Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Extra Part Lili-12


__ADS_3

Lili sedang bersiap-siap, dia hendak menghadiri acara pernikahan Salma dan Rio. Terlihat Arata sudah siap dengan setelan jasnya, dia sedang menunggu Lili yang belum rampung menghias dirinya. Sembari menunggu Lili Arata membaca dokumen perusahaan yang berada di Indonesia.


"Aku sudah siap! Ayo kita pergi!"


Ajakan Lili tidak terdengar oleh Arata saking seriusnya membaca semua dokumen. Lili mengulangi perkataanya lagi, namun sekarang lebih mendekati Arata. Tersadar panggilan Lili yang begitu jelas, Arata melihat ke arah Lili. Dilihatnya wanita yang sudah menjadi istrinya ini, "cantik" gumam Arata.


Lili yang mendengar gumaman Arata segera berjalan keluar kamar, meski dalam hatinya dia merasakan hal-hal yang berbeda. Arata pun membereskan semua dokumennya, lalu dia mengejar Lili yang sudah berjalan terlebih dahulu.


Hari ini Lili tidak menggunakan sopir untuk mengantarnya ke tempat pesta. Dia memilih menyetir sendiri namun Arata mengambil kunci dan duduk di depan kendali setir. Lili pun membiarkannya, saat ini dia tidak ingin banyak berdebat dengannya.


Karena Arata belum mengetahui jalanan Jakarta, Lili memberikan arahan menuju lokasi pesta pernikahan Salma. Dalam perjalanan Lili memandangi jalanan Jakarta, dia mengingat pernah melewatinya bersama kedua sahabatnya. Hanya kenangan bersama sahabatnya yang dia miliki, karena selama di Jakarta hanya sekolah serta kedua sahabatnya.


Tak membutuhkan waktu yang lama untuk tiba di tempat pernikahan Salma dan Rio. Semuanya tampak bahagia setelah terdengar kata "SAH" di ucapkan oleh penghulu. Lili sangat bahagia bisa menghadiri pernikahan Salma dan Rio. Akhirnya kedua sahabatnya sudah menikah dengan orang yang mereka cintai.


"Bagaimana dengan diriku?! Apakah aku akan merasakan kebahagian? Apakah aku bisa memaafkannya? Apakah dia juga akan mencintaiku? Yang ku tahu di hatinya masih ada wanita lain!" Lili terhayut dalam lamunannya.


Lili tidak menyangka akan bertemu dengan Malik di hari ini, dalam hatinya sudah tidak ingin bertemu dengannya. Dia masih ingat betul semua penghinaan yang diberikan keluarganya pada Lili. Malik menghadiri pesta pernikahan Salma dan Rio, bersama dengan kedua orangtuanya.


Malik yang melihat Lili bersama Arata terbakar api cemburu, dia terus menatap Lili dengan rasa cemburu yang kuat. Lili yang tidak nyaman dengan tatapan Malik, pergi menghindarinya. Lili tidak ingin terjadi keributan di pesta pernikahan. Dia memilih untuk keluar ruangan berjalan menuju sebuah taman.


"Lili!"


Malik melihat Lili lalu menyapanya, Lili menjawab sapaan Malik dengan nada ketus. Meski Lili berkata ketus, Malik tidak menyerah untuk terus bicara. Dia ingin rencana yang sudah mereka buat bisa terlaksana yaitu pernikahan. Karena sekarang kedua orangtua Malik sudah menyetujui hubungan mereka.


"Semuanya sudah terlambat! Lebih baik kau mencari pasangan yang sesuai dengan keinginan orangtua mu. Janganlah kau menjadi anak yang durhaka, karena menentang keinginan orangtuamu."


Lili menjawab sembari pergi meninggalkan Malik, dia sudah malas menghadapi Malik. Yang dibicarakan Malik hanya hal-hal yang sudah tidak mungkin terjadi. Dalam hatinya, lebih baik melupakan semua kenangan masa lalu.


"Li tunggu! Aku belum selesai bicara denganmu!"


Malik berkata dengan menarik tangan Lili, dicengkeramnya lengan Lili dengan erat. Lili berusaha melepaskan dari cengkraman Malik, namun Malik tidak melepaskannya.


