Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Extra Part Lili 53


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang setelah makan malam di kediaman orangtuanya Lili, Nathan tampak sangat kesal. Dia sungguh ingin menghancurkan Arata dengan tangannya sendiri. Dia pun tiba di apartemennya, dia melemparkan jas yang baru saja dia buka.


"Kita lihat saja nanti! Aku pasti akan menghancurkanmu Arata! Karena kau sudah mencemari Lili! Jika saja itu tidak terjadi aku pasti sudah memiliki Lili!" gumamnya dengan memukul sebuah cermin. Sehingga pecahan cermin itu berserakan di mana-mana.


Luka dihiraukannya luka di tangan akibat pecahan kaca, dia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Seorang wanita masuk ke dalam kamarnya, dia melihat serpihan kaca yang berserakan. Dia membawa peralatan untuk membersihkan serpihan kaca itu.


Dalam benaknya jika serpihan kaca ini terinjak oleh Nathan itu pasti menyakitkan, dengan cepat wanita itu membersihkan semuanya. Sebelum Nathan keluar dari kamar mandi dia bergegas keluar dari kamar Nathan.


Setelah selesai dengan membersihkan diri Nathan keluar hanya menggunakan sehelai handuk saja. Dia melihat kamarnya sudah bersih dari serpihan kaca, dia tahu bahwa wanita itu pasti sudah membersihkan semuanya. Tanpa kata dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Dia masih belum bisa menutup kedua bola matanya, dia masih merasa seolah dengan sikap lembut Lili pada Arata. Menurutnya hanya dia yang pantas mendapatkan perlakuan itu. Lama-lama dia pun tertidur, dia tidak menyadari luka di lengannya masih mengaitkan darah.


Seorang wanita mengintip dari balik pintu, dia melihat Nathan sudah tertidur. Dia masuk dengan membawa sebuah kotak P3K, dia berjalan perlahan agar tidak membangunkan Nathan. Dia melihat tangan Nathan yang terluka akibat serpihan kaca.


Dia memegang secara perlahan agar tidak membangunkannya, dibersihkan luka itu dengan menggunakan kapas yang dibasahi alkohol. Tangan Nathan bergetar seraya mengatakan perih akibat lukanya. Namun dia masih tertidur, wanita itu meniup lembut luka Nathan. Setelah itu dia memperkenalkan kain kasa yang direkatkan oleh plester agar tidak terlepas.


Setelah selesai mengobati wanita itu pergi meninggalkan Nathan yang sedang tertidur lelap. Dia melangkah menuju kamarnya, dia hanya bisa terdiam dengan kehidupannya. Apakah dia harus menyesali atau bersyukur dengan kehidupannya saat ini.


Dia melihat satu per satu foto yang terpampang rapi di dalam sebuah album, terlihat kebahagian di dalamnya. Namun semua itu hanyalah semu, semuanya tidak seindah yang dia bayangkan.


Terkadang terbersit di pikirannya untuk pergi meninggalkannya, namun semua itu dia hempaskan begitu saja. Bagaimanapun dia adalah pria yang sudah sah menjadi pasangannya. Meski dia tahu bahwa Nathan tidak mencintainya yang terpenting adalah dia mencintai Nathan.


Dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dia berusaha menutup kedua matanya lalu mematikan lampu kamarnya. Hanya kegelapan dan kesunyian yang dia dapatkan setelah menikah. Tidak terasa air matanya menetes sedikit demi sedikit membasahi kedua pipinya.


Semua yang sudah terjadi maka terjadilah, karena semua ini adalah pilihan yang sudah dia pilih. Maka dia tidak bisa mengatakan menyesal, itulah salah satu yang membuatnya kuat samapai detik ini. Dia pun tertidur setelah menangis tanpa henti.


Prang!


Nathan terbangun setelah mendengar kegaduhan, kepalanya masih terasa berat. Dia melihat luka di tangannya sudah diobati, dia sangat marah lalu berjalan dengan cepatnya menuju suara yang membuatnya terbangun.


"Apa kau bodoh hah! Pekerjaan kecil seperti ini pun kau tidak bisa melakukannya!" teriak Nathan pada Sella.


Sella terdiam mendengar semua teriakan dan cacian yang dilayangkan oleh Nathan, yang bisa dia lakukan hanya menangis. Sehingga itu membuat Nathan semakin kesal dibuatnya.


