
Pagi ini Lili sudah mulai berkemas, dia hendak pulang ke rumahnya. Karena acara menginapnya sudah selesai, besok baik dia atau Arata sudah mulai bekerja. Setelah berkemas, mereka berpamitan pada mama dan papa.
Dalam perjalanan pulang Lili termenung, dia masih memikirkan kejadian tadi malam. Dia masih tidak mengira bahwa Nathan adalah temannya sewaktu SMA, dalam benaknya setelah tiba di rumah dia akan menghubungi Salma.
"Apa yang kau pikirkan sayang?!" Arata bertanya pada Lili yang sedari tadi sibuk dengan pikirannya sendiri.
Lili tidak mendengar perkataan Arata karena masih sibuk dengan pikirannya, Arata mengecup pipi Lili lalu membisikkan kembali apa yang sedang dia pikirkan. Lili terhenyak dengan apa yang dilakukan Arata.
"Apa?!" jawab singkat Lili.
"Apa yang kau pikirkan? Sehingga tidak mendengar pertanyaanku?!" Arata bertanya untuk yang keberapa kalinya.
Lili mengatakan bahwa dia masih memikirkan tentang Nathan, karena seingat dia Nathan adalah pria gemuk yang selalu menyendiri. Entah sejak kapan dia berubah, namun yang pasti Lili tidak nyaman dekat dengannya.
Mendengar apa yang dikatakan Lili membuat Arata semakin khawatir, karena dia tahu betul niat Nathan tidak baik baginya atau Lili. Arata merangkul Lili dengan lembut, dia ingin memberikan kehangatan dengan kata lain tidak usah memikirkannya terlalu keras.
Lili pun berusaha untuk tidak memikirkannya lagi, dia tidak ingin membuat Arata khawatir. Dia juga tidak ingin terlalu banyak pikiran karena itu akan berpengaruh pada janinnya.
Tibalah mereka di rumah, Lili berjalan secara perlahan menuju kamarnya. Secara tiba-tiba Arata menggendongnya seperti sepanjang pengantin baru yang baru tiba di rumahnya. Lili tersenyum dengan apa yang dilakukan oleh Arata.
Arata menurunkan Lili secara perlahan di atas ranjang, entah mengapa Lili terlihat begitu menggoda belakangan ini. Sehingga dia selalu tergoda olehnya, dia tidak mau sedetikpun jauh darinya.
"Kenapa belakangan ini kau begitu menggoda?!" bisik Arata pada Lili.
Lili hanya tersenyum mendengar apa yang baru saja dibisikkan oleh Arata, dia mengalihkan kedua tangannya ke leher Arata. Dia mulai bersikap manja padanya, terbersit di pikirannya untuk menggoda suaminya itu.
"Aku tahu apa yang ada dalam pikiranmu! Kau berniat menggodaku hah!" Arata berkata dengan nada nakalnya.
Arata mulai mengecup kening Lili dengan lembut lalu berjalan menuju kedua matanya. Kecupan itu berakhir di bibir Lili yang dirasa sangat manis oleh Arata, dia mulai bermain dengan lembut sehingga membuat Lili menikmatinya.
Terdengar suara ketukan pintu yang membuat permainan mereka terhenti, Arata segera merapikan pakaiannya lalu dia berjalan menuju pintu kamar guna melihat siapa yang sudah menganggunya.
Dia melihat Maru yang sudah berada dibalik pintu kamarnya, dia tidak tahu apa yang dilakukan Maru di rumahnya. Bukannya dia menyuruh Maru untuk ke rumah besok saat mulai bekerja kembali.
"Tuan, maafkan saya menganggu anda! Ada yang harus saya sampaikan pada Anda!" Mari berkata dengan nada yang serius.
Arata menyuruh Maru untuk menunggunya di ruang baca, lalu dia mengatakan pada Lili bahwa Maru ingin membicarakan sesuatu padanya. Setelah mengatakan itu pada Lili, dia berjalan keluar kamar menuju ruang baca.
Arata masuk kedalam ruang baca, dia sudah melihat Maru yang memegang sebuah amplop coklat. Dia duduk di kursinya lalu Maru menyerahkan amplop tersebut padanya. Dia membka amplop tersebut lalu membaca isi dari amplop itu.
