Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Extra Part Lili-84


__ADS_3

"Apa yang terjadi panda Kenzo? Mengapa dia melakukan semua ini? Apakah dia sudah merencanakan semua ini?" gumam Lili yang masih terdengar jelas oleh Arata.


"Dia sudah merencanakan semua ini semenjak pertemuan kita pertama kali di Bali!" ucap Arata pada Lili.


Mendengar itu Lili terkejut, dia tidak menyangka jika Kenzo sudah merencanakannya sejak awal. Apakah dia begitu percaya pada dirinya dan Arata untuk menjaga Yuki dibandingkan dengan keluarga dekatnya.


"Sayang, apa lebih baik Yuki kita titipkan selama beberapa hari di pedesaan bersama ayah dan ibu?" tanya Arata pada Lili.


Lili berpikir kembali jika Yuki di pedesaan maka ayah dan ibu dalam bahaya juga. Dia tidak mau terjadi sesuatu pada ayah atau ibu, menuruti Yuki lebih baik berada di rumah bersamanya dan Arata.


"Tidak, jika Yuki di pedesaan maka ayah dan ibu dalam bahaya juga!" jawab Lili.


Arata kembali berpikir apa yang sudah dikatakan oleh Lili ada benarnya. Bukan melindungi Yuki malahan ayah dan ibu akan dalam bahaya juga.


Saat Arata dan Lili sedang membicarakan masalah keselamatan Yuki, mereka berdua mendengar suara tangisan Yuki. Lalu terdengar suara ketukan pintu, Lili bergegas membuka pintu kamar. Dia melihat Yuki yang sedang menangis di balik pintu.


Lili segera menggendong Yuki lalu membawanya masuk ke dalam kamar. Dia berusaha menenangkannya tetapi Yuki masih saja menangis.


"Aku rindu ayah!" ucap Yuki sembari menangis.


Lili hanya bisa memeluk gadis kecil itu karena tidak tahu harus berkata apa. Sebab dia tidak tahu apakah Kenzo masih hidup atau sudah tiada. Akhirnya Yuki tertidur di dalam gendongan Lili, dia menidurkannya secara perlahan di atas tempat tidur.


"Bisakah malam ini Yuki tidur bersama kita?!" tanya Lili pada Arata.


Arata tersenyum dia mengizinkan Yuki untuk tidur bersama, dia merasa sedih melihat Yuki yang selalu menangis menanyakan tentang ayahnya.


Yuki terbangun di tengah-tengah Lili dan Arata, dia merasa senang dan terlindungi. Lalu dia kembali memasukkan tubuh mungilnya ke dalam pelukan Lili.


Lili menyadari jika Yuki masuk dalam pelukannya, dia tersenyum lalu memeluknya dengan erat untuk memberikannya kehangatan seorang ibu.


Arata pun melihat tingkah Yuki, dia melirik Lili lalu tersenyum. Mungkin inilah salah satu Tuhan memberikan hadiah atas kesedihan Lili dan penantiannya untuk mendapatkan seorang anak.


Arata tidak peduli meski anak itu bukan anak kandungnya, dia bersyukur jika Yuki bisa memberikan keceriaan di dalam rumah tangganya.


"Apa Yuki sudah tertidur lagi?" tanya Arata pada Lili.


Lili mengangguk, Arata bangun dan menuju kamar mandi untuk mengambil wudu. Setelah itu dia keluar dari kamar mandi dan sudah melihat Lili berada di balik pintu.


Arata menyiapkan sajadah untuk salat subuh, sembari menunggu Lili. Yang di tunggu sudah keluar dari kamar mandi lalu berjalan mendekati Arata. Dia menggunakan mukenanya, mereka mulai salah bersama.


Yuki yang terbangun kembali tidak melihat Lili dan Arata di sampingnya. Lalu dia terduduk dan mencari keberadaan mereka, dia melihat mereka sedang melakukan gerakan yang tidak dia ketahui sama sekali.


Setelah selesai salat Lili melihat Yuki yang duduk terdiam memperhatikannya. Lalu dia melepas mukena, melipatnya dan menyimpannya. Dia menghampiri Yuki yang masih menatapnya.


"Ada apa, sayang?" Lili bertanya dengan lembutnya.


"Tante Lili sedang apa tadi berdua sama Om Arata?" Yuki balik bertanya.


