
"Cepat pergi kau Leo! Aku tidak inginelihat mu lagi!!" Teriakku pada Leo.
"Aku akan pergi jika kau ikut denganku, ayo kita pergi bersama Alin!" Jawab Leo.
"Hentikan ini Leo, aku mohon padamu hentikan semua ini Leo kenapa kau menjadi seperti ini!"
"Aku akan selalu menjadi cintamu Alin, dan sekarang aku akan membawamu pergi jauh dari sini! Kita akan hidup bahagia berdua."
"Hentikan Leo! Kau sudah lupa aku sudah menjadi milik Alex, dia adalah imamku kau jangan lupakan itu. Meski kau membawaku pergi aku tetap lah istri dari Alex Wibowo!"
"Ayo ikut denganku!"
Leo mencengkram tangan ku, dan hendak membawaku pergi. Aku tidak bisa melawannya, tenaga ku belum pulih benar. Aku masih lemas, 'Alex kemana kau aku cepatlah kembali!' aku sudah tidak kuat lagi menahannya.
"Leo hentikan semua ini, lepaskan aku! Aku sakit jika kau memperlakukan ku seperti ini."
"Maka dari itu jangan kau membantahku dan melawanku lagi!"
"Leo apa yang kau dapatkan jika kau membawaku pergi dari sisi Alex? Yang ada kau hanya akan semakin menderita begitu juga dengan ku."
"Tidak aku pasti akan bahagia bersama mu, begitu pula kau akan bahagian hidup bersama ku!"
"Tidak Leo kau salah di hati ku sudah tidak ada kau, di hatiku hanya ada Alex seorang dia adalah imamku dan juga calon ayah dari anak-anak ku."
Aku harus bisa menahannya lebih lama lagi, samapai ada seseorang yang bisa membantu ku. Aku bingung kenapa dia bisa menjadi seperti ini. Leo yang kukenal sudah hilang sekarang dia bukan Leo yang dulu. Sebenarnya kenapa kau bisa menjadi seperti ini? Kau yang dulu menghianati ku kenapa kau yang berubah menjadi gila seperti ini? Aku kasihan padamu Leo, semoga kau bisa sadar dan menemukan calon istri yang baik untuk mu.
"Awwww perutku, lepaskan aku Leo perut ku sakit aku mohon lepaskan aku dulu!" Aku tidak kuat lagi sakit di perutku makin menjadi.
Aku harap tidak terjadi sesuatu pada mu nak bertahanlah sebentar lagi, Bunda mu memohon agar kau kuat di dalam perutku. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada calon anak ku ini. Aku harus kuat aku tidak boleh menyerah.
"Dimana yang sakit? Biar aku lihat!"
"Jangan sentuh aku! Kau bukan muhrim ku!"
"Aku sangat mencintaimu Lin, kenapa kau menjadi seperti ini melupakan cinta kita? Dan melupakan semua rencana yang akan kita rangkai bersama demi masa depan kita!"
"Kau yang melupakan semua itu dengan penghianatan mu! Apakah kau lupa itu hah!"
"Aku tau aku salah, tapi aku mohon berikan kesempatan lagi padaku!"
"Sudah cukup kesempatan yang kuberikan padamu, tapi kau terus saja melakukan hal yang sama! Sekarang sudah terlambat aku sudah menjadi milik orang lain. Kau tahu bukan jika aku sudah memilih imamku maka aku akan tetap setia dengan nya sampai maut memisahkan kami jika tidak ada penghianatan."
"Apa kau percaya Alex tidak pernah berbuat padamu, apakah tahu apa yang dilakukan nya di belakang mu? Mungkin saja dia bermain dengan para wanita di belakangmu!" Ucap Leo yang berniat mempengaruhi ku.
"Cukup Leo sudah cukup! Aku percaya pada Alex dia tidak mungkin menghianatiku! Jika dia menghianati ku aku pun akan mundur dari sisinya dan pergi darinya. Tapi aku juga tidak akan kembali kepadamu aku akan hidup bersama anak ku saja!"
