Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Kairo (Part 2)


__ADS_3

"Aaaaaaaaa...Mba Nita......!!!!"


Teriakan Rosalina, mengagetkan Leo yang saat itu sedang berada di luar ruang rawat Rosalina.


"Alin......!!" Leo langsung masuk ke ruang rawat Alin, dan langsung memeluk Alin, seakan-akan ingin menenangkan.


Alex yang baru saja tiba diruangan, geram melihat situasi seperti ini, "lepaskan!!! lepaskan tangan mu dari tubuh istriku!!!!"


Leo yang mendengar teriakan Alex, tidak menghiraukannya, dan masih tetep memeluk Alin dengan hangat.


"Sudah kubilang lepaskan dia!!! apa kau tidak dengar hah!! Ari usir dia, Aku tidak ingin melihatnya ada disini!!"


"Baik Tuan Muda!" Ari langsung mendekati Leo dan melepaskan tangan Leo dari tubuh Rosalina, dibantu dengan beberapa pengawal.


"Lepaskan Aku!! Aku tidak akan melepaskan Alin, dia butuh Aku!" ucap Leo.


"Tuan Leo! saya harap anda bisa melepaskan tangan anda dari nona kami!! Anda hanya akan menyakiti Nona kam!" Ari berkata sambil menarik tangan Leo, agar bisa lepas dari tubun Nona Rosalina.


"Pergi kalian semua!!!!!!! Aku tidak ingin melihat kalian semua! pergi!!!!!!!" teriak Rosalina yang sudah tidak tahan mendengar keributan yang terjadi.


Leo terhentak kaget mendengar, "Alin ini aku Leo! lihatlah Aku?"


"Pergi! kubilang pergi kalian! kalau tidak biar aku saja yang pergi dari sini!!" ucap Rosalina sambil melepaskan selang infus dari tangannya, Alex yang melihat itu langsung mendekati Rosalina, dan memegang tangan Rosalina, darah segar mengalir dari tangan Rosalina, Alex langsung menekan luka itu agar tidak keluar banyak.


"Cepat panggil dokter!!!!!"


Salah satu pengawal memanggil dokter, "Ari bawa pergi laki-laki itu! Aku tidak ingin melihat nya lagi!!!" nada Alex marah.


Ari langsung membawa Leo keluar dari ruangan, bersama beberapa pengawal. "Tuan Leo, saya harap untuk saat ini, jangan memperlihatkan wajah anda di hadapan Tuan Muda Alex dan Nona muda Rosalina!!! jika tidak! Anda akan menanggung semuanya! bahkan keluarga anda dalam bahaya.! ancam Ari


"Aku tidak akan pernah pergi meninggalkannya! Dia adalah tunangan ku! Aku akan membawanya pulang dan menjadikannya istriku!!" ucap Leo sambil pergi melangkah meninggalkan rumah sakit.


****


"Tenanglah! jika kau tidak bisa tenang, luka mu akan terus mengeluarkan darah!" Alex berkata dengan lembut namun ada sedikit penekanan.


"Aku tidak ingin ada disini! Aku ingin pulang saja! bawa aku pergi dari sini! Aku mohon, aku tidak mau berada di rumah sakit! rasanya ini membuatku gila!"


"Baik! tenanglah setelah dokter memeriksa mu, kita akan pulang!"


Beberapa saat kemudian dokter datang, memeriksa keadaan Rosalina, salah satu suster membersihkan darah ditangan Rosalina dan menempelkan perban untuk menutup lukanya.


"Bagaimana dok? apakah saya bisa membawa istri saya pulang?"


"Lebih baik Nyonya dirawat beberapa hari lagi!" ucap dokter.


"Tidak!!! Aku tidak mau ada disini! kalau ada disini aku bisa gila!!"


"Tenanglah! Aku akan urus semuanya, kau akan bisa keluar hari ini!" Alex berkata demi menenangkan Rosalina.


"Dok, saya akan membawa pulang istri saya! meski anda tidak mengijinkannya! Saya lebih khawatir jika dia terus histeris dan akan melukai dirinya sendiri!"


"Baiklah! saya akan memberikan beberapa resep obat dan harus diminum oleh Nyonya!"


"Baik terimakasih Dok!"


Beberapa saat kemudian Ari masuk dan menunggu perintah dari Tuan Mudanya.


"Ari siapkan semuanya! kita akan keluar dari sini! kembali ke hotel!"