Lili pun menjelaskan bahwa dia seorang muslim dan itu adalah salah satu kewajiban bagi seorang muslim. Dia menjelaskan secara perlahan agar mudah dimengerti oleh Yuki.


Arata mengatakan pada Yuki agar menunggu mereka berdua di rumah. Karena hari ini baik dia atau Lili harus bekerja menyelesaikan urusan yang belum selesai.


Yuki tersenyum, dia mengerti dengan semua itu. Dia mengangguk dan mengatakan akan menjadi anak yang baik sehingga mereka tidak perlu merasa khawatir.


Di saat Lili dan Arata di kantor, ada seorang pria yang dikawal oleh beberapa pengawal. Dia berusaha untuk menemui Yuki tetapi dia tidak diizinkan untuk masuk ke dalam rumah.


Pengawal yang dibawanya merasa kesal lalu terjadilah perkelahian antara pengawal Lili dan pengawal orang yang ingin bertemu dengan Yuki.


Orang itu tak lain adalah paman dari Yuki, dia bernama Asamu. Dia ingin bertemu dan mengambil Yuki dari tangan Arata karena menurutnya dialah yang berhak atas hak asuh Yuki bukan orang lain.


Seorang pelayan dari dalam rumah merasa khawatir, lalu dia menghubungi Arata dan Lili. Dengan cepat Arata bergegas kembali ke rumah bersama Maru. Begitupun dengan Lili dia segera kembali ke rumah.


Lili tidak ingin terjadi sesuatu dengan Yuki, dia tidak akan membiarkan orang jahat menyentuh tubuhnya sudah cukup gadis kecil itu menderita.


Arata tiba terlebih dahulu, dia melihat pengawal yang masih baku hantam. "Berhenti!" ucap Arata dengan nada penekanan.


Semua perkelahian yang terjadi terhenti seketika setelah mendengar Arata. Dia melihat secara seksama siapa yang sudah berani menyerang rumahnya.


Arata melihat seorang pria yang berpenampilan rapi, yang sedang berdiri dengan percaya dirinya. Dia tahu jika pria itu pasti adik dari Kenzo.


"Apa yang kalian inginkan? Sehingga berani sekali mengacau di rumahku?!" tanya Arata dengan dingin tetapi tersirat sebuah ancaman.


"Ohh, jadi ini rupanya orang yang sudah berani mengambil keponakanku?!" jawab Asamu dengan nada sombongnya.


Arata tersenyum, dia tidak menyangka terlihat sangat jelas perbedaan antara pria itu dan Kenzo. Pria itu terlihat arogan dan percaya dirinya besar sekali.


Sebelum Arata menjawab pertanyaan pria itu, Lili tiba lalu menghampiri Arata. Dia melihat dengan jelas apa yang sedang terjadi.


"Apa kalian sudah gila? Berani sekali melakukan kekacauan di rumahku?!" Lili bertanya karena merasa kesal.


"Suami-istri yang penuh dengan kemarahan, aku menyukai itu! Kedatanganku kali ini adalah untuk bertemu dan mengambil Yuki dari tangan kalian! Karena yang berhak atas dia adalah aku Asamu!" Asamu berkata dengan penuh percaya diri.


Lili berpikir mungkin dia adalah orang yang sudah membunuh ibunya Yuki dan orang yang merencanakan penyerangan kemarin. Yang mengakibatkan menghilangnya Kenzo.


Lili mengatakan jika Yuki sudah berada di tangan yang tepat, dia tidak akan memberikan Yuki pada Asamu. Mendengar perkataan Lili membuat Asamu merasa kesal.

__ADS_1


Dia terus saja meminta Yuki, jika tidak dia akan membawanya ke pengadilan untuk merebut hak asuh Yuki. Karena baginya Yuki masih sangat penting, jika tidak ada gadis kecil itu dia tidak bisa memiliki semua kekuasaan yang sejak lama dia inginkan.


"Kau tidak mungkin memang melawan kami! Karena Kenzo sudah menyerahkan hak asuh Yuki pada kami!" Arata berkata dengan tegas.


Apa pun yang dilakukan oleh Asamu tidak akan bisa merubah apa yang sudah diputuskan oleh Kenzo. Dan Arata tidak akan membiarkan Asamu merebut Yuki dengan mudah karena dia sudah berjanji pada Kenzo untuk menjaga putri kesayangannya.


