
Lili serta Arata sudah tiba di Indonesia, dia langsung menuju Bandung untuk bertemu dengan kakek. Setibanya di Bandung Lili bergegas ke rumah sakit, disana sudah berkumpul semua saudara begitupun papa Karim dan mama Hani.
"Sayang kamu baru tiba?!"
Tanya mama Hani yang melihat kedatangan Lili yang disampingnya ada Arata. Lili bertanya pada mama keadaan kakek, dia ingin segera bertemu dengan kakek.
Mama pun mengatakan tentang kondisi kakek saat ini, kakek pun selalu memanggil-manggil Lili. Itulah sebabnya mama Hani segera menghubungi Lili.
"Hai! Ngapain kamu kesini! Lagipula kakek tidak pernah menganggapmu ada!"
Ucap seorang wanita pada Lili dia adalah Novi putri dari kakaknya mama Hani. Memang sedari dulu dia selalu bersikap seenaknya pada Lili, dia selalu berkata ketus padanya.
Lili malas menghadapi wanita seperti ini, lebih baik dia langsung menemui kakek. Lili pun melangkah untuk masuk ke ruangan rawat, namun Novi menghalanginya. Dia mengeluarkan kata-kata yang begitu menusuk.
"Kau seorang wanita! Namun bibirmu begitu busuk!"
Arata berkata yang sudah tidak bisa menahan lagi emosinya, karena mendengar semua penghinaan yang keluar dari mulut Novi. Namun dilihat Novi tidak merasa malu, dia makin menjadi.
"Kau suaminya Lili ya! Huh lebih baik kau ceraikan saja dia! Aku siap menjadi penggantinya!"
Mama Hani sungguh tidak bisa menerima semua ucapan yang keluar dari mulut Novi. Akhirnya Mama Hani menampar pipi Novi, dia tidak terima ditampar begitu saja.
Novi berusaha menampar balik mama Hani, namun Arata menangkis tangan Novi. Arata sungguh tidak menyangka jika Lili memiliki saudara seperti ini.
"Apa aku tidak salah dengar? Aku harus melepaskan istri yang Sholeha lalu mengganti dengan istri seperti iblis!"
Novi kesal dengan perkataan Arata, dia menepis tangan Arata lalu pergi meninggalkan mereka semua. Lili hanya diam melihat kelakuan Novi, dia benar-benar belum berubah.
Lili pun masuk ke ruang rawat kakek, dilihatnya kakek sedang tertidur di atas ranjang. Ada nenek yang sedang duduk di samping kakek, Lili bergegas mendekati nenek.
Nenek yang melihat kedatangan Lili lalu memeluknya dengan erat, sembari menangis. Nenek sangat menyayangi kakek, dia belum siap untuk kehilangan kakek.
Lili berusaha menenangkan nenek yang menangis, Arata melihat itu langsung memapah nenek keluar. Tidak baik kalo nenek terus menangis, jika kakek mendengarnya kakek pun akan sedih.
Kakek terbangun, dia melihat Lili ada disampingnya. Dia tersenyum melihat kedatangan Lili.
"Kau datang cucuku!"
Lili mengangguk mendengar perkataan kakek yang begitu lemah, lili berusaha kuat. Dia tidak boleh menangis, karena kakek tidak suka melihatnya menangis.
"Panggilkan Mama mu juga nenek! Aku ingin bicara pada mereka!"
Lili pun memanggil mama dan nenek, mereka masuk berbarengan. Kakek ingin bicara dengan yang dia panggil. Padahal di luar sudah ada om dan tante yang menunggu.
Mereka merasa sekali karena kakek tidak ingin bertemu dengan mereka, entah apa yang terjadi sehingga kakek marah terhadap mereka. Arata hanya memperhatikan setiap gerak-gerik dari semua kerabat dekat Lili.
Arata tidak ingin mereka menyakiti Lili atau mama Hani, begitupun dengan papa Karim. Papa Karim tidak terima jika kedua wanita yang dia sayangi menderita kembali oleh mereka yang sedari dulu tidak menyukai istri dan putrinya.
