Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
BAB 62


__ADS_3

Sampailah Alex di rumahnya, digendongnya Rosalina memasuki rumah, langsung menuju kamar, dan menidurkannya. Mba Nini yang yang melihat kondisi Rosalina. " Mba Nini, gantikan pakaian nya! bersihkan pula luka-lukanya! Aku akan ke ruangan baca dulu!" perintah Alex.


"Baik Tuan Muda!" jawab Nini


Nona, kenapa bisa jadi seperti ini! tangan Anda banyak sekali luka nya! sebenarnya apa yang terjadi! lebih baik aku cepet mengganti pakaian nya, dan membersihkan luka-luka di tangannya, sebelum Tuan Muda kembali ke kamar.


Beberapa saat kemudian Alex masuk ke dalam kamar, Nini pun sudah selesai dengan pekerjaannya."ingat jangan sampai kejadian ini terdengar oleh ibu ku! ucap Alex pada Nini.


"Baik, Tuan Muda! apakah ada yang bisa saya bantu lagi?"


"Tidak! Kau boleh pergi!"


"Baik Tuan Muda! Saya pamit undur diri!" Nini berkata sambil pergi meninggalkan Alex dan Rosalina.


Gadis tengil, sebenarnya kamu ini seperti apa? apa yang kau sembunyikan? Ku pikir kau adalah gadis tengil, yang tidak bisa menjaga diri sendiri! ternyata kau bisa mengalahkan para preman, yang terlihat lebih kuat darimu! Kau juga bisa bermain musik dengan indahnya! keahlian apa lagi yang kau sembunyikan dari ku? apa suatu hari nanti kau sudah ingat masa lalu mu apakah kau akan melupakan tentang ku? rasanya sangat menyakitkan jika memikirkan hal itu. Aku lelah lebih baik aku istirahat, kusiapkan bantal dan selimut, untuk tidur di sofa yang biasanya Rosalina tidur. Untuk kali ini ku biarkan kau menepati kasur ku!.


******


Keesokan harinya.


Awwww...kenapa tangan dan badan ku sakit sekali! ada apa dengan tanganku diperban seperti ini! tunggu apa yang kulakukan! bagaimana dengan kedua pengawal itu! apakah mereka tidak apa-apa?


"Kau sudah bangun!" Alex bertanya yang baru saja keluar dari ruang pakaian.


"Bagaimana dengan kedua pengawal itu? apakah mereka baik-baik saja? cepat katakan kenapa kau diam saja!!!"


"Apa ini! baru bangun yang kau tanyakan adalah laki-laki lain hah!!" bukanya kau tanyakan keadaanku, setelah ada gadis yang mengamuk dan memukul ku hingga tubuh mulus ku memar!!!"


"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti?"


"Apa kau tidak ingat! hai gadis tengil! cepat ingat semuanya dan bertanggung jawablah padaku!!"


"Emang apa yang kulakukan padamu? mana mungkin aku bisa menyakiti mu?


"Coba kau ingat-ingat lagi kemarin apa yang terjadi! setelah itu aku minta pertanggungjawaban mu! kuberi waktu sampai sore ini! kalau kau tidak bisa mengingat nya akan kuberi hukuman kau!!!"


"Hah sudahlah, aku mau mandi saja! mungkin aku akan ingat semuanya!" Rosalina berkata sambil berjalan menuju kamar mandi.


"Tunggu!! luka mu jangan sampai terkena air, biar nanti Nini yang membatumu mandi! Aku sudah menyuruhnya kemari!"


"Terserah padamu saja lah!"


Beberapa saat kemudian, Nini datang


Tok..


Tok..


Tok..


"Masuk!" ucap Alex.


"Tuan memanggil saya?"


"Iya, kau bantu Rosalina mandi! jangan sampai lukanya terkena air! pokonya bantu dia sampai selesai!"


" Baik Tuan!" Nini pun langsung menuju kamar mandi dan mengetuk pintu, Rosalina pun membuka pintu dan menyuruhnya masuk.