"Awwww sakit tahu, lepaskan tanganku Malik!!"


Meski mendengar erangan kesakitan Lili, dia masih saja tidak melepaskan lengan Lili. Arata melihat perdebatan Lili dan Malik, dia pun mendekati mereka. "Tuan saya harap Anda melepaskan tangan istri saya! Karena istri saya kesakitan dengan yang Anda lakukan!"

__ADS_1


Malik melepaskan genggamannya, dia sangat terkejut mendengar Lili sudah menikah. Untuk memastikan kembali apa yang sudah didengarnya, dia pun bertanya pada Lili tentang yang baru saja dikatakan oleh Arata. Lili pun mengiyakan bahwa dia sudah menikah dengan Arata.


Malik masih saja belum percaya dengan yang dikatakan Lili, dia tahu pasti bahwa Lili masih sangat mencintai dirinya. Kepercayaan diri Malik memang benar, namu Lili sudah cukup merasa kecewa atas ketidakmampuan Malik dalam mempertahankan hubungannya. Malik pun mencengkeram kembali tangan Lili.


Lili tidak bisa melawan malik, karena tidak memungkinkan untuk dia melakukan gerakan yang ekstrim. Malik tidak melepaskan cengkramannya, Arata yang melihat Lili kesakitan akibat cengkraman Malik. Dia langsung mendekati Malik lalu memelintir tangan Malik sehingga terlepaslah tangan Malik dari Lili.


"Sudah kubilang lepaskan tangan mu dari istriku! Kenapa kau semakin menyakitinya hah!!"


Arata sangat kesal dengan perbuatan Malik yang menyakiti Lili, dia merasa jika Malik sangat keras kepala. Lili menyuruh Arata untuk melepaskan tangan Malik. Seketika Arata melepaskannya sembari berucap, "Buat apa aku berkata bohong mengenai pernikahan!"


Meski Arata sudah berucap, Malik masih saja tidak percaya. Itu membuat Lili sangat kesal karena Malik bersikap kekanak-kanakan. Tanpa basa-basi Lili mendekatkan diri pada Arata, dia langsung mencium bibir Arata. Terkejut dengan yang dilakukan Lili, Arata membalas ciuman Lili dengan lembut dan hangat.


Arata tahu bahwa semua yang dilakukan Lili hanya sandiwara saja, agar dia bisa menyakinkan Malik tentang pernikahan mereka. Awalnya Lili terkejut dengan ciuman balasan dari Arata, anehnya Lili sangat menikmatinya. Tidak ada rasa benci atau jijik dengan ciuman yang mereka lakukan.


Malik yang melihat adegan itu langsung tertunduk pergi meninggalkan Lili dan Arata. Lili tersadar dia langsung melepaskan diri dari ciuman hangat Arata. Arata hanya tersenyum tipis melihatnya, wajah Lili terasa panas dan malu dengan apa yang baru saja dilakukannya.


Upacara pernikahan Salma dan Rio sudah selesai, semua para tamu sudah pulang. Lili pun memutuskan untuk kembali ke rumah, dalam perjalanan Lili mengatakan pada Arata untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk kembali ke Jepang.


****


Handphone Lili berdering, dia mendapatkan kabar bahwa ibu Sinta meninggal dunia. Lili pun langsung menuju rumah sakit. Semua sudah berkumpul, suasana diselimuti awan mendung. Kesedihan menyeruak di ruangan.


Lili bisa melihat kesedihan di wajah Alin, namun dia berusaha kuat. Namun akhirnya dia tak bisa menahan kesedihannya. Alin tertuju tak sadarkan diri. Kepergian Bu Sinta sangat membuat Alin sangat terpukul.


Pemakaman ibu Sinta dilakukan sebelum Alin tersadar. Setelah pemakaman selesai, Arata mengatakan pada Lili jikalau dia harus segera kembali ke Jepang.


Apabila Lili ingin tinggal beberapa hari di Indonesia, untuk menemani Alin yang sedang berduka. Namun Lili mengikuti Arata pulang ke Jepang, menurutnya sudah ada Alex yang menemani Alin dimasa sedihnya.