"Dengarkan aku Hani, Ayah minta maaf padamu karena sudah membuatmu sedih! Ayah ingin meminta satu hal padamu Hani, rawatlah Ibumu setelah kepergian ku! Kau dengarkan aku Salamah setelah aku tiada pergilah kau bersama Hani! Aku lebih tenang jika kau bersamanya dibandingkan putra-putri ku yang lainnya. Lili maafkan kakek karena waktu kebersamaan kita, kakek sayang kamu."
"Suamiku!"
Teriak nenek yang melihat kakek melepaskan genggaman tangannya lalu menutup kedua matanya. Semua orang yang berada di luar masuk ke ruangan setelah mendengar teriak nenek.
"Ayah! Bangun Yah, aku mohon bangun! Kau janji padaku akan ikut bersamaku ke Jepang! Kau berbohong kembali, apa aku tidak berhak untuk membahagiakan mu!"
Teriak mama Hani yang dari awal mengetahui bahwa kakek akan ikut bersamanya ke Jepang. Namun melihat ini semua mama sangat kecewa, sebelum ke Jepang kakek sudah pergi selamanya.
Lili hanya diam, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dia ingin menangis dan teriak, dia tidak rela karena belum cukup waktu kebersamaan yang mereka lalui. Dia sungguh tidak rela, setelah sekian lama baru bisa berbaikan namun sekarang kakek pergi untuk selamanya.
Arata yang melihat Lili hanya diam, langsung memeluknya. Dia tahu bahwa Lili sangat sedih, masih banyak hal yang ingin dilakukannya bersama kakek. Karena seminggu terkahir ini Lili selalu bercerita pada Arata akan membawa kakek ke Jepang untuk berlibur.
"Menangislah sayang! Teriakkan jika itu bisa membuatku tenang!"
Mendengar Arata berkata seperti itu, air mata Lili tidak terasa menetes. Lalu mengalir dengan deras, keluarlah tangisan Lili yang sudah tidak bisa dibendung lagi.
"Kenapa seperti ini, belum cukup aku bersamanya! Dia berjanji padaku akan berlibur ke Jepang! Dia akan bermain bersamaku! Aku ingin membahagiakan Kakek! Belum cukup! Belum cukup! Belum cukup waktu kebersamaan yang kita lalui. Kenapa kau membohongiku Kek! Lebih baik kita tidak usah berbaikan! Jika akhirnya kau meninggalkanku!"
Arata hanya bisa memeluknya dengan erat, dia mendengarkan semua perkataan Lili. Betapa sedihnya dia kehilangan orang yang baru saja berbaikan. Baru sebentar mereka merasakan kebahagian.
Yang menangis hanya nenek, mama Hani, papa Karim, serta Lili. Sedangkan yang lain hanya diam, entah apa yang ada dipikiran mereka. Mereka sama sekali tidak merasakan kehilangan atas kepergian kakek.
Setelah semua tenang, mama Hani meminta papa Karim untuk mempersiapkan pemakaman. Karena tidak ada dari satupun yang mau mengurusnya.
__ADS_1
Pemakaman pun dilaksanakan dengan hidmat, kesedihan masih terasa. Di rumah nenek berkumpul semua anak-anaknya, nenek menginginkan semuanya untuk bersabar dan memberi waktu padanya untuk berduka.
Namun om dan tante Lili meminta hak mereka untuk pembagian warisan. Mereka cekcok mengenai harta warisan, mereka meminta hak mereka sesuai keinginan mereka.
Mereka tidak menyadari bahwa nenek masih hidup, nenek merasa sedih dengan sikap anak-anaknya yang seperti ini. Mama Hani hanya melihat saja kelakuan dari kakak dan adiknya.
Mama Hani tidak menyangka mereka sungguh tidak memiliki perasaan sama sekali. Padahal ayah baru saja meninggal, belum kering tanah yang mengubur ayah. Mereka sudah memperebutkan harta warisan.
Sekarang keributan semakin bertambah setelah anak-anak dari mereka juga ikut memperebutkan harta warisan. Itu semua membuat Lili muak dengan keluarga seperti ini.
"Cukup!"
Teriak nenek untuk menghentikan keributan yang memperebutkan harta warisan saja. Nenek sudah tidak tahan dengan sikap mereka, mereka sudah tidak menghargai dia sebagai seorang ibu atau nenek.
Akhirnya nenek memutuskan untuk membagikan semua yang mereka inginkan. Biarkan mereka yang mengurusnya, nenek akan ikut bersama mama Hani ke Jepang.