"Anak, anak hanya itu yang kau ucapkan! Apakah kau sedang hamil Lin?" Tanya Leo dengan nada tinggi.
"Iya aku sedang mengandung!" Jawabku singkat.
"Tidak apa-apa, aku akan menerima anak mu walaupun itu bukan darah daging ku!"
"Sudah cukup kau berkata yang tidak penting lagi!!" Ucap Alex dengan nada marah.
"Akhirnya kau muncul juga Alex, hahaha aku senang kau bisa melihat aku membawa pergi Alin dari sisi mu!" Jawab Leo dengan sombongnya.
"Memangnya kau bisa pergi dari sini dengan membawa istriku hah! Jangan harap kau bisa lepas dari tangan ku!"
Leo mencengkram bahuku, dia ingin membawaku pergi dari sini. Aku tidak mau pergi dengan Leo yang sifatnya seperti monster. Aku melihat Alex begitu marahnya tapi dia masih bisa bersikap tenang. Sepertinya dia sudah mempersiapkan segala sesuatunya, apakah dia sudah merencanakan sesuatu.
"Awwww Leo hentikan ini dan lepaskan aku perutku sakit sekali!" Aku mengerang kesakitan.
"Lepaskan dia Leo Ahmad!! Kau tidak melihatnya dia begitu kesakitan apakah ini yang kau namakan cinta hah!!"
Alex begitu marah dengan perlakuan Leo yang sudah di ambang kesabaran nya. Aku harus bisa menahan rasa sakit ini, anaku sayang kau juga harus bisa bertahan dengan Bunda ya. Aku mengelus lembut perut ku dengan tangan yang masih terpasang selang infus. Di luar ruangan sudah ada polisi yang bersiap untuk melakukan tindakan jika terjadi sesuatu yang membahayakan. Ternyata Alex menghubungi polisi untuk menangkap Leo, aku tau dia meski dia berjalan di dunia bisnis yang kotor penuh dengan pembunuhan. Tapi dia adalah orang yang taat akan hukum, dia hanya kejam melawan musuh di dalam bisnisnya saja. Sehingga lawan bisnis nya takut jika berhadapan dengan nya.
"Leo sudah hentikan semua ini, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu! Apakah kau tidak memikirkan Umi dan Abi mu? Mereka sangat menyayangi mu, mereka masih membutuhkan mu! Aku mohon ingatlah mereka. Mereka yang sudah merawat mu dari sebelum kau di lahirkan, apakah ini yang kau balas pada mereka." Ucapku pada Leo agar dia bisa menyerah.
Leo sempat termenung dan berpikir mengenai apa yang baru saja ku katakan. Dia mulai melepaskan cengkramannya, aku mulai bisa bernafas lega. Aku harus menenangkan diriku sehingga perutku tidak bertambah sakit. Alex yang melihat Leo sedang tidak fokus langsung mendekatinya dan memelintir tangan Leo ke belakang. Dan menyerahkan nya ke polisi, Leo pun tidak melawan entah apa yang ada di pikirannya aku tidak bisa menebaknya.
Alex langsung mendekati ku dan berkata, "kau tidak apa-apa sayang? Apakah perutmu masih sakit?"
"Perutku masih sakit, apakah dia bisa bertahan di dalam sana? Aku tidak mau kehilangannya! Aku tidak mau, kalau dia tidak bisa bertahan semua ini salahku. Aku yang menyebabkan nya tidak bisa bertahan!" Huhuhuhuhu aku tak kuasa menahan air mataku dan juga menahan rasa sakit di perutku.
"Tenanglah sayang, dia pasti bisa bertahan karena dia adalah anak kita yang kuat!" Alex berkata sambil mengelus lembut perutku dan mengecup lembut keningku.