Perjalanan sungguh pangajang dari Indonesia menuju Jepang. Mereka terlihat sangat kelelahan, sampailah mereka di rumah. Lili merasa heran, tak biasanya tidak ada sambutan hangat dari ibu.


Seorang pelayan mengatakan bahwa ibu dan ayah pergi beberapa hari ke rumah di pedesaan. Arata yang sudah tahu kemana orangtuanya pergi, langsung menuju kamar. Dia merebahkan diri diatas ranjang sebelum membersihkan dirinya.


Lili bergegas mendekati Arata, "Kau sudah tahu jika Ayah dan Ibu pergi ke rumah pedesaan?!"


Arata hanya mengangguk, dia sangat lelah yang diinginkan hanyalah istirahat sejenak. Lili pun langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Lili kembali teringat tentang hal-hal yang terjadi di Bandung. Dia sungguh tak menyangka akan seperti itu. Akhirnya dia bisa berdamai dengan kakek, apakah dia bisa berdamai dengan Arata? Itu yang ada dalam pikirannya saat ini.


Terdengar suara ketukan pintu, Lili tak bisa keluar karena dia belum selesai membersihkan diri. Setelah beberapa saat tidak terdengar lagi suara ketukan pintu, karena Arata terbangun dan membuka pintu kamarnya.


Seorang pelayan menanyakan masalah makan malam, apakah akan di ruang makan atau di gazebo. Arata menyuruh pelayan untuk membawa makan malam ke dalam kamar, dia merasa lelah sehingga hanya ingin berada di dalam kamar.


Pelayan pun pergi untuk menyiapkan semuanya, Lili keluar dari kamar mandi. Dia tidak melihat siapapun di dalam kamar, hanya Arata yang masih tertidur. Dia pun mendekati Arata guna membangunkannya untuk membersihkan diri.


"Arata bangun?!"


Arata bergeming, dia masih ingin menutup matanya. Rambut Lili yang panjang tergerai, karena masih basah sehingga dia tak mengikatnya. Tetesan air dari rambut Lili membuat Arata terbangun.


Arata menarik lengan Lili sehingga Lili terjerembab dalam pelukan Arata. Dilihatnya wajah Lili dengan seksama, dia begitu menggoda. Lili terbelalak dengan apa yang dilakukan oleh Arata.


Tanpa aba-aba, Arata mencium sekilas bibir Lili dengan lembut. Entah mengapa rasa takut dan jijik terhadap Arata tidak muncul dalam benaknya. Melihat Lili masih terpaku, Arata kembali mencium bibir Lili.


Lili sangat menikmati ciuman yang diberikan Arata, dia menutup matanya tanda ia menikmatinya. Ciuman Arata tidak hanya di bibir saja, bibirnya menjalar ke leher Lili. Dilihatnya Lili tak melawan, Arata kembali mencecap bibir Lili.


Arata semakin menikmati apa yang sedang dia lakukan terhadap Lili. Ciuman hangat di lontarkan kembali oleh Arata pada bibir Lili. Dia tak menyangka Lili akan membalas ciumannya.


Tangan Arata berjalan menyentuh tubuh Lili, dia hendak membuka handuk kimono yang digunakan Lili. Arata sudah merasakan gelora di tubuhnya, dia tidak bisa menahannya lagi.


Saat bibirnya menyapu bagian dada Lili, bayangan yang membuatnya ketakutan kembali lagi. Lili terhenyak dia menangis, Arata mendengar tangisan Lili. Dia pun menghentikan semua kegiatan yang dilakukan pada Lili.


Dia menahan gelora yang sudah akan memuncak, disebabkan mendengar tangisan Lili. Dalam benaknya berkata mungkin dia belum bisa melupakan kejadian itu. Arata pun pergi meninggalkan Lili menuju kamar mandi.


"Ternyata aku belum siap! Aku belum bisa melupakan semuanya! Maafkan aku belum bisa menjadi istri yang baik!" gumam Lili sembari menangis.


__________________________________________


Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.


Klik search di Instagram dengan nama akun :


@macan_nurul

__ADS_1


Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉


__ADS_2