Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
BAB 66


__ADS_3

Sudah dua bulan berlalu, akhirnya aku sudah bisa pulang ke rumah, tuk sementara aku tinggal bersama Bunda, Mama Rahma pun mengijinkannya, terkadang aku juga menginap di rumah Ibu Sinta, dan pastinya di rumah Mama Rahma juga, hahaha dipikir-pikir aku seperti piala bergilir saja, tapi aku sangat menyukai semua ini, banyak orang yang menyangiku.


Ini sudah dua bulan berlalu, kenapa tidak ada kabar dari nya? apa dia baik-baik saja? mungkin dia sibuk! Ahhh kenapa aku ini, memikirkan dia sih. Ayo Alin nikmati hidup mu, selagi kamu bisa menikmatinya.


Drrrttttt...


Drrrttttt...


Kuangkat


"Hallo!"


"Hai gadis tengil!"


"Suara ini..." sepertinya aku pernah mendengarnya tapi siapa?


"Hai gadis tengil!!!" Alex memanggil kembali.


"Siapa yang kau bilang gadis tengil hah!! maaf Tuan mungkin anda salah sambung!"


"Aku tidak mungkin salah, apa kau sudah melupakan suara ku hah!!"


"Apa maksudmu! dengar ya Tuan, aku tidak mengenal mu, lagian nomor mu tidak terdaftar dalam handphone ku! jadi buat apa aku mengingat orang yang tidak pantas kuingat!"


"Apa kau menggodaku gadis tengil!!"


"Ahh sudahlah, aku tutup telepon ini, sudah kubilang aku bukan gadis tengil mu!!"


"Tuan Muda, maaf saya menggangu Anda, sudah saatnya kita pergi!" ucap Ari kepada Alex dan terdengar juga oleh Alin.


"Pergilah! Kau sudah ditunggu Asisten mu!" ucap Alin dengan nada datar nya dan langsung menutup teleponnya.


Dasar gadis tengil! Kau coba-coba bermain dengan ku hah! Kita lihat sampai dimana kau mau bermain dengan ku! Sial kenapa pekerjaan ini butuh waktu lama tuk menyelesaikannya! Aku sudah tidak sabar kembali ke Indonesia. Alex pun langsung pergi yang di ikuti oleh Asisten Ari.


Aku akan menunggu mu Tuan Muda mesum gila ku, kita lihat siapa yang akan kalah! Aku atau kamu, karena selama ini kau selalu membuatku kesal. Dan aku ingin melihat apakah kau bisa mengejar ku, jika aku pergi jauh darimu? maka cepatlah kau kembali.


*****


Satu bulan kemudian, dasar Tuan Muda mesum gila dia betah sekali di Jepang, niat balas dendam ku padamu belum surut. Lebih baik aku ajak Lili dan Salma balapan motor deh! Dah lama nih ga memacu adrenalin ku! Ku kirim pesan saja pada mereka berdua, janjian di basecamp kita. Aku siap-siap dulu deh, setelah itu ijin pada Bunda.


Bunda ada dimana ya, "Bun..." Teriak Alin memanggil Bunda.


"Iya sayang! Bunda ada di dapur!"


Aku menghampiri Bunda dan pamit untuk pergi, "Bun, aku ijin pergi ya! Ketemuan sama Lili dan Salma! biasa di basecamp!"


"Boleh! tapi kamu hati-hati ya, kan baru saja sembuh!" ucap Bunda.


"Siap! Bunda sayang, Alin akan hati-hati!" tukas Alin sambil mencium tangan Bunda dan pergi meninggalkan Bunda.


Motor kesayangan ku ternyata masih bagus, sepertinya dirawat dengan baik, pasti Ayah kalau ga Mas Rio yang merawat motor kesayangan ku ini. Ahh sungguh aku merindukan mu motor kesayangan ku. Sekarang ijinkan aku untuk menaikimu, dan kita akan melakukan yang dulu kita lakukan, dengan melesat memecah jalanan. Ayo motor kesayangan ku kita pergi, Alin melesat dengan cepatnya, menarik gas motor dengan lembutnya tetapi dengan kekuatan penuh. Sampailah Alin di basecamp, disana sudah ada Lili dan Salma. "Kalian dah disini! cepat banget kalian sampai nya?"