Dia menarik tangan Sella lalu menghempaskannya ke atas ranjang, dia tidak suka dengan tangisannya. Dia berteriak agar Sella menghentikan tangisannya, Nathan merobek pakaian yang menempel di tubuh Sella.


"Hentikan ini Nathan! Aku mohon hentikan! Aku tidak akan menganggu tidurmu lagi!" ucap lirih Sella dengan berlinang air mata. Dia tahu jika membuat marah Nathan maka dia akan mendapatkan hukuman.


Hukuman yang di berikan Nathan baginya adalah sebuah penghinaan karena itu dia tidak menyukainya. Selama ini dia berusaha untuk tidak membuat marah Nathan, dia selalu membiarkan Nathan bertindak berdasarkan keinginannya.


"Terus saja kau memohon padaku! Hari ini aku tidak akan melepaskanmu!" Nathan berkata dengan nada marah, dia terus melakukan hal-hal yang tidak diinginkan oleh Sella.


Sella hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Nathan terhadapnya, dia sangat benci jika diperlakukan seperti ini. Nathan terus menyerangnya dengan permainan yang membuatnya kesakitan.


Meski merasakan kesakitan di sekujur tubuhnya dia harus menahan semua ini, air matanya sudah kering. Dia sudah tidak bisa menangis lagi, Nathan semakin menggila dengan permainannya.


Setelah selesai dengan semua permainannya, Nathan menyuruh Sella untuk pergi dari kamarnya. Dia tidak ingin melihat wanita yang membuatnya kesal, lalu dia berjalan memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sella berusaha berdiri dengan tenaga yang masih dia miliki, dia berjalan perlahan meninggalkan kamar Nathan. Berjalan dengan merasakan sakit membuatnya harus kuat, dia memasuki kamar mandi lalu membersihkan diri.

__ADS_1


Dinyalakannya keran shower, air mengalir membasahi seluruh tubuhnya. Diambilnya sabun cair ke telapak tangannya, dia membasuh seluruh tubuhnya dengan sabun. Dia mengerang kesakitan karena tubuhnya dipenuhi oleh luka akibat Nathan. Dia menahan semua rasa perih itu, rasanya dia ingin pergi jauh dari Nathan.


Namun dia berpikir kembali jika dia pergi dari sisi Nathan, maka dia akan menyusahkan kedua orangtuanya. Dia tidak mau kedua orangtuanya mengalami penderitaan akibat perbuatannya.


Setalah selesai membersihkan diri Sella bergegas menuju pantry, dia menyiapkan sarapan untuk Nathan. Jika dia telat menyiapkannya maka dia akan terkabul amarahnya lagi. Kali ini dia tidak boleh membuat masalah lagi.


Akhirnya Sella selesai menyiapkan sarapan untuk Nathan, dia membawa nampan yang berisi sarapan ke dalam kamar Nathan. Dia melihat Nathan sudah terduduk di atas sofa. Dia berjalan perlahan lalu menyimpan nampan yang berisi sarapan tersebut di atas meja.


"Bereskan ranjangku dan buang semua kain kotor itu! Nathan berkata dengan dingin.


Sella mengangguk lalu berjalan mendekati ranjang yang sudah berantakan akibat pergulatan mereka tadi. Dia mengambil semua kain yang ada di atas ranjang dan memasukkannya ke dalam keranjang pakaian kotor. Lalu dia berjalan mendekati almari guna mengambil kain yang bersih, dia memasangkan kain tersebut di atas ranjang.


Setelah semuanya rapi dan bersih Sella berjalan meninggalkan Nathan yang sedang menikmati sarapannya. Dengan membaca beberapa dokumen di tangannya, hati Sella sungguh sakit.


Hari ini Nathan memutuskan untuk tidak pergi ke perusahaannya, dia hanya ingin melakukan semua pekerjaannya di apartemennya. Namun bagi Sella adalah sebuah mereka jika Nathan berada di apartemen.


Seperti biasa Sella melakukan rutinitasnya membersihkan seluruh ruangan apartemen. Setelah dia selesai dia bergegas menuju kamarnya, dia selalu menutup rapat pintu kamarnya bahkan sampai dikunci dari dalam.