"Baik Tuan Muda!" Ari langsung menyiapkan semuanya.


****


Hotel


Alex menggendong Rosalina, menuju ke kamar hotelnya, dan menidurkannya. Sungguh kau membuatku khawatir gadis tengil! sebenarnya apa yang terjadi padamu? sehingga kau begitu terluka! rasanya ingin ku membuang semua penderitaan mu! sial, apa yang terjadi padaku? kenapa aku begitu memperhatikanya.


Tok....


Tok...


Tok...


"Masuk!"


"Tuan Muda! ada beberapa dokumen yang harus anda tanda tangani!" Ari berkata sambil menyodorkan beberapa dokumen yang harus di tandatangani.


"Bagaimana, apakah kau sudah mendapatkan informasi tentang Rosalina?"

__ADS_1


"Saya sedang menyelidiki semuanya, saya sudah menanyakan semuanya pada Nyonya Sinta!"


"Apa yang dia katakan?"


"Nyonya Sinta mengatakan semuanya! Nona Rosaline putri dari Nyonya Sinta, meninggal dalam sebuah kecelakaan bersama dengan suami Nyonya Sinta. Kecelakaan itu terjadi beberapa hari setelah Tuan Wibowo meninggal dunia. Nyonya Sinta sangat terpukul selepas kepergian suami dan putrinya, suatu hari Nyonya Sinta berlayar dan menemukan seorang gadis, terombang-ambing di tengah lautan. Gadis itu adalah Nona Muda Rosalina. Saat di selamatkan oleh Nyonya Sinta, keadaan Nona sangat kritis, luka di kepalanya sangat parah, tapi Nyonya Sinta tidak putus asa, dia terus merawat nona Rosalina dengan penuh kasih sayang. Karena wajah Nona mirip dengan wajah putrinya. Berminggu-minggu nona tidak sadarkan diri, setelah Nona tersadar, ternyata Nona hilang ingatan. Nyonya Sinta berusaha mencari data mengenai Nona, karena pada saat ditemukan Nona sedang menggendong tasny, di dalam tas tersebut ada beberapa dokumen penting milik Nona, ini adalah copyan dari data pribadi nona Rosalina.


"Apakah sudah ditemukan, dimana keluarga sesungguhnya Rosalina?"


"Belum Tuan Muda, Nyonya Sinta sebelum menikahkan Tuan dan Nona, mengerahkan seluruh pegawainya untuk mencari keluarga Nona, tapi hasilnya nihil."


"Kau boleh pergi! dan terus cari semua informasi mengenai keluarga Rosalina!"


"Baik Tuan, saya permisi !" Ari pergi meninggalkannya tuan nya yang sedang mengolah semua informasi yang baru saja di dengarnya.


Kuoandangi Rosalina, yang sedang tertidur pulas, seperti seorang bidadari tanpa dosa, begitu pulasnya kau tidur gadis tengil! bersabarlah, aku pasti akan menemukan dimana keluargamu! cepatlah kau sembuh dan bisa mengingat semua tentang mu! apakah setelah kau mengingat semua tentang kehidupan mu sebelum bertemu dengan ku, kau akan melupakan ku? entah kenapa rasa aku tidak rela jika kau melupakan ku! Kairo! apakah disini awal dan akan menjadi akhir dari perjalanan mu Rosalina Sanjaya! sebelum kau mengingat semuanya, aku akan selalu berada di sampingmu dan menjagamu!


Tidak! jangan pergi! seharusnya aku yang mati!! maafkan aku Mba! maafkan aku Ayah! Aku pembunuh!! seharusnya aku yang mati!! aaaaaaaaa......hah...hah...


"Ada apa! apa kau bermimpi buruk?" tanya Alex khawatir, sambil membawakan segelas air putih.


"Akhirnya mimpi ini datang lagi!!! apakah Aku tidak berhak untuk hidup????"


"Tenanglah! minum dulu!" Alex berkata sambil menyodorkan segala air minum.


"Tidurlah kembali! Kau harus istirahat! Aku akan tidur di sofa!" Alek berhak dari duduknya dan akan tidur di sofa, tetapi Rosalina menarik tangan nya.


"Tidak! Aku mohon jangan tinggalkan Aku! Aku takut!"


"Aku tidak akan kemana-mana!" sudah tidurlah, aku akan menemanimu sebentar!"


"Kau harus berjanji, tidak akan meninggalkan ku kan?"ucap Rosalina merajuk.


