Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
BAB 84


__ADS_3

Disaat aku sudah terduduk disampingnya Alex menlingkarkan tangan nya di pinggang ku. Aku hanya diam dan bersandar di badan Alex. Dia terus memeluk ku dengan lembut tapi pikirannya entah dimana, itu membuatku semakin kesal. Lebih baik aku tidur saja kalau memang dia tidak mau berbagi masalah nya dengan ku. Aku pun merubah posisi duduk ku menjadi posisi tidur.


"Kau sudah mau tidur?" Ucap Alex padaku.


"Iya aku sudah mengantuk, lagian tidak ada yang mau di bahas kan!" Aku berkata sambil mengubah posisi tidurku dan membelakangi Alex.


Alex yang memang tidak suka kalau aku tidur membelakanginya. Dengan lembut dia mengubah posisi tidur ku menjadi menghadapnya. Dia menidurkan ku di atas tangannya dan memelukku.


"Kau marah padaku?" Tanya Alex padaku.


Aku hanya diam tidak menjawab apa yang di tanyakan.


"Sayang, kau kenapa sih?" Nada Alex sedikit meninggi.


Aku masih diam seribu bahasa.


"Sayang katakan padaku apa yang menjadi masalah mu? Jangan kau hanya diam seribu bahasa!"


"Yang seharusnya marah adalah aku, kenapa sekarang kau yang menjadi marah!" Jawabku pada Alex dengan nada sedikit kesal.


"Aku tidak suka kalau kau hanya diam tak banyak bicara, kembalilah seperti istriku yang semula."


"Dan kembalikan suami ku yang tidak pernah menyembunyikan sesuatu dari ku?" Balas ku pada Alex.


"Apa maksudmu?"


"Kau pikir saja sendiri, kalau kau sudah ingat dan ingin membicarakannya padaku maka aku akan mendengarkanmu."


"Aku tahu, kau ingin mengetahui kenapa aku menyembunyikan nya dari mu. Karena aku tidak ingin kau ikut memikirkannya, aku sangat sayang padamu aku tidak ingin kehilanganmu!"


"Aku tidak suka ada yang disembunyikan, karena hubungan suami istri tidak boleh ada hal yang ditutupi atau di rahasiakan. Jika kau masih mau aku sebagai istriku seperti dulu!"


"Hahhh, baiklah akan aku katakan padamu! Tadi pagi selagi kau mandi, handphone mu berbunyi terus akhirnya aku mengangkatnya. Ternyata itu adalah Leo, dia mengucapakan kata-kata yang membuatku takut kehilangan mu. Seumur hidup ku aku tidak takut akan kematian atau apa pun itu. Tapi sekarang aku menakutkan akan kehilangan dirimu. Aku begitu sangat mencintaimu aku tidak sanggup kalau aku hidup tanpa mu sayang."


Aku kaget dengan perkataan Alex, aku tidak menyangka Alex yang kuat dan kejam dalam dunia bisnis nya bisa kalah dengan perkataan Leo. Dan itu menyangkut tentang diriku pula, Ya Allah sebegitu sayangnya kah suamiku pada diriku ini.


"Dan aku sedang memikirkan cara apa yang bisa kulakukan pada Leo agar dia tidak menggangu mu. Kalau aku melihat sekali lagi dia mendekatimu maka jangan salahkan aku menjadi seperti monster. Akan ku hancurkan dia sampai berkeping-keping dan dia tidak akan sanggup untuk berdiri lagi!" Ucap Alex dengan nada marahnya.


"Maafkan aku sayang, aku tidak tahu kalau kau begitu terganggu dengan Leo. Maafkan aku ya sayang aku karena ulah dari masa lalu ku kau merasa terbebani." Aku berkata sambil memeluk erat Alex.


Alex memeluk ku dengan erat dan berkata, "tidak sayang jangan kau ucapkan maaf padaku, kau tidak bersalah aku yang bersalah karena tidak terbuka padamu. Aku juga sangat menyayangimu."


Tak terasa air mataku menetes akhirnya aku tangisku menyeruak. Aku tak tahan dengan semua yang ku dengar, ternyata dia sangat mencintai ku dan menyayangiku. Ternyata aku tidak salah memilih imamku, aku akan menjadi perisai mu dan penguatmu dalam segala hal. Dan aku akan selalu bersama mu sampai maut memisahkan kita.


Alex mengecup keningku dengan lembut dan berkata, " sudah hentikan tangisan mu, itu sebabnya aku tidak ingin banyak bercerita padamu karena aku tidak ingin melihat mu bersedih. Tidurlah besok kita masih harus ke kantor kan!"


Aku pun tertidur dengan memeluk erat Alex, serasa aku tidak ingin melepaskannya walau sedetikpun. Begitu juga dengan Alex dia sellau mengecup keningku dengan lembut. Dan itu membuatku merasa tenang dan terlindungi.