Arata membaca dengan seksama isi dari dokumen tersebut, sungguh dia tidak mengira dengan apa yang baru dia baca. Ternyata Nathan memiliki seorang istri, namun dia memperlakukan istrinya seperti pelayanan.
Nathan juga ternyata adalah orang yang telah bekerjasama dengan beberapa orang yang bertentangan dengan Arata. Dia semakin bingung dengan motif dibalik penyerangan Nathan terhadapnya.
Apalagi dia tahu bahwa Nathan adalah teman dari istrinya, jika mereka memang teman mengapa dia mau menghancurkan bisnis dari suami temannya. Apakah dia mencintai Lili? Pertanyaannya itu mulai muncul dalam benaknya.
"Sepertinya Nathan ingin menghancurkan perusahaan kita hingga berkeping-keping!" Maru berkata terdengar ada rasa kesal dalam setiap perkataannya.
"Apakah kau sudah menyelidiki siapa saja yang bekerjasama dengan Nathan?!" Arata bertanya sambil terus membaca setiap dokumen yang diberikan oleh Maru.
Maru mengatakan bahwa dia sedang menyelidiki siapa saja yang terkait dengan Nathan. Jika dia sudah menemukan semuanya maka dia akan melaporkan semuanya pada Arata. Mendengar jawaban Maru seperti itu membuat Arata sedikit lega, karena tanpa diperintahpun Maru sudah bisa mengerti apa yang harus dikerjakannya.
"Baiklah, kau kerjakan apa yang harus kau kerjakan! Untuk saat ini cukup sekian tentang pembahasan Nathan! Kembalilah ke apartemenmu, gunakan waktu ini untuk bersama istriku! Karena besok kita akan sangat sibuk!" Arata berkata pada Maru.
__ADS_1
Maru pun mengangguk, lalu dia membungkukkan tubuhnya menandakan hormat dan pergi meninggalkan Arata di ruang bacanya. Arata masih memikirkan tentang motif Nathan menyerangnya, pikrian itupun kembali lagi. Dia berpikir mungkin Nathan sangat mencintai Lili.
Akan tetapi Nathan sudah memiliki istri, mengapa dia bisa melakukan hal ini. Arata tidak menyalahkan Lili karena dia tahu persis dengan istrinya itu, dengan sifatnya dia tidak mungkin mau berhubungan dengan pria yang menurutnya tidak bisa membuatnya nyaman.
Karena Arata pun membutuhkan waktu dan kesabaran agar Lili bisa menerimanya seutuhnya. Arata tidak akan membiarkan Nathan merebut Lili dari tangannya, apapun yang terjadi Lili selamanya akan menjadi istrinya. Hanya maut yang bisa memisahkan dirinya dan Lili.
Dilain tempat, Lili menghubungi Salma. Dia menanyakan apakah Salma mengingat tentang Nathan Wijaya. Salma semaot terdiam mendengar nama Nathan Wijaya, lalu dia mengingat akan suatu hal tentangnya.
Akhirnya Salma menceritakan semuanya pada Lili, dia sungguh tidak menyangka bahwa ada kejadian seperti itu sewaktu mereka bersekolah. Lili terus meminta indo mengenai Nathan Wijaya.
Salma pun penasaran mengapa Lili bertanya tentang Nathan, Lili pun mengatakan pada Salma bahwa Nathan berada di Jepang. Namun penampilannya sangat berbeda, dia sudah berubah 180 derajat.
Namun Lili merasakan ada hal yang tidak beres dengan Nathan Wijaya. Salma mengatakan bahwa Lili harus berhati-hati dengan Nathan saat ini, karena dia yakin Nathan akan bertidak lebih gila lagi.
Salma pun mengatakan pada Lili Nathan yang sekarang bisa berbuat lebih nekat lagi, jika keinginannya tidak terpenuhi. Dia pun mengatakan bahwa Nathan sudah menikah dengan Sella. Namun dia tidak mengetahui lebih jelas tentang hubungan rumah tangga mereka.
Lili bertanya pada Salma siapa itu Sella? Salma pun mengatakan bahwa Sella adalah teman yang berbeda kelas sewaktu SMA. Namun Sella selalu ingin berada di atas Lili. Setelah mendengar itu akhirnya dia mengingat siapa Sella itu.
