
Setelah pernikahan Novi, Lili memberikan dia waktu untuk berlibur beberapa hari saja. Karena banyak pekerjaan yang membutuhkan bantuannya. Dia merasa beruntung akhirnya Novi bisa merasakan kebahagiannya.
"Sayang, hari ini lebih baik kau tidak usah bekerja," perintah Arata padan Lili yang masih bersantai di atas tempat tidur.
"Aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku, apalagi sekarang Novi tidak masuk kerja." Lili menjawab Arata sembari bangun dari tempat tidur.
Lili mulai bersiap untuk pergi ke kantor, sebelum itu dia membatu Arata untuk bersiap. Kali ini Arata tidak mengantar Lili ke kantor, karena banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan. Namun seorang sopir sudah dipersiapkan khusus untuk mengantar-jemput Lili.
Dalam perjalan menuju kantor, ponsel Lili berdering dia mengangkatnya. Terdengar suara gadis kecil yang begitu dirindukannya. Setelah bicara panjang lebar, dia pun menutup sambungan teleponnya. Karena dia akan bertemu dengan Yuki siang ini.
Hatinya sangat senang sekali akhirnya dia bisa bertemu kembali dengan Yuki, entah mengapa dia sudah merasakan ada ikatan yang berbeda semenjak pertama kali bertemu. Mobil pun berhenti yang menandakan dia sudah tiba di kantornya.
Dia bergegas menuju ruangannya, karena ada presentasi yang harus dia lakukan dan dokumen yang akan dia persentasi kan berada di ruangannya. Setelah memasuki ruangan dia mengambil dokumen yang di butuhkan lalu berjalan menuju parkiran mobil lagi.
Hari ini dia akan mengadakan sebuah presentasi di sebuah perusahaan percetakan di terkemuka di Jepang. Sehingga dia menginginkan kerja sama dengan perusahaan tersebut. Lili memasuki mobil lalu menyuruh sopir untuk mengantarnya ke perusahaan Paper-Japan.
Sopir pun segera menyalakan mesin mobilnya lalu menjalankannya secara perlahan, setelah keluar dari area parkir sopir menambahkan kecepatannya sehingga melesat menebus jalanan.
Tidak begitu lama untuk mencapai perusahaan Paper-Japan, Lili menyuruh sopir untuk menunggunya hingga selesai urusannya. Setelah itu dia berjalan memasuki perusahaan itu, dia disambut dengan ramah oleh seorang resepsionis yang sedang bertugas hari ini.
Resepsionis tersebut bertanya apa keperluan Lili, dia pun mengatakan kedatangannya hari ini untuk presentasi. Setelah mendengar jawaban darinya, resepsionis pun menghubungi seseorang. Tidak begitu lama ada seorang wanita yang menghampirinya lalu menyapanya dengan ramah.
"Mari ikuti saya!" Wanita itu berkata lalu berjalan perlahan guna menunjukkan jalan bagi Lili menuju ruang presentasi.
Lili mengikutinya dari belakang, wanita itu berhenti lalu membuka pintu sebuah ruangan yang begitu cukup besar. Lalu mempersilakan Lili untuk masuk, terlihat sudah ada beberapa orang yang hadir di ruangan tersebut.
Dia pun duduk di sebuah kursi yang sudah disediakan karena ada sebuah nama perusahaan yang bertengger di atas meja. Yang menandakan siapa yang boleh menduduki kursi tersebut.
Semua orang terlihat sangat tegang sembari membaca dokumen yang ada di tangan mereka masing-masing. Lili tersenyum melihat sikap mereka yang terlihat seperti seorang mahasiswa akan melakukan sidang.
Beberapa saat kemudian, datang beberapa orang ke dalam ruangan lalu mereka duduk di kursi yang masih kosong. Lili begitu terkejut ketika melihat seorang pria yang baru saja masuk, pria itu pun melihatnya lalu tersenyum.
Dalam hatinya berkata, 'Rupanya Kenzo adalah pemimpin dari perusahaan ini! Tetapi yang aku tahu namanya bukanlah Kenzo.' Karena dia selalu mencari informasi tentang perusahaan yang akan dia ikuti tander.
Presentasi pun dimulai, semua peserta tander menerangkan mengenai design yang sudah mereka buat. Sedangkan Lili mendapatkan urutan terkahir untuk mempresentasikan design-nya.