Asamu meminta Lili dan Arata untuk mempertemukan dirinya dengan Yuki. Dia akan mengacau terus hingga dipertemukan dengan Yuki.


Arata berkata pada Lili untuk membiarkan Asamu bertemu dengan Yuki. Dengan pengawasan yang ketat dan Lili pun harus ada saat pertemuan mereka berdua.


Lili menyetujui jika Asamu ingin bertemu dengan Yuki tetapi dengan syarat yang telah diberikan oleh Arata. Mendengar itu Asamu menyetujui semuanya, dalam benaknya akan berusaha untuk membujuk Yuki agar mau pergi bersamanya.


Lili masuk terlebih dahulu lalu diikuti oleh Arata, sedangkan Asamu masuk dengan Maru yang selalu berjaga-jaga. Agar tidak terjadi sesuatu yang mengakibatkan tuannya celaka.


Maru tahu pasti orang yang menyebabkan semua ini adalah Asamu, dia semakin berhati-hati dalam semua tindakannya. Sebenarnya dia merasa kesal dan ingin menghajarnya. Namun, dia menahan emosinya karena belum saatnya untuk menghajarnya.


Adamu duduk di atas sofa yang di sampingnya sudah ada Maru berdiri dengan tegap. Mari selalu mengawasi gerak-gerik Asamu, dia tidak membiarkan sedikit pun Asamu untuk bertindak semaunya.


Begitu pula dengan Arata yang selalu memperhatikan gerak-gerik Asamu. Dia memperhatikan dengan seksama bagaimana pria seperti dia bisa berlaku kejam pada saudaranya sendiri dan ingin menghabisi keponakannya yang tidak berdosa.


Lili berjalan bersama Yuki menuju ruang tamu, saat Yuki melihat pamannya dari kejauhan. Dia mulai merasakan ketakutan, tangannya memegang erat pakaian Lili seraya dia tidak ingin ikut bersamanya.


Yuki merasakan ketakutan yang begitu besar saat melihat wajah sang paman. Dia menyembunyikan dirinya di balik tubuh Lili karena tidak ingin terlihat oleh sang paman.


Lili menyadari jika Yuki sangat ketakutan terhadap pamannya, lalu dia menggendong Yuki. Dia membisikan sesuatu di telinganya, jika dia tidak akan membiarkan pamannya menyakitinya lagi.


Setelah itu Yuki berusaha memberanikan diri untuk melihat sang paman. Namun, masih teringat dengan jelas apa yang sudah dilakukan sang paman pada ibunya dan juga tentang peristiwa penyerangan kemarin.


Asamu tersenyum pada Yuki, dia ingin memperlihatkan sosok paman yang penuh kasih padanya. Namun, senyuman itu membuat Yuki merasa ketakutan.


Yuki duduk diatas pangkuan Lili, dia sungguh tidak ingin bertemu dengan pamannya. Karena pamannya yang sudah membuat ibunya tiada dan selalu melakukan hal-hal jahat pada dirinya dan ayahnya.


"Yuki, ikut dengan paman ya?" tanya Asamu dengan lembut.


Yuki menggelengkan kepalanya dengan perlahan dengan maksud dia tidak ingin ikut bersamaku pamannya. Asamu terlihat kesal karena Yuki tidak ingin ikut dengannya.


"Kau lihat sendiri, bagaimana kau ingin mendapatkan hak asuh keponakanmu? Sedangkan keponakanmu takut terhadap dirimu!" Arata berkata dengan nada dingin.


Asamu merasa marah karena mendapatkan penolakan dan perkataan Arata yang begitu menyayat egonya. Dia pergi dengan mengatakan akan merebut kembali Yuki dengan cara apa pun, meski harus menghabiskan semua pelindung Yuki.


Setelah kepergian Asamu, seorang pelayan mendekati Lili dan membawa Yuki untuk kembali ke kamarnya. Lili mengatakan pada pelayan tersebut agar selalu berada di sisi Yuki.


"Bagaimana menurutmu, sayang?!" Arata bertanya pada Lili yang masih duduk di sampingnya.


"Apa pun yang terjadi Yuki tetap harus berada di tangan kita! Sebelum Kenzo ditemukan atau Kenzo yang meminta Yuki kembali!" jawab Lili dengan penuh keyakinan.


