Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Extra Part Lili-56


__ADS_3

Air hujan turun yang sangat deras membasahi tanah sehingga menimbulkan wangi yang khas, Sella yang masih terduduk di tengah-tengah pusara kedua orangtuanya. Dia tidak menyangka akan ditinggalkan oleh kedua orangtuanya.


Dalam hatinya dia sangat menyesal dengan semua perbuatannya, sehingga telah membuat kedua orangtuanya kecewa dan malu. Dan juga harus kehilangan seluruh kekayaan serta perusahaan.


"Maafkan Sella Ayah dan Bunda, karena Sella kalian menderita di hari tua kalian!" Tangisnya menyeruak, air matanya bercampur dengan air hujan yang membasahi seluruh tubuhnya.


Dia sangat terpukul karena sudah tidak ada lagi yang menjadi kekuatannya untuk bertahan dalam menjalani kehidupannya. Dia hanya bisa meratapi kehidupan rumah tangganya yang penuh dengan penderitaan.


"Hentikan tangisanmu itu! Cepat bangun, kita harus segera kembali ke Jepang!" Nathan berkata dengan nada ketusnya.


Sella tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Nathan, dia memilih untuk berada di pusara kedua orangtuanya untuk lebih lama lagi. Karena belum cukup dia mengucapkan seluruh penyesalannya.


Nathan yang kesal karena Sella tidak menurutinya menyuruh beberapa pengawal untuk menariknya kedalam mobil. Sella berusaha melepaskan diri dari cengkraman para pengawal Nathan, dia berhasil lalu dia berlari secepat mungkin. Dalam benaknya dia akan pergi dari Nathan untuk selamanya.


Namun usahanya gagal, dia berhasil tertangkap oleh pengawal Nathan lalu dimasukkan kedalam mobil. Terlihat Nathan tersenyum sinis yang mengandung arti bahwa Sella tidak akan bisa lepas dari genggamnya.


"Jika aku sudah tidak penting lagi bagimu! Maka lepaskan aku agar kau bisa mengejar kembali cinta sejatimu!" lirih Sella yang masih beruraian air mata.


"Dengar! Aku tidak akan melepaskanmu, meski aku sudah mendapatkan Lili! Kau harus membayar semua perbuatanmu yang telah merugikanku!" Nathan berkata dengan penuh kebencian, entah apa yang sudah diperbuat Sella sehingga membuat Nathan sangat membencinya.


Sella terdiam setelah mendengar perkataan yang terlontar dari mulut Natha, hatinya begitu sakit. Dalam benaknya apakah masih belum cukup semua yang dia miliki menjadi miliknya. Apakah belum cukup semua penderitaan yang telah dia terima darinya. Sampai kapan semua rasa benci di hatinya akan mengikis dan menjadi sebuah cinta.


"Apakah aku tidak pantas untuk kau cintai Nathan? Begitu bencikah kamu pada diriku ini? Aku begitu mencintaimu hingga aku mengorbankan semuanya hanya untukmu!" Sella berkata dengan lirih dalam hatinya dia ingin mendapatkan secercah harapan agar Nathan bisa mencintainya.


Nathan hanya diam mendengar semua pertanyaan Sella, baginya Sella sudah membuat dia merasa dibohongi dan telah menipunya sehingga membuatnya kehilangan cinta sejatinya yaitu Lili. Sampai kapanpun dia tidak akan memaafkan semua perbuatan yang telah Sella lakukan kepadanya.


Sebelum menuju bandara Nathan pulang ke rumahnya, dia menyuruh para pelayan untuk membereskan semua barang yang akan dibawa ke Jepang. Dia ingin sekali kembali ke Jepang secepatnya, karena dia sangat merindukan wanita yang dia cintai. Meski wanita itu sudah menjadi milik orang lain, dia masih tetap akan mencintai Lili.


Entah itu cinta atau hanya obsesinya terhadap Lili karena tidak mendapatkan cintanya Lili. Namu apapun itu baginya Lili adalah cinta sejatinya dan akan dia rebut dari siapapun yang memilikinya. Meski dia harus menjadi seperti iblis, dia rela demi mendapatkan Lili.


Sella melangkah memasuki kamar mandi guna membersihkan dirinya, karena tubuhnya penuh dengan lumpur dari pusara kedua orangtuanya. Dia membuka pakaiannya satu per satu sehingga tidak ada lagi kain yang menempel di tubuhnya.