****


Keesokan harinya, aku terbangun dengan mata sedikit sembab karena menangis semalam. Alex yang melihat sembab nya mataku tertawa jahil.


"Hahaha istriku tersayang kenapa matamu seperti habis di timpuk?" Goda Alex padaku.


"Jangan kau menggodaku ini semua salahmu, coba saja kau tidak membuatku menangis mataku tidak akan seperti ini!" Jawabku sesal dengan candaan Alex.


Lebih baik aku menggunakan kaca mata saja, agar tidak terlalu terlihat mata ku yang sembab. Aku pun sudah siap dengan perlengkapan kerja ku. Alex seperti biasa akan mengantarku ke kantor dan sore nya menjemput ku di kantor. Itu tanda dia sangat menyayangi ku dan ingin melindungi ku.


Sebelum ke kantor aku ke rumah sakit dulu untuk melihat keadaan Ibu Sinta. Sepertinya keadaannya sudah mulai membaik, setelah melihat nya aku langsung pamit pergi ke kantor. Beberapa saat kemudian aku sampai di kantor, banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan. Handphone ku berbunyi,


Drrrttttt...


Drrrttttt...

__ADS_1


Drrrttttt...


Kulihat dilayar handphone ku ternyata itu Leo, aku jadi teringat perkataan Alex semalam. Kuangkat teleponnya dan berkata,"hallo!"


"Alin kita perlu bicara!" Leo berkata.


"Sudah tidak ada yang harus kita bicarakan lagi."


"Masih ada yang harus aku jelaskan padamu! Aku mohon Lin kita perlu bertemu!"


"Baiklah, ini yang terakhir kali nya kita bertemu! Dimana kita bertemu?" Tanya ku pada Leo.


"Di taman xxx aku tunggu kau disana!" Jawab Leo dengan semangat.


Taman xxx


Ternyata dia sudah berada di taman, entah apa yang akan keu jelaskan kali ini Leo. Apa belum cukup yang kau perbuat padaku, penghianatan yang tidak bisa ku tolelir lagi.


"Aku sudah lama menunggu mu Alin." Ucap Leo dengan wajah senang.


"Tidak usah basa-basi katakan apa yang ingin kau katakan! Aku tidak punya banyak waktu."


"Alin kembalilah padaku, aku tahu kau masih mencintaiku! Kita bisa memulainya dari awal lagi."


"Aku tanya kau sekali lagi, apa kau ingat apa yang menjadi prinsip ku?" Aku bertanya pada Leo.


"Prinsip yang mana?" Leo menjawab sambil memikirkan prinsip yang mana.


"Aku pernah bilang padamu kan, jangan pernah sekali pun kau menghianati ku! Tapi kau melakukannya."


"Aku tau itu salahku, tapi aku sudah tidak bertemu dengan nya lagi!"


"Aku tidak peduli, karena aku melihat mu bermesraan dengan nya bukan hanya sekali!"


"Apa?" Leo kaget mendengar perkataan Alin.


"Apakah kau melihat semua itu sebelum kecelakaan pesawat yang kau alami?" Leo berkata dengan nada sedih dan penyesalan.


"Iya aku melihat semuanya sebelum kecelakaan itu. Aku sangat kecewa sekali dengan mu, kenapa kau tega melakukan itu padaku? Bukan hanya sekali tapi berkali-kali kau menghianati ku!"


"Alin aku sudah memutuskan hubungan dengan wanita itu, sumpah Lin!"


"Tidak usah kau bersumpah, seorang pria yang sekali berkhianat pasti akan melakukannya lagi! Sudah cukup Leo, sudah cukup kau melukai hatiku!"


"Tidak kau adalah miliku dan akan selamanya menjadi milikku!!" Ucap Alex dengan keras dan memegang tangan Alin.


"Lepaskan aku? Kau tidak berhak menyentuh ku!"


"Tidak akan kulepaskan kau selamanya kau akan menjadi miliki!!"


"Lepaskan istriku dari tangan mu yang kotor itu! Kau tidak memiliki hak untuk menyentuhnya!!" Alex berkata dengan nada marahnya.


"Dengankan aku Alex Wibowo, Alin hanya akan menjadi milik ku dan kau tidak akan pernah bisa bersama dengan Alin lagi!"


"Prok...!"


"Prok...!"


"Prok...!"


Leo menepuk kedua tangannya dan seketika datang para pengawal yang siap menyerang Alex.


"Leo apa yang kau lakukan! Apa kau sudah gila hah!" Aku berkata sambil teriak.

__ADS_1


"Iya Lin aku sudah gila jika aku tidak memiliki mu!" Jawab Leo.


"Dengarkan aku! Sampai kapan pun aku tidak akan pernah kembali padamu!"


"Kita lihat saja nanti! Yang pasti kau akan kembali padaku!" Leo berkata.


"Hahahaha dasar kau pengecut Leo, melawanku saja kau membutuhkan begitu banyak pengawal tengik mu!" Alex berkata dengan nada meremehkan Leo.


