Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
BAB 83


__ADS_3

"Pagi sayang!" Ucapan selamat pagi yang Alex lontarkan padaku.


"Pagi Yang, aku pikir kau belum bangun."


"Sudah dong, aku bangun tadi mencarimu ternyata kamu ga ada di sampingku!" Alex berkata sambil mendekati ku dan mengecup keningku dengan lembut.


"Iya, aku baru beres joging," Jawabku singkat.


"Sarapan sudah kusiapkan!" Alex berkata sambil duduk di sofa.


Kulihat diatas meja sudah ada beberapa menu sarapan, "aku mandi dulu saja ya, nanti kita sarapan bersama."


Aku berjalan menuju kamar mandi, kulihat sudah ada perlengkapan mandi dan baju untuk ku. Ternyata Alex sudah menyiapkan semuanya untuk ku. Ternyata aku memiliki suami yang begitu sangat baik dan perhatian.


Setelah aku selesai dengan kesibukkan ku di kamar mandi, aku berjalan keluar dan melihat Alex masih duduk membaca beberapa dokumen. Aku pun berjalan mendekatinya dan duduk di sampingnya.


"Sayang, kenapa belum di makan sarapannya?" Tanya ku dengan lembut pada Alex.


Alex kalau sudah membaca dokumen-dokumennya menjadi lupa dengan sekitar. Terbersit di kepalaku untuk menggodanya, ku kibarkan rambutku yang masih basah sehingga percikan air mengenai wajahnya. Alex kaget dia langsung memalingkan wajahnya, aku memberikan senyum jahilku padanya. Sepersekian detik senyum mesum Alex muncul, tanda bahaya berbunyi aku harus segera melarikan diri.


Tapi sayangnya gerakan ku kurang cepat, Alex sudah memegang tangan ku dan menarik tubuhku sehingga aku terjatuh dalam pelukannya.


"Kenapa kau begitu sangat nakal sekarang hah! Bisik Alex di telingaku, itu membuatku merasa geli.


"Habis kau terlalu fokus dengan dokumen mu, sehingga aku bicarapun kau tidak mendengarnya."


Tanpa membalas ucapan ku dia langsung mengecup kecil di bibirku, aku pun terdiam sesaat kulihat dia tersenyum tipis. Lalu ia melanjutkan kembali mengecup bibirku, kali ini kecupan nya semakin dalam dan lama. Lidahku dan lidahnya beradu di dalam mulutku, dia terus melakukannya sehingga aku kehabisan nafas. Alex yang mengetahui itu melepaskan kecupannya. Aku pikir dia akan berhenti, tapi dia menyerang bibirku dengan kecupan berikutnya yang lebih kuat aku pun menikmatinya dan membalas setiap kecupan manis darinya.


Tak terasa tubuhku sudah terhempas di sofa, Alex memandangku dengan lembut, dia membelai wajahku dengan tangannya. Dia berbisik padaku, "aku ingin seorang bayi darimu!"


Aku pun tersenyum kukalungkan kedua tanganku di leher Alex, ku kecup bibir Alex dengan lembut, "akupun menginginkan hal yang sama dengamu sayang."


Alex yang senang dengan jawabanku tersenyum dan memberikan kecupan di keningku, berjalan menuju mata kanan dan kiri ku, setelah itu pipi kanan dan kiri ku pun tidak luput dari kecupannya. Aku menikmatinya, sekarang bibirku yang di kecupannya aku pun membalas kecupan nya yang semakin membuatku merasa bergairah. Tangan Alex berjalan di tubuhku, jarinya mulai memainkan area sensitif ku, tubuhku menggelinjang merasakan sentuhan dari jarinya.


Tak terasa pakaian ku sudah terbuka, tatapan nya semakin mesum padaku. Setelah mengecup bibirku, kecupannya berjalan menuju leher ku dan berlanjut ke dadaku. Dia terus mengecup dan menghasilkan sebuah tanda kepemilikan. Aku sangat menikmati semua yang dia lakukan padaku.


Tok...


Tok...


Tok...


Seorang pelayan mengetuk pintu kamarku. "Alex hentikan, ada yang mengetuk pintu!" Ucapku dengan suara parau.


"Biarkan saja, aku sudah tidak bisa menahannya lagi sayang."