"Hai gadis tengil! jangan seperti ini! cepat istirahat, aku akan menemanimu disini, percayalah!"


Alex pun duduk di samping Rosalina, tangan Rosalina memegang tangan Alex, seperti tidak mau dilepas. Alex yang melihat gadis tengil ini, merasa bahwa dia imut sekali, kalau sedang merajuk. Sial! dasar kau gadis tengil, sudah membuatku seperti ini! Jika terus seperti ini! Aku tidak yakin bisa melepaskan mu! tak terasa mataku pun tertutup.


Keesokan harinya.


Aaaaaaaaa.....


"Apa yang kau lakukan di sampingku!!!" ucap Rosalina yang kaget melihat Alex ada di sampingnya, "dan ini apa! kenapa kau memegang tanganku hah!!!" sambil mengibaskan tangan yang sudah di pegang Alex.


Alex yang terkejut dengan teriakan Rosalina, terbangun "apa an sih! teriak-teriak segala, kaget tahu!!!


"Kalau aku tidak mau bagaimana? kalau aku mau terus di dekatmu bagaimana? dan aku tidak akan meninggalkan mu bagaimana? apa yang akan kamu lakukan!!!" Alex berkata dengan lembut namun ada penekanan di telinga Rosalina


"Ahhhhhh, dasar kau mesum!!! sudah kubilang jangan bicara seperti itu di telingaku!!!!" Oia, jika kau melakukan itu!! maka aku akan pergi !! dan kau tidak bisa menemukan ku!!!"


"Maka aku akan terus mencari mu! untuk menghukum mu!! meski sampai ke ujung neraka sekalipun!!!"


"Mati saja kau sana!! Lagian aku tidak akan pergi ke neraka !!! mana ada yang berharap masuk neraka!! Huh dasar kau Tuan Muda mesum gila! pikiran mu memang sudah gila!!"


"Hahahaha, sudahlah aku mau mandi dulu!!" dan ingat jangan pernah berpikir untuk pergi dari sisiku! jika kau tidak mau menyesal!!! dan juga ingat, apa yang sudah kau lakukan tadi malam?" suara sayup Alex di telinga Rosalina, yang membuat bergidik.


Huh dasar otak mesum gila!!! kenapa coba dia selalu berbisik di telingaku!! tadi malam sebenarnya kenapa aku ya? meski aku sudah mengingat, kecelakaan itu dengan jelas, mengapa aku belum mengingat semuanya dengan jelas.


"Apa yang kau pikirkan?" ucap Alex yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Tidak! tidak ada yang aku pikirkan! Aku mau mandi deh!".


"Ingat jangan sampai luka di tanganmu terkena air! jangan lupa bawa handuk mu! Kau kan pelupa!"


"Iya bawel!" Ku langsung menuju kamar mandi, berendam dengan air hangat sepertinya enak nih.


Beberapa saat kemudian


"Aku ada urusan dulu! bisakah kau hari ini diam saja di hotel! dan jangan pecicilan! keadaanmu belum sehat benar!" perintah Alex.


"Baiklah!"


"Nah gitu dong! jadilah gadis penurut! maka aku tidak akan menghukum mu!" Alex pun pergi meninggalkan Rosalina.


Hari ini aku tidak bisa kemana-mana, tapi aku ingin keluar berjalan-jalan. Keluar ahh, lagian ngapain sih nurut banget sama dia, semua sudah siap, aku lihat dulu deh di luar aman ga yah? Aku pingin jalan di Kairo ini! siapa tau aku bisa mengingat semuanya!ku tengoklah keluar sebentar tidak ada pengawal, aku keluar deh. "Nona! Anda mau kemana?" tanya salah seorang pengawal.


"Ya Allah, kau membuatku takut saja, kenapa kau mengagetkan ku!"


"Maaf Nona! jika saya mengagetkan anda! sebaiknya anda kembali ke kamar Anda!"


"Bolehkah aku berjalan-jalan sebentar saja! Aku bosan di kamar terus? "

__ADS_1


"Lebih baik Nona, hubungi Tuan Muda Alex! untuk meminta ijin keluar kamar!"


"Baiklah, kau hubungi Tuan mu!"


Tut...


Tut...


Tut...


Diangkat


"Ada apa!" tanya seorang di seberang telepon tak lain adalah Ari.


"Maaf, Tuan Muda Nona ingin berbicara dengan Anda ?"