Nathan membuka pintu kamarnya, dia melihat sekeliling ruangan apartemennya sudah rapi. Dia tersenyum tipis, dalam hatinya berkata bahwa wanita ini melakukan hal yang benar kali ini.


Handphone Sella berbunyi, dia mengangkatnya langsung. Dia terperanjat setelah mendengar bahwa kedua orangtuanya mengalami kecelakaan dan sekarang sedang kritis di rumah sakit Jakarta.


Dia langsung menutup sambungan teleponnya, lalu berlari menghampiri Nathan. Dia melihat Nathan sedang duduk di atas sofa dengan santainya sambil menonton televisi.


"Nathan ijinkan aku untuk ke Jakarta! Ibu dan Ayahku kecelakaan dan sekarang kritis!" Sella berkata dengan beruraian air mata, dia terus memohon pada Nathan.


Nathan hanya diam dia menghiraukan setiap perkataan Sella, dia mulai kesal padanya. Lalu dia mengatakan jika pergi ke Jakarta maka dia akan semakin menderita. Sella tidak peduli, jika dia akan menderita bahkan hingga tiada sekalipun.


Nathan memesan dua buah tiket untuk kembali ke Jakarta, mereka pun bersiap lalu pergi menuju bandara. Dalam perjalanan menuju bandara, dia merasakan ada yang membuatnya tidak enak hati. Dia menghempaskan semua pikiran buruk yang menghantuinya.


***


Tibalah mereka di Jakarta, Nathan menyuruh sopir yang sudah menunggunya untuk mengantarnya terlebih dahulu ke rumah. Dia ingin istirahat terlebih dahulu karena kelelahan.


"Aku ingin ke rumah sakit dulu! Jika kau mau ke rumah dulu, aku bisa memesan taxi!" Sella berkata dengan lirih dia sungguh takut dengan Nathan namun dia sangat khawatir dengan keadaan kedua orangtuanya.


"Diam kau! Jika kau terus berisik aku akan mengirimmu pada seorang tua hidung belang!" teriak Nathan yang sudah kesal mendengar rengekan Sella.


Mendengar itu Sella terdiam, dia tidak bisa memaksa lagi Nathan untuk langsung pergi ke rumah sakit. Dia tidak ingin Nathan menjualnya pada pria hidung belang, karena Nathan pernah melakukan itu saat dia melakukan kesalahan.


Dia termenung mengingat suatu peristiwa yang membuat Nathan sangat marah sehingga dia mengirimnya pada pria tua hidung belang. Di saat pria hidung belang itu hendak berlaku senonoh, Sella berhasil lari namun dia tertangkap oleh Nathan.


Nathan tersenyum menang dia tahu betul kelemahan Sella, maka dia akan terus membuat Sella selalu patuh pada perintanya. Dalam hatinya dia mengatakan akan membuta wanita yang disampingnya menderita hingga akhir hayatnya.


Tibalah Nathan di kediamannya, dia berjalan masuk diikuti oleh Sella dari belakang. Beberapa pelayan memberikan hormat pada Nathan, dia menghiraukan hormat mereka lalu menuju kamarnya.


Di dalam kamar Nathan langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang dia merasa lelah dari penerbangan dari Jepang ke Indonesia. Dia menyuruh Sella untuk membukakan sepatunya.


Sella pun mengikuti perintah Nathan, dia membuka sepatunya lalu melepaskan ikat pinggang yang melingkar di pinggang Nathan. Jika Nathan menyurhnya untuk membukakan sepatunya otomatis dia harus membuka seluruh pakaian yang menempel di tubuh Nathan.

__ADS_1


Sella melepaskan satu per satu pakaian yang menempel di tubuh Nathan dengan perlahan agar tidak membuatnya marah. Namun pikirannya masih tertuju pada kedua orangtuanya, dia sungguh ingin segera bertemu dengan mereka.


Awwww!


Nathan mengerang kesakitan, dia terduduk lalu menatap Sella dengan tatapan ingin melahapnya tanpa ampun. Dia menarik tangan Sella yang sudah membuatnya kesakitan. Sella yang tidak sembarang menghindar terjatuh kedalam dekapan Nathan.


"Sepertinya kau perlu aku hukum!" Bisik Nathan dengan penuh marah.


