Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Jawaban


__ADS_3

Alin kaget setengah mati muka nya mulai memerah karena tersipu malu dada nya berdegup kencang. Apa....gila dia bener bener ngelakuinnya sejak kapan dia persiapkan semuanya. Gumam alin dalam hatinya


"Hai nona alin sampai kapan kamu akan membuatku berlutut seperti ini...?" Leo berkata membuyarkan pikiran Alin


"Hai tuan siapa suruh kau untuk berlutut..." Jawab Alin sedikit menggoda untuk membuat hatinya menjadi tenang.


"Bagaimana lin...?....kamu bener bener tega banget ya..." Wajah Leo mulai menunduk.


Alin tersenyum melihat sikap Leo, akhirnya Alin memberikan jari tangan nya agar Leo bisa memasangkan cincin nya. Leo yang melihat tangan Alin langsung tersenyum dan memasukkan cincin di jari manis Alin.


"Alhamdulillah makasih ya calon istriku...." Leo berkata sambil tersenyum.


Alin tersenyum dia sangat bahagia...dia tidak bisa berkata apa apa hanya senyum dan wajah nya masih merah karena malu.


"Hahhaa aku ga sangka gadis tomboi seperti mu bisa melakukan hal yang imut seperti ini...." Leo tertawa jahil..


"Huh sudah puas Lo...terus aja Lo ngetawain gue...." Alin kesal dibuat nya.


"Haii...sebaiknya kamu jangan panggil Lo geu lagi dong....?"


"Mmm emang mau dipanggil apa....akak...mas...Abang..akang...om...hahahhaha"


"Tuh kan kamu mulai deh ... Panggil aku mas dan kata kata gue Lo dengan kata aku kamu..." Paham ...


" Haha oke siap deh gue panggil Lo mas...opss....maksud ku hehehe...."


****


Makan malam


Leo mengajak Alin untuk makan malam....karena mereka lapar sesetelah berkeliling dan suasana hati mereka seperti taman yang bunga nya sedang bermekaran. Sampailah mereka di sebuah restoran yang bernuansa romantis yang mencerminkan hati kedua pasangan tersebut. Mereka pun memesan beberapa menu makanan. Sambil menunggu datang nya pesanan mereka tidak saling bicara.


"Lin..." Panggil Leo dengan lembut.


"Apa mas...."


"Kita kasih kabar ke keluarga masalah hubungan kita ini..."


"Nanti mas tunggu belum tepat waktu nya...aku takut nya nanti di suruh nikah cepet..kan aku bentar lagi mau beres kuliah...lagian prinsip ku ga da pacaran..."


"Terus hubungan kita gimana...?" Leo bertanya dengan nada kecewa..


"Hmmm tenang aja mas...aku kan sudah kamu ikat hahaha jadi ga mungkin aku pergi meninggalkan mu...kecuali..."

__ADS_1


"Kecuali apa...?" Leo makin penasaran dengan jawaban alin yang menggantung.


"Kecuali maut memisahkan kita...atau kau ketangkep basah bermain dengan wanita lain ....kerena menurut ku sekali seorang pria selingkuh dari pasangannya..maka ia akan terus melakukan hal yang sama..."


"Bismillah kalo masalah maut aku ga bisa berbuat apa apa....kalo masalah wanita lain insyaallah aku akan setiap pada pasangan ku..."


"Alhamdulillah....aku pegang kata kata mu ya mas.."


Akhirnya makanan yang mereka pesan pun sudah datang. Mereka melahap makanan yang mereka pesan...


****


Akhirnya Alin sudah berada di arpatemen nya....ahh kenapa dengan hatiku rasanya begitu sejuk haha padahal aku belum mandi awwaww kecut hahaha aku berendam dulu deh ...


Drrrttttt.... drrrttttt... drrrttttt... Suara handphone Alin berbunyi Alin langsung mengambil handphone yang dia simpan tidak jauh dari tempat Alin berendam.


"Hallo assalamualaikum.." jawab Alin


"Waalaikumsalam Lin..."


"Hmmm ada apa mas...?"


"Engga kenapa Napa ....kayanya aku kangen pingin ngobrol Ama kamu lagi..." Jawab Leo di sebrang sana...


"Beneran mas ga lebay....Oia kamu lagi apa....?"


"Lagi berendam..." Jawab Alin dengan polosnya...


"Aduh Lin masa berendam bawa handphone..."


"Lah terus kenapa mas nelepon aku...kan aku lagi berendam..."


"Stop....jangan sebut kata kata berendam dengan mulut mu yang jahil itu..."


" Lah kenapa mas...kan mulut mulut aku...emang kenyataan nya aku lagi berendam...."


"Arrrgggh Alinnnnnnnnn....stop mas jadi ga sabar buat halal in kamu deh...udah ahh mas tutup telepon nya ya..udah itu kamu istirahat...


"Iya mas habis aku berendam...berendam..berendam..."hahaha kata kata jahil Alin mulai di lancarkan..


Leo pun menutup telepon nya tanpa mengatakan apa apa...sedangkan Alin tertawa karena sudah menjahili Leo.


****

__ADS_1


Keesokan harinya Alin sudah di sibukkan dengan jadwal kuliah yang padat karena sebentar lagi dia akan menghadapi ujian. Tidak terasa tinggal beberapa langkah lagi aku lulus...ahhh aku harus terus semangat...


"Hai Lin..." Sapa Anna.


"Haii ann ...."


"Aduh aku deg deg an nih ga kerasa ya kita tinggal beberapa langkah lagi menuju kelulusan ...." Anna berkata dengan nada sedikit gelisah ahh pokonya campur aduk deh...


"Hahaha sabar ....tenangkan dulu pikiran dan hati mu ann...jangan dibawa pusing..."


"Iya ngomong mudah Lin...lah yang jalani nya merangkak menuju yang ga di pikir in ya pasti di pikirin....." Jawab Anna lemes


"Hahha udah ahhh.....ayo optimis jangan pesimis....nanti kamu bawa aura negatif ke aku gimana ...mau tanggung jawab Ama aku kamu ann...?" Timpal Alin menggoda Anna.


"Ihh ga ahh...iya iya deh aku buang negatif nya....munculkan aura positif nya...aku yakin kamu bisa ann....." Jawab Anna.


"Nah gitu dong....ini baru Anna yang ku kenal..."


"Ehh Lin aku mau ke perpus dulu ya...kamu mau ikut ga...?"


"Ga deh aku tunggu di sini aja ...gih sana jangan lama lama ya..."


"Oke..."


Drrrttttt... drrrttttt... drrrttttt handphone Alin berbunyi..."hallo assalamualaikum mas..."...jawab Alin


"Waalaikumsalam ... Lin mas mau bilang dalam beberapa bulan ini mas ga ada di Kairo ada urusan yang harus mas selesaikan...kamu ga pa pa kan...?" Tanya Leo pada Alin.


"Ohh gitu...iya ga pa pa mas...emang mas mau kemana ...?"


"Mas mau pergi ke cina...ada urusan kantor Abi yang harus aku selesaikan..."


"Ohh gitu..nya dah hati hati ya mas...."


"Iya makasih ya Alin kesayangan mas..." Leo berkata sedikit jahil.


"Ihh lebay amat deh mas...."


"Udah ya .... assalamualaikum..." Leo pun menutup teleponnya.


Makasih ya yang sudah setia membaca novel ku...😊


Jangan lupa love like...dan vote ya 😉😉

__ADS_1


tunggu babak selanjutnya 😉


__ADS_2