"Tau ga sih Lo Lin? Pas Lo kasi pesan ke gue kumpul di basecamp, gue secepat kilat ganti baju langsung tarik gas! Gue dah mengenai dengan motor kesayangan gue ini!" Lili sambil mengelus motor nya.


"Hahaha, lebay Lo masih sama aja Li!" ucap Salma.


"Diem Lo Sal! biar deh kali ini gue mengekspresikan diri gue sendiri! selama ini gue harus bersikap manis, elegan, ahhh bukan gue banget lah!"hahahhaha.


"Udah-udah! ayo kita coba beberapa keliling balapan?" ucap Alin dengan semangat.


"Oke..." Jawab Lili dan Salma.


Alin dan kawan-kawan, mulai balapan mereka, aku menarik gas motorku, seketika motorku langsung melesat meninggalkan Lili dan Salma. Melihatku yang sudah melesat di depan Lili dan Salma pun menarik gas motornya. Mereka melakukannya beberapa kali putaran. Adrenalin mereka terpacu dengan cepatnya, semakin menarik gas motornya, maka adrenalin mereka meningkat, itu yang membuat mereka senang, semakin melesat motor mereka, maka mereka akan merasakan getaran yang tidak bisa mereka hindari. Akhirnya ditentukan bahwa pemenangnya adalah Alin.


"Hah!!! gila Lo Lin! Lo makin jago aja menunggangi motor kesayangan Lo!" ucap Lili yang kaget melihat Alin memacu motornya.

__ADS_1


"Hahaha, selama dua tahun gue tinggal dan Ibu Sinta, gue memacu kembali seni balapan gue dan seni bela diri gue!"


"Sumpah parah Lo Lin! Gue kira Lo bakalan jadi gadis penurut dan feminim, pas Lo amnesia!" ternyata Lo makin gila !" Hahahhaha, Salma berkata sambil tertawa.


"Udah ahh, tar gue terbang di puji terus sama kalian! Gimana kalau kita ke cafe biasa, udah kangen gue sama menu disana!" ucap Alin.


"Oke...!" ucap Lili dan Salma bersamaan.


Mereka menarik gas motor, seketika motor melesat, tiba tiba Alin berhenti, saat melihat dua pria berjas rapih, di lindungi dua orang pengawal, yang sedang di kepung oleh para preman. Para preman itu sangat banyak, sepertinya mereka bukan preman, aku yakin itu, karena tidak mungkin preman memiliki seni bela diri seperti itu. Kupikir mereka adalah pengawal yang berpenampilan preman. Kulihat pria berjas hitam, dengan postur tubuh yang tinggi, berbadan bidang, kulit putih, wajah seperti ku kenal dia, Alex! benar dia adalah Alex. Pria bernama jas hitam itu membuka jas nya, melepaskan dasinya, melpas kancing kemeja paling atas, melipat kedua lengan kemejanya, agar memudahkannya untuk bergerak.


Mengapa Alin berhenti begitu saja"hai Lin? kenapa Lo berhenti begitu saja?" ucap Lili yang bingung.


Begitupun dengan Salma bingung dengan sikap Alin.


"Lin!! Salma teriak sambil menggoyangkan pundak Alin.


Aku pun tersadar dari pikiranku, "mmmm, hai gaes! Lo lihat ga di sana! Ada beberapa orang yang di kepung para preman, dan anehnya lagi jumlah para preman makin bertambah! Gue pikir mereka bukan preman biasa!" Seketika Lili dan Salma memutarkan pandangan mereka ke arah yang Alin tunjuk.


Perasaanku pernah melihat pria yang berjas biru itu, tapi di mana ya! Lili berusaha mengingat pria itu, oia gue inget sekarang dia adalah Asisten, yang ngancem gue untuk menjauhi Alin, sewaktu di Korea! dan di sebelahnya mungkinkah dia adalah Tuan Muda Alex, suami Alin! pikir Lili.


