
Bu Sinta yang tidak bisa menerima keputusan Rosaline, akhirnya menghubungi nyonya Rahma untuk membicarakan masalah perjanjian antara Rosaline dan tuan muda Alex.
Tut...
Tut....
Tut...
Diangkat
"Hallo assalamualaikum..."jawab seorang wanita di seberang telepon tak lain adalah Bu Rahma.
"Waalaikumsalam...nyonya Rahma! Apakah kita bisa bertemu?" Ucap Bu Sinta.
"Maaf ini dengan siapa ya?" Tanya Bu Rahma.
"Saya dengan Sinta, ibu dari Rosaline!" Bu Sinta berkata dengan lemah dan malu mengatakan nya.
"Ohh, untuk apa kita bertemu? Sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi bukan!" Nada Bu Rahma dingin.
"Kita harus bertemu! Saya mohon? Ini demi seseorang! yang akan menderita akibat pembalasan dendam antara kelurga kita! Saya mohon ini yang terakhir kalinya?" Ucap bu Sinta.
"Baiklah ini yang terakhir! aku bertemu dengan mu!" Jawab Bu Rahma.
"Terimakasih nyonya Rahma! Dimana kita bisa bertemu? Agar tidak ada yang menggangu pembicaraan kita?" Tanya Bu Sinta...
"Besok! Di tempat spa xxx kita ketemu disana! lebih baik anda datang beberapa menit sebelum saya datang, karena saya khawatir putra saya mengetahui pertemuan kita!" Jawab Bu Rahma.
"Baik, terima kasih atas kesediaan anda!"
Bu Rahma menutup telepon nya tanpa mengucapkan apa apa lagi.
Keesokan harinya, Bu Sinta sudah berada di tempat yang sudah di janji kan. Bu Sinta datang lebih awal dari waktu yang dijanjikan.
Apakah nyonya Rahma akan membantu ku? Untuk menyelamatkan Rosaline? Aku tidak ingin Rosaline, menanggung semua kejahatan yang sudah diperbuat putri kandungku! Ucap Bu Sinta dalam hati dan tak terasa air matanya menetes.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Nyonya Rahma tiba dan duduk berseberangan dengan Bu Sinta.
"Oke, apa yang mau anda bicarakan dengan saya nyonya Sinta? Saya tidak ada waktu banyak!" Ucap Bu Rahma.
"Baiklah nyonya Rahma, saya akan cerita semuanya." Jawab Sinta, tapi bingung harus memulai dari mana.
"Apakah Nyonya Rahma mengetahui, bahwa putra anda melakukan perjanjian dengan rosaline untuk membalas dendam nya?" Tanya bu Sinta.
"Aku tidak tau apa yang dilakukan anak ku? Kalau dia mau balas dendam atas sakit hati ku, aku setuju dan aku akan mendukung nya 100% bukan bahkan 1000%!" jawab Bu Rahma dengan nada dingin.
"Saya tidak keberatan jika Nyonya dan putra Nyonya membalas dendam pada saya atau putri kandung saya! Karena semua itu adalah perbuatan putri kandung saya." Ucap Bu Sinta.
"Apa maksudnya yang anda ucapkan?" Bu Rahma bingung mendengar perkataan Bu Sinta.
"Sebenarnya, Rosaline putri kandung saya sudah meninggal dunia, pada saat kecelakaan yang merenggut nyawa suami saya. Saya sudah katakan pada semuanya termasuk putra nyonya, bahwa putri saya sudah meninggal, bahkan saya menunjukkan makam nya di mana, tetapi putra anda tidak percaya pada saya. Setelah kepergian suami dan putri saya, hidup saya tidak ada artinya lagi. Tapi saya menemukan seorang gadis, terombang ambing di lautan dan saya menyelamatkannya, gadis itu memiliki wajah yang mirip dengan putri saya Rosaline. Kebetulan sekali, dokumen yang di temukan dalam tas nya menunjukkan identitasnya, nama nya adalah Rosalina Sanjaya. Meski memiliki paras yang sama dengan putri ku namun sifat dan karakternya sangat berbeda. Rosalina ini gadis cantik berhijab, dia baik, anak yang sholeha. Semua yang saya ingin kan dari putri kandung ku semuanya berada di Rosalina, saya bersyukur Allah memberikan kesempatan pada saya untuk merasakan kasih sayang seorang anak yang sholeha. Oleh sebab itu, saya mohon pada nyonya Rahma untuk membatu saya agar putra anda melepaskan Rosalina. Jika nyonya atau putra nyonya ingin membalas dendam, balas lah pada saya! Jangan pada Rosalina, dia tidak bersalah." Keluarlah tangisan Bu Sinta yang tidak dapat di bendung nya lagi.
"Apa bukti nya? Kalau gadis yang sekarang bersama mu itu adalah bukan putri kandung mu?Kau kan seorang ibu, pasti kau ingin melindungi nya?" Jawab Nyonya Rahma.
"Saya tau, Nyonya pasti tidak akan percaya pada saya?" Bu Sinta menyodorkan beberapa dokumen dan foto Rosalina Sanjaya.
