
Pesta masih berlanjut, kegilaan wanita yang mengejar-ngejar Alex pun masih berlanjut. Lelah aku, menghadapi kegilaan mereka, ingin rasanya aku pergi dari sini. Dan dia hanya diam saja, melihat kelakuan para wanita gila itu. Apa ini hukuman yang dia berikan padaku, ahh sial dasar kau Tuan Muda mesum gila, aku hanya pergi sebentar, kau menjadikan ku tameng.
"Hai gadis kampung! tidak kusangka kau begitu hebat, tapi jangan harap kau bisa lepas begitu saja!" Eun Ah, berkata dengan kesal.
Ya Allah ya Tuhan ku, kenapa gadis gila ini tidak pergi meninggalkan ku! Aku lelah menghadapi kegilaan mereka, jika mereka mencintai Alex, kenapa mereka tidak menggodanya saja, malah mengganggu ku Arrrgggh.......
"Hai, aku bicara padamu! lebih baik kau tinggalkan Alex! jangan kau menggoda nya terus, kau bukan lah gadis tipe Alex, jadi lebih baik kau mundur saja hah!"
"Hai gadis gila! jika kau mau memiliki Alex ambil sana! aku ga perduli! Aku sudah lelah dengan mu, lebih baik kau kejar saja Alex, jangan kau mengganggu ku saja!"
Eun Ah yang kesal, langsung menyiramkan minuman yang ada di gelasnya dan menarik kerudung Rosalina, sehingga kerudung Rosalina terlepas dari kepala nya. Wajah Rosalina yang putih, bentuk wajah yang lancip ditambah dengan sibakan rambut panjang yang berwarna hitam berkilau, membuat mata Alex yang melihat nya terkagum-kagum atas kecantikan Rosalina, yang tidak pernah terlihat. Wajah Rosalina memerah, karena marah atas perbuatan Eun Ah.
Sial! dasar kau wanita gila! berani sekali kau menarik jilbabku!
Plak....
Plak....
Rosalina menampar Eun Ah dengan sangat keras, "berani sekali kau melakukan ini padaku! kalau kau hanya menyiram air ke wajah dan baju ku aku tidak akan menampar mu, tapi kau menarik jilbab ku maka itu balasan atas perbuatan mu!"
Rosalina yang tersadar hijabnya berada di bawah dan sudah kotor, juga melihat tatapan para lelaki yang ada di pesta, langsung berjongkok dan mengambil hijabnya, pluk.....ada sebuah jubah menutupi kepala Rosalina. Alex memandang Eun Ah dengan tatapan ingin membunuh, karena kesal sikap nya sudah keterlaluan. "Ari siapkan mobil kita pulang sekarang!" ucap Alex dengan nada dingin nya.
"Baik Tuan!" Ari langsung pergi untuk menyiapkan mobil.
"Ayo berdiri! Kita pergi dari sini!" ucap Alex pada Rosalina.
"Lepaskan! jangan sentuh Aku! Aku benci kau! jangan kau berani menyentuh ku!".
"Jangan membantah ku!"
"Aku bisa sendiri!", Ahhh, sial kenapa kaki ku lemas sekali, aku harus bisa berdiri dan pergi dari tempat ini, sungguh mengenalkan.
Tanpa kata-kata, Alex langsung menggendong Rosalina dan masih menjaga agar kepala nya tertutup oleh jubahnya. "Lepaskan aku! turunkan aku! Aku bisa sendiri! Aku benci kau! Kau jadikan aku sebagai tameng mu kan! dan ini adalah hukuman mu padaku kan!"
"Diam! Aku sudah lelah dengar ocehan mu! kalau tidak mau aku lempar kau sekarang juga ke dalam kolam di depan sana! ancam Alex.
"Tidak!" Rosalina langsung memeluk leher Alex, karena takut dilempar ke dalam kolam, pikirnya jika dilempar ke kolam makin malu lah aku.
"Lepaskan pelukan mu!"
"Tidak! jika ku lepaskan kau akan melemparkan ku ke dalam kolam, itu bahaya tau!" jawab Rosalina dan tidak melepaskan pelukannya.
Alex yang melihat kelakuan Rosalina, tersenyum puas, hahaha dasar kau gadis tengil! sekarang kau berani memeluk ku! dan tidak mau melepaskan ku! padahal kemarin kau mau lari dari ku! ucap Alex dalam hatinya.
Ari yang sudah membuka pintu mobil, melihat pemandangan yang berbeda dari kedua Tuannya, hah apa aku tidak salah lihat, Tuan Muda tersenyum lembut, dan Nona Muda memeluk Tuan Muda Alex. Apa yang terjadi sebenarnya? gumam Ari dalam hatinya.
__ADS_1
Alex pun mendudukkan Rosalina ke dalam mobil, setelah itu Alex masuk ke dalam mobil di ikuti Ari. "Jalan!" perintah Alex.
"Ari kau siapkan pakaian ganti dan jilbab untuk gadis tengil ini! sebelum kembali ke hotel, kita ke restoran xxx aku lapar!" perintah Alex pada Ari.
"Baik Tuan Muda!"
"Tunggu! Aku tidak lapar! Aku ingin pulang saja! lagian bajuku sudah kotor! Aku mau pulang saja!" ucap Rosalina.
"Hai gadis tengil! jangan berulah lagi! aku sedang lapar! kalau kau membuatku kesal, kau yang menjadi santapan ku!" ucap Alex di telinga Rosalina, yang membuat muka Rosalia memerah karena geli.
Sial kenapa sih sudah sering bicara dekat telingaku, itu kan daerah sensitif ku! Aku harus lebih hati-hati saat berbicara dengan nya, jangan sampai dia berbisik padaku, gumam Rosalina dalam hatinya.