Lebih baik ikut bersama Hani, dari pada harus diam di Bandung namun selalu diganggu oleh permintaan mereka yang membuatnya mati secara perlahan.
Setelah mendengar keputusan nenek, merekapun pergi dari rumah nenek. Sekarang yang tersisa hanya mama Hani, papa Karim, Lili serta Arata.
Nenek pun memutuskan untuk berisi di dalam kamar, begitupun dengan mama dan papa. Lili pun ingin istirahat di dalam kamar, namun Arata memutuskan untuk duduk sesaat di luar.
Arata duduk persis ditempat dia dulu pernah berbicara dengan kakek, dia sungguh tidak menyangka begitu cepat kakek meninggalkannya. Arata membayangkan kembali kebersamaannya bersama kakek.
"Apa yang kau lamunkan?!"
Tanya seorang wanita pada Arata, dia mendongak ternyata yang dilihatnya adalah Novi. Arata langsung berdiri, dia hendak pergi meninggalkan Novi.
Entah mengapa Arata malas menghadapi Novi, dia merasa bahwa Novi merupakan wanita yang akan membuat kekacauan. Benar saja apa yang dipikirkan Arata.
Novi bergegas memeluk Arata, dia mulai menggoda Arata. Dia ingin Arata meninggalkan Lili dan hidup bersamanya. Novi sangat tertantang dengan pria yang dengan mudah menolaknya.
Arata berusaha melepaskan diri dari pelukan Novi, namun Novi berusaha menahan Arata dengan sekuat tenaganya. Novi berusaha mencium Arata, namun Arata menghempaskannya sehingga dia terjatuh.
Novi kesal dengan sikap penolakan Arata, dia mulai berteriak minta tolong. Karena Arata ingin melakukan pencemaran terhadapnya, Novi menyobek pakaiannya sehingga terlihat bahwa dia dipaksa.
Semua orang yang mendengar teriakan Novi langsung mendekati mereka. Mama Hani bingung dengan apa yang terjadi, dilihatnya Novi dengan pakaian yang sudah sobek.
Rasanya tidak percaya Arata akan melakukan hal itu, namun mama Hani teringat kelakuan Arata pada Lili. Sedangkan papa Karim tidak bisa percaya begitu saja. Lili pun datang menghampiri keributan yang dibuat oleh Novi, dia berusaha bersikap tenang.
Arata pun diam melihat Lili yang tidak mengucapkan sepatah katapun. Tidak ada gunanya dia melakukan pembelaan terhadap dirinya sendiri, jika Lili sudah tidak percaya akan dirinya.
Novi terus saja berbicara bohong, dia ingin Arata bertanggungjawab atas semuanya. Novi meminta Lili untuk berpisah dari Arata, lalu membiarkan Arata untuk hidup bersamanya.
Lili terkekeh-kekeh mendengar perkataan Novi, itu membuat semua orang heran dengan sikap Lili begitupun dengan Arata.
"Apakah kau sudah tidak waras Novi?! Kau berani sekali menjebak suamiku hah! Kau pikir dengan melakukan semua ini, dia akan menikahinya dan aku akan berpisah dengannya! Huh jangan harap! Aku tidak menyangka kau begitu murahan, menggunakan cara kotor seperti ini!"
Mendengar perkataan Lili seperti itu membuat Novi meradang, dia terus saja menangis dan minta Arata untuk bertanggung jawab. Lili hanya tersenyum melihat kelakukan busuk sepupunya itu.
Arata begitu senang mendengar Lili membelanya, Lili percaya padanya. Dia pun melihat Lili hanya tersenyum melihat ulah dari Novi, entah apa yang ada didalam pikiran Lili.
"Sudah puas belum kau memfitnah suamiku?!"
Novi berkata dia sungguh-sungguh tidak memfitnahnya, itu memang yang sebenarnya. Dia pun memperlihatkan luka cakaran di dadanya, padahal itu adalah ulahnya sendiri.
Lili sudah lelah mendengar semua kebohongan yang dilontarkan oleh Novi. Akhirnya Lili mengeluarkan handphone-nya, lalu dia menunjukkan sebuah Vidio pada semua orang.
Didalam Vidio itu terlihat dengan jelas apa yang terjadi, semua sudah terlihat jelas yang salah siapa. Melihat semua itu Novi geram, dia langsung meninggalkan rumah nenek.