Beberapa saat kemudian

__ADS_1


Aku harus mengingat semuanya, otak dan pikiran ku harus tenang, lebih baik aku ke taman belakang deh, biar bisa berpikir. Ku langkahkan kaki ku menuju taman belakang, para pelayan memberi hormat padaku, ahh aku benci diperlakukan seperti ini. Padahal kan mereka bisa bertingkah laku biasa saja, tanpa harus membungkuk memberi hormat. Duduk disini sangat nyaman, wah ternyata bunga mawar disini sedang bermekaran, sungguh indah dipandang. Ku berpikir sejenak, mengingat apa yang terjadi kemarin, dari perkelahian para preman dan pengawal Alex, tunggu.....aku ingat semua kejadian kemarin! Ya Allah..aku memperlihatkan sisiku yang lain, sisi brutalku! Arrrgggh.....sial kenapa aku bisa kehilanga kesabaran gitu sih! akhirnya si Tuan Muda mesum gila itu tahu kalau aku bisa bela diri! Arrrgggh bodoh kamu Rosalina, bodoh! bodoh! bodoh!!!!


"Siapa yang kau bilang bodoh hah!!" Alex yang tiba-tiba datang menghampiri Rosalina.


"Aku yang bodoh! gara-gara sering bersama dengan mu! Aku jadi bodoh!!"


"Apa kau bilang? hai gadis tengil, sebelum kau bertemu dengan ku, kau memang sudah bodoh! mengaku saja hah!!"


"Iya-iya, sebelum bertemu dengan mu aku bodoh! itu sebabnya kenapa aku bisa menikah dengan mu! ops....


"Kau benar-benar ya! apa kau benar-benar mau kuhukum hah!!! bagaimana sudah kau ingat? apa yang harus kau pertanggungjawaban kepadaku?"


"Hah..itulah sebabnya aku ini bodoh! ya sudahlah, aku mengaku salah, aku minta maaf pada tubuh mu yang mulus dan suci seperti tidak tersentuh oleh tangan jahat!"


"Kau benar-benar ya! apa kau benar-benar mau kuhukum hah!!! bagaimana sudah kau ingat? apa yang harus kau pertanggungjawaban kepadaku?"


"Hah..itulah sebabnya aku ini bodoh! ya sudahlah, aku mengaku salah, aku minta maaf pada tubuh mu yang mulus dan suci seperti tidak tersentuh oleh tangan jahat!"


"Hahaha oleh sebab itu kau harus bertanggung jawab! dan kau tidak bisa lepas dari tanggung jawabmu!"


"Oke apa yang harus aku lakukan? sebagai penebusan dosa ku pada badanmu Tuan Muda yang terhormat?"


"Nanti kupikirkan, apa yang harus kamu lakukan! sekarang aku belum memikirkannya!"


"Terserah padamu lah! akan ku tunggu!" Ahh lebih baik aku pergi saja dari sini, malas aku melihat wajahnya itu.


"Tunggu! bersiap-siaplah kita akan pergi makan malam di luar! Ku tunggu 20 menit untuk kau bersiap-siap!"


"Baik yang mulia, hamba segera laksanakan perintah anda!" Rosalina pun pergi meninggalkan Alex untuk bersiap-siap.


Alex yang mendengar perkataan Rosalina tertawa terbahak bahak hahahhaha dasar kau gadis tengil, kau benar-benar bisa membuatku mati karena tertawa. Lihat saja nanti, aku akan membuat mu tidak bisa berkutik lagi. Dan saat itu terjadi, kau tidak akan bisa lagi lepas dari ku.


****


"Kenapa!" tanya Alex yang melihat Rosalina kebingungan.


"Bukannya, tadi kau bilang kita makan malam saja kan! kenapa jadi menghadiri sebuah pesta sih?"


"Ohh, jadi kamu mau kita makan malam berdua saja?"


"Tunggu! bukan begitu! ahh sudahlah tidak usah di bahas lagi! lelah aku menghadapi ocehan mu!"


"Hahahaha, maka dari itu kau jangan banyak bertanya! ikuti saja apa kata ku!!"


Hmmm, ternyata ini adalah pesta bagi para pengusaha besar! sungguh membosankan. Tidak ada yang menarik sama sekali disini, lebih baik aku cari udara segar di luar sebentar. Ku melangkah keluar ruangan, namun aku di berhentikan oleh Asisten Ari


"Nona, Anda mau kemana?"


"Aku bosan disini! Aku ingin menghirup udara segar sebentar! apakah kau tidak mengijinkan ku?"


"Tidak Nona, jika anda mau berjalan keluar lebih baik di ikuti oleh beberapa pengawal!"


"Hai disini pasti aman! tidak mungkin ada penjahat yang masuk ke sini kan?"


