Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Extra Part Lili-33


__ADS_3

Fumiko mendapatkan sebuah pesan dari tuan Ryota, dia ingin bertemu dengannya. Fumiko tidak memberitahukan hal itu pada Akhira, dia hanya ingin tahu apa yang ingin dikatakan tuan Ryota padanya.


Fumiko pun bersiap untuk bertemu dengan tuan Ryota, dia sudah siap dengan segala hal yang akan di ucapkan oleh tuan Ryota. Saat Fumiko akan berangkat Akhira menghubunginya, dia ingin bertemu dengan Fumiko. Namun Fumiko merubah jam pertemuannya, dia akan bertemu dengan tuan Ryota terlebih dahulu.


Fumiko pun pergi ke tempat pertemuan dengan tuan Ryota, mereka berjanji bertemu di sebuah restoran khas Jepang. Beberapa saat kemudian Fumiko tiba di restoran tersebut. Dilihatnya tuan Ryota sudah menunggunya.


Fumiko pun bergegas mendekati tuan Ryota, dia membungkuk lalu memberi salam. Tuan Ryota hanya diam melihat kedatangan Fumiko, terlihat jelas tatapannya mengandung arti menyepelekan Fumiko.


Menurut tuan Ryota dia adalah wanita yang tidak menguntungkan, dia tidak memiliki kekuatan ataupun kekayaan yang bisa dimanfaatkan. Dalam benak tuan Ryota dia sudah memiliki calon untuk Akhira, calon itu adalah putri dari seorang pengusaha hebat.


Tuan Ryota sedang mengincar kekuasaan dari tuan Himawaru, oleh sebab itu tuan Ryota sengaja ingin menjodohkan Akhira dengan putri tuan Himawaru. Sehingga menurutnya Fumiko tidaklah cocok untuk Akhira dan dia merupakan halangan bagi rencananya.


"Berapa jumlah uang agar kau meninggalkan Akhira?!"


Fumiko sungguh terkejut dengan perkataan tuan Ryota, dia sungguh tidak menyangka tuan Ryota bisa berkata seperti ini. Fumiko memang terlihat seperti model biasa, namun tidak ada yang tahu siapa dia sebenarnya.


Fumiko terus mendengarkan apa yang diinginkan oleh tuan Ryota, sampai dimana dia akan terus menghinanya. Fumiko terus menahan emosinya, dia berusaha tersenyum mendengar semua penghinaan tuan Ryota.


Tuan Ryota sangat kesal melihat Fumiko hanya tersenyum mendengar semua yang dia ucapkan. Ternyata wanita ini begitu tangguh dalam hati tuan Ryota.


"Apakah hanya ini yang bisa Anda lakukan untuk menghancurkan kebahagian Akhira?!"


Mendengar perkataan Fumiko seperti itu semakin membuat tuan Ryota semakin marah. Dalam hatinya dia berkata tidak akan menyerah begitu saja, Akhira tidak boleh menikah dengan seorang model.


Tuan Ryota pun pergi meninggalkan Fumiko, dia sudah kesal dengan semua sikap dan perkataan Fumiko. Melihat kepergian tuan Ryota, hati Fumiko sedikit lega.


Fumiko menghubungi seseorang, dia mengatakan akan menemuinya. Orang yang dihubunginya sangat senang dihubungi oleh Fumiko, karena dia sudah rindu dengan Fumiko.


Fumiko sungguh tidak ingin Akhira berhubungan lagi dengan ayah kandungnya. Jika diamati dia akan membawa keburukan pada Akhira, dia tidak ingin Akhira berubah menjadi Akhira yang dulu.


Fumiko sudah mencintai Akhira yang saat ini, Akhira yang baik, hangat, perhatian serta menghargai semua orang yang dia sayangi. Fumiko pun pergi dari restoran tersebut.


Akhira menghubungi Fumiko, dia ingin bertemu dengannya. Karena dia mendapatkan informasi bahwa Fumiko bertemu dengan ayah kandungnya. Dia khawatir akan terjadi sesuatu yang akan merubah pikiran Fumiko.