"Tuan, Nyonya bilang apakah ada yang diperlukan lagi?" Tanya seorang pelayan di balik pintu.


Alex yang kesal dengan gangguan itu langsung menjawab, "tidak ada! Kembali kau bekerja!"


"Baik Tuan."


Alex menjawab pelayan itu tanpa menghentikan kegiatannya yang menukangi setiap lekuk tubuhku. Tubuhku semakin tidak terkontrol karena sentuhan dan kecupan yang dilakukan oleh Alex. "Apakah kau menikmatinya sayang?" Bisik Alex padaku.


"Mmm iya sayang, aku sangat menikmatinya ahhh."


"Baiklah aku akan mulai memberikan kenikmatan seutuhnya pada mu!"


*****


Ahh kenapa pula aku menggodanya, pada akhirnya aku tergoda oleh nya. Akhirnya aku mandi tuk kedua kalinya, arrgghhhh padahal tadi baru selesai mandi. Lain kali aku tidak akan menggodanya. Disaat ku sedang di kamar mandi handphone ku berbunyi, Alex mengangkatnya.


"Hallo Alin, ini aku Leo! Lin aku mohon berikan aku waktu untuk bertemu denganmu!" Ucap Leo di seberang sana.

__ADS_1


"Apa kau pikir dengan kau melakukan ini semua dia akan kembali padamu?" Jawab Alex.


"Ohh rupanya ini Anda Tuan Alex, sebaiknya kau melepaskan Alin karena dia sangat mencintai ku! Dan kau hanyalah pelampiasan saja dan orang yang dijadikan alat balas dendam nya pada ku!"


"Apa kau pikir dengan mengatakan hal ini padaku, kau bisa membuatku melepaskan istriku!" Jawab Alex dengan nada dingin.


"Dengar lebih baik kau melepaskannya, biarkan dia kembali padaku karena kebahagiaannya hanya bersama ku. Karena aku adalah cinta pertama dan terkahir ya," ucap Leo pada Alex.


"Hahaha kau terlalu percaya diri Tuan Leo, kau belum terlalu mengenal istriku. Dia tidak akan pernah menjadi milikmu, karena sekarang hidup dan matinya hanya untuk ku!"


"Kita lihat saja nanti, jika aku tidak bisa memilikinya maka tidak ada seorang pun yang bisa memilikinya termasuk kau Alex Wibowo!" Leo berkata dengan nada tinggi dan menutup teleponnya.


Setelah selesai dengan mandi kedua kalinya, aku pun keluar dan aku sudah melihat Alex duduk di sofa. Tapi ekspresi wajahnya sangat berbeda pasti sudah terjadi sesuatu.


"Sini duduk!" Alex menyuruh ku duduk di sebelahnya.


Aku pun menghampirinya dan duduk di sampingnya.


"Makan sarapan mu, setelah itu kita pergi bersama ke kantor." Ucap Alex lembut padaku.


Sesudah sarapan beres aku bersiap untuk pergi ke kantor. Di dalam perjalanan Alex sangat berbeda, aku menjadi penasaran ada apa dengannya. Akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya padanya.


"Sayang ada apa dengan mu?"


Alex tidak bergeming, dia tetep diam dengan pikirannya. Entah apa yang sedang dia pikirkan, aku merasa ada sesuatu yang terjadi.


"Alex!" Aku memanggil namanya dengan nada tinggi sambil menggoyangkan tubuhnya.


Alex pun tersadar dari lamunannya dan berkata, "mmm ada apa?"


"Aku tanya ada apa?"


"Tidak ada apa-apa, aku hanya sedang memikirkan sesuatu hal saja."


"Alex jujur padaku, atau aku akan marah padamu!" Ucapku tegas pada Alex.


Tapi aku masih penasaran, pasti sudah terjadi sesuatu. Dan kau merahasiakannya dari ku, aku kesal dengan sikap mu seperti ini. Kalau kau bersikap seperti ini menandakan bahwa aku tidak cukup begitu penting bagimu. Karena jika aku ini adalah seseorang yang sangat penting bagimu, teman berbagi suka dan duka sampai maut memisahkan kita. Maka kau akan menceritakan setiap hal yang membuatmu menjadi gelisah. Ternyata aku masih salah menilai mu.