Semua sudah memaparkan apa yang mereka ajukan, sekarang tiba saatnya bagi Lili untuk memaparkan apa yang sudah dibuatnya. Dia berjalan dengan penuh percaya diri, lalu mulai memaparkan apa yang sudah dia buat.
Tidak ada sedikit pun kesalahan dalam pemaparannya, semuanya bisa dijelaskan dengan baik dan sempurna. Sehingga Kenzo menyukai apa yang sudah dijelaskan oleh Lili.
Presentasi pun selesai, semua peserta tender akan dihubungi oleh pihak perusahaan apakah mereka terpilih atau tidak. Setelah mendapatkan informasi tersebut semua orang bubar meninggalkan ruangan.
"Nona Lili, bisakah kita bicara sebentar?" pinta Kenzo pada Lili.
"Baiklah," jawab singkat Lili.
Lili pun mengikuti langkah Kenzo dari belakang dengan seorang wanita berjalan di belakangnya. Sepertinya wanita itu adalah sekretaris Kenzo, rupanya ruangan Kenzo tidak begitu jauh dari lokasi ruangan rapat tadi.
Seorang sekretaris membuka pintu ruangan lalu Kenzo masuk diikuti oleh Lili. Sekretaris itu pun undur diri, kini tinggal dia dan Kenzo yang berada di ruangan tersebut.
"Bagaimana kabar Anda, Nona Lili?" sapa Kenzo pada Lili yang sedang duduk di atas sofa.
"Alhamdulillah, saya baik-baik saja." Lili menjawab dengan sopan.
Setelah itu mereka mulai berbincang-bincang, yang mereka bicarakan mengenai Yuki. Topik itu yang membuat Lili senang, karena dia lebih suka membicarakan tentang Yuki dibandingkan dengan pekerjaan.
Kenzo tahu jika Lili dan Yuki akan bertemu pada jam makan siang hari ini. Beberapa saat kemudian seorang sekretaris masuk dengan membawa dua cangkir kopi lalu menyimpannya di atas meja.
Lili pun meminum kopi tersebut setelah Kenzo mempersilakannya. Kenzo meminta Lili untuk selalu menghubungi Yuki setiap harinya.
Lili merasa aneh dengan yang dikatakan oleh Kenzo, ada perasaan yang membuat hatinya merasa cemas. 'Mudah-mudahan tidak akan terjadi sesuatu yang buruk pada orang sebaik dirinya,' batinnya.
Setelah selesai berbincang-bincang Lili pamit undur diri karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Sebelum dia menemui Yuki untuk makan siang hari ini.
Kenzo mempersilakan Lili untuk pergi, dia juga mengingatkan kembali padanya untuk selalu menghubungi Yuki setiap harinya. Dia mengatakan itu karena nanti siang dia tidak bisa menemani Yuki untuk makan siang bersama Lili.
Lili pun meninggalkan kantor Kenzo dengan perasaan cemas karena memikirkan apa yang dikatakan oleh Kenzo. Dia berusaha berpikiran positif, sehingga menghempaskan semua pikiran buruk dalam hatinya.
Dia memasuki mobil lalu menyuruh sopir untuk menjalankan mobilnya kembali ke kantor. Sopir pun mengangguk lalu menjalankan mobilnya.
Dalam perjalan menuju kantor, Lili mendapatkan sebuah panggilan dari Arata. Dia mengangkat teleponnya, Arata menanyakan apakah makan siang hari ini bisa bersamanya.
Lili mengatakan pada Arata bahwa siang ini akan makan siang bersama Yuki. Lalu dia mengajak Arata untuk bergabung bersamanya untuk makan siang bersama Yuki.
Arata menyetujui usulan Lili, karena dia juga ingin bertemu dengan Yuki. Entah mengapa apa yang dirasakan oleh Lili pada Yuki sama dengan yang dirasakan oleh Arata.
Setelah percakapan mereka selesai Lili menutup teleponnya. Mobil pun sudah berhenti di area parkir kantornya. Dia menyuruh sopir untuk selalu bersiap dikala dibutuhkan.
Lili berjalan memasuki kantornya lalu berjalan menuju ruangannya. Dia menyimpan tas dan dokumen di atas mejanya. Lalu dia melanjutkan pekerjaannya sebelum dia pergi untuk makan siang.