Akhira kesal Fumiko tidak mengangkat teleponnya. Dia pun mengirimkan pesan, namun tidak dibalasnya. Beberapa saat kemudian Fumiko menyuruh Akhira untuk menemuinya disebuah cafetaria.


Akhira langsung pergi untuk menemui Fumiko, dia sungguh khawatir. Jika ayah kandungnya akan menyakiti hati Fumiko. Dalam benaknya berseliweran pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya khawatir.


Akhira pun tiba di cafe yang dikatakan Fumiko, dia bergegas masuk dalam hatinya sungguh khawatir terhadap Fumiko. Saat Akhira masuk cafe tersebut, dia melihat Fumiko yang sedang duduk menikmati minumannya.


Fumiko tersadar bahwa Akhira sudah berada di depannya, dia tersenyum lalu menyuruh Akhira duduk disampingnya. Dia pun duduk sembari menatap Fumiko, seraya bertanya tentang keadaannya.


Fumiko tersenyum, dia menggenggam tangan Akhira. Dengan arti tidak usah khawatir, dia baik-baik saja. Akhira pun tenang melihat wajah Fumiko yang tidak menandakan kesedihan, yang terlihat adalah kebahagiaan.


Tentu saja karena hari ini adalah hari dimana dia akan memperkenalkan ayahnya pada Akhira. Asalnya dia tidak akan memperkenalkan ayahnya pada Akhira, namun setelah perkataan yang dilayangkan oleh tuan Ryota. Memaksa dirinya untuk memperkenalkan ayahnya pada Akhira.


Beberapa saat kemudian tibalah orang yang ditunggu-tunggu Fumiko, seorang pria paruh baya yang diikuti oleh beberapa pengawal. Pria itu duduk di depan Fumiko.


Akhira tidak mengenali siapa pria yang duduk di depannya, dilihatnya dengan lekat pria tersebut. Terlihat jelas ada kemiripan antara Fumiko dengannya. Akhira pun hanya diam, dia ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi.


"Bagaimana kabarmu sayang?!"


Tanya pria tersebut pada Fumiko, mendengar ucapan itu membuat hati Fumiko terenyuh. Sudah lama dia tidak mendengar suara yang lembut penuh perhatian ini. Dia adalah sang ayah, yang selama beberapa tahun ini tidak pernah dia jumpai.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja, bagaimana kabarmu Ayah?!"


Akhira terkejut mendengar perkataan Fumiko, yang dia ketahui ayah dari Fumiko sudah lama tidak meninggalkannya. Karena Fumiko lebih memilih jalur seni dari pada pilihan yang sudah ditentukan oleh ayahnya.


Mendengar Fumiko menanyakan kabarnya, sang ayah tersenyum. Dia sungguh sangat merindukan putrinya ini. Dia sungguh menyayangkan akibat perbedaan pendapat bisa membuatnya pergi bertahun-tahun lamanya.


Ayah Fumiko melirik Akhira, dengan arti dia bertanya siapa pria ayang berada disampingnya putrinya. Dengan cepat Akhira pun memperkenalkan dirinya pada ayah Fumiko.


"Panggil aku Ayah Himawaru!"


Ayah berkata pada Akhira, dia tahu pasti ini pemuda yang sudah membuat putrinya menghubunginya. Dilihatnya Akhira dengan tatapan menyelidiki, Fumiko tersenyum melihat sikap ayahnya.


"Aku akan menikah dengannya! Jadi aku menghubungimu Ayah! Aku harap kali ini kau tidak membuatku harus memilih lagi?!"


Ayah Himawaru terdiam sejenak setelah mendengar perkataan Fumiko. Lalu dia tersenyum, dia menyetujui pilihan putrinya. Dia akan menghadiri pernikahan mereka.


Sudah cukup baginya melihat putrinya bahagia dengan pilihannya, sekarang yang dia inginkan selalu dekat dengannya. Dia tidak ingin Fumiko memutuskan hubungan dengannya, seperti beberapa tahun yang lalu.


