Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Extra Part Lili-25


__ADS_3

Suasana makan malam kali ini begitu tegang, karena kedatangan ayah kandung Akhira. Dilihat sekilas tuan Ryota sangat mirip dengan Akhira, namun sifatnya yang tidak disukai Lili.


Sangat terlihat jelas, bahwa tua Ryota sangat otoriter. Itu memang benar semua keinginannya harus terpenuhi. Dia akan menjalankan segala cara agar setiap keinginannya terpenuhi.


Akhira yang merasa kesal dengan kehadirannya hanya diam, dia tidak ingin membuat keributan malam ini. Karena dia sangat menghormati dan menyayangi ayah serta ibu.


Makan malam sudah selesai, mereka kembali duduk di ruang tamu. Ayah memulai pembicaraan mengenai pernikahan Akhira dan Fumiko. Mendengar bahwa Akhira akan menikah, tuan Ryota terkejut. Sebenarnya dia sudah mempunyai rencana lain untuk Akhira.


Terlihat jelas ketidaksetujuan tuan Ryota atas rencana pernikahan Akhira dan Fumiko. Namun Akhira tetap akan berpegang teguh dengan yang sudah dia putuskan.


Lagipula Akhira tidak memerlukan persetujuan dari tuan Ryota, menurutnya perelsetujuan ayah dan ibu Amida yang terpenting. Karena dia tidak akan pernah mengakuinya sebagai ayah kandungnya.


"Kapan kalian akan menikah?!"


Tanya tuan Ryota, pada semua yang ada di ruang tamu. Sebenarnya pertanyaan itu ditujukan pada Akhira. Namun Akhira tidak mengeluarkan sepatah katapun.


"Dalam dua Minggu kedepan mereka akan menikah!" jawab ayah dengan tegas.


Ayah pun bisa melihat dengan jelas bahwa tuan Ryota tidak menyetujuinya. Namun dia juga tidak perduli, dia akan berjuang demi kebahagian Akhira. Meskipun dia harus berhadapan langsung dengan tuan Ryota.


Tidak ada pembicaraan yang lain, hanya memberitahukan kepastian Akhira menikah dengan Fumiko. Tuan Ryota pun pergi meninggalkan kediaman Amida dengan perasaan kesal dihatinya.


Dalam benaknya dia akan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya. Walaupun itu membuat Akhira semakin membencinya.


"Sayang, apa kau melihat sikap Tuan Ryota sangat menyebalkan?!"


Tanya Lili yang membubarkan lamunan Arata, ternyata apa yang ditanyakan Lili sama dengan apa yang dia pikirkan. Arata pun mengatakan bahwa dulu dia pernah bertemu dengannya beberapa kali.


Saat itu tuan Ryota sengaja mengunjungi Akhira, dia membawa seorang wanita yang disebut sebagai istrinya. Akhira sangat marah, melihat ayahnya menemui Akhira bersama wanita yang menyebabkan ibunya tiada.


Lili terkejut sekali mendengar apa yang baru saja di ceritakan oleh Arata. Mungkin itulah yang menyebabkan Akhira sangat membenci ayahnya sampai saat ini.


Dilain tempat, Akhira sampai di apartemennya. Dia memikirkan kembali apa yang baru saja terjadi. Sudah lama dia tidak bertemu dengan ayahnya. Dia berpikir setelah bertahun-tahun lamanya ayahnya tidak berubah.


Flash Back On


"Apa yang kau lakukan Ryota? Mengapa kau melakukan semua ini padaku hah! Apakah masih kurang apa yang sudah aku berikan kepadamu!"


Tangis menyeruak di dalam ruangan, terlihat ada seorang pria yang sedang berdiri tegak dengan sombongnya. Wanita yang sedang menangis itu adalah Narita, dia adalah ibu kandung dari Akhira.


"Kau sudah tahu bahwa dia bisa membuatku semakin berada di atas! Jadi aku harap kau bisa mengerti keputusanku! Aku sudah menikah dengan Midori, jadi aku harap kau bisa menerimanya sebagai istriku!"


Betapa hancurnya hati Narita mendengar semua yang terucap dari mulut Ryota. Padahal selama ini dia sudah melakukan apapun yang diminta oleh Ryota. Bahkan sampai membuat semua keluarganya hancur berkeping-keping.

__ADS_1


Ryota sama sekali tidak menganggap semua pengorbanan Narita. Akhira yang saat itu berumur 7 tahun, melihat semua perlakuan ayahnya pada ibunya. Setiap tangis dan penderitaan ibu tidak pernah dilihat sama sekali.


