
Setelah semua duduk, Tuan Amida langsung memulai pembicaraan meski Lili tidak ada. Tuan Amida meminta maaf atas kelakuan buruk Arata, dan Arata akan bertanggung jawab penuh atas perbuatannya. Tuan Amida sekaligus melamar Lili untuk Arata. Mama Hani dan Papa Karim tidak bisa berkata apa-apa, karena semua ini hanya Lili yang memutuskannya.
"Saya tidak bisa memutuskan menerima atau menolaknya, yang bisa memutuskan semua ini adalah Lili!" Ucap Mama Hani dengan tatapan marah saat melihat Arata.
"Kalau begitu bisa saya bertemu dengan Nona Lili?" Ucap Nyonya Amida.
"Lili sedang ada di ruang latihannya, mungkin dia akan keluar di sore hari. Apalagi dia butuh mengeluarkan semua emosinya." Jawab Papa Karim.
"Oke kalau begitu kita ke ruang latihannya saja."
Kami pun berjalan menuju ruang latihan Lili, aku melihat Lili begitu kelelahan tapi dia terus saja memukul samsak yang ada di depannya. Saat Lili tersadar akan kehadiran kami, dan dia melihat Arata mata Lili memancarkan kemarahan dan kebencian.
"Untuk apa kau datang kemari hah!" Lili berkata dengan nada tinggi ke arah Arata.
"Kenapa kau tidak mengharapkan ku datang menemui mu, apa kau belum puas dengan yang kemarin?" Sindir Arata, yang membuat Alin dan Lili kembali mengingat kejadian itu.
Aku yang mendengar perkataan Arata menghampirinya dan melayangkan pukulannya ke wajah Arata. Semua kaget melihat apa yang kulakukan. "Kalau kau berani ayo kita bertarung di atas ring siapa yang akan menjadi pecundang disini sekarang!"
"Tidak Lin, biar aku saja yang menghadapinya, dia pikir setelah perbuatannya pada ku kemarin, akan menghancurkan ku! Kau salah dengan yang kau lakukan kemarin padaku itu membuatku semakin kuat dan aku akan menghancurkan mu sampai kau menyesal telah melakukan itu padaku!" Ucap Lili dengan nada dingin.
Arata yang mendengar ucapan Lili merasa tertantang, karena selama ini belum ada wanita yang sudah ia hancurkan semakin kuat. "Baiklah aku terima tantangan mu! Tapi apa yang akan kau berikan jika aku menang dari mu?"
__ADS_1
"Begini saja, jika Arata yang kalah terserah Nona Lili mau menghukumnya dengan cara apapun aku tidak akan melarangnya. Jika Arata yang menang maka Nona Lili harus bersedia menjadi menantuku, bagaimana Nona Lili apakah Nona bersedia?" Ucap Tuan Amida dengan tegas, seraya Arata tidak bisa membantah perkataan Ayahnya.
"Baik, aku setujui itu semua! Dan aku akan mengalahkan mu dan memghajar mu sampai kau tak berdaya!" Lili berkata dengan ketus.
Arata pun membuka jasnya, membuka kancing atas kemejanya dan membuka kancing kedua lengannya, dia bersiap-siap untuk bertarung dengan Lili di atas ring.
"Dasar kau ********, kau pikir aku wanita lemah hah! Jika saja kemarin kau tidak membius ku, maka kau tidak bisa melakukan hal yang menjijikkan itu padaku!" Ucap Lili dengan marah.
"Baiklah kita lihat siapa yang kuat, kau pikir dengan tidak di bius kau lebih kuat dari ku, Hahahaha jangan mengkhayal kau Nona!" Arata membalas ucapan Lili dengan nada sindiran nya.
Akhirnya mereka pun memulai perkelahian mereka
Lili melayangkan tinjunya dan sesekali melayangkan tendangannya, emosi Lili memuncak karena di hadapannya adalah seseorang yang telah merenggut kesuciannya. Arata masih bersikap tenang menghadapi serangan Lili. Aku melihat Lili yang terus menyerang Arata semakin kelelahan, ini salah jika kau terus menyerangnya dengan emosi mu seperti itu maka akan menghabiskan tenagamu dan kau akan kelelahan.
"Hahahha kau benar Lin, sekarang kita lihat apa dia bisa mengalahkan ku!" Lili berkata dan langsung merubah mood bertarungnya dia mengingat hal-hal selama latihan bersama Alin dan Salma.
Seketika gaya bertarung Lili berubah, Arata mulai kewalahan. Arata yang hanya menghindar sekarang mulai menyerang Lili dengan tinjuan dan tendangannya. Namun Lili bisa menangkis tinjuan Arata dan menghindar dari tendangan Arata. Lili melayangkan pukulannya dan mengenai pipi Arata. Arata membalas dengan melayangkan tinjunya dan mengenai perut Lili. Satu jam sudah berlalu, mereka sudah kelelahan. Lili yang sudah kehabisan tenaganya karena dia sudah mengeluarkan banyak tenaga, akhirnya jatuh tak sadarkan diri. Arata yang mengetahui Lili akan terjatuh, langsung memegangnya dan menidurkan nya di bawah.
"Pah bawa Lili ke kamarnya saja, disini tidak baik buat dia!" Mama Hani menyuruh Papa Karim untuk menggendong Lili.
Disaat Papa Karim mau mendekati Lili, Arata sudah menggendongnya dan berkata, "tunjukkan saja di mana kamarnya?"
__ADS_1
Entah apa yang ada di pikiran Arata, tapi aku merasakan aura yang berbeda dari sebelumnya. Perubahan sikap Arata seperti ini membuatku sangat bingung. Arata menggendong Lili sampai di kamarnya, dan menidurkannya di kasur. Tatapan Arata pada Lili sangat berbeda, ada tatapan kelembutan yang muncul di matanya. Ini tidak mungkin, apakah Arata yang selama ini bertidak seperti monster berubah seperti ini.
"Pah cepat panggil Dokter!" Mama Hani menyuruh Papa Karim.
Papa Karim pun segera menelepon Dokter. Beberapa saat kemudian dokter tiba, dan memeriksa keadaan Lili. Setelah pemeriksaan selesai, Dokter menuliskan resep obat yang harus di beli sambil berkata, " Nona Lili mengalami kelelahan, dan juga ada bekas luka seperti bekas pelecehan, apakah sudah dilakukan visum?"
"Iya Dok, putri saya baru mengalami musibah. Semuanya sudah dilakukan kemarin di rumah sakit, karena Lili ingin pulang jadi kami pun memutuskan pulang." Ucap Mama Hani.
"Baiklah, kalau semuanya sudah dilakukan. Saya harap Nyonya bisa lebih memperhatikan Nona Lili, suruh Nona Lili untuk banyak istirahat." Dokter berkata sambil memberikan resep obat.
"Dok saya harap ini menjadi rahasia, saya tidak mau ini tersebar keluar!"
"Nyonya tenang saja, saya sudah bekerja dengan Nyonya bukan sebentar. Saya juga sudah mengaggap Nona Lili seperti anak saya sendiri. Jadi tenang saja dan jaga Nona Lili dengan baik." Jawab Dokter sambil melangkah pergi meninggalkan kediaman Lili.
___________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
@macan_nurul
__ADS_1
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya klik dan komen ya juga vote ya 😉