
Hai para reader karena masih banyak yang penasaran dengan kehidupan Lili dan Arata, maka saya akan melanjutkannya kisahnya. Tidak banyak basa-basi, saya akan langsung saja. Selamat membaca
___________________________________________
Semua keluarga merasakan kebahagian setelah mendengar kehamilan Lili. Apalagi Arata dia sangat bahagia sekali akhirnya dia akan menjadi seorang ayah. Dia begitu sangat memanjakan Lili, sampai-sampai dia tidak mengijinkan Lili untuk bekerja.
Namun Lili masih berkeras ingin berkerja, dia tidak ingin selalu ada di rumah. Arata merasa khawatir jika Lili masih bekerja, karena di awal kehamilannya ini. Dia sering jatuh tidak sadarkan diri. Lili terus merengek seperti anak kecil, dia ingin terus bekerja.
Akhirnya Arata mengijinkan Lili untuk bekerja, namun dengan beberapa syarat. Arata memberikan syarat yang begitu banyak bagi Lili, namun mau tidak mau Lili harus menerima semua syarat yang Arata berikan.
"Sayang malam ini kau mau makan apa?!" tanya Arata pada Lili.
Lili berpikir sejenak dia menginginkan makanan apa malam ini, Arata dengan setia menunggu jawaban dari istrinya. Lili menemukan apa makanan yang dia inginkan, dia menginginkan mie rebus buatan Arata.
Arata terbelalak, dia tidak menyangka bahwa malam ini istrinya ingin memakan mie rebus buatannya sendiri. Melihat wajah Lili yang memelas seperti seorang anak kecil, akhirnya Arata pun menyetujuinya.
Dia berjalan menuju pantry, Lili mengikutinya dari belakang. Arata berkata agar Lili menunggunya di kamar. Namun Lili tidak mau, dia takut Arata akan menyuruh pelayan untuk memasak mie rebusnya.
Arata terkekeh begitu mendengar jawaban Lili, menurutnya dia sangat lucu dengan sikapnya seperti anak kecil. Lili pun memperhatikan Arata yang sedang memasak mie rebus di pantry.
Ayah Amida yang mengendus aroma mie rebus, langsung mendekati pantry. Dia melihat putra dan menantunya sedang berada di pantry, itu membuat ayah sangat bahagia.
Lili yang melihat ayah tersenyum, dia berniat berdiri untuk mengajak ayah duduk bersama. Namun ayah melarang Lili untuk berdiri, lalu ayah mendekati Lili dan duduk disampingnya.
Ayah pun meminta Arata untuk memasakkan mie rebus sepeti yang dimakan oleh Lili. Arata pun memasakkan mie rebus untuk ayah. Ibu yang sedari tadi mencari ayah, menemukannya di pantry bersama menantu dan anaknya. Ibu mendekati ayah, Lili dan Arata tanpa basa-basi ibu meminta Arata untuk memasakkan mie untuknya.
"Yang ngidam Lili kok Ayah dan Ibu ikut-ikutan sih?" gerutu Arata.
Semua terkekeh mendengar gerutuan Arata, namun Lili belum puas hanya makan satu Malik mie rebus. Dia meminta kembali pada Arata, ayah dan ibu terkesima dengan ibu hamil satu ini. Arata melarang Lili untuk makan mie lagi, namun Lili merengek pada ayah dan ibu. Sehingga ayah menyuruh Arata untuk masak 1 mie rebus lagi.
__ADS_1
Arata menghela napasnya, dia sungguh tidak menyangka sejak Lili hamil dorongan untuk makan menjadi lebih besar. Dia pun kembali memasak mie rebus untuk Lili. Setelah selesai makan, Lili dan Arata kembali ke kamarnya begitu pula dengan ayah dan ibu.
Lili merebahkan tubuhnya di atas ranjang sedangkan Arata memasuki kamar mandi, dia hendak membersihkan diri karena Banda nya lengket setelah masak mie rebus.
Saat arata sudah selesai dengan rutinitas membersihkan dirinya, dia melihat Lili yang sudah berbaring di atas ranjang. Dia terlihat begitu mempesona, meski wajahnya sudah tidak bermake-up.
Arata mendekatinya, lalu dia menutupi tubuh Lili dengan selimut. Dia teringat ada beberapa dokumen yang harus dia baca. Dia pun langsung menuju meja kerjanya, semenjak Lili hamil meja kerjanya di pindahkan ke kamarnya. Sehingga dia bisa selalu melihat Lili.