Ayah lebih suka bersenang-senang bersama dengan wanita lain, itu membuat Arata sangat marah. Dia berjanji jika suatu hari dia sudah besar dan bisa menghasilkan uang. Dia akan membawa ibunya pergi dari neraka ini.


Namun sebelum umurnya bertambah, terjadi suatu peristiwa yang mengakibatkan ibunya tiada. Suatu malam yang dingin, Akhira beserta ibunya diusir oleh ayah dan wanitanya.


"Aku mohon Ayah, ijinkan malam ini kami menginap! Besok pagi baru kami akan pergi!"


Arata memohon pada sang ayah, namun permohonannya dihempaskan begitu saja. Dia tidak peduli dengan Akhira dan ibunya, yang dia mau adalah malam ini mereka pergi dari rumah.


Semua cara sudah dilakukan Akhira untuk melindungi ibunya, sekarang dia sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Ibu pun menghentikan semau cara Akhira.


"Sudah hentikan sayang! Lebih baik kita pergi saja dari sini! Rumah ini sudah bukan milik kita!"


Sembari menangis Akhira beserta ibunya pergi meninggalkan rumah Ryota. Sebenarnya rumah yang ditinggalinya itu adalah milik ibunya Akhira, namun semuanya direbut oleh Ryota. Sehingga sekarang ibunya Akhira tidak memiliki apapun.


Dalam hati Akhira bersumpah tidak akan memaafkan semua perlakuan ayahnya dan wanita itu. Dia akan mengingat setiap tetes air mata yang keluar dari ibunya.


Di malam hari yang dingin, diselimuti oleh salju Akhira pergi meninggalkan rumah bersama ibunya. Mereka berjalan tanpa arah dan tujuan. Semua yang dimiliki ibu sudah diambil oleh ayahnya.


Atas semua perlakuan ayah pada ibu Akhira, menyebabkan kesehatan sang ibu bermasalah. Ibu menjadi sering sakit-sakitan, ditambahin dengan sikap Midori yang selalu menghina dan menyakitinya secara batin.


Brugggg!


"Ibu ... Ibu! Ada apa dengan mu? Ayo bangun Bu? Jangan kau menakitiku Bu, aku mohon bangunlah! Jangan tinggalkan aku sendiri Bu! Ibu bangun, ayo bangun, bangun Bu! Jika kau menyayangiku bangunlah Bu!"


"Dengarkan ibu Akhira, jadilah anak yang baik! Jika kau sudah besar nanti janganlah kau seperti Ayahmu! Jangan pernah menyakiti perasaan seorang wanita! Jika kau mencintai seorang wanita, maka perjuangkan dia! Berilah kebahagiaan padanya! Ibu sangat menyayangimu sayang! Maafkan aku yang belum bisa menjadi Ibu terbaik bagimu! Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu hingga kau dewasa! Aku sangat menyayangimu Arata ku!"


"Ibu!!"


Tidak ada yang mendengar teriakan anak kecil berusia 7 tahun ini, di terus saja berteriak memanggil-manggil nama ibunya. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Hanya menangis memanggil nama ibu agar agar dia tidak pergi meninggalkannya.


Sudah 3 jam Akhira menemani jenasah sang ibu yang tertidur diatas tumpukan salju. Tiada yang menolong mereka, namun beberapa saat kemudian mendekatkan seorang pasangan suami-istri. Mereka membawa Akhira masuk kedalam mobil.


"Tidak lepaskan aku Nyonya! Aku tidak akan meninggalkan Ibuku! Lebih baik aku ikut bersamanya!"


Dipeluknya Akhira dengan hangat, dia tidak ingin melihat anak kecil ini mati kedinginan. Nyonya Rima tak sengaja melihat Akhira yang sedang terduduk disamping tubuh seorang wanita. Dia menyuruh suaminya tuan Amida untuk berhenti dan mengecek semuanya.


"Jika kau tiada siapa yang akan mengingat dan mendo'akannya! Jika kau sangat menyayangi ibumu maka hiduplah demi dia!"


Perkataannya membuat Akhira berpikir, dia duduk tenang. Ditatapnya tubuh sang ibu yang sudah membeku. Beberapa saat kemudian datang sebuah ambulance yang membawa tubuh ibunya menuju rumah sakit.


"Nyonya bolehkah aku ikut ke rumah sakit untuk menemui Ibu untuk terakhir kalinya!"

__ADS_1


Nyonya Rima mengangguk, dia mengijinkan Akhira untuk ke rumah sakit. Dalam perjalanan Akhira tertidur, dia sangat lelah dengan semuanya. Nyonya Rima berkata pada tuan Amida untuk mengurus segala sesuatunya, dia ingin Akhira menjadi putranya.