Pertemuan antara ayah Himawaru, Fumiko serta Akhira berkahir. Mereka pun memutuskan untuk pergi dari cafe tersebut, dalam perjalanan pulang Akhira tidak banyak bicara. Meski banyak pertanyaan di dalam pikirannya.


Fumiko tahu dengan jelas apa yang ada dipikiran Akhira, dia pun menceritakan semuanya. Dari awal dia pergi meninggalkan rumah lalu pergi ke luar negri, untuk mengejar cita-citanya.


Dengan berjalannya waktu, dia bertemu dengan Arata lalu memulai hubungan dengan Arata. Akan tetapi dia jatuh cinta pada Akhira, namun Akhira memanfaatkannya.


"Kau tahu akhirnya seperti apa kan?!"


Ucap Fumiko sembari tersenyum manis pada Akhira, melihat senyuman Fumiko Akhira merasa lega. Dia tidak salam memilih pasangan, dia berharap kehidupan keluarga kecilnya bisa sepeti ayah dan ibu Amida.


***


Mama mengatakan pada Lili agar berhati-hati, karena ada yang berbeda dengan Novi. Yang mama Hani khawatirkan Novi akan melukai Lili atau mengganggu rumah tangga Lili dan Arata.


Lili menenangkan mama Hani, dia akan berhati-hati. Dia pun berusaha menenangkan mama Hani, dia yakin jika Novi tidak akan berbuat yang merugikan dirinya sendiri.


Mama Hani pun menutup sambungan teleponnya, Lili berpikir sejenak apa yang diinginkan Novi. Apa dia ingin menghancurkan rumah tangganya bersama Arata. Apakah kejadian di Bandung belum cukup untuk membuatnya menyerah.


"Novi sebenarnya apa yang kau rencanakan?!" gumam Lili.


Lili melihat jam ditangannya ternyata sudah sore, sudah waktunya dia untuk pulang. Saat hendak berdiri dari tempat duduknya, Arata tiba-tiba datang. Dia sengaja datang untuk menjemput Lili.


Lili tersenyum lalu melangkah menghampirinya, ditatapnya dengan lekat suaminya itu. Lalu dia mengecup bibirnya sekilas, menandakan bahwa dia sangat senang dengan kedatangan Arata ke kantornya.


Arata tersenyum melihat sikap Lili apalagi setelah mendapatkan hadiah kecupan manis dari istrinya. Arata menggandeng tangan Lili, mereka pun keluar dari kantor menuju rumah.


Arata sengaja mengajak Lili kembali ke rumah, sebenarnya dia berniat mengajak Lili makan malam di luar. Namun ibu sudah menyiapkan makan malam.


Setibanya di rumah, Lili terkejut dengan di rumah sudah ada Novi. Dia sedang duduk berbincang-bincang dengan ayah. Lili mulai khawatir karena dia tidak tahu dengan rencana Novi yang sebenarnya.


Novi pun menghampiri Lili dan Arata yang baru saja tiba, dia berpura-pura baik pada Lili. Arata yang sudah tahu sifat Novi, dia sedikit menghindar saat Novi hendak mendekatinya.


Lili tahu Arata tidak suka dengan kehadiran Novi, tapi Lili tidak bisa mengusir begitu saja Novi dari rumah. Karena ayah dan ibu tidak tahu permasalahan yang dibuat Novi pada Arata waktu di Bandung.


Ibu menyuruh semuanya makan malam, karena makan malam sudah siap lagipula Lili serta Arata sudah pulang. Jadi semua yang ditunggu sudah berada di dalam rumah.

__ADS_1


Makan malam hari ini membuat Lili serba salah pada Arata, dilihatnya Arata yang memasang muka kesalnya sembari menyantap makan malamnya.


Novi mulai membuat drama, dia bersikap baik pada ayah dan ibu. Sehingga ibu mengijinkan Novi untuk menginap malam ini, Arata tidak menyetujuinya.


Ibu bertanya mengapa Arata tidak menyetujuinya, namun Arata tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Dia langsung menuju kamarnya, Lili segera mengejar Arata yang sedang kesal.