Tidak terasa waktu makan siang sudah tiba, dia mendapatkan pesan dari Arata sebagai pengingat untuk acara makan siang hari ini.
***
"Yuki...," Lili memanggil Yuki yang sedang duduk menggunya di sebuah restoran Jepang.
Betapa bahagianya Yuki yang melihat Lili dari kejauhan yang memanggil namanya. Dia langsung berlari mendekati Lili lalu memeluknya dengan erat.
__ADS_1
"Aku rindu padamu," Yuki berbisik pada Lili yang masih memeluknya.
Lili pun mengatakan bahwa dia sangat merindukannya, setelah berpelukan mereka kembali berjalan menuju tempat Yuki pertama kali duduk.
Mereka pun mulai bercakap-cakap guna menunggu Arata yang belum tiba di restoran tersebut. Tidak berapa lama Arata tiba dengan langkah cepatnya menghampiri Yuki dan Lili.
Arata melihat Lili dan Yuki yang sedang bersenda gurau. Dalam hatinya berkata, 'Betapa indahnya melihat mereka berdua.'
"Apa kalian melupakanku? Kalian terlihat sangat senang sekali." Arata berucap sembari menggoda Lili dengan mengedipkan sebelah matanya.
Melihat Arata yang baru saja tiba, Yuki beranjak lalu dia memeluk Arata tanpa memikirkan kalau dia sedang memegang telapak tangan Lili. Arata pun memeluk balik Yuki, dia merasakan kehangatan seorang gadis kecil saat memeluknya.
"Tuh, -kan Yuki melupakan aku jika bertemu dengan Paman Arata," protes Lili pada Yuki yang melupakannya.
Arata terkekeh mendengar yang diucapkan oleh istrinya itu, dengan cepat dia mengecup keningnya Lili meski dia masih menggendong Yuki di pangkuannya. Karena setelah mereka berpelukan Yuki sudah duduk di pangkuan Arata.
"Tante, jangan marah ya? Yuki juga sangat sayang Tante." Yuki berkata pada Lili lalu dia turun dari pangkuan Arata.
Setelah turun dari pangkuan Arata, Yuki berjalan mendekati Lili yang sedang duduk sembari cemberut. Arata tidak bisa menahan tawanya lagi, sehingga dia terkekeh-kekeh.
Seorang wanita paruh baya meminta izin untuk pergi ke suatu tempat terlebih dahulu. Dia meminta Lili dan Arata untuk menjaganya sampai dia kembali untuk menjemput Yuki.
Lili pun mengijinkannya untuk pergi, karena dia tidak keberatan dengan kepergiannya. Lili bertanya apakah dia sudah meminta izin pada Kenzo. Wanita itu mengangguk, lalu Lili mengizinkannya untuk pergi.
"Sayang, coba kau hubungi Kenzo tentang semua ini!" pinta Lili pada Arata.
Arata mengangguk, lalu dia mengambil ponselnya untuk menghubungi Kenzo. Tidak begitu lama Kenzo mengangkat telepon dari Arata. Tanpa basa-basi dia mengatakan pada Kenzo jika pengasuh Yuki meminta izin untuk pergi sebentar.
Rupanya Kenzo sudah tahu tentang itu, sehingga dia meminta Arata dan Lili untuk menjaga Yuki sebelum pengasuh menjemputnya. Arata menyetujui permintaan Kenzo lalu dia memutuskan sambungan teleponnya.
Baik Lili atau Arata tidak mengetahui jika Kenzo berada di restoran yang sama. Dia sengaja menyuruh pengasuh Yuki untuk pergi.
Kenzo begitu bahagia melihat Yuki tersenyum lepas dengan Lili dan Arata. Dia seperti melihat ke pada kenangan di masa lalu ketika sang istri masih ada bersamanya.
"Aku bahagia akhirnya bisa menemukan mereka berdua," gumamnya.
Seorang asisten yang berdiri di belakangnya, mendengar dengan jelas apa yang digumamkan oleh Kenzo. Dalam hatinya berkata, 'Aku harap pilihan Anda tepat, Tuan!'
Karena pesanan makanan mereka sudah di antarkan oleh beberapa orang pramusaji. Sehingga semua makannya sudah tertata rapi di atas meja.