"Haha...dasar kau gadis tengil! baru ku gertak sedikit sudah takut!"
Rosalina yang mendengar ucapan Alex, naik darah "apa kau bilang aku takut! dalam mimpi mu! Aku tidak takut padamu! kau hanya Tuan Muda mesum gila! yang suka mengancam dan memerintah saja!" tanpa disadari Rosalina membuka jubahnya, sehingga terlihatlah jelas kecantikan Rosalina. Dan itu membuat Alex tergoda untuk terus menggodanya.
"Ohh, jadi kau tidak takut padaku hah! Kau begitu berani nya dengan ku sampai memperlihatkan semuanya!" bisik Alex di kuping Rosalina.
Wajah Rosalina memerah, karena bisikan Alex, "dasar kau mesum! jangan kau lakukan hal itu lagi?"
"Apa yang kulakukan?"
"Jangan kau berbisik di telingaku! dasar otak mesum!"
Alex semakin menggoda Rosalina "akan terus ku lakukan! karena kau menyebutku otak mesum, maka aku akan melakukan hal mesum padamu!" ucap Alex menggoda
"Hahahahhahahhahaha dasar kau gadis tengil jangan kau berani melawanku!'
Ari yang melihat tingkah laku Tuan Muda dan Nona Muda nya seperti sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara. Hahaha apa yang sedang anda lakukan Tuan Muda, apa aku tidak salah melihat, kelakuan anda seperti seorang remaja saja! dan kau Nona anda begitu manis sekali hahahha.
******
Restoran
Beberapa saat kemudian Alex dan Rosalina sampai di restoran xxx. Ternyata Ari sudah menyiapkan pakaian ganti dan jilbab untuk Rosalina. "Nona, silahkan anda bisa mengganti pakaian anda!" ucap Ari.
Rosalina memasuki ruangan yang sudah dipesan, ruangan itu bisa digunakan Rosalina untuk mengganti pakaian dan mengenakan hijab nya.
Kriet....
Suara pintu terbuka, Alex masuk dan melihat Rosalina tanpa hijab nya. Gadis tengil kenapa kau tidak hati-hati hah! bagaimana kalau ada lelaki lain yang masuk kesini! Kau akan habis!.
Rosalina yang melihat Alex masuk, secara spontan melempar apa yang bisa di lempar, "dasar mesum! kenapa kau masuk tanpa ketuk pintu hah! apa kau tidak punya sopan santun!"
Alex yang kesal dengan tindakan Rosalina, langsung mendekatinya, dan memegang kedua tangan Rosalina, wajahnya seperti akan menerkam mangsanya, matanya menatap tajam.
__ADS_1
"Apakah kau berniat menggodaku gadis tengil? Kalau kau terus melakukan ini padaku, Aku tidak bisa menahannya lagi!" lirih Alex sayup-sayup ditelinga Rosalina, membuat bulu kuduknya merinding.
Rosalina kaget dengan tindakan Alex, sambil berteriak
"Dasar mesum!!!"
"Mesum!!!!"
Dan mendorong Alex dengan sekuat tenaga nya, sehingga Alex terdorong.
"Cepat pakai jilbab mu! jika kau ingin selamat malam ini!" ucap Alex.
Rosalina pun segera memakai jilbab nya. Tak berapa lama kemudian muncul lah pelayan yang mengantarkan makanan yang sudah di pesan.
"Cepat makan! setelah beres kita pulang ke hotel!"
"Huh bisanya memerintah saja! dasar otak mesum!"
"Hai kau mau menggodaku lagi hah! belum cukup hukuman kecil dari ku tadi!"
Aaaaaa, dasar mesum! kenapa dia jadi semesum ini sih! kalo dia gila emang sudah gila dari awal! ini sejak kapan dia jadi semesum ini sih? ucap Rosalina dalam hatinya.
****
Hotel
"Istirahatlah! Aku masih ada urusan! dengar jika kau berani kabur lagi! hukuman mu akan lebih berat dari hari ini!" ancam Alex.
Huh dasar tukang perintah, mana bisa aku kabur, kau beri penjagaan sangat ketat hari ini. Lagi pula aku sudah lelah dengan semua yang terjadi hari ini. Lebih baik aku tidur.
Jam menunjukkan waktu tengah malam, Rosalina bermimpi, dalam mimpi nya hadir beberapa orang yang memanggilnya dengan sebutan Alin...
Alin....
Alin...
Siapa kalian? kenapa kalian memanggilku Alin? Aku bukan Alin, namaku Rosalina... tiba-tiba sekelebat muncul ingatan tentang kecelakaan yang menyebabkan kematian Nita. Tidakkkkkk, maafkan aku Mba Nita! seharusnya Aku saja yang mati! Aku bukan pembunuhhhhhh.......aaaaaaaaa.
Alex yang mendengar teriakan Rosalina, langsung mendekatinya, Rosalina pun langsung memeluk Alex, menangis di pelukan Alex, huhuhuhuhu aku tidak bermaksud membunuh nya, sungguh aku sangat menyayanginya, huhuhuhuhu. Tangis Rosalina menyeruak, kesedihan yang begitu mendalam.
Alex bingung dengan yang di katakan Rosalina. Sampai akhirnya Rosalina tertidur kembali dalam pelukan Alex. Dibaringkannya Rosalina yang sudah lelah menangis akibat mimpi buruk nya. Ada yang aneh dengan semua ini. Siapa sebenarnya dirimu? Apakah aku telah melakukan kesalahan. Gadis ini berbeda dengan gadis yang menyebabkan Ayahku meninggal.
Terimakasih sudah membaca novel ku 😊
Jangan lupa like dan komen nya ya 😉
__ADS_1
c u next episode 😉