiman dengan Arata?!" Ibu bertanya pada Lili dan ayah.


Ayah mengatakan jika Arata masih di ruang operasi, sekarang lebih baik menunggu semua dokter yang sedang menangani Arata. Lili yang melihat Eitaro ingin rasanya langsung menggendongnya. Namun, dia tidak bisa karena pakaian yang di gunakan saat ini pasti tidak bersih dan itu akan mengakibatkan hal buruk terjadi pada Eitaro.


Satu jam berlalu operasi yang dilakukan pada Arata akhirnya selesai. Dokter keluar lalu mengatakan jika semuanya berjalan dengan baik, sekarang Arata akan dimasukkan ke ruang ICU jika kondisinya membaik maka akan dipindahkan ke ruang rawat inap.


"Sayang lebih baik kau pulang dulu, istirahat dan urus anakmu! Setelah itu kembali ke rumah sakit. Arata biar Ayah dan Ibu yang menjaga!" Ayah berkata pada Lili.


"Tidak— Lili ingin melihat Arata hingga dia tersadar?!" jawab Lili yang tidak ingin meninggalkan rumah sakit.


"Apa kau tidak sayang dengan tubuhmu dan anak-anak?!" timpal ini yang membuat Lili terpaksa menurut perintah ayah.


Maru diperintahkan oleh ayah untuk mengantar Lili ke rumah. Ibu memberikan kain bersih yang ada di tas bayi lalu memberikan pada Lili agar Lili bisa menggendong Eitaro. Lili pun pamit pada ayah dan ibu untuk pulang terlebih dahulu, setelah berpamitan Lili berjalan menuju mobil diikuti Maru dari belakang.


Tibalah Lili di rumah dia menidurkan Eitaro yang sudah terlelap. Lalu dia membersihkan diri. Setelah itu dia merebahkan tubuhnya dia tas tempat tidur. Dan akhirnya dia pun tertidur lelap, baru kali ini Lili bisa tidur dengan perasaan lega karena Arata sudah ditemukan dan berada di rumah sakit.


Lili terbangun mendengar Eitaro menangis, dia segera mendekatinya dan melihat apa yang terjadi sehingga dia menangis. Dia menggendong Eitaro lalu memberinya asi. Dia melihat putranya dengan lembut lalu berkata, "Sebentar lagi ayah kan pulang bersama kita."


Dia melihat jam yang menempel di dinding, waktu sudah malam. Sebenarnya dia ingin pergi ke rumah sakit. Ponsel Lili berdering, dia menidurkan Eitaro di atas tempat tidur lalu mengambil ponsel di nakas. Lili mengangkat ponselnya karena yang menghubungi adalah ibu, dia hanya mendengarkan apa yang dikatakan oleh ibu.


Ibu mengatakan bahwa Lili tidak perlu ke rumah sakit, semuanya biar ibu dan ayah yang mengurus Arata. Lagi pula Arata belum sadarkan diri, sehingga ibu memutuskan untuk Lili beristirahat di rumah bersama anak-anak. Ibu juga mengatakan agar Lili memperhatikan Yuki lebih baik.


Sebenarnya Lili ingin pergi ke rumah sakit, dia ingin berada di sisi Arata saat dia terbangun. Namun, yang dikatakan oleh ibu benar lebih baik sekarang dia menjaga Yuki dan Eitaro.


Tok! Tok! Terdengar ketukan pintu Lili menyuruhnya masuk. Saat pintu terbuka seorang pelayan paruh baya memasuki kamar, dia mendapatkan tugas dari ibu untuk membersihkan Eitaro. Lili mengizinkannya lalu dia meminta pelayan tersebut untuk menjaganya sebentar karena dia ingin melihat Yuki.


Saat pelayan itu membersihkan Eitaro Lili berjalan keluar kamar, dia berjalan menuju kamar Yuki. Dia membuka pintu kamar Yuki dan masuk kedalam kamarnya. Dia melihat Yuki yang sedang duduk, dalam sorot matanya hanya kesedihan yang ada.


Lili menghampirinya lalu duduk disampingnya, Yuki yang menyadari kehadiran Lili berusaha menjauh. Itu membuat Lili semakin sedih karena Yuki semenjak peristiwa itu tidak ingin dekat dengannya.