"Plak...!"


"Li! Lo kenapa sih jadi ikutan melamun kaya Alin?" tanya Salma sambil menepuk pundak Lili.


"Gila Lo Sal! kaget tau! ucap Lili sambil mengelus pundaknya padahal tidak sakit sama sekali.


"Lagian Lo malah bengong, ngikutin Alin! Gue kan jadi bingung!"


"Gue lagi mikir, tu orang yang di kepung para preman!" ucap Lili.


"Terus Lo tau siapa mereka?"


"Laki-laki berkemeja biru, dia adalah suami Alin!"


Salma pun langsung mengingat-ingat tentang suami Alin, karena baik gue dan Lili baru sebentar melihat dan mengenal Alex, "Ya Allah itu beneran suami Lo Lin, dan mereka terkepung! sepertinya kita harus bantu mereka!" ucap Salma pada Alin dan Lili.


Aku terus melihat Alex bertarung menghadapi para preman, sepertinya kedua pengawal Alex mulai kelelahan, karena lawan mereka semakin bertambah, Ari pun mulai terlihat lelah, mmmm kau belum lelah kan Tuan Muda mesum gila! Aku hanya ingin melihat sampai dimana batas kekuatan mu? karena selama ini kau begitu sombongnya selalu memerintahku! dan memaksakan kehendakmu padaku! hahaha ini adalah salah satu balas dendam ku! Aku Alin akan membalas perbuatan mu karena telah menjadikan ku tameng, untuk menghadapi wanita gila yang mengejarmu.


"Gila sebenarnya siapa mereka! makin kesini jumlah preman semakin banyak! Lin bener Lo ga kan bantu suami Lo? keliatannya pengawal dan Asistennya sudah mulai kelelahan, begitu pun suami Lo? ucap Salma dan di iya kan oleh Lili.


"Oke! ini saatnya kita bantu mereka! apa kalian sudah siap!!" Aku berkata, sambil memakai helm ku, dan menyalakan sepeda motorku, aku siap-siap menarik gas dan langsung motorku melesat cepat di ikuti Lili dan Salma.


Alex POV


Sial, kenapa para ******** ini makin kesini semakin banyak, kedua pengawal ku sudah kelelahan, Ari pun sama! "Ari kau hubungi Adam! untuk segera kemari dan membawa para pengawal, untuk membantu kita!" perintah Alex.


Ari menghubungi Adam, namun tidak di angkat-angkat, sial kemana kau Tuan Muda Adam! disaat Tuan Muda Alex membutuhkan mu kau susah sekali di hubungi, gumam Ari dalam hatinya, sambil melanjutkan perkelahian nya dengan para preman.


Tiba-tiba datang seseorang menggunakan sepeda motor, dan langsung ikut berkelahi dengan para preman, tak lain dia adalah Adam. Adam yang mengetahui kakanya di kepung langsung melesat dengan kecepatan penuh, "Mas Alex! kenapa kau bisa di kelelahan begini sih! menghadapi para cucurut ******* ini!!"


"Diam kau! bukannya Mas suruh kamu bawa beberapa pengawal hah!!" jawab Alex dengan ketusnya.


"Lah, kapan Mas suruh aku bawa pengawal?" Adam kebingungan dengan perkataan Alex sambil melanjutkan perkelahiannya.


"Ari bukannya aku suruh kau?" Alex berkata.


"Iya Tuan Muda! tapi Tuan Muda Adam tidak mengangkat telephon saya!" jawab Ari dan kembali bertarung.


"Sepertinya aku tidak mendengar suara telephon ku Mas, karena aku lagi menarik gas motor ku, karena melihat mu di kepung!" Adam melanjutkan perkelahiannya. Sial kenapa ini para ******** semakin banyak sih! Aku mulai kelelahan nih! gumam Adam dalam hatinya.


"Kenapa baru sebentar kau sudah lelah hah!! makannya jangan banyak diam, lebih baik melatih seni bela diri mu!" sindir Alex pada Adam.


"Ceeeh, diam kau Mas, kau sendiri sudah lelah kan?"