Diputarnya kran shower, keluarlah air hangat yang membasahi seluruh tubuhnya. Dia memikirkan kembali apa yang harus dia lakukan, apakah dia harus menyerah lalu pergi dari Nathan ataukah dia harus bertahan demi mendapatkan cinta dan kasih sayang Nathan.


Kini hidupnya sudah tidak ada artinya lagi, kedua orangtuanya tuanya sudah tidak ada. Sekarang dia telah menjadi sebatang kara, tidak ada adik atau kakak yang bisa menjadi tumpuannya.


"Apakah aku bisa membuatnya jatuh cinta padaku? Apakah aku bisa bertahan dari perlakuannya yang membuatku sakit? Meski aku sangat mencintainya dan rela mengorbankan jiwa ragaku, dia tetap tidak bisa menerimaku!" gumam Sella.


Sella terkejut setelah mendengar suara ketukan pintu yang sangat kencang disertai teriakan Nathan yang menyuruhnya untuk bersiap. Rasanya dia tidak ingin kembali ke Jepang, bukan karena dia tidak suka berada di Jepang. Namun jika mereka sudah ada di Jepang Nathan akan mulai dengan rencananya untuk menghancurkan rumah tangga Lili.


Dia tidak ingin melihat rumah tangga Lili hancur karena keegoisan Nathan, Lili tidak pantas menderita karena Nathan. Dia pun merasa bersalah pada Lili, karena dia telah membuat nama Lili tercoreng sewaktu sekolah dulu.


Sebenarnya dia ingin sekali bertemu dengan Lili namun dia tidak pernah ada kesempatan untuk bertemu dengannya. Jika suatu hari nanti dia bisa bertemu dengan Lili, maka dia akan meminta maaf atas segala kesalahannya. Meski Lili tidak akan memaafkannya dia akan menerima semua konsekuensinya.


Sella bergegas untuk bersiap, dia tidak ingin membuat Nathan marah karena menunggunya sangat lama. Nathan tidak suka jika menunggu terlalu lama, karena dia tipe orang yang tepat waktu. Setelah selesai bersiap, dia bergegas menghampiri Nathan yang sedang duduk di atas sofa.

__ADS_1


"Kau lama sekali! Bukankan kau tahu aku tidak suka menunggu orang hah!" bentak Nathan pada Sella.


Sella hanya bisa diam menerima bentakan, cacian dan amarah Nathan. Setelah selesai dengan amarahnya, Nathan menyuruh Sella untuk berjalan mengikutinya menuju mobil yang akan membawa mereka ke bandara. Nathan sungguh sudah tidak sabar ingin segera kembali ke Jepang, dia sangat merindukan wajah Lili yang sangat cantik.


Dalam perjalanan menuju bandara dalam pikiran Nathan terbayang-bayang wajah Lili yang sedang tersenyum. Meski dia terlihat berisi karena sedang mengandung, namun di matanya Lili tetap terlihat sangat cantik. Jika saja Lili menikah dengannya, betapa bahagianya Nathan.


Sella melihat Nathan yang tersenyum sendiri, dapat menyimpulkan bahwa dia sedang memikirkan Lili. Hatinya begitu sakit, jika melihat bidang yang dicintainya memikirkan wanita lain. Begitu bahagianya jika yang ada di dalam pikiran Nathan adalah dirinya. Namun semua itu hanyalah mimpi yang tidak bisa jadi kenyataan.


***


Setelah menempuh perjalanan panjang dari Indonesia ke Jepang, akhirnya mereka tiba dengan selamat. Mereka tiba pada malam hari, Nathan memutuskan untuk langsung pulang ke apartemennya. Karena perjalanan hari ini cukup melelahkan baginya.


Dalam perjalanan dari bandara ke apartemen Sella tertidur di dalam mobil, mungkin dia merasa lelah karena kurang istirahat. Dia mengurus semua pemakaman untuk kedua orangtuanya. Tidak begitu lama kepala Sella terjatuh di pundak Nathan.


Nathan hendak membangunkannya namun dia urungkan, dia memberikan pengecualian khusus hari ini. Dia membiarkan Sella tidur dengan bersandar di pundaknya. Dalam hatinya jika saja Sella tidak membuat ulah mungkin sampai saat ini mereka masih bisa berteman.


