
Dilain tempat Lili tidak menyangka bahwa Arata sudah kembali, dia merasa senang jika melihat Arata sudah ada di rumah. Dia pun bergegas menghampiri Arata lalu memeluknya.
"Sayang..., bukankah aku hanya pergi beberapa jam saja?!" Arata berkata karena bingung dengan sikap Lili.
Lili berkata bukankah Arata akan pulang besok pagi, Arata mengatakan meeting-nya di cancel. Sehingga dia kembali secepatnya, dia pikir sudah bisa menemukan Lili di rumah. Namun Lili belum kembali dari pesta malam ini.
Setelah mendengar penjelasan Arata, Lili pun melepaskan kain yang menutupi mahkotanya. Arata hanya menatap Lili, semenjak dia mengandung. Dia terlihat bercahaya, itulah yang menyebabkan Arata tidak ingin jauh dari Lili.
Lili pun memasuki kamar mandi, dia hendak membersihkan diri. Setelah selesai dia keluar dari kamar mandi, dia sudah melihat Arata sudah tertidur di atas ranjang.
Lili berjalan mendekati Arata, ditatapnya secara lekat wajah Arata. Dalam hatinya berkata, dia sangat bersyukur Arata yang sekarang sudah sangat berubah dengan waktu pertama kali mereka bertemu.
"Aku bersyukur kau menjadi suamiku." Lili berkata lalu dia mengecup lembut kening Arata. Lalu dia merebahkan tubuhnya di samping Arata.
Arata tersenyum setelah mendengar perkataan Lili, dipeluknya Lili dengan lembut. Lalu mereka pun tertidur pulas, ada rasa nyaman yang membuat malam ini terasa indah untuk Arata dan Lili.
Keesokan harinya, Arata sudah disibukkan dengan satu masalah. Dia menerima sebuah kabar bahwa ada yang membuat kacau di perusahaannya.
"Ada apa?" Lili bertanya melihat Arata yang sedang kesal.
Arata menceritakan bahwa ada orang yang ingin mengacaukan perusahaan, lalu Lili bertanya apakah Arata sudah menemukan siapa dibalik semua masalah ini.
Arata menggelengkan kepalanya, dia sedang menunggu Maru. Karena dia sudah menyuruh Maru untuk menyelidiki semaunya. Lili memeluk Arata guna untuk menghilangkan rasa kesal di hatinya.
Arata terpaku dengan pelukan Lili, dalam hatinya dia berkata betapa pengertiannya Lili. Dia pun memeluk kembali Lili dengan lembut lalu mengecup lembut kening Lili.
Lili sudah bersiap untuk pergi ke kantor, Arata masih tetap mengantar Lili terlebih dahulu setelah itu dia pergi ke perusahaannya. Saat tiba di kantor Lili, Arata melihat Novi yang baru saja tiba.
Entah mengapa hati Arata merasa masih belum yakin dengan perubahan sikap Novi. Namu dia menghempaskan pikiran itu, karena saat ini yang lebih penting adalah orang yang hendak mengacau perusahaannya.
Lili melihat Novi yang baru saja tiba, dia mengajak Novi untuk berjalan bersama. Dia juga mengatakan beberapa hal yang harus dikerjakan oleh Novi.
__ADS_1
Arata di perusahaanya, dia bergegas menuju ruangannya. Dia sengaja tidak menyuruh Maru untuk datang ke rumahnya, namun Arata menyuruh Maru langsung datang ke perusahaan.
Maru yang mendapatkan kabar bahwa Arata sudah tiba di kantor, dia bergegas menuju ruangan Arata. Dia membawa beberapa berkas yang isinya adalah semua kerugian yang dialami perusahaan.
Maru mengetuk pintu ruangan Arata, setelah mendengar kalimat masuk! Maru pun membuka pintu lalu dia belangkah memasuki ruangan Arata. Dia melihat Arata sudah duduk di kursinya dengan sebuah laptop di depannya.
Maru tanpa banyak kata dia langsung menyerahkan dokumen yang ada di tangannya. Arata mengambil dokumen yang Maru sodorkan kepadanya, dia pun membaca satu persatu lembaran dokumen dengan teliti.
Arata terlihat sangat kesal, ternyata sebanyak ini dia mengalami kerugian. Dia harus segera mencari cari untuk menutup semua kerugian ini.
"Kau sudah tahu siapa dalang dibalik semua ini?!" Arata bertanya pada Maru.