"Ayo, kita santap makanan ini!" Lili berkata dengan semangatnya.
Terlihat Yuki sangat bersemangat melihat makannya yang dia sukai berada di atas meja. Dia sudah tidak sabar untuk menyantap semuanya.
Begitupun dengan Lili sikapnya terlihat seperti Yuki, sehingga membuat Arata hanya memperhatikan sikap mereka berdua. Tadinya dia merasakan lapar tetapi setelah melihat mereka berdua, rasa lapar itu hilang seketika.
"Enak, -kan?" Yuki bertanya pada Arata.
Arata tersenyum sembari mengunyah makanan yang disuapkan oleh Yuki. Setelah makanan dalam mulutnya habis, dia mengatakan bahwa makanan yang disuapi oleh Yuki enak.
Lili sangat bahagia dengan suasana seperti ini, dia begitu menginginkan suasana seperti ini. Kelak jika dia memiliki seorang putri dan sebesar Yuki, mungkin suasana seperti ini akan terulang lagi.
Yuki pun menyuapi Lili, dia terlihat sangat bahagia dengan acara makan siang kali ini. Dia tidak menyangka jika dirinya bisa merasakan suasana seperti ini lagi, meski itu bukan dengan kedua orangtuanya.
Kenzo menitikan air mata saat melihat dari kejauhan kebahagiaan putri kecilnya itu. Dia berharap jika Yuki akan terus tersenyum seperti ini. Walaupun begitu banyak cobaan dan rintangan yang kelak akan dia tempuh.
Karena Kenzo yakin bahwa putrinya pasti akan bisa hidup dengan baik dan tumbuh menjadi wanita yang kuat. Sekuat ibunya yang bisa menerjang semua musuh-musuhnya, meski akhirnya dia tiada karena penyakit yang dideritanya.
"Atsuo, beritahu pengasuh Yuki untuk tidak menjemputnya! Aku ingin malam ini Yuki bersama Arata dan Lili." perintah Kenzo pada asistennya.
Atsuo pun melaksanakan perintah Kenzo, dia menghubungi pengasuh agar tidak menjemput Yuki. Setelah itu dia kembali memperhatikan kebahagiaan Yuki bersama Lili dan Arata.
Atsuo merasakan kebahagian juga akhirnya dia dapat melihat kembali senyum cantiknya Yuki. Karena semenjak kepergian ibunya, Yuki berubah menjadi pendiam dan selalu ingin berada dekat dengan Kenzo.
Makan siang pun selesai, Kenzo menghubungi Arata untuk memintanya agar mau mengurus Yuki selama beberapa hari. Karena Kenzo akan pergi ke luar negri, dia takut meninggalkan Yuki hanya dengan pengawasan pengasuh dan beberapa pengawal saja.
Setelah mendengarkan penjelasan dari Kenzo mau tidak mau dia harus menyetujuinya. Dan juga dia tidak ingin terjadi sesuatu pada Yuki.
Arata mengatakan pada Lili tentang pembicaraannya dengan Kenzo. Mendengar itu wajah Lili langsung senang, dia sama sekali tidak keberatan dengan apa yang di pinta oleh Kenzo.
Karena pekerjaan Lili masih banyak di kantor, dia memutuskan untuk mengajak Yuki ke kantornya. Sehingga secara tidak langsung dia bisa mengawasi Yuki.
Sedangkan Arata memutuskan untuk kembali ke kantornya terlebih dahulu, karena ada meeting yang harus dia hadiri.
"Sampai ketemu nanti malam di rumah." Arata berucap sembari mengecup kening Lili dengan lembut, setelah itu dia mengecup kening Yuki.
Lili dan Yuki tersenyum melepas kepergian Arata untuk kembali ke kantor terlebih dahulu. Setelah itu dia mengajak Yuki untuk ke kantornya.
Tidak begitu lama Lili tiba di kantor, dia langsung menuju ruangannya bersama Yuki. Semua karyawan yang melihat Lili menggandeng gadis kecil yang cantik merasa penasaran.
Rasa penasaran para karyawan semakin kuat setelah melihat tawa Lili yang terdengar hingga keluar ruangan. Sebenarnya siapa gadis kecil itu? Pertanyaan yang sama di semua karyawan.