Begitu besar kesalahan yang dilakukan oleh Sella sehingga merubah Nathan yang baik menjadi seorang iblis. Sella tahu jika Nathan sangat mencintai Lili, namun karena cintanya pada Nathan sangat besar sehingga dia melakukan tindakan yang merubah Nathan untuk selamanya menjadi seorang iblis bagi Sella.


Nathan tiba di apartemennya, dia melihat Sella masih tertidur. Baginya sudah cukup berbuat baik pada Sella, tanpa pemberitahuan Nathan langsung keluar dari mobilnya. Sehingga kepala Sella terjatuh ke atas kursi jok mobil, Sella terkejut lalu dia terbangun. Dilihat sekeliling ternyata dia sudah sampai di area parkiran apartemennya.


Sella melihat Nathan sudah berjalan terlebih dahulu, dalam hatinya dia hanya bisa menatap Natha dari belakang. Dia berusaha untuk menggapainya dari belakang namun tidak bisa, Nathan begitu sulit untuk dia jangkau. Dia pun keluar dari mobil lalu berjalan menuju apartemennya.


"Kenapa kau begitu lama hah! Jalan dari parkiran hingga apartemen, apakah membutuhkan waktu yang lama?!" Teriak Nathan pada Sella saat dia baru memasuki apartemen.


Buk!


Nathan melemparkan sebuah handuk pada wajah Sella dengan mengatakan bahwa dia harus membantu Nathan untuk membersihkan diri. Sella menghela napas lalu berjalan mengikuti Nathan dari belakang menuju kamar mandi.


Sella melepaskan kancing kemeja Nathan satu per satu, hingga semuanya terlepas lalu dia melepaskan kemeja dari tubuh Nathan. Tersibak lah tubuh yang begitu menggoda. Terlihat lipatan-lipatan di daerah perutnya yang menandakan bahwa Nathan rajin berolahraga. Dadanya yang bidang membuat hati Sella semakin berdegup kencang.


"Bisa cepat tidak?!" bentak Nathan yang memudarkan semua khayalan Sella.


Sella pun melanjutkan apa yang harus dia kerjakan, satu per satu pakaian dan celana yang menempel di tubuh Nathan sudah terlepas. Tidak ada sehelai kainpun yang menutupinya. Dia menyalakan kran shower lalu menghilangkan sabun cair yang sudah tersedia di dalam kamar mandi.


Sella mulai melayani Nathan seperti seorang ibu yang sedang memandikan putranya. Nami Sella sangat senang jika Nathan menyuruhnya membatu membersihkan diri, sehingga dia bisa lebih dekat dengan Nathan. Dalam hatinya ingin diperlakukan layaknya seperti seorang istri, namun itu tidak mungkin terjadi.


Setelah selesai membatu Nathan membersihkan diri, Nathan menyurhnya Sella untuk membersihkan dirinya sendiri lalu dia pergi meninggalkan Sella sendiri di kamar mandi. Sella pun menuruti apa yang diperintahkan oleh Nathan.


"Keluar kau dari kamarku!" Nathan berkata dengan nada dingin setelah melihat Sella keluar dari kamar mandi yang menggunakan sehelai handuk saja.


"Apa yang harus aku lakukan agar kau memaafkanku Nathan?" Sella bertanya dengan lirih.


Nathan tersenyum sinis lalu menjawab, "Persatuan aku dengan Lili, maka kau akan kumaafkan namun aku tidak akan melepaskanmu begitu saja!"


"Kau tidak pantas mendapatkan Lili!" hardik Sella yang membuat Nathan meradang.

__ADS_1


Dengan cepat Nathan menarik lengan Sella dengan kuat sehingga membuat Sella mengerang kesakitan. Dia mengeluarkan cacian yang membuat Sella merasa terhina.


"Aku sangat mencintaimu! Aku rela melakukan apapun demimu! Aku mohon belajarlah untuk membalas cintaku Nathan Wijaya!" lirih Sella dengan beruraian air mata.


Nathan tidak peduli dengan air mata Sella, dia tahu air matanya palsu. Nathan menghempas Sella ke atas ranjang, lalu dia mulai menyerang Sella dengan ganasnya.


"Kau hanya pemuas keingianan bagiku! Dan kau tidak layak untuk mendapatkan cinta dan kasih sayang dariku!" Nathan berkata dengan nada merendahkan.