Beberapa saat kemudian Dokter datang dan memeriksa ku, dia memberikan aku suntikan pereda sakit.
"Nyonya jika anda tidak merasakan kesakitan lagi dan tidak ada pendarahan maka bayi yang ada di kandungan Nyonya akan bisa bertahan dengan baik." Dokter berkata dengan nyakin dan lembut.
"Terimakasih Dok," ucapku dengan suara lemah.
"Istirahat lah Nyonya itu yang nada butuhkan saat ini!" Dokter berkata dan pergi meninggalkan ruangan ku.
"Ari urus kepulangan Alin hari ini, aku ingin dia dirawat di rumah saja! Aku tidak ingin hal tadi terjadi lagi!" Perintah Alex pada Ari.
"Baik Tuan Muda saya akan mengurusnya sekarang." Ari berkata dan pergi meninggalkan ruangan.
__ADS_1
"Bagaimana apakah masih sakit?" Alex berbisik padaku sambil mengelus lembut perutku.
"Sayang jangan kau berbisik padaku, bicara biasa sajalah aku sudah baikkan." Ucapku pada Alex karena aku merasa geli kalau dia berbisik di telingaku.
Alex tersenyum tipis dan berkata, "terimakasih sayang karena kau sudah percaya padaku!"
"Apa maksudmu?"
"Aku mendengar semua yang kau katakan pada Leo!"
"Semuanya?"
"Iya semuanya!"
Ahhhrrggg kenapa di mendengar semuanya aku kan jadi malu, "kenapa kau bukan langsung masuk kalau Leo ada di dalam?"
"Aku ingin tahu apa yang dia lakukan dan yang dia katakan sambil aku menyiapkan semua untuk membekuk Leo."
"Huh pergi kau sana, aku benci liat kau!" Mendadak aku kesal melihat sikap Alex.
"Heii kenapa kau jadi marah padaku hah!"
"Iya kau mendengarkan dari balik pintu padahal aku mengerang kesakitan tapi kau tidak masuk dengan cepat malah mendengarkan perdebatan kami, pergi sana kau keluarga dari sini!"
"Hahaha tenanglah sayangku, pokoknya aku tidak akan pergi meninggalkan mu walau sedetik pun!"
"Huh dasar gombal, sejak kapan kau belajar gombal hah!"
"Sejak aku mulai mencintai gadis tengil ku yang selalu membuatku kesal." Alex menggoda ku dengan senyum mesumnya.
"Sudah ahh aku ngantuk, aku mau tidur dulu mungkin efek obat yang baru diberikan Dokter padaku! Oia aku pingin pulang ke rumah hari ini bisa ga?"
"Iya kita pulang hari ini, kau istirahat saja dulu aku akan menemanimu disini tidurlah!"
*****
Akhirnya aku bisa pulang, ternyata Ari sudah mengurus semuanya dengan cepat. Saat aku terbangun aku mendapatkan kabar aku bisa pulang saat ini pula. Semua sudah dirapikan aku tinggal pergi dan kembali ke rumah yang ku rindukan.
"Sudah siap sayang?" Alex bertanya padaku dengan lembutnya.
"Sudah sayang, kita pulang sekarang kan?"
"Iya kita pulang ke rumah sekarang!"
Aku kaget apa yang dilakukan oleh Alex, dia menggendong ku dengan lembut bak seorang putri di gendong seorang pangeran. Dia menatapku dengan senyuman yang sangat lembut membuatku merasakan ketenangan.
"Tidak, aku tidak akan menurunkan mu aku akan terus menggendong mu sampai mamasuki mobil."
"Yang tapi aku malu dilihat banyak orang, lihat tuh semuanya menatap kita, terus kenapa pula Asisten mu tersenyum melihat semuanya."
Sungguh aku kesal melihat senyum tipisnya itu, serasa aku ingin menutup mukanya dengan tumpukkan kain.
"Biarkan saja mereka melihat kita, aku tidak perduli dan masalah Ari biarkan dia menikmati nya!"