"Nyonya saya mohon, gadis ini tidak bersalah, biarkan dia pergi ke keluarga kandung nya! Saya yakin, keluarga nya kehilangan sekali dan pasti merindukannya. Jangan biarkan dia menderita, akibat balas dendam putra anda, karena dia tidak berhak mendapatkan nya!" Bu Sinta tidak bisa menahan tangisnyanya, jika Rosalina menderita akibat ulah putri kandung nya..
"Baiklah, aku akan pikirkan dulu apa yang harus kulakukan, nanti ku beri kabar apa keputusan ku!" Jawab Nyonya Rahma.
"Terimakasih Nyonya, atas waktu anda dan saya harap nyonya bisa menyelamatkan Rosaline." Ucap Bu Sinta.
Nyonya Rahma pun pergi meninggalkan ruangan dan memutuskan keluar tempat spa, menaiki mobil nya. Nyonya Rahma berpikir dengan semua yang sudah terjadi. Apakah gadis itu benar benar berbeda? sepertinya aku harus menemui gadis itu lagi, untuk memastikan kebenarannya? Oia ada yang harus aku beli untuk Adam di rumah.
"Pak, bisa kita mampir dulu ke supermarket?" Ucap nyonya Rahma pada supir nya.
"Baik nyonya" jawab pak sopir.
****
Disaat nyonya Rahma akan memasuki sebuah supermarket, ada seorang pria yang mau merampas tas yang dipegangnya. Sontak nyonya Rahma teriak, Maling..
__ADS_1
Maling..
Tak jauh dari nyonya Rahma, Rosaline yang melihat kejadian itu langsung berlari dan berusaha membantu Nyonya Rahma. Akhirnya pencuri tersebut lari karena apa yang dilakukan nya tidak berhasil dan sudah banyak orang yang mengejar nya.
"Ibu tidak apa-apa?" Tanya Rosaline dengan lembut.
"Alhamdulillah, saya tidak apa-apa, untung ada nona sehingga tas saya selamat." Jawab nyonya Rahma.
"Alhamdulillah kalo begitu, saya pamit dulu ya Bu." Ucap Rosaline dan pergi meninggalkan nyonya Rahma.
"Tunggu, tunggu nona bisakah nona makan siang dengan saya?" Tanya Nyonya Rahma.
Rosaline pun menghampiri kembali Nyonya Rahma, "maaf Bu, mungkin lain kali jika kita bertemu lagi, saya pasti menerima ajakan ibu!"
Jika tidak sekarang, kapan lagi aku bisa melihat kebenaran nya? gumam dalam hati Rahma, "tunggu nak, apakah kau akan menola rasa terimakasih ku? karena kamu telah menyelamatkan ku 2 kali!"
Rosaline pun terdiam, 2 kali? apakah aku pernah bertemu dengannya? kapan itu dan dimana? tunggu! bukan kah itu nyonya yang ku selamatkan tempo hari? baiklah aku akan menerima ajakan nya kali ini! Ucap Rosaline dalam hati nya.
"Baiklah Bu, saya tidak akan menolaknya..." Jawab Rosaline.
"Alhamdulillah terimakasih ya nak, mari ikuti saya!" Nyonya Rahma pun berjalan menuju sebuah cafe dan diikuti oleh Rosaline.
Nyonya Rahma pun berbincang bincang dengan Rosaline, tak terasa sudah 1 jam lebih mereka berbincang. Rosaline pun pamit untuk kembali ke kantor nya, karena ada meeting yang harus di hadiri nya. "Maaf Bu Rahma, sepertinya saya harus segera kembali bekerja, karena ada meeting yang harus saya hadiri, jika ada waktu kita bisa berbincang-bincang kembali."
"Masya Allah, ternyata sudah sejam lebih kita berbincang, baiklah jika ada waktu, kita bisa bertemu kembali kan? kalau begitu saya bisa meminta nomor kontak yang bisa saya hubungi?" Ucap Nyonya Rahma.
"Boleh Bu ..." Rosaline pun memberikan nomor yang bisa di hubungi, sambil pamit dan berjalan meninggalkan nyonya Rahma.
Nyonya Rahma pun beranjak menuju mobilnya, didalam mobil nyonya Rahma berpikir kembali. Sepertinya memang benar, Rosaline yang ini berbeda dengan Rosaline yang menghancurkan keluarga ku. Gadis ini benar benar berbeda, anehnya waktu pertama bertemu dengannya aku merasa cocok. Ditambah dengan hari ini, aku benar benar yakin bahwa dia Rosalina bukan Rosaline gadis jahat itu. Dan sebaiknya aku menghentikan Alex, untuk menjadikannya pelayanan, aku akan menjadikannya sebagai menantuku saja, karena mereka terlihat cocok sekali. Ya itu saja keputusan ku, Rosalina akan menjadi menantuku bukan pelayanku. Ucap nyonya Rahma dalam hati tak disadari nya dia telah tersenyum tipis memikirkan calon mantu nya.
Terimakasih atas segala masukkan nya demi menuju lebih baik dalam penulisan novel saya.😊
Jangan lupa like....love...vote nya ya 😉
c u next episode 😉
__ADS_1