"Tuan, seperti kita harus memperketat penjagaan rumah ini!" Maru berkata dengan arti tidak ada penolakan dari Arata.


Arata tersenyum lalu menyuruh Maru melakukan apa pun untuk menjaga rumah ini agar tidak ada yang bisa masuk untuk menyakiti Yuki. Maru pun pergi untuk melakukan pekerjaannya yaitu memperketat penjagaan rumah.


Maru sudah memikirkan semua cara agar tidak ada satu orang pun musuh bisa masuk kedalam rumah. Karena menurutnya sekarang keluarga Arata sedang dalam bahaya.


Setelah kepergian Maru, Lili mengajak Arata untuk masuk ke dalam kamar untuk membicarakan semuanya. Karena baginya sangat nyaman jika berbicara dengan Arata di dalam kamar.


"Apa kau tidak akan kembali ke kantor?" tanya Arata pada Lili.


"Tidak!" jawabnya singkat.


Lili pun bertanya kembali apakah Arata akan kembali ke kantornya, Arata pun menjawab tidak akan kbali ke kantor. Karena dia masih merasa khawatir jika Asamu akan kembali menyerang rumah dan membawa paksa Yuki.


Rupanya pemikiran Arata sama dengan pemikiran Lili, lebih baik sekarang mengerjakan apa yang bisa di kerjakan di rumah. Dia menghubungi Novi jika ada hal penting bisa langsung ke rumahnya.


1700


***


Seminggu setelah kedatangan Asamu ke rumah Lili untuk mengambil Yuki tidak berjalan dengan keinginannya. Dia melakukan beberapa kali dalam seminggu itu untuk merebut Yuki. Namun, dia selalu gagal.


Yuki mulai terbiasa tinggal di rumah Lili, dia pun sudah mulai memanggil Lili dengan sebutan ibu. Sedangkan Arata masih tetap dipanggil om. Mungkin dia masih merasa jika ayahnya masih hidup dan akan kembali menjemputnya.


Arata yang saat ini berada di kantor sudah merasa jengah dengan perbuatan Asamu. Dia menyuruh Maru untuk memberikan surat peringatan yang berkekuatan hukum. Agar Asamu tidak menggangu Yuki lagi dalam beberapa tahun ke depan.


Arata sudah berpikir akan akan mendidik Yuki menjadi wanita yang kuat. Sehingga dia bisa mengatasi semua musuh-musuhnya, karena hanya itu yang bisa dia lakukan untuk melindunginya.


"Carikan aku guru untuk pendidikan Yuki, lebih baik jika di menempuh pendidikannya di rumah saja! Dan juga carikan dia guru bela diri!" perintah Arata pada Maru.


Maru mengangguk lalu membungkuk tubuhnya dan pergi meninggalkan Arata. Dia menuju ruangannya, mulai mencari guru yang cocok dengan Yuki. Tentunya bisa di percaya untuk mengajari Yuki.


Lili yang sibuk dengan serangan Abimanyu berusaha dengan keras untuk melindungi kedua perusahaan bersama Novi dan Sella. Pikirannya terbagi menjadi dua dia mengkhawatirkan perusahaannya dan juga keselamatan Yuki.


Arata tahu jika Lili sedang menghadapi musuhnya sendiri, dia tidak ingin di bantu oleh Arata dalam menghadapi musuhnya. Itulah yang membuat Arata sedikit khawatir dengan keselamatan Lili.


Namun Arata tidak bisa memaksanya, dia seperti melihat bayangan Alin di dalam diri Lili. Mungkin mereka sudah lama bersahabat sehingga karakter mereka bisa sama.


Sekarang Arata kembali memikirkan Alex, dia juga berusaha untuk membantu Alex dalam mengatasi semua permasalahan. Namun, Alex bersikeras tidak ingin di bantu karena dia sudah di bantu oleh istrinya sendiri yaitu Alin.

__ADS_1


Mereka berdua memang pasangan yang serasi bisa saling mendukung. Arata pun ingin bisa melakukan hal yang sama kepada Lili. Jadi dia selalu melindungi Lili dari belakang.


Di kantor Lili, sedang memeriksa beberapa dokumen yang harus dia selesaikan. Novi mengetuk pintu ruangan, Lili pun menyuruh masuk. Novi berjalan memasuki ruangan, dia menyerahkan sebuah amplop bewarna putih.