"Huh kalian berdua memang cocok sekali, sudahlah aku malas berdebat dengan mu!"
Aku pun memasuki mobil dan Alex mendudukkan ku dengan lembut. Mesin mobil pun dinyalakan Ari yang menjadi pengemudinya. Dia menjalankan mobil dengan pelan, agar aku merasa nyaman dalam perjalanan pulang. Aku menyandarkan kepalaku di pundak Alex, dan dia langsung memelukku dengan lembut dan mengecup kepalaku.
"Kenapa kau sudah lelah?"
"Tidak, biarkan aku seperti ini!"
"Baiklah lakukan apa yang kau inginkan."
Beberapa saat kemudian kami tiba di rumah. Ternyata di rumah sudah berkumpul semuanya, aku merasa senang dengan sambutan yang mereka berikan padaku. Aku bersyukur memiliki keluarga yang begitu menyangangi ku. Tak terasa air mataku menetes, ini adalah air mata kebahagiaan. Alex melihat air mataku menetes di pipiku dan dia menghilangkan air mata di pipiku dengan sentuhan jarinya dengan lembut. Sambil tersenyum lembut dan menggendongku masuk ke dalam rumah.
"Wah calon Ibu satu ini seperti pengantin baru saja!" Goda Salma pada Alin.
"Hahhaa kenapa Salma sudah tidak tahan ya ingin seperti mereka?" Timpal Bunda Ana yang menggoda balik Salma.
Seketika wajah Salma memerah dan semua orang yang berada disana tertawa bebas.
Aku pun ikut tertawa karena Bunda menggoda calon menantunya. Alex pun mendudukkan aku di sofa dengan lembut.
"Iya nih Salma udah ga tahan tuh Mas, buat di gendong!" Goda ku pada Salma.
"Hahaha kamu Lin, udah dong jangan menggoda calon istri Mas mu ini!"
"Cie cie Mas bela Salma, jadi aku bukan kesayangan mu lagi ya Mas?" Aku menggoda balik Mas Rio.
"Hahaha kau tetap adik kesayangan ku, tapi sekarang kau adalah kesayangan suami mu!" Jawab Mas Rio dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Sudah-sudah dimakan cemilan yang sudah disiapkan jangan di pajang doang dong, Mama kan dah siapin semuanya!" Ucap Mama Rahma.
Semuanya pun memulai makan makanan yang sudah di sediakan oleh Mama Rahma. Kenapa aku pingin makan spaghetti yang dibuat langsung oleh Bunda dan Mama Rahma.
"Bun aku pingin makan spaghetti yang dibuat Bunda langsung dan Mama Rahma juga hehehe."
__ADS_1
Semua yang mendengar ucapakan langsung kaget dan tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha ga salah tuh Mba Alin, ingin spaghetti yang dibuat Mama dan Bunda sekaligus dua koki cantik!" Adam tertawa sambil menggoda Alin.
"Hus jangan menggoda Mba mu!" Mama Rahma berkata sambil menjewer telinga Adam seperti anak kecil yang dihukum oleh Mama.
"Aww sakit Mah, iya iya aku ga akan menggodaku Mba kesayangan kalian deh!" Adam berkata sambil mengelus telinganya yang baru lepas dari jeweran Mama Rahma.
Semua tertawa melihat tingkah laku Adam, aku pun ikut tertawa melihatnya. Tanpa kusadari Alex selalu memperhatikan ku dan hanya bisa tersenyum dan menggeleng kan kepala.
"Kenapa kau seperti itu memandangku?" Tanya ku pada Alex.
"Tidak apa-apa, hanya saja aku bingung dengan nafsu makanmu hari ini hahahaha!" Alex berkata dan tertawa.
Aku mencubit pinggangnya dengan sekeras tenaga yang kumiliki.
"Awwww sakit sayang!" Alex teriak kesakitan.
