
Alex menggendong Rosalina, Ari yang sudah berada di dekat mobil membukakan pintu mobil, dan mempersilahkan untuk masuk. Alex pun mendudukkan Rosalina ke dalam mobil. "Ayo kita jalan!" ucap Alex.
Tak berapa lama, Alex samapai di rumah, Mba Nini menyambut kedatangan mereka. Alex pun menggendong kembali Rosalina, untuk membaringkannya di kamar.
Ada apa dengan nona Rosalina? gumam Mba Nini dalam hatinya. Mau menanyakan pada Tuan Muda Alex ada sedikit keraguan.
"Mba Nini, mamah sudah tidur?" tanya Alex.
"Nyonya, sudah tidur Tuan Muda, maaf Tuan Muda saya lancang menanyakan ini, ada apa dengan Nona Rosalina?"
"Tidak ada apa-apa, dia hanya kelelahan saja, ingat jangan memberitahukan mamah kalo tentang malam ini!" ucap Alex.
"Baik Tuan Muda."
"Mba Nini, gantikan baju Rosalina dengan baju tidurnya, aku akan ke ruangan kerjaku dulu!" perintah Alex, sambil meninggalkan Mba Nini dan Rosalina di dalam kamar.
Mba Nini pun, mengambil pakaian tidur di lemari, dan mulai membuka pakaian Rosalina, dibukanya kerudung yang menutupi mahkota kepalanya. Terlihatlah rambut panjang, berwarna hitam berkilau, sungguh cantik sekali anda Nona Rosalina. Begitu beruntungnya Tuan Muda menikahi anda, saya harap Nona bisa mulai mencintai Tuan Muda. Selesailah menggantikan pakaian Nona Rosalina, dipakainya jilbab untuk tidur di saat malam, karena itu kebiasaan Nona Rosalina.
Beberapa saat kemudian, Alex masuk dan berkata "sudah,!" dengan nada tegas nya.
"Sudah Tuan Muda, ada lagi yang bisa saya bantu?"
"Tidak ada, pergilah!".
"Baik Tuan Muda, saya pamit dulu." sambil melangkah pergi dan menutup pintu dengan tidak bersuara.
Alex pun melangkah menuju kamar mandi, badannya lengket lebih baik aku mandi dulu. Setelah acara mandi nya beres, dia bersiap-siap untuk istirahat, Alex pun tertidur karena sudah sangat lelah.
****
Aaaaaaaaa....
Teriak Rosalina, di pagi hari saat ia terbangun dari tidurnya.
"Hai gadis tengil, kenapa sih teriak pagi-pagi gini?" ucap Alex yang terbangun karena teriakan Rosalina.
Rosalina melihat pakaian pestanya, sudah terganti dengan pakaian tidur, apa yang terjadi? siapa yang mengganti pakaian ku? gumam Rosalina dalam hati.
"Hai gadis tengil, ku ulangi kenapa kau berteriak mengganggu tidur ku saja! ucap Alex kesal.
"Hai Tuan Muda gila, apa yang kau lakukan padaku? Kenapa aku tidur sekasur denganmu? siapa yang mengganti pakaian ku?"
Otak gila Alex muncul dengan cepatnya, "hai gadis tengil, apa kau sudah lupa? apa yang kau lakukan semalam, kalau kau lupa mari kita lanjutkan yang belum terselesaikan!"
"Apa maksudmu? apa yang telah kita lakukan semalam? Kau jangan gila ya!" ucap Rosalina dengan nada kesal.
Alex pun mendekati Rosalina, dengan refleks Rosalina menjauhinya, "kenapa kau menjauhiku? Aku sudah melihat seluruh tubuhmu, apa yang akan kau sembunyikan lagi hah!" ucap Alex dengan tekanan.
"Dasar kau tuan muda gila, apa sekarang bertambah juga penyakit mu?"
"Apa maksudmu, hah kau pikir aku ini biang penyakit'!" nada semakin tinggi.
"Iya, kau sudah gila, sekarang ditambah dengan otak mesum!"
"Dasar mesum!!!"
"Dasar mesum!!!"
Teriak Rosalina dan membuat Alex kesal, langsung mendorongnya dan Rosalina terjatuh dari kasur.
Brugggg..
