Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Kontrak


__ADS_3

Tidak terasa sudah hari minggu lagi metime dulu ahh, aku ingin tidur lebih lama lagi ingin bermalas malasan. Ucap Rosaline dalam hatinya, tiba tiba handphone nya berbunyi...siapa sih yang menghubungi ku ini kan hari kebebasanku dan ibu pun tau itu makanya tidak ada yang mengganggu ku di hari minggu.


"Hallo selamat pagi nona Rosaline... Saya hanya mengingatkan janji yang harus nona tepati ?" Ucap seorang pria di seberang telepon, tak lain adalah asisten Ari.


"Janji...janji apa ya perasaan saya tidak punya janji dengan siapa pun di hari libur saya ini.." Rosaline bingung karena lupa akan janji nya bertemu dengan tuan muda Alex.


"Nona apakah anda lupa janji anda dengan tuan muda Alex...?"


Ya Allah aku bener bener lupa aku ada janji dengan tuan muda gila itu. Ahh kupikir hari ini aku bisa bersantai di rumah, ternyata aku harus siap siap melihat wajah tuan muda gila itu. Ucap Rosaline dalam hati nya.


"Nona...Nona apakah nona mendengar saya..?"


"Iya aku bisa mendengar anda tuan, baiklah aku akan datang berikan alamatnya dan jam berapa aku harus sudah berada di sana...?" Jawab Rosaline.


"Baik nona kita bertemu di rumah makan xxx jam 12 siang.." jawab asisten Ari dan langsung menutup telepon nya.


Arrgghhhh aku harus siap siap nih, jangan sampai aku terlambat kalo tidak tuan muda gila itu akan mengoceh dengan nada pedasnya. Males banget dengar ocehan pedasnya, padahal aku ga salah sama dia, dasar tuan muda gila bodoh. Masa tidak bisa membedakan Rosaline yang asli dan aku sih...apa aku begitu mirip dengan Rosaline putri kandung ibu Sinta. Ahh sudah lah mikirin kaya gitu bikin otak ku mau pecah aja.


"Mba Jum ibu dimana kok ga kelihatannya..?" Tanya rosaline pada mba Jum.


"Siang nona...ibu sedang ada urusan jadi tidak ada di rumah apakah nona perlu sesuatu..?" Jawab mba Jum.


"Ohh..aku ga perlu apa apa ko mba Jum, kalo gitu aku pergi dulu ya."


"Nona ... Nona mau kemana nanti kalau ibu tanya tentang nona saya jawab apa..?" Ucap mba jum.


"Bilang saja aku jalan jalan santai dulu..." Jawab Rosaline.


"Baik nona, hati-hati dijalan ya nona.." ucap mba Jum dengan hormat.


****


Akhirnya aku datang tepat waktu, selamat selamat jadi aku tidak mendengar ucapan pedas tuan muda gila itu.


"Silahkan nona, tuan muda sudah menunggu anda.." ucap seorang pelayan dengan sopan.


"Terimakasih.." jawab Rosaline. Gila tau dari mana pelayan itu kalo aku ada janji dengan tuan muda gila itu ucap Rosaline dalam hati.

__ADS_1


"Selamat siang nona Rosaline ?" Tanya seorang pria yang menghampiri tak lain adalah asisten Ari.


"Siang asisten Ari, kupikir aku yang pertama tiba ternyata dugaan ku salah kalian terlalu rajin rupanya..."ucap Rosaline datar.


"Nona tidak usah memuji kami, kami memang selalu tepat waktu dalam menepati janji.." asisten Ari berkata dengan senyum kecilnya.


Rosaline pun mengikuti asisten Ari untuk bertemu dengan tuan muda Alex. Ini restoran besar terus ini hari minggu bukannya selalu dipenuhi pengunjung kenapa hari ini sepi ya, tidak mungkin kan tuan muda gila itu memesan semua rumah makan ini kan kalo iya, sungguh gila tuan muda ini. Ucap Rosaline dalam hati nya.


"Silahkan nona .." Ari mempersilahkan Rosaline untuk duduk.


"Terimakasih asisten Ari.." jawab Rosaline. Ternyata tuan muda gila ini sudah duduk dengan santai nya, huh bt aku liat muka nya aku harap dia pergi jauh deh jangan deket-deket aku, bisa ikut gila aku.


"Ari lakukan dengan cepat..?" Ucap Alex


"Baik tuan muda ."


Huh dasar tuan muda gila kalo mau cepat cepat sana pergi bikin hilang mood kebahagian ku saja. Gumam Rosaline dalam hatinya.


"Nona Rosaline ini dokumen yang harus ada tandatangani, sebelum nya saya harap anda membaca ulang karena ada poin poin baru yang harus nona ketahui." Ucap Ari


"Apa tuan muda Alex sudah benar-benar gila..?" Tanya rosaline.