***
"Yuki, ayo bersihkan dirimu terlebih dahulu!" perintah Lili pada Yuki yang masih bermain dengan mainannya.
Setelah selesai dengan pekerjaannya di kantor, Lili langsung pulang ke rumah. Karena dia tidak ingin Yuki terlalu lama menunggunya bekerja.
__ADS_1
Yuki masih saja sibuk dengan mainannya, sehingga dia tidak mendengarkan apa yang di perintahkan oleh Lili.
Lili yang menunggu Yuki di dalam kamar mandi, khawatir mengapa tidak mendengar sahutan darimya. Dia bergegas keluar dari kamar mandi, guna mencari Yuki.
Dia merasa lega karena Yuki masih berada di dalam kamar. 'Pantas saja dia tidak mendengar apa yang aku perintahkan, rupanya dia sedang asik bermain,' batinnya.
Lili berjalan perlahan mendekati Yuki yang sedang asik bermain, lalu dia membisikkan pada Yuki untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Setelah itu dia bisa melanjutkan bermainnya.
Yuki menagngguk, lalu menyimpan dan merapikan mainannya. Lalu dia meminta Lili untuk membantunya membuka semua pakaiannya yang menempel di tubuhnya.
Karena Yuki tinggal selama beberapa hari di rumah Lili, Kenzo mengutus asistenya untuk mengirimkan semua perlengkapan dan mainan yang Yuki butuhkan. Dia tidak ingin terlalu banyak merepotkan Lili dengan membeli keperluan untuk Yuki.
Setelah membuka pakaian Yuki memasuki kamar mandi. Dia melihat di dalam bhatup sudah terisi dengan air hangat dan ada beberapa mainan yang bisa dia mainkan di saat memberikan diri.
"Pasti ayah yang mengirim semua ini, -kan?" ucap Yuki pada Lili.
"Iya." Lili menjawab dengan singkat sembari tersenyum lembut pada Yuki.
Di saat Lili sedang menemani Yuki berendam, Arata baru saja tiba dari kantornya. Dia sungguh tidak sabar ingin bertemu dengan Yuki. Karena dia merasakan sudah merindukan Yuki, padahal baru tadi siang mereka bertemu.
Arata bergegas menuju kamarnya, karena dia tahu pasti Yuki sedang berada di kamar bersama Lili. Dia membuka pintu kamarnya, tetapi tidak menemukan keberadaan Lili ataupun Yuki.
Namun saat dia menyimpan jasnya di atas sofa, dia mendengar gelak tawa Yuki dan Lili dari dalam kamar mandi. Arata pun berjalan mendekati kamar mandi, lalu dia membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci.
Arata melihat seorang wanita yang dicintainya sedang bermain dengan Yuki. Dia tersenyum melihat semua itu, suasana kegembiraan terlihat jelas oleh kedua matanya.
Tanpa disadari kedua kaki Arata melangkah mendekati Lili dan Yuki, dia tidak ingin melewatkan momen seperti ini. Lili tersenyum melihat kedatangan Arata.
"Kau, sudah tiba, sayang?" tanya Lili pada Arata.
Arata mengangguk, lalu bergabung dengan Lili untuk bermain air bersama Yuki. Mereka bertiga menghabiskan waktu satu jam untuk bermain air di dalam kamar mandi.
Setelah acara membersihkan diri Yuki selesai, Lili menggendong Yuki menuju sofa. Lalu dia mengeringkan seluruh tubuh Yuki dan memakaikan pakaian untuk tidur.
Sedangkan Arata membersihkan diri terlebih dahulu setelah itu giliran Lili. Arata sudah beres dengan rutinitas membersihkan dirinya, dia melihat Yuki sudah rapi dengan pakaian tidurnya.
"Biar Yuki bersamaku, kau bersihkan dirimu dahulu!" Arata berucap dengan lembut pada Lili.
Lili pun mengangguk lalu dia berjalan menuju kamar mandi. Sebelum membersihkan diri dia merapikkan mainan Yuki yang berserakan di dalam bhatup.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk merapikan mainan Yuki, setelah rapi Lili membersihkan dirinya. Dia merasakan dirinya sudah berperan layaknya sebagai seorang ibu.