"Nona, saya harap Anda bisa mengikuti aturan saya! semua ini demi kebaikan Anda!"


"Ahh, kau ini sama saja dengan Tuan mu, sukanya melarang dan memerintahku saja!! baiklah suruh mereka mengikuti ku dari belakang!"


"Terimakasih Nona!" Ari tersenyum, sambil memerintah kan beberapa pengawal untuk mengikutinya.

__ADS_1


Para pengawal pun mengikuti ku kemana pun aku pergi, padahal aku sih ga butuh banget buat di lindungi gini, tapi ya sudahlah, dari pada aku sudah untuk keluar. Baru saja ku menapakkan kaki ku di luar, sudah ada masalah yang menghadang ku, siapa mereka, mereka adalah gadis gila yang selalu mengejar Alex. Ternyata banyak sekali, sampai bingung aku di buatnya.


"Hai kau gadis kampung!! Aku mau bicara sama kamu!" seorang wanita berpakaian sexi dengan tubuh bak biola, gadis itu bernama Anis.


"Maaf Nona, kalau mau bicara ya tinggal bicara saja!"


"Heh!! Kamu jangan sombong ya, mentang-mentang udah jadi istri Alex!!! Aku mau kamu lepasin Alex, dia ga cocok buat kamu!"


"Hahahhaha, lucu aku mendengar ucapan mu! memang kamu cocok sama dia! terus kalo aku pergi jauh dari dia, apa kamu bisa gantiin posisi Aku!" ucap Rosalina dingin.


Anis yang kesal atas ucapan Rosalina, mencoba memaparkan wajah Rosalina, namun ditangkis dengan cepat oleh Rosalina, "hai gadis gila nya Alex, jangan berani-berani nya Lo nampar gue!!! kalo Lo berani lagi ke gue! Lo bakalan abis!!!!" ucap Rosalina dengan nada mengancam.


Anis yang mendengar ucapan Rosalina, langsung mundur dan berkata "lo pikir dengan ngancam gue, urusan kita kelar! liat aja nanti gue balas Lo gadis kampung!!!" Anis langsung pergi ke dalam bersama teman-temannya.


Para pengawal yang melihat tingkah Nona mereka tertawa kecil, karena sang Nona sudah berhasil menutup mulut gadis yang mengejar-ngejar Tuan Muda mereka.


Ahh benar-benar Alex membuatku sebagai tameng lagi!! lihat saja nanti kau Tuan Muda, aku akan membals mu! dan kau tidak akan ku lepaskan begitu saja! lebih baik aku masuk lagi, sudah hilang mood ku di luar sini. Tiba-tiba ada yang menarik tangan Rosalina, "Alin ini Lo kan? jawab gue? Lo pasti Alin kan?"


Rosalina yang kaget dengan pertanyaan seorang wanita, hanya bisa diam, ini sudah ke berapa kali ada orang yang memanggilku Alin, apakah benar aku Alin, tapi wajah wanita ini begitu familiar, dan sangat membuatku nyaman, seperti wanita yang kutemui di Korea.


"Maaf Nona, saya Rosalina! dan saya tidak mengenal anda?"


"Alin, ini gue Salma! masa Lo lupa ama gue Lin? Gue kangen banget sama Lo? selama ini gue terus cari-cari Lo! karena gue yakin Lo masih hidup!" Salma menangis sambil memeluk Alin.


Rosalina tak kuasa melepaskan pelukan Salma, kenapa aku ga bisa dan ga mau melepaskan pelukan ini, rasanya aku merindukan kehangatan seperti ini dan aneh nya perasaan yang sama dengan gadis yg di Korea itu. Siapa sebenarnya kalian, kenapa aku sangat merindukan kehangatan pelukan dari kalian!.


Beberapa saat setelah Salma memeluk Rosalina, akhirnya melepaskan pelukannya, "Lo bener lupa sama gue dan lili? ternyata yang Lili bilang benar! Lo lupa sama kita, sebenarnya apa yang terjadi sama Lo Lin?"


"Maafkan saya! Saya benar-benar tidak mengenal Anda Nona, tapi saya merasakan ada sesuatu dengan kalian berdua! entah apa itu, jika saya melupakannya, maka saya akan berusaha mengingat semuanya! jika memang benar kalian teman saya, maka saya sangat beruntung memiliki kalian!". Rosalina berkata dengan senyum yang menandakan kelegaan.