Seketika semua terdiam dan tertawa kembali melihat tingkah laku Alex.
"Hahaha ternyata kau kena juga Mas!" Goda Adam pada Alex.
"Diam kau, semua ini karena kau!"
"Ihh apa salahku Mas, aku tidak melakukan apa-apa apa padamu hahaha."
"Sudah-sudah kalian lanjutkan saja, Mama mau masak sama Bunda Ana."
Mama Rahma pun pergi ke dapur bersama Bunda yang akan memasakkan spaghetti untuk ku.
"Alex ada yang ingin ku bicarakan, bisakah kita bicara?" Ayah berkata pada Alex.
"Baik Ayah, mari kita ke ruang kerja ku!" Alex berkata sambil berjalan menuju ruang baca bersama Ayah.
Aku pun membiarkan mereka untuk bicara dengan tenang.
"Sal bagaimana persiapan buat pernikahan kalian sudah beres kah?" Tanya ku pada Salma.
"Alhamdulillah sudah beres Lin, tinggal menunggu hari H nya." Jawab Salma dengan senang.
"Alhamdulillah kalo gitu, oia aku belum dengar kabar Lili kemana dia?"
"Dia sedang berada di Bandung, karena ada urusan keluarga nya disana!"
"Mudah-mudahan dia bisa hadir disaat kau menikah nanti."
"Aamiin mudah-mudahan ya Lin, aku ingin kalian ada bersama ku di saat hati terpenting buat ku." Jawab Salma.
Beberapa saat kemudian Ayah dan Alex kembali berkumpul dengan kami. Mama dan Bunda pun ikut bergabung dengan membawa dua buah piring berisikan spaghetti pesananku.
Aku pun melahap semua spaghetti yang sudah disiapkan, semuanya memandangi ku dengan heran. Aku tak peduli karena spaghetti ini begitu enak. Lebih baik aku menikmati semuanya selagi rasanya enak.
"Sayang makannya pelan-pelan saja, nanti kamu tersedak!" Alex berbisik padaku.
"Kamu mau sayang?" Aku membalasnya dengan menawarkan spaghetti yang masih ada.
"Haha tidak makan saja semuanya untuk mu dan calon anak kita."
"Sayang pelan-pelan makannya!" Bunda berkata padaku
"Iya pelan-pelan saja sayang ga akan ada yang minta kok!" Timpal Mama Rahma.
Akhirnya spaghetti ku habis tak tersisa, perutku merasa kenyang. Dan kulihat semuanya memandangi ku dengan wajah melongo.
"Hahaha ternyata ini adalah ibu hamil yang kelaparan yang ada di depan kita!" Celetuk Rio.
"Diam kau Mas, nanti aku mau lihat bagaimana kalau Salma hamil nanti apakah nafsu makannya akan seperti ku atau malahan lebih parah dari ku hahahaha!" Jawab ku pada Mas Rio.
____________________________________________
Terimakasih untuk kalian yang sudah memberikan vote koin dan poin untuk contest novel ku ini 😘
Lagi-lagi aku meminta kebesaran hati kalian untuk vote lagi 😂
Jika kalian masih memiliki sisa poin kalian silahkan untuk vote lagi, sebagai tanda kasih kalian untukku 😔
Dan kalian juga masih bisa mengumpulkan poin kalian untukku di hari ini dan besok.
Bagaimana caranya mendapatkan poin?
Kalian bisa memasuki beranda aplikasi MangaToon atau NovelToon, kemudian selesaikan misi yang tertera di dalam fitur PUSAT MISI itu.
Jika ada hal lain yang ingin kalian tanyakan padaku, kalian bisa menghubungiku via Instagram dengan nama akun @macan_nurul
Sampai bertemu di episode selanjutnya 😂
Itu pun jika kalian memberikan banyak poin kalian untuk judul karya ku yang ini 😒
__ADS_1
Dan ingat!! Aku tidak pernah memaksa kalian 😏