"Baiklah, berikan telepon mu pada Nona!"


"Hallo!! Tuan Muda gila! bolehkah aku pergi keluar sebentar, aku bosan di kamar terus!"


"Tidak boleh!!! bukannya sudah ku bilang kau tidak boleh keluar dari kamar mu!!"


"Aaaa...lepaskan Aku! Aku bilang lepaskan! Aku tidak mau ikut dengan mu!"


"Hallo!!!! gadis tengil!!!! apa yang terjadi !!!!"


"Tuan Muda! Nona di bawa pergi, oleh pria yang kemarin ada di rumah sakit!" ucap pengawal yang sudah di pukul Leo.


"Sial!!! cepat kau ikuti mereka!! setelah itu kabari Aku!!! Aku akan pergi sekarang!!!" Alex langsung pergi untuk mencari Rosalina. "Ari kita pergi, bajingan itu berani membawa gadis tengil ku!!!"


Ari yang mendengar ucapan Alex, langsung mengikuti langkah Alex, sebarnya apa yang terjadi! sehingga Tuan Muda sangat marah seperti ini? apakah terjadi sesuatu dengan Nona? " Tuan Muda, maafkan saya sebenarnya apa yang terjadi?"


"Leo Ahmad!!! berani sekali dia membawa gadis tengil ku!! Ari cepat lacak kemana mereka pergi!!


"Baik Tuan Muda!!"


*****


"Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa Tuan, memaksa ku untuk ikut dengan Anda?" tanya Rosalina pada Leo.


"Cukup!! Alin jangan kau memanggilku dengan kata-kata formal! Kau biasa memanggilku Mas Leo, jadi kumohon panggil aku seperti dulu!"


"Sudah kukatakan, Aku bukan Alin!!! Aku Rosalina!!!"


"Iya kau adalah Rosalina! Rosalina Sanjaya sama jadi karena alami adalah Alin!!! Kamu harus ingat itu!! Kau adalah tunangan ku! Kita berencana untuk menikah, tapi kecelakaan itu telah merenggut mu dari ku!"


"Aku bukan tunangan mu! jika itu benar, kenapa setiap aku melihat mu, hati ku sangat sakit! dan hatiku tidak ingin dekat dengan mu?"


"Ya Allah!! Alin maafkan Mas Leo ya, semua kesalahan Mas! jadi Mas mohon kamu ingat semuanya!"


"Mau kemana kau membawaku?"


"Aku akan membawamu ke tempat yang spesial bagi kita!"


Beberapa saat kemudian sampai lah di Pharaonic Village


Tempat ini tidak begitu asing, apakah aku pernah kesini? kenapa aku tidak bisa mengingat tempat seindah ini, ku berjalan sambil mengingat-ingat tentang tempat ini, ada apa dengan hatiku? ada rasa bahagia, tapi entah apa itu! ada potongan gambar seperti puzzle, tapi semuanya masih samar-samar.


"Bagaimana! apakah kamu mengingat sesuatu?"


"Tidak! Aku tidak mengingat apa-apa, mungkin anda salah orang, aku bukan Alin tunangan Anda!"


"Aku tidak mungkin salah mengenalimu! Aku sangat yakin kau adalah ruangan ku! jadi kumohon ingatlah akan janji kita berdua!" ucap Leo dengan lembutnya.


"Entahlah! apa yang harus kulakukan, aku sungguh tidak ingat denganmu?"


"Ayo ikut aku!"


"Kemana ?"


"Kita naik kapal, untuk berkeliling!"


Apakah harus ku ikuti kemana dia pergi? tapi hati ku terasa sangat sakit! jika terus bersamanya! tapi Aku ingin mengetahui semuanya! apakah ini benar-benar masa lalu ku? apakah benar dia adalah tunangan ku? awwww...kepalaku sakit, tidak Aku harus kuat. Saat aku mau menaiki kapal, ada yang menarik tanganku! setelah kulihat kebelakang, Alex.. dia datang untuk Aku kah?


"Ayo kita pulang!" Alex berkata dengan nada dinginnya dan ada sedikit ke khawatiran.


"Lepaskan tangan Alin!! Tuan aku mohon beri kesempatan bagi ku, untuk membawa Alin menaiki kapal! untuk mengingat kenangan kami! jika anda tidak percaya padaku, maka anda bisa mengikuti kami!"


Terimakasih sudah membaca novel ku 😊

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen nya ya 😉


c u next episode 😉


__ADS_2