Dalam benak Novi kita lihat saja nanti, dia tidak akan menyerah begitu saja. Apa yang dia inginkan harus menjadi miliknya, tidak ada seorangpun yang bisa menghalanginya.
Setelah melihat apa yang terjadi, akhirnya semua kembali tenang dan kembali ke kamar masing-masing. Hari ini cukup melelahkan bagi semuanya.
Lili pun memasuki kamar diikuti Arata, Lili tahu bahwa Arata sudah berubah. Dia tidak mungkin melakukan hal-hal yang membuat wanita lain merasakan apa yang dulu dirasakan oleh Lili.
"Sayang terimakasih karena sudah percaya padaku! Dan aku heran mengapa kamu bisa merekam semua itu?!"
Lili tersenyum, dia mengatakan kalau tadi dia berniat menemani Arata untuk duduk di luar. Namun dia terhenti karena melihat Novi yang langsung memeluk Arata. Lili tahu Novi mau melakukan hal-hal yang murahan, lalu dia merekam semuanya dari awal hingga akhir.
Arata pun memeluk Lili dengan erat, dia sungguh beruntung Lili melihat semuanya. Sehingga tidak ada kesalahpahaman antara mereka, karena Arata sekarang sangat mencintai Lili.
"Bersihkan badanmu! Aku tidak mau mencium baunya di badanmu!"
__ADS_1
Arata terkekeh mendengar ucapan Lili, dia tahu bahwa Lili sedang cemburu. Arata pun bergegas untuk membersihkan diri, setelah selesai Arata melihat Lili sudah tertidur di atas ranjang.
Arata menatapnya dengan lembut, dia sungguh sangat mencintai Lili. Dikecupnya kening Lili dengan lembut lalu dia pun tidur di samping Lili sembari memeluknya.
*****
Dilain tempat Novi masih merasa kesal dengan rencana yang dia lakukan gagal. Diapun pergi ke sebuah club malam, sebelum itu dia mengganti pakaiannya di dalam mobil.
Dia bertemu dengan teman-temannya, dia bersenang senang. Dia mulai menggila, mabuk-mabukan lalu menari dengan bebasnya. Ada seorang pria mendekatinya, lalu mengajaknya ke suatu tempat.
Novi pun ikut bersama pria tersebut, dia diajak kesebuah hotel. Mereka pun mulai melakukan hal-hal yang membuat mereka merasakan kenikmatan.
Pria itu menyerangnya dengan kecupan yang sangat menggila, dia menikmati semua itu. Dilepasnya pakaian satu persatu sehingga terlepas semuanya.
Pria itu memberikan kecupan di bibirnya lalu bermain dengan sangat lihanya. Tangannya mulai berjalan di seluruh tubuh Novi, menyentuh bagian sensitifnya. Novi begitu menikmati semua sentuhan yang dilakukan pria itu.
Kecupan bukan dibibir saja, kecupannya berjalan menelusuri seluruh lekuk tubuhnya. Secara perlahan pria itu mulai memainkan semua permainan yang membuat mereka menikmatinya.
Hari sudah pagi, Novi terbangun dengan seluruh tubuh lemas. Dia melihat disampingnya ada seorang pria. Ditatapnya dengan lekat pria itu, dalam benaknya berkata dia cukup tampan juga.
Disibakknya rambut yang menutupi mata pria itu, tiba-tiba pria itu terbangun. Dia tersenyum lalu dia melayangkan kecupan di bibir Novi, mereka pun saling menikmati kecupan di pagi hari.
Tanpa mereka sadari mereka pun melakukan hal yang semalam, mereka tidak memikirkan apa yang mereka lakukan itu akan membuat mereka menderita.
Novi tidak tahu siapa pria itu, dia juga tidak tahu apa yang dibawa oleh pria itu pada dirinya. Novi tidak tahu bahwa bahwa pria yang sudah tidur bersamanya adalah pria tidak sehat.
***
Dua hari berlalu Lili pun segera berkemas karena sudah waktunya kembali ke Jepang. Karena pernikahan Akhira sebentar lagi, begitupun mama yang sudah tidak bisa meninggalkan pekerjaannya di Jepang. Mama membawa nenek ikut serta ke Jepang.