Saat hendak melangkah ke meja kerja tangan Arata ditarik oleh Lili, dia menginginkan Arata menemaninya tidur. Arata tersenyum, lalu dia berbisik pada Lili.
"Aku hanya sebentar, nanti aku temani kau tidur!"
Lili tidak mau melepaskan Arata, dia seperti anak kecil saja yang tidak mau ditinggal oleh ayahnya. Melihat seperti itu Arata menghela napas, dia pun akhirnya ikut tidur sambil memeluk Lili dengan lembut.
Lili terbangun di pagi hari, dia melihat Arata yang masih tertidur pulas. Dia bangun untuk subuh lalu tidur kembali, entah mengapa muncul keinginan selalu ingin melakukan hal-hal yang dikarang oleh dokter.
Arata sudah tidak bisa menahan lagi, dia pun membalas kenakalan Lili. Dia mulai mengecup bibir Lili dengan lembut, Lili pun membalas kecupan Arata. Sehingga mereka berdua menikmati permainan yang mereka lakukan di dalam rongga mulut.
Tangan Arata mulai berjalan menelusuri tubuh Lili, lalu tangannya mulai bermain dengan dua gundukan kembar. Lili merasa kegelian namun dia menikmati setiap permainan yang dilakukan Arata.
Arata mulai terprovokasi mendengar suara napas Lili, di saat dia akan memulai permainan yang lebih kuat. Arata teringat pesan dokter, dalam trisemester pertama kehamilan tidak boleh terlalu sering berhubungan intim.
Arata pun berusaha menahan dirinya, namun dia tidak mungkin menghentikannya jika Lili belum mencapai klimaksnya. Dia berusaha melakukan permainannya secara perlahan, sehingga tidak membahayakan kandungan Lili.
Setelah melihat selesai, dilihatnya Lili yang sudah kelelahan. Dia berdiri lalu melangkah menuju kamar mandi. Dia menyiapkan air di dalam bhatup untuk Lili.
Setelah air sudah siap, dia menggendong Lili menuju kamar mandi. Lalu memasukkan secara perlahan tubuh Lili kedalam bhatup. Arata begitu memanjakan Lili, dia membatu Lili membersihkan diri.
Setelah selesai dengan ruitnas membersihkan diri, mereka pun bersiap untuk pergi ke kantor. Arata selalu mengantar Lili terlebih dahulu, lalu dia menuju kantornya. Ibu sudah menyiapkan sarapan, Lili selalu sulit jika sarapan.
__ADS_1
Karena di pagi hari jika dia memasukkan makanan kedalam mulutnya, dia selalu merasakan mual. Sehingga Lili sering menolak untuk sarapan, namun ibu selalu menyuruhnya untuk sarapan atau meminum susu.
Setelah memaksakan diri untuk menyantap sarapannya Lili dan Arata pergi untuk ke kantor. Dalam perjalanan terlihat Arata melihat wajah Lili sedikit pucat.
"Sayang, kita ke dokter ya? Wajahmu terlihat pucat!" ucap Arata yang sedikit khawatir dengan Lili.
Lili menggelengkan kepalanya, dengan arti dia menolak ajakan Arata. Menurutnya dia baik-baik saja, dia tersenyum pada Arata lalu mengatakan bahwa tidak perlu khawatirkan dirinya.
Mereka tiba di kantor, Arata mengantar Lili untuk masuk ke dalam kantornya. Dia bertanya sekali lagi, apakah dia istirahat saja di rumah. Lili mengatakan bahwa di kantor belum ada orang yang bisa menggantinya, karena Minami sudah pergi entah kemana.
Arata tahu bahwa Minami pergi untuk menenangkan dirinya, dia ingin lepas dari suaminya. Mungkin suatu hari nanti Minami akan kembali ke Jepang, lalu dia akan bersama-sama mengurus perusahaan ini
Karena sudah tidak bisa membujuk lagi Lili, maka Arata memutuskan untuk pergi ke kantornya. Karena masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan.
"Nanti sore aku akan menjemputmu! Jika ada apa-apa kau langsung menghubungiku ya!" Arata berkata lalu dia mengecup lembut kening Lili.
____________________________________________
Hai para pembaca setiaku, maaf kalau membingungkan ya, yang ingin tahu kelanjutan Alin dan Alex bisa lanjut baca di "Pembalasan si Kembar Wibowo" sudah bisa di baca ya, selamat membaca 😊😉
__________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
@macan_nurul
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉
__ADS_1