Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Extra Part Lili-45


__ADS_3

Setelah acara makan malam bersama tante Hani, Novi pun kembali ke apartemennya. Dalam apartemen dia merasa kesepian, namun ini lebih baik dari pada bersama keluarga yang membuatnya muak.


Dia melepaskan satu per satu pakaiannya lalu dia menuju kamar mandi, diputarnya kran shower. Sehingga tetesan air membasahi seluruh tubuhnya.


Dia merasa sangat sedih, meski dia membersihkan tubuhnya dengan sabun berapa kalipun. Dia masih merasa bahwa dirinya sangat kotor, apakah nanti dia akan mendapatkan seseorang yang bisa menerima dia apa adanya.


Itulah yang menjadi kekhawatirannya beberapa hari ini, tidak terasa air matanya mengalir. Novi terus menangis, dia tidak dapat menahan lagi rasa sedihnya.


Dia sangat menyesali semua yang sudah dia lakukan di masa lalu, semua perbuatan buruknya. Sehingga dia mendapatkan penyakit itu, dalam hatinya berkata mulai saat ini dia akan memulai hidup yang baru.


Setelah selesai dengan rutinitas membersihkan diri, Novi mengeringkan tubuhnya lalu menggunakan pakaian tidur. Sebelum tidur dia mengerjakan sesuatu yang tadi belum terselesaikan di kantor.


Novi menutup Notebook-nya, dia berusaha untuk tidur namun tidak bisa. Masih banyak kenangan di masa lalu yang membuatnya sedih, dia teringat akan saudara perempuannya yang sudah tiada.


Novi merupakan anak kembar, dia memiliki saudara kembar bernama Nova. Namun Nova sudah lama tiada, dia meninggalkan Novi dengan kesedihan yang mendalam.


Yang membuatnya kesal adalah kematian Nova itu semua ulah kedua orangtuanya. Mereka sungguh tidak memiliki perasaan, sehingga mereka rela mengorbankan anak-anaknya demi ambisi mereka.


Novi berjalan menuju balkon apartemennya, dia memandangi langit yang gelap. Namun cahaya lampu dari penerangan ataupun dari bangunan terlihat begitu indah.


Dia teringat akan perjuangan dia semasa Nova masih hidup.


"Novi, hai Novi! Ayo kita jalan, daripada kita di rumah saja!" ucap Nova pada Novi yang sedang asik mendengarkan musik kesukaannya.


Mendengar Nova yang mengajaknya pergi, Novi bergegas berganti pakaian. Lalu mereka berdua pergi ke suatu mall di Bandung, mereka sangat menikmati acara jalan-jalan ini.


Setelah puas dengan berjalan, akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat sejenak di sebuah cafe. Mereka memesan minuman, sambil menunggu minuman tiba merekapun berbincang-bincang.


"Novi, jika Ayah dan Ibu meminta sesuatu padamu..., Aku mohon kau tidak usah menurutinya!" ucap Nova pada Novi, itu membuat Novi bingung mengapa saudarinya berkata seperti itu.


Novi tidak tahu sama sekali niat ayah dan ibunya untuk dia, Novi bertanya kembali pada Nova sebernya apa yang terjadi. Nova hanya diam, dia tidak mengatakan apa-apa.

__ADS_1


"Katakan padaku! Apa yang mereka inginkan?!" Novi berkata dengan sedikit penekanan.


Nova masih saja diam, namun dia mengatakan sesuatu tentang Lili. Dia ingin mengalihkan pembicaraan, dia mengatakan bahwa sebaiknya Novi merubah sikap jahatnya pada Lili.


Karena Lili adalah saudaranya juga, dia tidak berhak mendapatkan perlakuan seperti itu. Namun Novi mengatakan bahwa dia melakukan semua itu adalah perintah ayah dan ibu, sehingga dia terpaksa melakukannya.


Jika dia tidak melakukan apa yang diperintahkan oleh ayah dan ibu, maka mereka akan menyakiti Nova. Mereka berniat menikahkan Nova dengan seorang pria mata keranjang.


"Aku tahu itu! Tapi aku mohon hentikan semua itu! Karena hanya Lili yang bisa membantumu di saat aku tiada nanti!" Nova berkata dengan rasa sedih, karena dia tahu hidupnya tidak akan lama lagi.


Novi hanya diam, dalam hatinya sebernya dia tidak ingin melakukan semua hal buruk pada saudaranya. Namu kedua orangtuanya mengancamnya dengan menggunakan Nova.


Mereka tahu bahwa Nova sedang sakit, namun mereka tidak peduli. Malahan mereka berniat menjodohkan Nova, mereka sangat egois. Apa yang mereka inginkan harus mereka miliki. Meski itu harus mengorbankan anak-anaknya.