"Apa ini?!" tanya Lili pada Novi.


"Ini semua informasi yang bisa menghancurkan Abimanyu, sehingga dia tidak bisa bangkit lagi!" jawab Novi.


"Bagus! Kita serang dia secepatnya, aku ingin semua masalah ini tuntas!" ucap Lili yang menyuruh Novi untuk segera bergerak.


Lili pun menghubungi Sella untuk menjalankan rencananya, Sella pun sudah siap karena dia sudah memiliki informasi yang sama dengan yang Novi berikan pada Lili tadi.


Hari ini semua rencana Sella dan Lili berjalan, sedikit demi sedikit perusahaan Abimanyu mulai mendapat masalah. Pemeriksaan terhadap perusahaan Abimanyu karena sudah bertindak curang dalam pembayaran pajak. Baik yang di Jepang atau di Indonesia.


Abimanyu tahu jika semua ini adalah perbuatan Sella dan Lili, dia berniat menyerang balik. Namun, Lili tidak memberi kesempatan pada Abimanyu untuk menyerang balik.


Pada akhirnya Abimanyu tidak bisa melawan lagi, semua usaha yang dia lakukan hancur. Kekayaan yang dia miliki habis untuk membayar semua kerugiannya.


Abimanyu pun di tangkap pihak berwajib karena telah melakukan pembunuhan terhadap seorang akuntan. Itulah salah satu kesalahan fatal yang dibuat oleh Abimanyu.


Dia tidak menyangka jika Lili atau Sella mengetahui perbuatan busuknya. Sehingga dia masih merasa tenang, butuh waktu dua bulan untuk menghancurkan Abimanyu hingga masuk ke dalam jeruji besi.


Untuk merayakan rasa syukur karena berhasil melumpuhkan Abimanyu. Lili mengadakan acara makan malam, dia mengundang Novi, Sella, Sarada beserta pasangan mereka.


"Hai Yuki, bagaimana kabarmu?" tanya Sella dengan lembut pada Yuki yang baru menghampiri mereka di ruang tamu.


"Aku baik-baik saja Tante Sella, bagaimana keadaan Tante Sella? Oia kapan Tante Sella seperti tante Sarada?" jawab Yuki lalu disertai pertanyaan yang bertubi-tubi.


Sella tersenyum, dia mengatakan jika sekarang gilirannya dia di sidang. Semua orang yang hadir terkekeh mendengar pertanyaan Yuki pada Sella.


"Hentikan tawamu Novi, pasti sebentar lagi kau dapat pertanyaan seperti ini dari Yuki!" ucap Sella yang merasa kesal dengan Novi yang menertawakannya.


Bukannya mengentikan tawa, mereka semakin terkekeh-kekeh mendengar perkataan Sella. Sedangkan Nathan hanya diam, dia sebenarnya menginginkan memiliki seorang anak dari Sella.


Namun, hubungan mereka belum membaik, Sella masih bersikap dingin padanya. Akan tetapi dia masih tetap menunggu Sella berubah menjadi hangat padanya.


Sedangkan Novi masih merasa kesal dengan Satria yang masih belum bisa bertindak tegas pada Faisal. Itulah yang membuat mereka berdua sering berdebat. Sampai saat ini Novi masih tinggal di apartemennya.


Sedangkan Satria terkadang berada di apartemennya atau berada di apartemen Sella. Guna untuk menghilangkan rasa tidak enak pada Faisal.


Faisal selalu saja menggunakan segala cara agar Satria jauh dari Novi. Dan sampai sekarang mereka berdua belum bisa mengatasi semua rencana Faisal.


Sedangkan Sarada, merasa bahagia dengan perhatian Maru padanya. Ditambah lagi janin yang dikandungnya dalam keadaan sehat. Namun, yang membuatnya khawatir adalah tentang Ayuka, dia mendengar bahwa Ayuka dalam masalah.


Sehingga membuat kesehatan sang ibu memburuk tetapi ayah tidak mengijinkan Sarada untuk Kemabli ke rumah. Dan juga melarang Sarada untuk membantu masalah Ayuka karena itu harus Ayuka sendiri yang mengatasinya.