Tuan Amida menyetujui semua keinginan istrinya, dia menyuruh asistennya untuk mencari tahu siapa sebenarnya Akhira. Mengapa dia bisa seperti ini. Asistennya mengangguk dan segera menjalankan tugas yang diberikan.


Semua acara pemakaman sudah dilakukan dengan baik, Akhira sangat sedih sehingga dia jatuh sakit. Ibu Rima menjaganya dengan baik, dia mengutusnya seperti anak kandungnya sendiri.


Beberapa hari kemudian, ayah Amida menemukan siapa keluarga dari Akhira. Dia meminta tuan Ryota untuk bertemu dengannya, tuan Ryota pun setuju dengan permintaan ayah Amida.


Siang hari saat Akhira sedang bermain dengan Arata, tuan Ryota tiba di kediaman ayah Amida. Akhira sangat terkejut, didalam matanya hanya ada kebencian terhadap ayah kandungnya. Jika saja tuan Ryota tidak mengusir dirinya dan sang ibu, mungkin ibunya masih hidup sampai saat ini.


Ayah Amida mengatakan bahwa nyoya Narita sudah tiada, sekarang Akhira berada di kediamannya. Mendengar kabar kematian Narita, tidak merubah apa-apa. Sikap tuan Ryota biasa saja, malahan dia senang dengan kepergian Narita.


"Aku ucapkan terimakasih pada Anda Tuan Amida, karena sudah mengurus jenazah istri saya! Itu bagus menurut saya, dengan kepergiannya untuk selama-lamanya itu meringankan beban saya! Sedangkan anak yang tak berguna itu, Anda bisa membuangnya sesuka hati Anda!"


Mendengar perkataan itu hati ibu Rima dan ayah Amida menjadi geram, mereka tidak menyangka ada suami seperti ini. Yang bersyukur atas kematian istrinya. Serta menyuruh membuang anaknya sendiri, ibu Rima hendak berdiri dan akan mengeluarkan umpatannya. Namun ayah Amida memegang tangan ibu Rima.


"Tenanglah!" Bisik ayah Amida pada istrinya.


Ayah Amida berusaha bersikap tenang, dia tidak mau membaut masalah. Yang ayah Amida tahu bahwa tuan Ryota sangatlah kejam dalam menjalankan bisnisnya. Dia bisa menghabisi nyawa seseorang, jika dia merasa terancam atau tersinggung.


"Kau tidak usah khawatir Tuan Ryota! Aku Akhira tidak akan pernah mengganggumu! Aku seumur hidupku akan melupakan bahwa aku memiliki seorang ayah bernama Ryota. Anggap saja aku sudah tiada bersama ibuku! Jadi kau tidak usah khawatir aku akan mengganggumu! Dan satu lagi, seumur hidupku aku akan membencimu! Tidak akan aku lupakan setiap tetes dan luka yang kau berikan kepadaku dan Ibu!"


Akhira berlari meninggalkan ruangan, Arata yang mendengar semua itu pun sangat membenci tuan Ryota. Arata bergegas mengejar Akhira, dia ingin bersama Akhira untuk menghilangkan kesedihannya.


Semenjak itu Akhira menjadi anggota keluarga Amida, semua orang menghormatinya dan menyayanginya. Arata pun sangat menyayangi Akhira seperti kakak kandungnya sendiri.


Ibu Rima mencurahkan semua kasih sayangnya pada Akhira, meski Arata membutuhkannya ibu selalu mengutamakan Akhira. Namun Arata tidak pernah merasa iri, dia berpikir Akhira lebih membutuhkan kasih sayang ibu.


Flash Back Off


Akhira terbangun dari lamunannya, tidak terasa air mata menetes dan membasahi pipinya. Dia mengingat kembali semua kejadian yang sangat pahit baginya.


"Sampai kapanpun aku tidak akan memaafkanmu Ryota! Karena kau adalah penyebab kematian ibuku! Jika kau berani menyentuh orang-orang yang aku cintai! Maka aku akan membalas setiap tetes air mata atau darah yang sudah keluar karenamu!"


____________________________________________


Hai para pembaca setiaku, maaf kalau membingungkan ya, yang ingin tahu kelanjutan Alin dan Alex bisa lanjut baca di "Pembalasan si Kembar Wibowo" sudah bisa di baca ya, selamat membaca 😊😉


__________________________________________


Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.


Klik search di Instagram dengan nama akun :

__ADS_1


@macan_nurul


Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉


__ADS_2