"Awwww, dasar kau Tuan Muda mesum gila! Kau berani mendorong ku? lihat saja nanti pembalasan ku!" ucap Rosalina dengan nada marah, dan bangun lalu menuju kamar mandi.
Alex yang melihat tingkah laku Rosalina, tertawa terbahak bahak. Hahhaa dasar gadis tengil, berani sekali kau mengancam ku hah!, Aku mau lihat seberapa hebat kamu akan membuatku menyesal.
Tok....
__ADS_1
Tok...
Tok...
"Tuan Muda, ini saya Ari! bolehkah saya masuk?"
"Masuk!" ucap Alex, sambil merapihkan baju tidurnya dan langsung duduk di sofa.
Ari yang melihat Tuan Mudanya, keheranan kenapa Tuan Muda masih memakai baju tidur, biasanya dia sudah rapih dengan jas nya sehingga terlihat maskulin.
"Ada apa?" Alex berkata dingin.
"Begini Tuan Muda, kantor kita yang di Korea ada sedikit masalah, kita harus segera ke sana tuan." ucap Ari.
"Berikan semua informasi yang telah kau dapatkan!"
Ari pun memberikan beberapa dokumen, kepada Tuan Muda Alex.
Alex langsung memeriksa dokumen tersebut, secara seksama guna mencari masalah yang terjadi.
Di kamar mandi, Rosalina kebingungan karena dia lupa membawa handuk dan pakaian ganti. Sial, kenapa aku bisa jadi pelupa gini sih? Bagaimana aku mengambil pakaianku? Sepertinya di luar juga ada asisten gilanya. Ayo berpikir Rosalina, saat sedang berpikir mata Rosalina tertuju pada telepon yang menempel di dinding, Alhamdulillah ada telepon, dan ada pula nomor seri yang bisa di hubungi. Rosalina pun menekan tombol angka, yang di tuju nya adalah Mba Nini.
Tut..
Tut..
Tut..
Diangkat
"Mba Nini!"
"Iya Nona Rosalina, ada yang bisa saya bantu?" jawab Nini.
"Tolong aku ya, aku tidak bisa keluar dari kamar mandi." ucap Rosalina memelas.
"Tunggu, bukan gitu Mba Nini," ucap Rosalina dengan nada yang menggambarkan malu karena dia melupakan handuknya.
"Lalu apa Nona? jangan membuat saya khawatir?"
"Aku sedang mandi, tapi aku lupa bawa handuk dan pakaian ganti ku, sedangkan di kamar kudengar ada Tuan Muda dan Asisten Ari."
Nini tahu, apa yang harus dilakukannya, "baik Nona, saya akan menolong anda, saya segera ke atas." Nini menutup teleponnya, langsung menuju ke kamar. Nona anda begitu lucunya, haha aku tidak habis pikir anda seperti gadis kecil saja.
Beberapa saat kemudian Nini sudah berada di depan pintu kamar.
Tok..
Tok..
Tok..
Siapa yang mengetuk pintu? gumam Ari dalam hati, dan langsung menuju pintu, guna melihat siapa yang mengetuk dan ada perlu apa?. Ari pun membuka pintu kamar, "permisi Asisten Ari, saya dipanggil oleh Nona Rosalina untuk membantunya." ucap Nini
"Siapa Ari?" ucap Alex.
"Masuklah!" Ari berkata pada Nini.
Nini pun masuk dan menghampiri Alex yang sedang duduk di sofa dengan dokumen yang dipegangnya.
"Ada apa?" Alex bertanya sambil membaca dokumennya.
"Maaf Tuan Muda, tadi Nona Rosalina menghubungi saya, untuk membantunyan!" jawab Nini
"Dia perlu apa? bukannya dia sedang mandi!"
"Iya Tuan Muda, Nona meminta bantuan saya untuk mengambil kan handuk dan pakaian gantinya!" jawab Nini.
__ADS_1
"Dasar gadis tengil, dia begitu ceroboh melupakan hal sekecil itu, dan bantu Nona mu!"
"Baik Tuan Muda."Nini pun pergi untuk mengambil handuk dan pakaian ganti, setelah itu Nini mengetuk pintu kamar mandi.