"Apa maksudmu berani sekali kamu mengatakan ku gila hah.." Alex marah mendengar ucapan Rosaline.


Haha apakah aku tidak salah dengar apa yang anda lakukan nona Rosaline, anda menantang tuan muda dengan kata-kata mu itu. Gumam Ari dalam hatinya.


"Ku ulangi lagi apakah anda tuan muda benar-benar sudah gila ..?" Rosaline menjawab dengan datar nya.


Brak..Alex memukul meja dan mulai marah "berani sekali kamu berkata begitu apa kamu tidak lebih gila dari aku, kamu menghancurkan keluargaku, menjebak papaku, dan membunuh papaku siapa yang gila disini, aku apa kamu hah .... ?"


"Tetap anda yang gila tuan muda, anda sudah tau kebenaranya masih saja anda mau menikahi ku .." jawab Rosaline.


Ya ampun nona anda benar benar membuatku kaget dengan sikap anda ini, sepertinya kisah anda dan tuan muda akan begitu seru nya, anda berbeda dengan gadis 2 tahun yang lalu yang sanggup melakukan hal memalukan dan menggunakan segala cara yang menjijikkan demi keinginan anda, gumam Ari dalam hati nya.


"Nona Rosaline sebaiknya nona menyetujui semuanya, jika nona ingin menyelamatkan ibu nona dan para pegawai anda..." Ucap Ari.


"Apa maksudmu...?"

__ADS_1


"Jika nona tidak menyetujui semua syarat yang diberikan maka ibu dan semua karyawan nona akan menerima hukuman yang lebih berat." Jawab Ari.


"Apa kau berani mengancam ku asisten Ari..?"


"Saya tidak mengancam nona, tapi ini peringatan untuk nona agar berpikir sebelum memutuskan nya. Karena keputusan nona berkaitan erat dengan keselamatan ibu nona dan kesejahteraan karyawan nona, tentu nona tidak ingin melihat karyawan nona menderita akibat ulah nona sendiri kan.." ucap Ari dengan penuh tekanan.


Sial berani sekali kau Ari mengancam ku, arrgghhhh rasanya ingin aku memukul mu tanpa henti. Ucap Rosaline dalam hati sambil mengepalkan tangan nya menahan emosinya.


"Bukannya kemarin nona sudah menyetujui persyaratan dari kami, kenapa sekarang nona keberatan...?"


"Itu benar aku menyetujuinya tapi persyaratan sebagai pelayan, bukan sebagai istri apa kau juga sudah terbawa gila asisten Ari.." jawab Rosaline.


Hahha benar-benar nona kau ingin membuat ku dan tuan muda marah dengan ucapan nona seperti itu. Ucap Ari dalam hati.


"Cukup...lebih cepat kau menandatangani nya itu lebih bagus dan jangan membantah lagi kalau tidak aku akan mulai menghancurkan perusahaan ibu mu.." Alex berkata dengan marah nya karena sudah kesal dengan bantahan Rosaline.


"Huh dasar tuan muda gila dan asisten nya gila bisa nya cuma mengancam yang lemah, Ari apakah kamu sudah menambahkan poin-poin yang ku ajukan..."


"Sudah nona..semua poin-poin yang nona ajukan sudah saya tulis dan tuan pun menyetujui nya..jadi nona tidak usah khawatir." Jawab Ari.


"Baiklah..diamana aku harus tanda tangan..."


Dasar kalian atasan dan bawahan gila..kalau bukan demi ibu, perusahaan dan para karyawan aku tidak akan menyetujui perjanjian yang gila ini. Hah .... Apakah aku juga akan tertular kegilaan mereka, ihh amit-amit deh jauh jauh aku dari virus gila mereka. Ucap Rosaline dalam hatinya sambil menandatangani beberapa dokumen perjanjian mereka.


"Semua sudah selesai maka nona tunggu kabar hari pernikahan nona, dan nona harus sudah mulai mempersiapkan semuanya." Ucap Ari dengan perasaan senang karena sebentar lagi aku akan melihat drama antara tuan muda dan nona .


"Terserah...aku lelah menghadapai kegilaan kalian, kalau sudah tidak ada yang di bicarakan lagi aku pergi .." ucap Rosaline dan pergi meninggalkan Alex dan Ari.


Alex yang melihat tingkah Rosaline tersenyum, seraya mendapatkan mainan baru nanti di rumahnya. Kau lihat saja nanti pembalasan ku, aku ingin lihat sampai kapan kamu bertahan dengan keberanian mu itu. Ucap Alex dalam hati nya.


Ari yang melihat tuan muda nya tersenyum semakin nyakin akan terjadi drama yang sangat menarik untuk di tonton, haha aku sudah tidak sabar melihat drama anda tuan muda dan nona muda, gumam Ari dalam hati kecilnya.


Terimakasih sudah membaca novel ku 😊


Jangan lupa like dan komen nya ya 😉


c u next episode 😉

__ADS_1


__ADS_2