Ari memberhentikan mobil karena sudah samapai di kantor. Aku pun langsung membuka pintu mobil, tanpa mengucapkan sepatah katapun. Ari yang berniat membukakan pintu mobil hanya bisa berdiri dan memberi hormat.


"Tunggu! Nanti sore ku jemput kau?" Ucap Alex singkat.


Aku pergi meninggalkannya tanpa sepatah kata pun, aku masih kesal dengan sikap nya yang tidak jujur padaku. 'Aku ini siap sih? Apakah aku tidak pantas menjadi teman sekaligus istri? Dia tidak mau menceritakan apa yang menjadi masalahnya! ahh sudahlah lebih baik aku fokus dengan kerjaan ku saja,' gumam ku dalam hati.


Tak terasa sudah siang, sudah waktunya makan siang tapi aku malas sekali. Aku masih kesal dengan Alex, aku benci jika diperlakukan seperti ini. Kulihat handphone ku ternyata banyak sekali pesan dan telepon dari Alex, kuletakkan handphone ku dan aku kembali bekerja.


Alex POV


'Sial! Kenapa jadi begini sih? Apakah dia marah padaku? Alin ayo cepat angkat teleponnya!' aku bergumam dalam hati yang kesal. Apakah aku telah menyakiti hatinya, aku hanya ingin melindunginya dan memikirkan bagaimana caranya menjauhkan mu dari Leo. Aku sangat takut kehilangan mu sayang, karena setiap perkataan Leo ada nada kebencian padaku dan ada rasa ingin memilikimu seutuhnya.


"Tuan sudah saatnya kita menghadiri rapat!" Ucap Ari yang mengingatkan Alex untuk hadir dalam sebuah rapat.


"Baiklah!" Alex berkata sambil berjalan menuju ruang rapat.


*****


Waktu jam pulang sudah tiba, lebih baik aku langsung pulang deh aku malas kalau bertemu dengan Alex. Sebelum pulang aku ingin menuju sebuah tempat. Rasanya hati ini masih sakit, lebih baik aku menenangkan pikiran ku.


Aku pergi dari kantor dengan cepat, serasa di kejar-kejar musuh saja. Selagi Alex belum sampai di kantor untuk menjemput ku. Alex beberapa kali menghubungiku tapi aku tidak membalas pesannya atau pun mengangkat teleponnya. Tapi aku tidak bisa secuek itu padanya, akhirnya aku mengirimkan pesan padanya untuk tidak usah menjemputku.


Setelah itu handphone ku silient, agar aku tidak terganggu oleh bunyi handphone. Ternyata benar Alex terus saja meneleponku, aku ingin menenangkan hati dan pikiran ku. Aku pergi ke subuh tempat dimana aku bisa merenung dan menjernihkan pikiranku.


Tak terasa waktu sudah menjelang malam, sebaiknya aku pulang lagian hatiku sudah mulai tenang. Sekarang terserah dia mau melakukan apapun yang mau dia lakukan. Dia mau cerita atau tidak itu terserah dia.

__ADS_1


Aku samapai di rumah, pikiran ku melayang apakah Alex sudah pulang atau belum. Kulihat di parkiran mobilnya tidak ada, mungkin dia belum pulang. Biarkan lah lebih baik aku masuk dan beristirahat. Lagian badanku sudah lengket enaknya berendam.


Ku tengok di kamar teryata benar Alex belum pulang. Aku menyuruh seorang pelayan untuk menyiapkan air untuk berendam. Setelah semuanya siap aku mulai dengan acara berendam ku.


Beberapa saat kemudian Alex sampai di rumah dan langsung memasuki kamar. Alex tidak melihat ku di kamar, dia menyangka aku belum pulang ke rumah. Alex berpikir lebih baik aku mandi saja dulu sambil menunggu Alin pulang.


Alex memasuki kamar mandi dan sudah melepaskan semua pakaiannya, dia tidak menyadari bahwa Alin sedang berendam karena tempat berendam Alin tertutupi tirai. Jadi tidak akan terlihat jelas apakah ada orang atau tidak.