Yang Lili ingat Sella itu selalu berusaha mengikuti gaya Lili, apapun yang Lili kenakan Sella selalu berusaha memilikinya. Namun yang membuat Lili bingung mengapa Sella bisa menikah dengan Nathan.
Setelah selesai menghubungi Salma, akhirnya Lili menutup sambungan teleponnya dengan Salma. Dia pun kembali termenung, sehingga dia tidak menyadari kehadiran Arata di dalam kamar.
Arata merasakan akhir-akhir ini Lili sering sekali termenung, apakah dia sedang memikirkan Nathan kembali. Itulah yang tidak dia suka jika Lili memikirkan pria lain selain dirinya. Muncul niat nakal Arata yang melihat Lili sedang termenung.
Brugggg!
Lili terkejut setelah mendengar suara seseorang terjatuh, dia menyapu seluruh buangan dengan kedua bola matanya. Akhirnya kedua matanya tertuju pada Arata yang sudah tergeletak di lantai.
"Sayang! Apa yang terjadi padamu! Ayo bangun! Kau jangan menyakitiku! Ayo bangun sayang!" Lili berkata dengan lirih, tidak terasa air matanya menetes ke atas pipi Arata.
"Kau tidak apa-apa?" Lili bertanya lalu terdengar isakan tangisannya.
Arata langsung memeluk Lili dengan erat, dia sungguh menyesal karena sudah menjahilinya. Lalu dia berkata bahwa dia baik-baik saja, semua yang terjadi hanyalah sandiwara.
Lili kesal dengan sikap jahil Arata, sehingga dia begitu marah lalu dia berdiri dan melangkah menuju balkon. Arata merasa bersalah, dia bangun lalu menghampiri Lili yang sedang berdiri di balkon.
Arata memeluk Lili dari belakang, Lili berusaha melepaskan dekapan Arata. Namun usahanya gagal karena Arata tidak mau melepaskannya. Semakin Lili berusaha melepaskannya maka Arata akan semakin kuat mendekapnya.
"Jangan marah ya, aku sungguh tidak bermaksud untuk membuatmu khawatir!" bisik Arata di telinga Lili.
Lili hanya diam, dia masih merasa kesal karena sudah dibohongi oleh Arata. Padahal dia sungguh ketakutan jika terjadi sesuatu padanya, apa dia tidak berpikir dengan perasaanku? batinnya.
Arata tahu bahwa tingkat kejahilannya kali ini sudah keterlaluan, dia terus memeluk Lili dengan erat. Dengan terus membisikkan kata-kata maaf, sehingga membuat Lili terkekeh.
"Hahhaa..., Kita satu sama ya! Tadi kau menjahiliku sekarang giliran aku!" Lili berkata sembari terkekeh.
Dia melihat ekspresi wajah Arata yang sama kesalnya dengan dia tadi, namun tidak lama kemudian Arata tersenyum. Dia memeluk kembali suaminya dengan penuh kasih sayang begitupun sebaliknya.
"Ayo kita masuk udaranya mulai terasa dingin!" ucap Arata pada Lili sembari menggendong Lili dengan lembutnya.
Lili menatap lembut Arata, dia melihat sosok pria yang selama ini dia idamkan semenjak dia masih sekolah. Akhirnya dia menemukan pria idamannya, meski dipertemukannya dengan cara yang menyakitkan.
Namun sekarang Lili berusaha sepenuhnya untuk melupakan peristiwa itu, dengan kata lain dia sudah memaafkan sepenuhnya kesalahan Arata kepadanya. Sekarang adalah saatnya dia menikmati semua perhatian dari Arata.
__ADS_1
"I Love You...," bisik Lili pada
Arata terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar, karena itu adalah kata-kata yang dia tunggu sejak mereka menikah. Dalam benaknya jika Lili mengatakan itu padanya, itu tandanya Lili sudah memaafkannya. Dia tersenyum lalu mengecup kening Lili dengan lembut.
"I Love You honey...," Arata menjawab sembari tersenyum.
Arata menghempaskan Lili dengan lembut ke atas ranjang, dia melihat Lili yang begitu cantik dengan balutan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya. Apalagi jika dia menggunakan kain penutup kepalanya atau yang sering di sebut dengan nama kerudung.
Dibukanya dengan perlahan kerudung yang menutupi kepala Lili dengan lembut, setelah itu terlihat rambut hitam berkilau yang tergerai. Arata menyukai Lili dengan rambutnya yang tergerai, baik saat dia sedang berdiri, duduk ataupun tertidur.