Suatu hari kedua orangtuanya meminta Nova untuk menikah dengan pria hidung belang. Nova berusaha menolaknya, namun orangtuanya menyuruhnya memilih.


Pilihan itu adalah jika bukan Nova yang menikah maka yang menggantikannya adalah Novi. Mendengar itu hati Nova sangat sakit, dia tidak menyangka orangtua kandungannya bisa berlaku seperti ini.


"Ayah, Ibu apakah ini yang jalanin inginkan? Mengorbankan kami demi ambisi kalian?!" Nova berkata dengan rasa sedih yang mendalam.


Mereka setuju dengan keinginan Nova, setelah mendengar itu merekapun kembali ke kamarnya. Nova berjalan sangat pelan, karena dia merasa lemas setelah mendengar keinginan kedua orangtuanya.


Saat ini Novi belum pulang, dia masih berada di luar rumah. Nova hanya terdiam, dia memikirkan semuanya dengan perlahan. Dia berpikir lebih baik dia saja yang menjadi korban dari pada Novi yang masih bisa bertahan hidup lebih lama.


Nova mulai menuliskan semua yang dia rasakan di dalam sebuah buku harian. Dia berharap jika dia sudah tiada nanti Novi bisa membacanya, lalu dia bisa memahami semuanya.


Bahwa yang dilakukan oleh kedua orangtuanya tidak semuanya baik, dia menuliskan agar merubah sikapnya baik pada Lili ataupun saudara yang lainnya.


Nova kembali menangis, mengapa semua ini terjadi padaku? Di saat aku membutuhkan dorongan dan semangat dari kedua orangtuaku! Mereka malah menjerumuskanku ke lubang hitam! Meski mereka tahu umurku sudah tidak lama lagi, mereka masih saja menjualku! batinnya.


**

__ADS_1


Satu bulan berikutnya Nova menikah dengan pria yang sudah dipilihkan oleh kedua orang tuanya. Sebenarnya Novi tidak setuju dengan semua ini, dia sudah memohon pada orangtuanya agar membatalkan pernikahan Nova.


Namun kedua orangtuanya menghiraukan apa yang dikatakan oleh Novi, dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia merasa sedih kenapa harus seperti ini.


"Kenapa kau menyetujui semua ini hah?!" Novi bertanya pada Nova yang sedang duduk di atas ranjang.


Nova hanya tersenyum, dia mengatakan bahwa ini adalah yang terbaik baginya dan bagi Novi. Dia juga mengatakan agar selalu berhati-hati dalam bertindak, jangan selalu mengikuti kemauan ayah dan ibu.


Sudah cukup hanya Nova yang menjadi alat untuk ambisi mereka, dia tidak mau Novi menjadi alat selanjutnya. Setelah mengatakan semua hal itu, Nova pun pergi menuju rumah suaminya.


Dia tidak tahu apa yang sudah menantinya di rumah itu, namun yang pasti dia sudah pasrah dengan semuanya. Hidupnya sudah tidak ada artinya lagi.


Semenjak itu Novi tidak pernah mendengar kabar dari Nova, hingga akhirnya dia mendengar kabar kematian Nova. Dia sungguh terkejut dengan kabar itu.


Dia sungguh marah dengan apa yang terjadi, jika saja Nova tidak menikah dengan pria itu. Maka Nova akan masih hidup sampai saat ini, mungkin penyakitnya akan bisa disembuhkan.


Dari saat itu Novi berubah, dia sudah tidak peduli siangan apapun. Meski yang diperintah oleh kedua orangtuanya bertentangan dengan hati nuraninya. Hidupnya sudah tidak ada artikel semenjak kepergian Nova.


Alarm handphone-nya berbunyi, itu menyadarkan Novi dari bayangan masa lalunya. Dia begitu merindukan Nova, tidak terasa air matanya mengalir membasahi kedua pipinya.


"Jika saja kau masih hidup, pasti kau akan sangat bahagia jika kita berdua ada di sini bersama Lili! Karena aku tahu kau begitu menyayanginya, meski kau tidak pernah menunjukkannya! Nova aku harap kau bisa tenang di sana! Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menjalankan apa yang menjadi keinginanmu!"


____________________________________________


Hai para pembaca setiaku, maaf kalau membingungkan ya, yang ingin tahu kelanjutan Alin dan Alex bisa lanjut baca di "Pembalasan si Kembar Wibowo" sudah bisa di baca ya, selamat membaca 😊😉


__________________________________________


Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.


Klik search di Instagram dengan nama akun :

__ADS_1


@macan_nurul


Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉


__ADS_2