Mari hanya mengatakan bahwa orang ini masih menjadi misteri, namun yang pasti dia adalah orang baru. Dia bukan berasal dari Jepang, namun sepertinya dia cukup berani mengacau perusahaan.
Arata masih berpikir siapa orang itu, apakah dulu dia pernah membuat masalah dengan orang itu. Sehingga dia ingin menghancurkannya, Arata menyuruh Maru untuk terus mencari semua informasi tentang orang itu secepatnya.
Maru menganggu lalu dia membungkuk menandakan hormat pada Arata dan dia berjalan meninggalkan ruangan. Arata terus berpikir siapa orang itu setelah kepergian Maru, namun dia masih belum bisa menemukan siapa orang itu.
Dilain tempat Lili sudah mengerjakan tugasnya hari ini, sehingga nanti makan siang dia bisa pergi ke luar. Terdengar suara ketukan pintu, Lili pun menyuruhnya masuk.
"Siang ini kita pergi keluar, aku ingin mengajakmu makan di luar!" Lili berkata pada Novi.
Novi mengatakan ya, setelah memeriksa dokumen yang diberikan oleh Novi. Lili pun menandatangani dokumen tersebut. Setelah selesai Novi pergi dari ruangan untuk bersiap pergi makan siang bersama Lili.
Lili memberi pesan pada Arata bahwa dia akan pergi makan siang bersama Novi. Arata menyuruhnya untuk hati-hati meski Novi sudah berubah, namun dia harus tetap berhati-hati.
Setelah memberi kabar pada Arata, Lili mengambil tasnya lalu dia beranjak dari duduknya. Dia berjalan keluar ruangan yang, di luar pintu sudah ada Novi yang baru saja tiba.
Mereka pun pergi ke satu restoran yang memang sudah lama ingin dikunjungi oleh Lili. Restoran itu bergaya Jepang namun semua menu yang dihidangkan adalah menu Indonesia.
Setelah tiba di restoran tersebut, Lili disambut hangat oleh seorang pelayan. Dia langsung menunjukkan meja mana yang masih kosong, karena kebetulan hari ini sangat ramai pengunjungnya.
__ADS_1
Lili dan Novi mengikuti pelayan itu dari belakang, mereka pun tiba di sebuah meja lalu mereka duduk. Pelayan tersebut menyerahkan daftar menu saat ini.
Lili memilih beberapa menu yang dia inginkan, lalu dia menyuruh Novi untuk memilih menu mana yang hendak dia makan. Novi membaca secara perlahan, lalu dia pun memilih beberapa menu yang dia inginkan.
"Baik Nona, semua pesanan anda sudah saya list! Mohon tunggu hingga pesanan Nona diantarkan." Pelayan itu berkata dengan sopan lalu dia membukukan badannya, setelah itu dia pergi.
"Nov, bagaiman dengan Ayah dan Ibumu? Apakah mereka sudah menghubungimu?" Lili bertanya secara perlahan, dia tidak ingin pertanyaannya menyinggung Novi.
Novi hanya diam, terlihat jelas bahwa mereka belum menghubunginya. Sungguh terlalu perbuatan om dan tante pada Novi, padahal dia sangat membatu mereka. Namun setelah Novi sakit mereka malah membuangnya.
"Apakah aku harus memaafkan mereka? Mereka sudah membuangku! Disaat mereka sudah tidak membutuhkanku!"
Lili terhenyak mendengar perkataan Novi, dia tahu persis seberapa besar pengorbanan Novi untuk membatu bisnis ayahnya. Sehingga dia mengorbankan kesuciannya demi sang ayah.
Lili memegang lengan Novi, seraya memberinya kekuatan. Lalu dia bertanya padanya jika dengan memaafkan dapat membuatnya tenang maka maafkanlah. Jika belum sanggup untuk memaafkan maka belajarlah sedikit demi sedikit.
Setelah mendengar perkataan Lili yang membuat hati Novi tenang, dia pun tersenyum lalu mengucapkan terimalah. Dia tidak menyangka Lili bisa memaafkannya, meski dia sudah menjahati Lili sedari dulu.
Novi sangat beruntung memiliki saudara seperti Lili, dia menjadi teringat saudara perempuannya jika saja dia masih hidup mungkin dia akan seperti Lili.
Beberapa pelayan menghampiri mereka dengan membawa pesanan yang mereka pesan. Mereka pun menyantap makanan yang sudah disajikan.
__________________________________________
Untuk cerita Minami di tunggu informasi selanjutnya ya, yang pasti pasti saya kerjakan untuk kalian 😉
__________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
__ADS_1
@macan_nurul
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