Selesailah Lili membersihkan diri, dia berjalan keluar dari kamar mandi. Di melihat Arata yang sedang membacakan sebuah buku dongeng kepada Yuki. Sedangkan dia duduk di atas sofa sembari melihat email yang masuk lewat ponselnya.
Lili membiarkan semua itu terjadi, tidak begitu lama terlihat Yuki sudah terlelap. Arata bangun dengan perlaham agar tidak membangunkan Yuki yang baru saja terlelap.
Arata berjalan menghampiri Lili yang sedang duduk di atas sofa. Lalu dia duduk di samping Lili yang sedang fokus memainkan ponselnya.
"Sayang, sekarang giliran kau memanjakanku!" goda Arata pada Lili sembari menyadarkan kepalanya di pundak Lili.
Lili terkekeh melihat sikap Arata yang seperti ini, dia tidak menyangka jika Arata akan bersikap manja seperti anak kecil padanya.
"Mengapa kau bersikap manja seperti anak kecil saja, sayang?" Lili berkata sembari menempatkan kepala Arata di pangkuannya.
Mereka pun mengobrol sejenak mengenai semua pekerjaan mereka di kantor. Bagi Arata Lili merupakan istri dan teman yang enak untuk di ajak bicara. Sehingga tidak ada rahasia pun di antara mereka.
Setelah selesai acara bercakap-cakap, Arata bangun dari posisi tindurannya. Lalu dia mengangkat tubuh Lili secara perlahan dan berjalan mendekati tempat tidur.
Ditidurkannya Lili secara perlahan di samping Yuki, lalu Arata mengecup lembut kening Lili dan Yuki. melihat perlakuan lembut ini, membuat Lili merasakan sangat bahagia.
Setelah itu dia berjalan ke sisi satunya lagi lalu merebahkan diri di samping Yuki. Sehingga Yuki berada di tengah-tengah mereka berdua.
Mereka pun tertidur dengan pulas, dengan perasaan yang sangat bahagia. Mungkin jika bayi mereka masih hidup, maka hal ini akan sering terjadi setiap malamnya.
Keesokan harinya Lili dan Arata terbangun oleh kecupan hangat dari Yuki. Mereka terkejut sekaligus bahagia, karena pagi mereka sudah melihat senyum manis dari bibir Yuki.
Lalu mereka mengecup hangat kening Yuki, setelah itu Lili berjalan menuju kamar mandi. Guna untuk membersihkan diri, setelah itu giliran Arata yang membersihkan diri.
Setelah Arata selesai sekarang giliran Yuki untuk membersihkan diri. Selagi Lili membantu Yuki membersihkan diri. Dia menunggu di gazebo sembari menyuruh pelayan untuk menyiapkan sarapan.
Setelah beres dengan rutinitas membersihkan diri Yuki, mereka berjalan menuju gazebo karena seorang pelayan menyampaikan perintah Arata. Terlihat Arata sedang duduk sembari membaca koran.
"Paman ... Apakah aku cantik?" tanya Yuki dengan manjanya yang membuat Arata menghentikan membaca korannya.
"Tentu saja, kau gadis kecil yang sangat cantik." Arata menjawab lalu memangkunya dengan lembut.
Yuki tersenyum lalu meminta untuk di turunkan dari pangkuan Arata. Setelah turun dari pangkuan Arata dia berlarian di taman dengan seorang anak pelayan yang sedang berkunjung ke rumahnya hari ini.
Memang setiap akhir pekan ada anak seorang pelayan yang sering bermain ke rumah Lili dan Arata. Mereka tidak keberatan dengan hal itu, tetapi harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum bisa masuk ke dalam rumah.
Karena tidak semua anak dari para pelayan bisa masuk dan bermain begitu saja di dalam rumah atau halaman rumah sekali pun.
Untuk menghilangkan rasa iri di hati para pelayan, sehingga diadakan jadwal tertentu. Yang memberi giliran anak siapa yang bisa bermain di taman atau halaman rumah.
Semenjak diberlakukannya aturan itu membuat Lili menjadi senang. Karena dia dapat melihat anak-anak bermain di taman.
Seperti hal hari ini, ada seorang anak pelayan yang bisa menemani bermain Yuki. Lili hanya memperhatikan saja dari kejauhan. Karena itulah yang dibutuhkan oleh anak seusia Yuki. Bermain bersama teman yang seusianya.
__ADS_1