Rosalina yang mengetahui bahwa itu Nini, membuka pintu kamar mandi, tangan Nini langsung ditarik Rosalina. "Haduh kenapa kau lama sekali sih? Aku sudah kedinginan tau?" ucap Rosalina.
Nini hanya tersenyum melihat kelakukan Nona Rosalina, "Nona mau saya bantu untuk mengeringkan rambut anda?"tanya Nini karena rambut Rosalina yang masih basah.
"Boleh-boleh, kemarilah!"
"Rambut anda sungguh indah Nona, semalam saya melihat rambut anda hitam panjang berkilau. Nona terlihat sangat cantik sekali." ucap Nini.
Rosalina bingung dengan ucapan Nini, "apakah tadi malam kau yang membantuku mengganti pakaian ku ?"pertanyaan Rosalina memancing Nini, guna mengetahui apakah yang menggantikan pakaiannya adalah Nini bukan si Tuan Muda gila itu.
"Benar Nona, saya di perintahkan Tuan Muda Alex untuk menggantikan pakaian anda, karena anda sudah tidur." jawab Nini.
Dasar kau Tuan Muda gila, kau berani membohongiku! lihat saja nanti aku akan membalas semua yang kau lakukan padaku. Gumam Rosalina dalam hatinya.
"Nona, rambut anda sudah kering, sudah bisa menggunakan jilbab Anda, apakah ada yang perlu saya bantu lagi?"
"Tidak, terimakasih ya Nini, kamu bisa pergi!".
"Baik, Nona saya pamit." Nini pun pergi meninggalkan Rosalina dan berpamitan dengan Tuan Muda Alex dan asisten Ari.
"Nini!" Ari memanggil Nini untuk mengemas pakaian, yang akan di bawa oleh Tuan Muda Alex dan Nona Rosalina. Karena mereka akan pergi ke Korea.
"Iya Asisten Ari, ada yang bisa saya bantu?" Jawab Nini
"Kemasi barang-barang yang akan di bawa oleh Tuan Muda Alex dan Nona Rosalina, untuk pergi ke Korea!"
"Baik Asisten Ari, saya kerjakan."
*****
Rosalina pun keluar dari kamar mandinya, dia melihat masih ada Ari, dia juga mendengar akan pergi ke Korea. Tunggu dulu? ko aku ga tau bakal pergi ke Korea?Aku kan masih harus mengurus kantor, masih banyak yang harus dikerjakan.
"Tunggu Asisten Ari! siapa yang mau ke Korea?"
"Anda Nona dan Tuan Muda!" jawab Ari.
"Apa!" kenapa kalian tidak memberikannya dengan ku, aku tidak bisa ikut, aku masih banyak kerjaan, kalian kan bisa pergi berdua, kenapa harus ajak aku sih?"
"Tidak usah membatah! Tugasmu adalah menurut, atau kau ingin aku hukum!" ucap Alex.
"Hukum!!"
"Hukum!!"
"Terus saja kau ancam aku! Aku sudah muak dengan ancaman mu itu!" ucap Rosalina yang kesal dengan acaman Alex.
Brakk!!
Alex memukul meja, karena mendengar perkataan Rosalina. "Sudah cukup! Aku tidak mau mendengar bantahan mu lagi! cepat siap-siap, kita akan pergi 1 jam lagi!" ucap Alex dengan nada marah.
Rosalina pun terdiam, melihat kemarahan Alex, ga biasanya dia semarah ini kalau sedang berdebat dengannya. "Huh dasar, bisa nya cuma mengancam saja!" Rosalina pun pergi untuk bersiap ke Korea.
****
Akhirnya sampai juga di Korea, ahh sebenernya aku ga mau ikut, dasar Tuan Muda gila bisanya hanya memerintah dan mengancam saja. Aku punya pirasat buruk nih, ahhh hentikan Rosalina, hilangkan aura negatif mu, peliharalah aura positif mu.
"Nona, silahkan anda beristirahat!" Ari berkata dan meninggalkan Rosalina.
Alhamdulillah, aku bisa bebas tidak ada sepasang Tuan Muda dan Asisten gila. Aku membenamkan diri di kasur yang besar, lembut, tanpa disadari Rosalina pun tertidur pulas.
Terimakasih sudah membaca novel ku 😊
Jangan lupa like dan komen nya ya 😉
__ADS_1
c u next episode 😉