Semenjak berhubungan intim dengan pria yang tak dikenalnya, Novi merasakan hal yang aneh. Dia tidak tahu dengan apa yang terjadi pada tubuhnya.
Semakin hari tubuhnya merasa lemah, dia pun akhirnya memeriksakan ke rumah sakit. Disana dia melakukan beberapa tes, hasilnya akan di ketahui esok hari.
Keesokan harinya Novi menuju rumah sakit untuk mengambil hasil tesnya. Dia berharap tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikannya. Hasil sudah didapat, diapun bergegas menuju dokter.
Dokter melihat hasil tes Novi, lalu membacanya dengan seksama. Akhirnya dokter menjelaskan padanya bahwa dia menginap penyakit kelamin. Sebelumnya dokter bertanya mengenai kelurahan yang dirasakan.
Novi menjelaskan semua kelurahan yang dia alami, semua kelurahan yang diceritakan Novi sama persis dengan keluahan yang diderita seseorang yang mengindap menyakitkan kelamin.
Novi sangat terkejut dengan penjelasan dokter, dia mengingat-ingat siapa yang telah menularkan penyakit pada dirinya. Dia teringat dengan hubungan intim yang dilakukan dengan pria yang tidak dikenalnya.
Dia pergi meninggalkan ruangan dokter, dalam hatinya sangat menyesal kenapa semua ini terjadi padanya. Kenapa dia harus bertemu dengan pria itu.
Semua penyesalan yang dirasakan oleh Novi sudah tidak ada artinya lagi, dia sudah tercemar. Tak terasa air matanya menetes, dia menangis sejadi-jadinya di dalam mobil.
___________________________________________
Sekilas info
DokterSehat.Com – Penyakit kelamin atau dikenal sebagai penyakit menular seksual adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau kuman. Jika tidak diatasi tepat waktu, gejala penyakit kelamin ini dapat menyebabkan kerusakan sebagian besar alat kelamin.
Ciri-ciri penyakit kelamin
Keluarnya cairan Yang tidak normal dari saluran kencing dan atau liang senggama (Keputihan Yang banyak, berbau amis, berwarna putih kehijauan). Misalnya: Gonore, Trikomonas, Jamur Gonore (Kencing Nanah)
Rasa nyeri atau sakit pada saat kencing atau saat berhubungan seksual. Misainya: Gonore.
Rasa gatal di alat kelamin atau sekitarnya. Contohnya: Jamur
Lecet, luka kecil (kadang ada yang tidak terasa sakit) Yang disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening. Misainya: Sipilis, Chancroid.
Timbul kelainan kulit di kelamin atau di sekitarnya berupa kutil, atau menyerupai bunga kol. Contohnya: Jengger (Kondiloma), Limpogranuloma, Granuloma Inguinale.
Perubahan warna kulit dan mata, misalnya pada Hepatitis B/C.
Ciri-ciri penyakit kelamin pria
Penderita pria biasanya mengeluhkan sakit pada waktu kencing. Dari mulut saluran kencing keluar nanah kental berwarna kuning hijau. Setelah beberapa hari keluarnya nanah hanya pada pagi hari, sedikit dan encer serta rasa nyeri berkurang. Bila penyakit ini tidak diobati dapat timbul komplikasi berupa peradangan pada alat kelamin.
Ciri-ciri penyakit kelamin wanita
Pada wanita, penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang jelas atau bahkan tidak menimbulkan keluhan sama sekali, sehingga wanita mudah menjadi sumber penularan GO. Kadang penderita mengeluh keputihan dan nyeri waktu kencing. Dapat timbul komplikasi berupa bartolitis, yaitu membengkaknya kelenjar Bartholin sehingga penderita sukar jalan karena nyeri. Komplikasi dapat ke atas menyebabkan kemandulan, bila ke rongga perut menyebabkan radang di perut dan usus. Selain itu baik pada wanita atau pria dapat terjadi infeksi sistemik (seluruh tubuh) ke sendi, jantung, selaput otak dan lain-lain. Pada ibu hamil, bila tidak diobati, saat melahirkan mata bayi dapat terinfeksi, bila tidak cepat ditangani dapat menyebabkan kebutaan.
__ADS_1
Sumber :
https://doktersehat.com/ciri\-ciri\-penyakit\-kelamin/