Novi yang tidak tahu malunya, bersikap biasa saja. Dia menuju kamar yang sudah disediakan oleh pelayan. Ibu yang masih penasaran dengan penolakan Arata bergegas menuju kamar Arata.


Terdengar Arata yang sedang meluapkan emosinya, ibu pun mengetuk pintu. Lili yang mendengar suara ketukan pintu bergegas membuka pintu kamar. Dilihatnya ibu sudah berada di depan pintu kamarnya.


Lili pun mempersilahkan ibu masuk, ibu melihat Arata yang masih sangat kesal. Akhirnya ibu bertanya Apada Arata sebenarnya apa yang terjadi.


"Cerita pada Ibu sebenarnya apa yang sudah terjadi?!"


Arata pun menceritakan semuanya, kejadian sewaktu di Bandung. Mendengar cerita Arata, ibu pun merasa kesal dengan yang sudah diperbuat oleh Novi.


Ibu berniat untuk mengusir langsung Novi dari rumah, namun ayah merlang ibu melakukan itu. Ternyata ayah tidak sengaja mendengar apa yang diceritakan oleh Arata.


"Biarkan dia menginap malam ini! Besok pagi baru kita suruh dia pergi!"


Ibu pun mendengarkan ayah, lalu mereka pergi meninggalkan kamar Arata. Dalam hati ibu masih merasa kesal dengan apa yang dilakukan oleh Novi pada Arata.


Ayah yang tahu betul dengan sifat istrinya, lalu dia merangkul istrinya sembari berjalan menuju kamar. Ibu merasa tenang setelah dirangkul oleh ayah.


Dikamar Lili berusaha menenangkan Arata yang masih kesal. Dia sudah tidak bisa bicara lagi. Dalam benaknya yang muncul adalah satu, dia tersenyum lalu mendekati Arata.


Dikalungknya kedua tangan Lili dileher Arata, ditatapnya dengan lembut Arata masih tetap memasang tampang kesalnya. Dikecupnya kembali bibir Arata dengan lembut, sembari melakukan sedikit permainan.


Arata pun akhirnya terprovokasi oleh permainan Lili, sehingga dia mulai menikmati permainan Lili. Rasa kesal dihatinya perlahan menghilang, seorang yang ada hanya rasa ingin melahap istrinya yang terus saja menggodanya.


***


Keesokan harinya, ibu seperti biasa selalu berada di taman depan bersama ayah untuk menikmati suasana pagi hari. Ibu melihat Novi berjalan mendekat ke arahnya. Ibu teringat kembali apa yang sudah diceritakan Arata.


Ayah berusaha membuat ibu tenang, Novi pun tahu sikap ibu Rima berbeda. Dia pun mengatakan akan segera pergi, karena ada urusan yang harus diselesaikannya.


Sebelum Novi pergi Akhira datang dengan membawa kartu undangan pernikahannya. Akhir bertanya siapa wanita yang ada disamping ibu, ayah menjawab bahwa dia adalah sepupu dari Lili.


Novi pun tersenyum, lalu dia berdiri lalu melangkahkan kakinya untuk segera meninggalkan kediaman tuan Amida. Namun Akhira menghentikannya lalu memberikan kartu undangan pada Novi. Setelah menerima kartu undangan dari Akhira, dia pun pergi.


"Mengapa kau memberikan kartu undangan padanya?!"


Akhira bingung dengan apa yang dikatakan oleh ibu, dia berpikir itu adalah sepupu Lili jadi tidak masalah untuk mengundangnya. Ibu pun menceritakan apa yang sudah di ceritakan oleh Arata semalam. Mendengar itu Akhira pun ikut kesal, namun apa daya undangan sudah ada ditangannya.


____________________________________________


Hai para pembaca setiaku, maaf kalau membingungkan ya, yang ingin tahu kelanjutan Alin dan Alex bisa lanjut baca di "Pembalasan si Kembar Wibowo" sudah bisa di baca ya, selamat membaca 😊😉


__________________________________________


Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.


Klik search di Instagram dengan nama akun :

__ADS_1


@macan_nurul


Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉


__ADS_2