Dikecupnya kening Lili dengan lembut, lalu menjalar ke setiap bagian wajahnya. Arata membuka secara perlahan ritsleting yang ada di bagian depan tubuh Lili, dia lalu dia mulai bermain secara perlahan.
Lili menikmati semua permainan Arata yang lembut sehingga tidak membuat bayi mereka terguncang. Arata menatap wajah Lili yang begitu menikmati permainannya lalu dia memulainya lagi. Dia sangat bahagia jika memikirkan kembali perkataan Lili yang menyatakan bahwa dia mencintai Arata.
***
Keesokan harinya Lili sudah bersiap untuk pergi ke kantornya begitu juga dengan Arata. Seperti biasanya dia selalu diantar oleh Arata ke kantornya, sekarang Arata semakin waspada dan memperketat penjagaan terhadap Lili.
Karena Lili sedang mengandung sehingga dia tidak bisa bergerak dengan leluasa apalagi jika dia harus bergerak dengan seni bela dirinya. Arata mengetahui bahwa Nathan sedang tidak ada di Jepang, sehingga dia merasa lega namun tetap saja dia harus menjaga Lili dengan pengawasan yang cukup.
Selain Nathan ada beberapa pesaing yang ingin menghancurkan perusahaan Arata, namun selama ini mereka belum sanggup menghadapi Arata secara langsung. Sehingga mereka mulai melakukan kerjasama untuk menghancurkan Arata.
Selama ini tidak terlihat siapa yang membatu Arata dari belakang namun yang pasti yang selalu membantunya adalah Alex Wibowo. Karena Alex sudah menganggap Arata seperti adiknya sendiri.
Namun Arata tidak bisa terus-menerus meminta bantuan pada Alex, karena saat ini banyak musuh yang mulai menyerang Alex secara bertubi-tubi. Dia pun dilarang untuk ikut campur dalam masalah Alex. Jika dia ikut campur yang dikhawatirkan oleh Alex adalah dia menjadi sasaran para musuh Alex.
Demi membantu Alex, Arata sengaja tidak terlihat ikut campur. Namun dia selalu membatu Alex secara diam-diam. Dia tidak mau hanya melihat saudaranya mengalami kesulitan. Lagi pula sekarang dia sedang menghadapi musuhnya sendiri.
Arata duduk dikursi kerjanya sembari membaca beberapa dokumen yang harus dia tanda tangani. Terdengar suara ketukan pintu, dia pun menyuruhnya masuk. Ternyata itu adalah Maru.
Maru masuk dengan memegang beberapa dokumen di tangannya, lalu dia menyerahkan dokumen itu kepada Arata. Ternyata isi dari dokumen tersebut adalah beberapa orang yang bekerjasama untuk menghancurkan perusahaannya.
Arata menyuruh Maru untuk membuat janji dengan mereka satu per satu, dia ingin melihat sejauh mana jika mereka bertemu dengannya. Maru pun pergi meninggalkan Arata guna menyelesaikan semua pekerjaannya.
"Apakah aku harus bertindak kejam terhadap mereka!" gumam Arata sembari berdiri lalu berjalan menuju sofa yang tidak jauh dari posisinya berdiri.
Semejak dia menikah dengan Lili, dia sudah tidak pernah berlaku kejam terhadap pesaingnya. Namun sekarang para musuh yang ingin menghancurkan perusahaannya mulai bertindak melampaui batasannya.
Jika Arata tidak bertindak kejam maka mereka yang akan bertindak kejam terhadapnya. Sekarang banyak yang membuatnya khawatir yaitu calon anaknya yang akan lahir dan Lili wanita yang dia cintai.
Arata ingin melindungi kedua orang yang dia sangat cintai itu, dia tidak ingin kehilangan mereka. Karena dia tahu musuhnya bisa berbuat lebih kejam yaitu mencelakai orang-orang yang ada disekitarnya.
____________________________________________
Hai para pembaca setiaku, maaf kalau membingungkan ya, yang ingin tahu kelanjutan Alin dan Alex bisa lanjut baca di "Pembalasan si Kembar Wibowo" sudah bisa di baca ya, selamat membaca 😊😉
__________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
@macan_nurul
__ADS_1
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