"Seranggggg!" Leo memerintahkan para pengawalnya untuk menyerang Alex.


Terjadilah perkelahian antara Alex, Asisten Ari dan dua pengawalnya. Aku yang hanya terdiam melihat semua kekacauan ini. Tidak bisa tinggal diam lagi, akhirnya aku pun ikut berkelahi guna melindungi orang yang kuanggap penting. Aku melihat seorang pengawal Leo ingin memukul Alex dari belakang, tanpa kusadari langkahku semakin cepat dan menghajar pengawal Leo.


"Aku paling tidak suka dengan orang yang menyerang dari belakang!!" Ucap Alin marah pada pengawal Leo dan Alin menghajarnya tanpa ampun.


Alex hanya tersenyum melihat Alin mengeluarkan keahlian dan keganasannya. 'Kau memang istriku!' gumam Alex dalam hatinya. Perkelahian terus berlanjut, para pengawal Leo sudah banyak yang berjatuhan. Alex masih bisa menghadapi mereka semua, akhir nya Leo pun turun tangan dia ikut menyerang Alex. Alin yang melihat Leo turun tangan langsung menyerangnya.


"Sampai kapan kau seperti ini hah?" Tanya ku pada Leo.


"Sampai aku memiliki mu seutuhnya!" Jawab Alex dengan tegas.


"Sampai kapan pun aku tidak bisa menjadi milik mu karena aku sudah menjadi milik Alex seutuhnya!"


Alex yang mendengar perkataan Alin sangat senang sekali. Dan dia semakin bersemangat menghajar para pengawal Leo. Tanpa disadari Alin terhempas tendangan Leo, Alex yang melihat Alin terjatuh langsung menghajar Leo tanpa ampun.


"Jika kau mencintai dia kenapa kau tega menyakitinya hah!!" Ucap Alex sambil menghajar Leo.


Alex yang menyerang Leo membabi buta, Leo yang sudah kelelahan dengan serangan Alex akhirnya tersungkur jatuh tak berdaya.


"Alex hentikan! Jangan kau kotori tangan mu dengan darah nya!" Aku berkata pada Alex supaya dia melepaskan Leo.


Alex masih saja terus menghajarnya, tanpa mendengarkan ucapan ku. Aku berdiri dan melangkah kan kakiku menuju Alex yang sedang menghajar Leo habis-habisan. Aku memegang tangan Alex, dan aku berkata, "sudah cukup sayang."


Alex yang menyadari keberadaan Alin di dekatnya dan memegang tangannya, langsung tersadar dan berkata "aku tidak bisa melepaskannya begitu saja, dia telah berani melukaimu. Apa itu yang dia katakan dia mencintaimu!"


"Sudah hentikan jika kau mencintaiku, maka hentikanlah!" Ucapku lemah pada Alex.


"Baiklah akan aku lepaskan dia demi kamu sayang!" Alex berkata dan melepaskannya.


"Terimakasih sayang," ucapku pada Alex dengan menahan rasa sakit di perutku.


"Hari ini kau selamat Leo Ahmad, jika aku melihatmu kembali maka kau tidak akan selamat!" Alex berkata dengan nada marahnya.


"Lihat saja nanti kau Alex, aku akan membalas semua yang telah kau lakukan padaku dan aku tidak akan pernah menyerah untuk merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milikku!" Leo berkata sambil berdiri dan pergi meninggalkan Alex dan Alin.


Setelah kepergian Leo, Alin tidak bisa menahan rasa sakit di bagian perutnya, meski dia tadi menangkis pukulan dan tendangan Leo. Akhirnya Alin terjatuh tak sadarkan diri, Alex yang melihat Alin mau terjatuh langsung memegangnya dan menggendongnya dan membawanya langsung ke rumah sakit.


Di dalam perjalanan hati Alex tidak tenang karena Alin tak sadarkan diri.


"Ari cepat! kita harus segera ke rumah sakit, aku tidak mau terjadi sesuatu pada Alin." Ucapa Alex pada Ari.


"Baik Tuan Muda saya akan menambahkan kecepatannya!" Jawab Ari singkat. 'Mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu pada mu Nona, jika memang terjadi hal buruk padamu, maka Tuan Muda akan menjadi seperti monster menghancurkan Tuan Leo tanpa ampun. Dan itu pun akan berimbas pada siapa saja yang menghalanginya,' gumam Ari dalam hatinya.


____________________________________________


Sampai ketemu di bab selanjutnya😉


____________________________________________


Guys kalian bisa dong kasih poin kalian buat dukung cerita ini?


Jika poin di novel mencapai 10k setiap hari nya, maka akan ku suguhkan per bab kembali seperti sedia kala.


Jika sanggup untuk 50k poin setiap hari akan ku berikan double bab setiap hari.

__ADS_1


Bagaimana? Deal?


Jika tidak juga tidak apa, mungkin aku tidak akan bersemangat untuk update 🤣 tapi aku akan updet ko


__ADS_2