"Baik gue atau Lili, selamanya akan menjadi sahabat Lo Lin!"


"Baiklah, senang bertemu dengan Anda Nona Salma, saya permisi dulu, karena sudah ada yang menunggu saya di dalam!" Rosalina pun pergi meninggalkan Salma.


Gue nyakin itu Lo Lin, mulai sekarang gue ga akan pernah meninggalkan Lo lagi, sepertinya gue akan balik ke Indonesia, lebih baik gue bilang ke Lili, biar dia bisa balik lagi ke Indonesia, dan bilang ke papih kalo gue bakal tinggal di Indonesia. Ini adalah keputusan gue. Salma berkata dalam hati nya dan langsung melangkah ke dalam, karena dia pun adalah tamu undangan.


"Dari mana saja kau gadis tengil!" bisik Alex pada Rosalina.


"Mmmm aku habis jalan di luar, mencari udara segar, ternyata aku bertemu dengan fans gila mu! rupanya kau menjadikan ku tameng lagi kan!"


" Hahaha aku tidak pernah menjadikan mu sebagai tameng ku! itu salahmu sendiri yang mempunyai suami yang tampan seperti ku!"


"Hahahaha, hai Tuan Muda perasaanku semakin kesini kau semakin besar kepercayaan diri mu ! yang kulihat adalah kau pria yang suka memerintah dan pria pendendam! Tuan muda gila, dan satu lagi Tuan Muda otak mesum!"


"Hai gadis tengil! jangan kau pancing emosi ku! jika tidak ingin berakhir menyakitkan!"


" Oh...oh..maaf Tuan Muda! Saya takut, mohon jangan hukum saya! pasti itu yang kau pikirkan, aku akan merasa takut padamu!! jangan harap kau melihat ku ketakutan ! lebih baik kau urus wanita gila mu itu! bilang pada mereka jangan ganggu aku! jika mereka menginginkan mu ambil saja! Oke jangan lupa ya katakan pada mereka!!!" ucap Rosalina sambil pergi meninggalkan Alex dengan amarahnya karena ucapan Rosalina tersebut.


Tiba-tiba terdengar alunan musik piano, Rosalina yang mendengar alunan musik piano itu mendadak terdiam, dan memalingkan wajahnya, untuk mencari siapa yang sedang memainkan musik itu. Musik ini mengingatkan ku akan sesuatu yang ku rindukan! jika aku mendengar alunan musik ini, rasanya aku ingin ikut bermain bersamanya! ada apa ini, kanapa dengan ku, kaki ku serasa melangkah sendiri! hatiku manegatakan tidak, tapi badanku bergerak sendiri. Akhirnya Aku pun duduk dan ikut bermain piano tersebut, dan anehnya aku bisa memainkan nada-nada ini, padahal seingat ku aku belum mempelajari nada-nada ini. Akhirnya aku terhanyut dengan permainan ku dan Salma.


Alex yang melihat apa yang dilakukan Rosalina, merasa aneh namun sekaligus kagum, begitu manis nya kamu gadis tengil! Aku lebih suka melihat mu seperti ini rasanya tidak ada yang bisa mengikat mu dari apa pun. Tapi aneh nya aku sangat dan sangat menyukai tingkah pembangkang mu! Hahahha aneh sekali bukan aku menyukai gadis tengil ini!


Ari yang melihat tingkah Tuan nya, saat melihat Nona Rosalina mengeluarkan raut wajah yang bersahaja, apa kau benar-benar sudah mencintai Nona Tuan! Aku tidak tahu apa yang akan terjadi, jika nanti Nona Rosalina akan sembuh dari hilang ingatannya. Apakah Nona ingat dengan Anda atau Nona akan melupakan Anda? Arrrgggh apa yang kau pikirkan Ari, jangan berpikiran buruk pada Tuan dan Nona. Aku berharap kalian bisa bersatu selamanya, karena Anda pantas mendapatkan kebahagian.


Alunan musik pun sudah berhenti, Salma yang melihat Rosalina berada disampingnya, merasa senang karena itu menandakan bahwa dia benar Alin. "Lo memang Alin, sahabat gue karena yang tahu nada-nada ini adalah kita, maksud ku Lili, gue dan Lo Alin!"


Terimakasih sudah membaca novel ku 😊


Jangan lupa like dan komen nya ya 😉

__ADS_1


c u next episode 😉


__ADS_2