"Hahahaha, kalau begitu ayo kita hajar habis para ******* ini!!!!" teriak Alex sambil memukul dan menendang para preman.

__ADS_1


Alex dan semuanya sudah terpojok, mereka pun sudah kelelahan, sepertinya ini akhirnya, tidak aku tidak boleh menyerah! masih ada yang harus aku selesaikan! Gadis tengil aku ingin melihat nya! gumam Alex dalam hatinya.


Beberapa saat kemudian, disaat Alex sudah terpojok datang tiga orang bersepeda motor, dengan kecepatan penuh datang dari arah depan! Alex, Adam dan Ari melihat mereka. Mereka tak lain adalah Alin, Salma dan Lili. Para preman yang sadar dari belakang ada motor yang akan menyerang mereka, langsung membagi dua sasaran mereka. Sasaran pertama adalah Alex dan sasaran kedua adalah pengemudi sepeda motor yang baru tiba.


Alin dan kawan-kawan langsung turun dari motornya, menghajar para preman, tanpa kata-kata lagi aku mengeluarkan tendangan ku dan tonjokan ku, kutangkis tonjokan mereka, kuhindari tendangan mereka, setelah itu aku balas dengan tendangan dan tinjuan ku. "Tidak akan kubiarkan kalian menyentuh badan ku! aku akan menghajar kalian dengan tanganku ini!! kalian pikir kalian sudah hebat hah!!! teriak Alin tanpa melepaskan helmnya.


Begitupun Salma dan Lili mereka menghajar para preman dengan seluruh keahlian yang mereka miliki. Alex yang melihat perkelahian mereka, merasa sangat familiar dengan kalimat yang dikatakan Alin, dan gerakan atau jurus yang digunakan, siapa dia? kenapa perasaanku mengatakan aku mengenalinya? tapi itu tidak mungkin kan! Alex berhentilah berpikir tentang gadis tengil itu! Gadis tengil ku tidak mungkin berada disini! Dia pasti sedang istirahat untuk pemulihannya! Alex yang sedang terbang dengan pikirannya, tidak menyadari seorang preman akun memukulnya dengan sebuah balok dari arah samping. Alin yang melihat preman yang akan memukul Alex, langsung membuka helmnya, melemparkan helmnya dengan sekuat tenaga, dan lemparan helm itu mengenai pas di kepala, preman tersebut jatuh tersungkur. Alex kaget dan terbangun dari lamunannya, langsung bersiap-siap kembali berkelahi.


Alin dan kawan-kawan terpojok juga, akhirnya mereka bersatu dengan Alex, "Lin! bagaiman ini, kita sudah terpojok! dan jumlah mereka semakin banyak?" ucap Salma sambil terengah-engah karena kelelahan.


"Hahaha, kenapa kau sudah lelah Sal! ini belum seberapa bukan dibandingkan dengan dulu!!" jawab Alin.


"Sial Lo Lin!! dulu berbeda dengan sekarang, beberapa tahun ini gue dah lama ga latihan tau!!!!" jawab Salma kesal.


"Hahaha, iya Lo tuh udah mau insyaf kan Sal! jadi ga pernah latihan lagi !!!" sindir Lili.


"Sial, Lo pada! jangan meremehkan gue ya!!!" teriak Salma sambil membuka helmnya, dan di ikuti Lili membuka helmnya. Tetapi wajah mereka masih tertutup masker begitu pun dengan Alin. Sehingga Alex, Adam dan Ari tidak bisa melihat wajah mereka, hanya bisa mendengar suara mereka.


"Tuan Muda, sepertinya mereka wanita!" ucap Ari.


"Benar kata mu Ari, tapi gila juga mereka bisa menghadapi para preman, padahal tubuh mereka mungil dibandingkan dengan tubuh para preman!" jawab Adam yang terengah-engah.


