Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Jakarta


__ADS_3

"Kak....apakah Kaka beneran mau pergi dan meninggalkan kita..?" Adi berkata dengan sedih ... Adi adalah salah satu murid yang diajari seni bela diri oleh Rosaline.


"Iya sayang...Kaka akan pergi ke Jakarta....karena ibu Kaka membutuhkan bantuan Kaka..." Rosaline menjawab dengan lembut.


"Yah padahal kita kan belum selesai latihan nya kak...?" Tanya Adi


"Untuk itu nanti Kaka akan mencari pengganti nya...kalian harus belajar yang tekun nya...Kaka sayang kalian semuanya..."


Anak anak menjawab serentak ... Kami juga sang kak Rosaline...mereka memeluk erat Rosaline...seraya tidak mau melepaskan Rosaline tuk pergi.


Bu Sinta yang melihat pemandangan itu tersenyum lembut..."betapa kamu disayangi disini nak..."


"Ibu ada di sini...?" Rosaline kaget mendengar suara Bu Sinta..


"Iya ibu ingin melihat anak didik mu yang begitu kamu sayangi...ternyata mereka pun sangat sayang padamu.." jawab Bu Sinta


"Nyonya....kenapa anda membawa Kaka kami pergi bersamamu...?" Tanya Adi dengan nada sedih..


"Maafkan aku ya nak...aku sangat membutuhkan Kaka kalian..." Jawab Bu Sinta dengan lembut sambil membelai kepala Adi.


"Rosaline ayo waktu nya sudah tiba kita harus segera pergi...?" Bu Sinta berkata sambil mengajak Rosaline pergi.


"Baik Bu..." Rosaline pun pergi meninggalkan anak anak dan menyusul langkah Bu Sinta.


Di dalam mobil


"Nak...boleh kah ibu meminta sesuatu hal lagi...?" Ibu bertanya pada Rosaline..


"Tentu saja boleh Bu... Selagi tidak melanggar norma dan aturan saja..." Rosalina menjawab


"Ibu minta kamu merahasiakan semua kemampuan mu di bidang beladiri dan cara mengendarai motor dengan kecepatan penuh...ibu harap kamu perlihatkan sosok seorang gadis biasa..."


"Kenapa aku harus merahasiakan nya Bu...?"


"Aku hanya ingin melindungi mu...jika kamu ingin melakukan hal tersebut maka kamu harus merahasiakan jati diri mu sehingga tidak ada yang mengenali mu..."


"Mm baiklah Bu akan ku turuti semua yang ibu inginkan...dan aku ingin meminta sesuatu...padamu Bu...?"


"Apa itu sayang..?"


"Ijinkan aku untuk berpenampilan seperti biasa aku tidak ingin memakai pakaian yang berlebihan atau seperti karyawan kantoran lainnya..."


"Baiklah lakukan apa yang kamu inginkan sayang ..."


****


Jakarta akhirnya aku menghirup udara Jakarta, apakah aku akan mengingat semuanya disini. Apakah keluarga ku masih mencari ku atau menganggap bahwa aku sudah tiada. Ahh sekarang aku harus fokus pada ibu dan perusahaan nya karena ibu adalah penyelamat ku kalau tidak ada ibu mungkin aku sudah tiada. Jadi aku harus menjaga nya dan melindunginya dengan semua kekuatan yang kumiliki.


"Selamat datang nyonya dan nona ...?" Kata sambutan dari seorang pelayan.


"Mba Jum bisa antar kan nona Rosaline ke kamar nya...dia butuh istirahat..." Ibu Sinta memberi perintah pada mba Jum.


"Baik nyonya..." Mba Jum pun mengantarkan Rosaline ke kamarnya yang memang sudah disiapkan.

__ADS_1


"Silahkan nona untuk beristirahat terlebih dahulu nanti saya akan panggil nona untuk makan malam.."


"Iya makasih ya mba..." Ucap Rosaline dengan lembut.


"Sama sama nona kalau gitu saya pamit dulu..." Mba Jum pun pergi meninggalkan kamar rosaline...nona Rosaline ini berbeda sekali dengan putri nyonya Sinta..dia gadis yang sopan dan baik..gumam mba jum dalam hati.


Makan malam..


"Mba Jum ... Coba panggilakan Rosaline agar segera turun tuk makan malam.." Bu Sinta berkata dengan lembut.


"Baik nyonya..." Mba Jum pun pamit untuk memanggil Rosaline.


Tok...tok..tok..


"Iya masuk..." Rosaline menjawab ketukan pintu kamarnya..


"Nona Rosaline..anda sudah di panggil nyonya untuk makan malam.." mba Jum berkata dengan sopan.


"Mmm oke mba Jum ... " Jawab Rosaline.


Beberapa saat kemudian


"Assalamualaikum Bu..." Rosalina mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam...sini sayang kita makan malam... Pasti kamu sudah lapar kan..." Ucap Bu Sinta.


"Iya Bu..." Jawab Alin singkat.


Makan malam pun sudah selesai Bu Sinta dan Rosaline sudah masuk ke kamar masing masing untuk beristirahat karena besok pasti akan sangat sibuk kerena banyak pekerjaan kantor yang harus diurus.