"Yuki sayang, apakah kau tahu? Jika ayah Arata sudah ditemukan dan sekarang sedang di rumah sakit." Lili memulai pembicaraan dengan Yuki.


Saat mendengar apa yang diucapkan oleh Lili membuat Yuki merasa lega, dia sangat senang jika ayahnya selamat dan akan kembali ke rumah. Namun, dia masih saja merasa bersalah karena semua ini terjadi karenanya.


"Jangan kau terus-menerus menyelamatkan dirimu— karena semua ini bukan salahmu!" Lili kembali berkata padanya.

__ADS_1


Yuki masih saja diam, dia belum bisa menerima semuanya. Lalu Lili kembali berkata, "Jika KUA ingin menemukan ayah Kenzo— maka kamu harus kuat dan lebih kuat lagi!"


Setelah mengatakan itu Lili beranjak lalu berjalan perlahan meninggalkan Yuki. Namun, langkah Lili terhenti saat Yuki mengatakan sesuatu.


"Ibu, apakah ayah Arata akan kembali bersama kita? Apakah ayah Kenzo masih hidup?" Yuki bertanya pada Lili yang hendak pergi.


Lili kembali mendekati Yuki dan duduk di sampingnya lalu berkata, "Ayah Arata pasti akan kembali bersama kita, sedangkan ayah Kenzo kita akan menemukannya bersama-sama."


Yuki langsung memeluk Lili dengan erat dan menagis kembali, yang dia inginkan adalah orang-orang yang dia cintai bisa berkumpul kembali. Dalam benaknya mengatakan meski membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya, dia akan menemukan ayah kandungnya.


***


Keesokan harinya.


Lili seperti biasa memandikan Eitaro setelah itu dia bersiap untuk pergi ke rumah sakit. Hari ini dia akan membawa Yuki untuk bertemu dengan Arata, karena dia ingin bertemu dengannya.


"Ibu, apakah kau sudah siap?!" tanya Yuki yang baru saja masuk.


"Tunggu sebentar, apakah kau bisa menjaga Eitaro sebentar?" Lili balik bertanya pada Yuki untuk menjaga Eitaro.


Yuki mengangguk, dia menjaga Eitaro dengan baik. Terlihat jelas bahwa dia sangat menyayangi Eitaro. Lili melihat dari kejauhan perlakuan Yuki pada Eitaro sangat manis dan hangat. Dia bersyukur Yuki sudah bisa kembali seperti Yuki yang dulu. Yuki yang penuh keceriaan dan kehangatan.


"Ayo kita pergi!" Lili berkata pada Yuki lalu dia menggendong Eitaro dengan lembut.


Lili dan Yuki berjalan menuju mobil, terlihat Maru sudah menunggu di dekat mobil. Lalu dia membukakan pintu mobil, dia tersenyum ketika melihat Yuki. Dan Yuki pun membalas senyuman Maru.


Lili pun masuk kedalam mobil, lalu Maru pun ikut masuk kedalam mobil. Setelah semuanya siap mobil melaju secara perlahan meninggalkan rumah. Dalam perjalan Yuki sedang sibuk dengan Eitaro, sehingga membuat Lili semakin bahagia dengan kedua putra dan putrinya.


Beberapa saat kemudian tibalah Lili di rumah sakit, dia langsung berjalan menuju ruang rawat Arata. Dan Maru yang menunjukkan jalan pada Lili sembari menggandeng tangan Yuki.


Saat Lili masuk ke ruang inap, dia melihat Arata yang sudah terbangun. Dia langsung menghampiri Arata dengan Eitaro, Arata yang menyadari kedatangan Lili terlihat sangat bahagia.


Lili tersenyum lembut lalu menjawab, "Iya ini adalah Eitaro— anak kita."


Terlihat kebahagian dari sorot kedua bola matanya, dia ingin menggendong putranya. Namun, itu belum mungkin untuk saat ini karena dia belum sembuh total. Semua luka masih terasa sakit, dia menjadi tidak percaya diri dengan keadaanya saat ini.


"Bagaimana keadaanmu, sayang?" Lili bertanya dengan lembut.