Perkelahian masih berlanjut, tendangan, tinjuan, tangkisan semuanya berjuang dengan kemampuan dan kekuatan yang mereka miliki. Karena lengah, ada seorang preman yang menarik kerudung yang dikenakan Alin, seketika terlepaskan masker dan kerudung Alin. Rambutnya yang panjang berwarna hitam berkilau, tersibak dan tertiup oleh angin. Dan itu mengagetkan Lili dan Salma, begitupun Alex, Adam dan Ari. "Sial, dasar Lo ******** tengil!!! berani sekali kalian melakukan itu pada sahabat gue!!!!teriak Lili.


"Lin!!!! mundur Lo kebelakang, hai kalian para ******** jangan berani kalian melihat sobat gue dengan mata kotor kalian hah!! kalau tidak kucongkel mata kotor kalian itu!! Lin buruan Lo mundur kebelakang! Guratan ga mau Lo dilihat ******** tengil itu!!!" Teriak Salma.


"Tutup mata kalian!!! jangan ada yang melihatnya sampai dia di belakangku!!" Perintah Alex dengan kemarahan yang memuncak. Seketika Adam, Ari dan kedua pengawal mereka menutup matanya. Alin pun berjalan kebelakang, seketika Adam, Ari dan para pengawal membuka mata mereka dan kembali bertarung.


Alex sangat kesal dengan perbuatan Alin, seharusnya dia ada di rumah untuk penyembuhannya, ini malahan bermain keluar dan sekarang berkelahi. "Hai gadis tengil!! Apa yang kau lakukan hah!!! Bukannya beristirahat malah bermain keluar!!!" ucap Alex dengan nada tinggi nya.


"Bisa ga sih nanti marah-marahnya! keadaan sekarang masih kacau!! Aku malas berdebat dengan mu!!" ucap Alin dengan kesal juga, masa baru bertemu kembali sudah marah-marah.


"Lin! Lo pake nih kerudung Lo lagi!!" ucap Lili sambil memberikan kerudung Alin yang terjatuh kepada Alex.


Alex pun memberikan kerudung itu untuk dipakai kembali pada Alin. "Nih, cepet pakai! jangan sampai kecantikan mu di nikamti mata kotor mereka! Karena itu adalah hak ku semuanya!!" bisik Alex di telinga Alin.


Alin yang terkejut dengan ulah Alex, "sial! Dasar kau Tuan Muda mesum gila!! Sudah kubilang jangan berbisik padaku!!"


"Hahaha buruan pakai kerudung mu!!!" Ucap Alex. Alin pun memakai kerudung nya kembali secepat kilat. Dan berniat kembali bertarung.


Beberapa saat kemudian, terdengar suara sirine mobil patroli polisi, para preman yang mendengar sirine itu langsung pergi meninggalkan Alex dan kawan-kawan. "Lebih baik kalian cepat pergi! Sebelum polisi datang kemari! Aku tidak mau kalian terkena masalah!" ucap Alex pada Alin, Lili dan Salma.


"Iya bener tuh kata Mas Alex, lebih baik Kaka ipar dan temen-temen pulang! Biar ini menjadi urusan kami!" Ucap Adam.


"Iya Lin! Kita balik yu! Lagian suami Lo kan dah ga kenapa-napa, jadi Lo ga usah khawatir!" ucap Lili yang di iya kan juga oleh Salma.


Alex mendekati Alin sambil membawa helm, dan berkata "dengar gadis tengil! Langsung pulang dan jangan kemana-mana! Tunggu aku di rumah ok! Jangan pecicilan! Ingat tunggu aku di rumah!!" Perintah Alex yang tidak mau di bantah Alin.


"Huh, dasar tukang perintah terserah aku dong mau kemana aja!" jawab Alin kesal dengan perintah Alex.


"Heh! Ku bilang apa tidak ada bantahan dan langsung pulang! Tunggu aku di rumah! Jelas!!"


"Iya ... Iya dasar bawel!!" Alin pun memakai helmnya dan menaiki motornya.


"Tenang saja, kami pastikan Alin sampai di rumah dan ga kan berkeliaran" ucap Salma.


"Baiklah! Aku percaya pada kalian!"


_________________________________________


Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.


Klik search di Instagram dengan nama akun :


@macan_nurul

__ADS_1


Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua ๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹ jangan lupa ya klik like dan komennya๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2