*****


Keesokan harinya


Rosaline dan Bu Sinta sudah siap untuk pergi ke kantor...sebelum pergi mereka sarapan terlebih dahulu...


"Nak apa kamu sudah siap di hari pertama mu membatu ibu di kantor...?" Ucap Bu sinta.


"Bismillah aku siap Bu...." Jawab Rosaline.


"Alhamdulillah kalo kamu sudah siap...ayo kita berangkat.."


"Oke Bu ...." Rosaline menjawab dengan semangat


Beberapa saat kemudian tibalah mereka di kantor...para staf sudah menunggu di luar untuk menyambut nyonya Sinta .... Para staff memberikan hormat dan salam


"selamat pagi nyonya Sinta " sapa salah satu staff bernama uma yang sudah berdiri di depan kantor...


"Pagi..." Bu Sinta menjawab dengan singkat dan tegas langsung menuju ke dalam kantor nya.


"Pagi nona Rosaline..." Sapa staff Uma pada Rosaline...


"Pagi Uma...selamat bekerja " jawab Rosaline dengan senyum ramahnya dan langsung mengikuti Bu Sinta ke dalam kantor.

__ADS_1


Para staff langsung ramai melihat perubahan sikap Rosaline karena setau mereka Rosaline yang dulu sangat sombong dan arogan tidak pernah membalas sapa an para staff dan karyawan..dan terkadang sering marah marah tanpa alasan. Para staff dan karyawan tidak ada yang tahu bahwa Rosaline putri kandung dari Bu Sinta sudah meninggal....yang mereka tahu bahwa yang meninggal itu ada suami dari Bu Sinta.


Diruangan Bu Sinta


"Sayang keamri lah...?" Bu Sinta memanggil Rosaline.


"Iya Bu.." Rosaline pun mendekati Bu Sinta.


"Ini adalah dokumen dokumen yang harus kamu pelajari...nanti kamu bisa tanya pak Dim kalo ada yang kamu tidak mengerti." Ucap Bu Sinta


"Iya Bu siap...aku akan pelajari semuanya demi mu Bu ..." Rosalina menjawab dengan senyum manis nya. Itu membuat hati Bu Sinta sangat bahagia karena melihat senyum Rosaline.


"Kamu ikut pak Dim ... Nanti pak Dim akan menunjukkan kantor mu...mulai sekarang kamu harus giat belajar ya.." ucap Bu Sinta.


Rosaline pun bergegas mengikuti langkah pak Dim menuju ruangan kerja nya.


"Pak Dim selain dokumen semua ini sekiranya yang bisa saya pelajari lagi kirim ke meja saya ya..."ucap Rosaline.


"Baik nona ...saya pamit dulu jika ada yang diperlukan nona bisa memanggil saya..." Jawab pak Dim.


*****


Tak terasa waktu sudah berjalan satu bulan Rosaline sudah menguasai seluruh dokumen yang berkaitan dengan perusahaan sehingga membuat Bu Sinta semakin bangga pada Rosaline... Sedikit demi sedikit Bu Sinta menyerahkan tugas nya kepada Rosaline.


"Pak Dim bangaimana menurut mu mengenai Rosaline di perusahaan ini...?" Tanya Bu Sinta pada pak Dim.


"Menurut saya nona Rosaline gadis yang sangat pintar dan berkompeten hanya dalam satu bulan nona sudah bisa menangani beberapa masalah di perusahaan ini.." jawab pak Dim


"Betul apa yang pak Dim katakan...Rosaline gadis yang sangat pintar dan Sholeha...coba aku memilki putri seperti dirinya pasti aku akan sangat bahagia dan tidak merasakan seperti di kejar kejar hutang karena perbuatan putri kandungku sendiri."


"Maaf nyonya....seharusnya nyonya bersyukur bahwa anda sudah dipertemukan dengan nona Rosaline...meski nama dan wajah nya hampir sama dengan putri kandung anda tetapi sifat dan kelakuannya sangat berbeda.." ucap pak dim


"Iya pak dim... Aku slalu bersyukur bahwa Allah sudah memberikan kesempatan pada ku untuk merasakan memiliki putri yang Sholeha..."


Tok...tok..tok..


"Masuk..." Bu Sinta mempersilahkan karyawan nya untuk masuk...


"Maaf nyonya di luar ada tamu yang memaksa ingin bertemu dengan nyonya.." ucap Uma dengan nada khawatir.


"Siapa tamu nya sehingga membuat kamu ketakutan ?" Tanya pak dim


"Maaf pak dim yang datang adalah tuan muda Alex Wibowo..." Jawab Uma


"Oke persilahkan masuk saja Uma..." Ucap Bu Sinta.


Dalam hatinya Bu Sinta berkata apa yang membuat tuan muda Alex datang ke kantor ini apakah dia mau membuat masalah atau menagih hutang nya padaku...


Terimakasih sudah setia membaca novelku...😊


Jangan lupa like komen...dan jangan lupa vote nya


c u

__ADS_1


__ADS_2