"Kau bisa lihat sendiri— sekarang aku cacat, tubuhku sudah buruk mungkin kau pun akan merasa jijik jika melihatnya!" jawab Arata dengan rasa frustasinya.


Lili sedih dengan perkataan Arata, dia teringat jika Yuki ada di dalam ruangan ini. Lalu dia berbisik pada Arata agar tidak berkata seperti itu lagi. Karena bisa membuat Yuki semakin merasa bersalah.


Arata terkejut, dia tidak ingin Yuki merasa bersalah atas semua yang sudah terjadi padanya. Lalu dia mencari keberadaan Yuki dengan kedua bola matanya. Dia melihat Yuki yang berada di balik tubuh Maru.


"Kemarilah Yuki!" Arata berkata dengan lembut.


Yuki pun memberanikan diri untuk menghampiri Arata yang sudah memanggilnya. Dia melihat Arata yang tubuhnya terbalut perban, dia mulai merasa bersalah kembali. Mungkin jika dia tidak keluar rumah ayahnya tidak akan menderita seperti ini.


"Maafkan aku Ayah— sejatinya aku yang menderita bukan kau!" Yuki berkata sembari menangis karena dia sudah tidak bisa menahan air matanya lagi.


Ibu yang melihat Yuki menangis, berinisiatif menggendong Eitaro. Setelah itu Lili langsung memeluk Yuki dengan lembut seraya untuk menguatkan Yuki.


"Ayah tidak marah denganmu, mengapa harus Yuki yang menderita?" Arata bertanya dengan lembut pada Yuki.


Yuki hanya menangis di pelukan Lili, lalu dia mendengar semua perkataan Arata yang membuatnya menjadi tenang. Dia pun menghentikan tangisannya. Lalu Arata menyuruh Yuki untuk lebih dekat dengannya.


Mereka pun mulai berbicara seperti biasanya, Lili melihat itu sangat senang. Dia mendekati ayah yang sedang duduk di atas sofa, dia memikirkan sesuatu tentang perawatan Arata.

__ADS_1


"Ayah, apakah aku boleh merawat Arata di rumah?" Lili bertanya pada ayah.


Ayah terdiam sesaat memikirkan apa yang baru saja Lili katakan, Lili pun mengatakan jika Arata ada di rumah makan dia tidak perlu pulang-pergi dari rumah ke rumah sakit. Yang dikatakan oleh Lili ada benarnya, ayah pun akan dengan mudah mengontrol Arata jika ada di rumah.


"Baiklah Ayah akan bicarakan ini pada dokter," jawab ayah.


Eitaro menangis, Lili langsung menggendongnya melihat apakah yang terjadi padanya. Dia memeriksa apakah Eitaro pup atau tidak, dia memperlakukan Eitaro dengan lembut.


Arata yang melihat sikap Lili pada Eitaro sangat lembut, baginya sekarang Lili semakin terlihat keibuan. Dia sangat bahagia masih bisa melihat pemandangan seperti ini.


"Apakah Ayah bahagian? Melihat ibu dan Eitaro?" Yuki bertanya dengan nada lembut.


Arata tersenyum, meski tidak menjawab pertanyaannya. Yuki tahu jika sang ayah sangat bahagia dengan semua ini, dia berjanji dalam hatinya akan selalu membuat ayah, ibu dan Eitaro selaku bahagia. Dia pun akan melindungi orang-orang yang dia sayangi.


Hari sudah masuk senja, Arata menyuruh Lili untuk kembali ke rumah. Karena dia tidak ingin Lili kekalahan dan juga dia melihat Eitaro yang tidak nyaman berada di rumah sakit. .


Sebenarnya Lili tidak ingin pulang tetapi ini adalah perintah dari Arata dan juga dia melihat Eitaro yang sangat rewel. Ibu pun mengatakan jika malam ini ibu dan ayah yang akan menemani Arata lagi.


Akhirnya Lili pulang bersama Yuki dan Eitaro, Maru yang sudah siap untukengatar Lili kembali ke rumah dengan selamat.


"Mari jaga mereka untukku!" ucap Arata pada Maru.