"Sudah-sudah, lebih baik kita makan malam seorang! Semuanya sudah siap!" Lili berkata guna menghentikan tawa semuanya.


Mereka pun mulai makan malam, Yuki merasa senang dengan suasana malam ini. Menurutnya rumah ini menjadi hangat, dia pun sedikit demi sedikit mulai bisa melupakan kesedihannya dan rasa trauma akibat pamannya sendiri.


Lili merasa ada yang aneh dia, setiap memasukkan makanan ke dalam mulutnya merasakan tidak enak. Dia berusaha menahan semuanya karena tidak enak dengan semuanya jika dia membuang yang sudah ada di dalam mulutnya.


Acara makan malam selesai, semuanya kembali ke rumah masing-masing. Lili menyuruh Yuki untuk segera masuk ke dalam kamarnya, sedangkan dia berlari menuju kamar.


Lili tidak bisa menahan rasa mual dia langsung masuk kedalam kamar mandi. Dia memuntahkan kembali semua yang baru dia makan tadi.


Arata mendengar Lili muntah, dia merasa khawatir dan menunggunya di balik pintu kamar mandi. Namun, Lili begitu lama tidak keluar dari kamar mandi.


Arata pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar mandi, kebetulan tidak terkunci. Dia melihat Lili terkulai lemas dia mendekatinya lalu bertanya, "Kau kenapa? Apa kau sakit?"


"Aku tidak apa-apa," jawab singkat Lili.


Lili berusaha berdiri tetapi dia tidak bisa karena merasa lemas, akhirnya Arata menggendong Lili yang terlihat lemas. Dia berjalan perlahan keluar dari kamar mandi menuju tempat tidur.


Arata membaringkan Lili di atas tempat tidur, melihatnya seperti itu dia segera mengambil ponselnya. Lalu menghubungi dokter untuk memeriksa Lili.


"Aku tidak apa-apa, kau tidak usah khawatir ya? Mungkin aku masuk angin biasa. Istirahat sebentar juga pasti sudah membaik!" Lili berkata dengan lemah.


Beberapa saat kemudian dokter tiba, dia langsung memeriksa Lili. Terlihat senyum di bibir sang dokter, itu membuat Arata bingung mengapa dokter tersenyum di saat Lili sedang sakit.


"Apa yang terjadi? Mengapa Dokter tersenyum melihat istriku terkulai lemas seperti itu?!" tanya Arata pada dokter.


Dokter tersenyum mendengar semua pertanyaan Arata, dia pun mengatakan selamat pada Arata. Karena Lili saat ini sedang mengandung.


Arata begitu senangnya hingga memeluk sang dokter, itu membuat dokter terkejut. Namun, dia merasa senang akhirnya kelurga Arata memiliki penerus.


Dokter pun mengatakan jika Lili harus diperiksa oleh seorang dokter kandungan. Karena Lili pernah mengalami keguguran pada kehamilan pertamanya.


Setelah mengatakan itu dokter pun pergi dari kediaman Arata, dia merasa senang dan langsung menghubungi tuan Amida. Dia mengatakan pada tuan Amida jika sebentar lagi akan memiliki seorang cucu. Karena menantunya sedang mengandung.


Mendengar kabar itu ayah Amida merasa senang tetapi dia tidak memberitahukan sang istri terlebih dahulu. Semua untuk untuk menjaga perasaan sang istri dan juga Lili.


Masih ada rasa khawatir di dalam hati ayah Amida, dia takut terjadi sesuatu pada kandungan Lili. Lebih baik tidak memberikan harapan pada sang istri. Dia pun mengatakan pada dokter untuk merahasiakan semuanya pada istrinya, dokter pun mengerti dengan alasan tuan Amida. Sehingga dia menyetujuinya.


Arata merasa senang dengan kabar kehamilan Lili, dia mengecup lembut keningnya. Lili yang baru terbangun dan tidak menyadari bahwa sudah di periksa oleh dokter. Bertanya pada Arata, "Ada apa?"

__ADS_1


Arata memeluk Lili dengan lembut lalu membisikan, "Kita akan memiliki seorang anak, kau sedang mengandung."


Mendengar itu Lili merasa kebahagian yang tak terhingga karena dia sudah menunggu sedari dulu. Karena kehamilan ini yang sudah dia nantikan semenjak kehilangan bayinya.


__ADS_2