Alex memilih mandi di bawah shower, Alin yang menyadari kedatangan Alex dan Alex sedang mandi langsung diam tak berkutik. 'Aduh kenapa sih aku tadi tidak mengunci kamar mandi!' gerutu ku dalam hati.


Alex yang menyadari ada seseorang di balik tirai, dengan sigap Alex membuka tirai tersebut. Dia kaget melihat Alin sedang berendam. Alin yang melihat Alex membuka tirai nya langsung membenamkan seluruh badan nya ke dalam air.


Alex yang melihat Alin sedang berendam, langsung mendekatinya dan berkata, "kupikir kau masih belum pulang ternyata aku menemukan mu disini!"


"Cepat pakai handukmu!" Perintahku pada Alex, yang pada saat itu badan Alex tidak tertutupi sehelai benang pun.


Alex yang mendengar perkataan Alin hanya tersenyum dan semakin mendekatinya. Tanpa berkata apa-apa Alex langsung masuk ke dalam bhatup. Alin kaget dan berdiri hendak pergi meninggalkan Alex. Namun Alex dengan sigap memegang tangan Alin seketika Alin terduduk kembali di dalam bhatup.


"Jangan malawanku! Duduk lah kita nikamti acara berendam kita!" Alex berkata dengan nada yang tidak mau mendengar bantahan dari ku.


Aku menuruti apa yang dia perintahkan, tapi aku tidak banyak bicara. Aku masih kesal dengan dia, kalau mengingat hal itu kenapa semakin kesalnya. Istri mana yang mau melihat suaminya hanya memendam masalahnya sendiri tanpa memberitahukan atau menceritakan pada istrinya. Meski aku tidak bisa menyelesaikan masalahnya paling tidak dia cerita padaku. Sehingga aku merasakan bahwa aku ada untuknya.


Aku pun menyudahi berendam ku, meski Alex masih menikmatinya. Aku langsung berdiri dan berjalan mengambil handuk, tanpa mengucapkan sepatah katapun. Alex terus saja melihat ke arahku. Tapi aku tak peduli, aku langsung berjalan keluar. Alex mengikuti ku dari belakang dan memelukku dengan lembut.


"Kau kenapa sayang?" Alex bertanya padaku.


"Tidak aku tidak apa-apa!" Jawabku singkat.


"Katakan padaku apakah ada yang menganggu mu?"


"Iya ada!"


"Siapa orang nya biar aku yang urus."


"Kau pikir saja sendiri," jawabku sambil melepaskan pelukan Alex dan aku berjalan mengambil pakaianku.


Alex terus memandangiku dari belakang, akhirnya dia mendekatiku dan menarik tanganku sehingga aku berada di dalam pelukannya.


"Aku mohon jangan kau bersikap seperti ini padaku sayang!" Alex berkata dengan nada sedih.


"Lepaskan aku!"


"Tidak akan kulepaskan!"


Tanpa kusadari emosiku memuncak, aku mulai menggunakan keahlian beladiri ku. Aku bisa melepaskan diri dari pelukan Alex, namun Alex terus mendekatiku. Akhirnya terjadi sedikit perkelahian kecil diantara kami. Akhirnya aku terperangkap dalam pelukannya sekali lagi.


"Aku tidak akan pernah melepaskanmu sayang!" Ucap Alex dengan nada sedihnya.


"Sudahlah hentikan semua ini, aku ingin mengenakan pakaian ku dulu. Baru nanti kita bicara lebih lanjut karena aku ingin tahu semuanya." Aku berkata dengan tegas.


Alex pun melepaskan pelukannya, aku bergegas mengambil pakaian ku dan pakaian Alex. Setelah kami selesai mengenakan pakaian kami. Alex duduk di tempat tidur dan menyuruhku untuk duduk disampingnya dan aku pun menurutinya.


____________________________________________


Sampai ketemu di bab selanjutnya😉


____________________________________________


Guys kalian bisa dong kasih poin kalian buat dukung cerita ini?


Jika poin di novel mencapai 10k setiap hari nya, maka akan ku suguhkan per bab kembali seperti sedia kala.


Jika sanggup untuk 50k poin setiap hari akan ku berikan double bab setiap hari.

__ADS_1


Bagaimana? Deal?


Jika tidak juga tidak apa, mungkin aku tidak akan bersemangat untuk update 😒


__ADS_2