Seketika bulu kuduk Sella berdiri, dia tahu apa yang akan dilakukan oleh Nathan. Yang pasti itu akan lebih menyakitkan dari yang kemarin, dia berusaha untuk melepaskan diri dari dekapan Nathan. Namun terasa sedikit karena tenaga Nathan sangat besar.


Baginya Sella adalah seekor semut yang mudah ditindas, dia semakin ingin membuat dia menderita. Dia ingin melihat penderitaan dan penyesalan di matanya, karena Sella sudah membuat dirinya harus menikahi wanita yang tidak kucintai.


Dengan kata lain Sella telah menjebak Nathan untuk menikahinya, dia mengutuk dirinya sendiri karena sudah masuk kedalam jebakan Sella. Sekarang gilirannya untuk membalas semua perbuatan Sella.


Nathan akan membalas beberapa kali lipat yang telah Sella lakukan padanya, semua penderitaan ini belum seberapa dibandingkan dengan strategi liciknya. Dia mulai dengan permainannya, baginya permainan ini membuatnya merasakan kepuasan.


Nathan merasa puas jika melihat Sella merasakan kesakitan, karena dia mulai melukai setiap bagian tubuhnya hingga mengeluarkan darah. Dia mengecup lalu memberi tanda dengan sangat keras sehingga bagian tubuh Sella terluka.


Sella sangat kesakitan rasanya dia ingin teriak sekencang-kencangnya, namun Nathan mengancamnya jika dia berteriak maka dia akan merasakan sakit yang tidak bisa dia lupakan.


Nathan semakin gila dia begitu terprovokasi setiap mendengar setiap mendengar suara tangisan Sella. Dia semakin menikmati jika melihat Sella merasakan kesakitan dan menderita dengan semua permainannya.


Sella hanya bisa pasrah dengan yang dilakukan oleh Nathan, meski rasa sakit yang dia rasakan akibat permainan Nathan. Nathan menatap Sella yang sudah tidak menangis, dalam benaknya dia menginginkan Sella menangis.


Setelah Nathan puas dengan permainannya, dia menghentikannya lalu menyuruh Sella untuk membantunya untuk membersihkan diri. Dia berjalan menuju kamar mandinya.


"Cepat ikuti aku!!" bentak Nathan pada Sella.


Sella berdiri dengan menahan rasa sakit disekujur tubuhnya, lalu dia berjalan menuju kamar mandi. Dia pun melakukan apa yang diperintahkan oleh Nathan, meski ingin menangis namun dia sudah lelah untuk menangis.


Setelah selesai membersihkan diri, Nathan pun tertidur pulas. Sedangkan Sella hanya bisa terdiam dan menangis memikirkan bagaimana keadaan kedua orangtuanya. Dia terduduk di atas sofa tidak lama kemudian Sella tertidur di atas sofa.


Keesokan harinya Sella terbangun mendengar mendengar teriakannya Nathan yang menyurhnya segera bersiap. Dia akan membawa Sella untuk ke rumah sakit menemui kedua orangtuanya.


Sella pun segera bangun lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu bersiap untuk pergi ke rumah sakit. Dia sangat senang akhirnya dia bisa menemui kedua belah. Dia tidak peduli dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya, karena dia merasa sangat bahagia akhirnya dia bisa bertemu dengan kedua orangtuanya.


Setelah selesai bersiap Sella melihat Nathan yang sudah berpakaian rapi dan duduk dia tas sofa. Dia sedang menikmati sarapan yang sudah disediakan oleh pelayannya, setelah selesai menyantap sarapannya, Nathan menyuruh Sella untuk menghabiskan sarapan yang masih tersisa di piringnya.


Sella tidak ingin memakan itu, karena dia tidak merasa lapar. Nathan membentaknya agar dia memakan apa yang masih ada dia atas piring. Akhirnya Sella pun menyantap makanan yang sudah di sisakan oleh Nathan.


____________________________________________


Hai para pembaca setiaku, maaf kalau membingungkan ya, yang ingin tahu kelanjutan Alin dan Alex bisa lanjut baca di "Pembalasan si Kembar Wibowo" sudah bisa di baca ya, selamat membaca 😊😉


__________________________________________


Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.


Klik search di Instagram dengan nama akun :

__ADS_1


@macan_nurul


Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉


__ADS_2