Sella menangis karena menahan rasa sakit akibat permainan keras yang dilakukan oleh Nathan. Hatinya tersayat setelah mendengar perkataan Nathan yang hanya menganggapnya sebagai pemuas keinginannya saja.


Nathan merasa senang dan semakin bersemangat jika melihat air mata Sella, dia semakin ingin memberikan rasa sakit padanya. Dalam hatinya berkata jangan harap Sella akan mendapatkan kebahagiaan bersamanya.


Setelah selesai menikmati rasa sakit yang Sella rasakan, Nathan menyurhnya keluar dari kamarnya. Sella berusaha untuk berdiri meski dia tidak sanggup, dia berusaha mengeluarkan segenap tenaganya untuk berjalan keluar dari kamar Nathan.


Setelah Sella keluar dari kamarnya Nathan tertidur karena kelelahan, dia sudah tidak bisa memikirkan apapun. Dalam tidurnya dia bermimpi bertemu dengan Lili, lalu dia berhasil membuat Lili menjadi miliknya.


Mimpi indah Nathan membuatnya tidak ingin terbangun dari tidurnya, dia merasakan kebahagian bersama Lili di dalam mimpinya. Namun mimpinya terganggu oleh kehadiran Sella, yang membuat semua kehidupan indah bersama Kiki hancur berkeping-keping.


Akhir Nathan terbangun, dilihatnya jam yang bertengger di dinding kamarnya sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Dia pun duduk sesaat lalu berdiri dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai membersihkan diri Nathan bersiap untuk pergi ke perusahaannya, karena sudah beberapa hari dia tidak bekerja. Mungkin banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan hari ini. Dia berjalan keluar dari kamarnya, dia melihat Sella yang sudah menyiapkan sarapan untuknya.


Nathan pun memakan makanan yang sudah disiapkan oleh Sella, setelah itu dia pergi tanpa kata. Karena sudah terbiasa oleh sikap Nathan yang seperti itu sehingga Sella tidak merasa terlalu sedih.


Setelah kepergian Nathan Sella melakukan semua pekerjaan rumah sendirian, karena Nathan tidak menyiapkan seorang pelayan untuk membatunya. Dalam benaknya dia menerima semua ini, karena ini juga adalah tugasnya sebagai istri. Terkadang dia teringat masa lalunya yang tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah.


Sella anak yang selalu dimanja oleh kedua orangtuanya, sehingga dia tidak diperbolehkan untuk bekerja. Semuanya dilakukan oleh para pelayan sehingga membuatnya menjadi anak manja dan seenaknya. Dia sering memperlakukan pelayannya dengan semena-mena, sekarang dia menyesali semua tindakannya dulu.


Sella merasakan semua yang terjadi sekarang adalah buah dari sikapnya dulu yang sering membaut orang kecewa. Sikapnya yang arogan sekarang telah sirna seiring perlakuan Nathan yang merendahkannya.


Sekarang dia merasakan bagaimana rasanya diperlakukan seperti hewan, karena dia pernah memperlakukan seorang pelayanan seperti hewan. Penyesalan yang dirasakan sekarang sudah tidak ada artinya, namun jika waktu dapat diputar kembali. Dia ingin melakukan hal-hal yang baik sehingga dia akan menghasilkan kebaikan pula.


Namun waktu tidak dapat diputar kembali, sehingga dia harus menerima semuanya. Penyesalan tidak akan ada artinya lagi saat ini, yang harus dilakukan saat ini adalah bertahan demi cintanya pada Nathan.


Sella yakin jika suatu saat nanti Nathan akan berubah, kebencian Nathan terhadapnya bisa berubah menjadi cinta. Semua harapan itu selalu dia pupuk di dalam hatinya, sehingga menjadi kekuatan untuk bertahan disisi Nathan.


___________________________________________


Haiii para readers maafkan penulis yang banyak maunya ini ya xixixix....


Jangan lupa like di setiap episode, trus klik love biar dpt notif updatean terbaru dan klik bintang 5 biar penulis semakin semangat.


Oia satu lagi jangan lupa komen juga ya, karena like dan komen kalian sangat berarti bagiku.


Satu lagi deh jangan lupa berikan poin kalian untuk ceritaku ya 😉😉

__ADS_1


__ADS_2