Maru mengangguk lalu dia pergi meninggalkan ruangan, dia berjanji pada dirinya sendiri akan melindungi orang-orang yang sangat disayangi boleh Arata. Kali ini dia tidak akan memberikan terjadi sesuatu lagi pada keluarga Arata.


***


Hari demi hari Lili jalani dengan rutinitas yang sama, dia merawat kedua anaknya lalu ke rumah sakit untuk melihat kondisi Arata. Sudah seminggu Arata berada di rumah sakit . Keadaan semakin membaik dan dokter pun mengizinkan Arata pulang ke rumah.


Lili sangat senang dengan kabar itu, sehingga dia bisa merawat semuanya dengan bersamaan. Sehingga kedua anaknya tidak akan terbengkalai. Ayah berkata jika hari ini Arata akan kembali ke rumah, Lili pun emyiapkan segala sesuatunya untuk perlengkapan Arata.


Lili pun sudah mempelajari tata cara perawatan atas luka Arata dari seorang perawat. Sehingga dia bisa melakukan perawatan pada luka Arata yang sudah mulai sembuh tetapi masih harus dilakukan perawatan.


"Ibu, ayah sudah pulang!" teriak Yuki yang baru saja masuk kedalam kamar.


Lili melihat Yuki sangat bahagia, lalu dia berjalan untuk melihat Arata yang baru saja tiba. Dia melihat Arata yang baru masuk menggunakan kursi roda. Namun, dari sorot mata Arata ada kesedihan dan kebahagiaan.


Lili mendekatinya lalu mengecup kening Arata dengan lembut, Arata berusaha menghindar dari adu fisik dengan Lili. Karena dia merasa sudah tidak pantas berada di dekat Lili.


Maru yang masih berada di belakang memegang kendali kursi roda membawa Arata masuk ke kamarnya. Sekarang alamatnya sudah berpindah yang asalnya dia lantai dua. Sekarang berada di bawah agar memudahkan Arata selama penyembuhannya.


Setelah berada di dalam kamar, Arata berdiri secara perlahan dibantu oleh Maru untuk duduk di atas tempat tidur. Maru mengatakan pada Lili sudah saatnya mengganti perban Arata.


Lili mengerti dengan yang harus dilakukannya, setelah itu Maru mampir untuk pulang. Karena sudah tidak ada yang diperlukan lagi dengan tenaganya.


Sebelum mengganti perban Lili menidurkan terlebih dahulu Eitaro lalu dia mengambil semua peralatan untuk mengganti perban Arata dan obat apa yang harus dioleskan pada lukanya yang sudah hampir sembuh.


"Hentikan ini! Biar aku yang melakukannya!" Arata berkata seraya memerintah Lili agar tidak menyentuh tubuhnya.


"Sudah hentikan sikap kekanak-kanakanmu itu! Bagaimana juga aku adalah istrimu! Aku berhak melakukan semua ini— jika kau tidak suka, kau pendam saja sendiri!" Lili menjawab Arata karena dia merasa kesal dengan sikapnya yang selalu menjauh darinya.


Arata terdiam, dia membiarkan Lili melihat semua tubuhnya yang penuh dengan bekas luka. Mungkin jika orang melihatnya akan merasa jijik dan pergi meninggalkannya.


"Kau sudah lihat! Apa kau tidak merasa jijik padaku— jika kau ingin pergi maka pergilah!" Arata berkata pada Lili dengan nada sedih.


Lili kesal dengan setiap perkataan yang keluar dari mulut suaminya itu. Setelah selesai mengganti perban dan mengolesi luka dengan obat yang diberikan oleh dokter.


"Jika kau ingin mengusirku jangan harap kau akan berhasil!" Lili berkata lalu dia pergi keluar dari kamar.

__ADS_1


Arata terdiam saat Lili berkata seperti itu dan berlalu begitu saja, dia berusaha berdiri dan berjalan perlahan mendekati Eitaro yang sudah terbangun dari tidurnya. Eitaro tersenyum saat melihat Arata, betapa bahagianya dia melihat senyum putra tercintanya itu. Lili yang masuk ke dalam kamar setelah mengelurjan semua kekesalannya, melihat Arata yang sedang tersenyum pada Eitaro.


__ADS_2