Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Extra Part Lili -1


__ADS_3

Terimakasih untuk para readers yang sudah setia membaca karya saya. Karena masih banyak yang penasaran dengan cerita Lili dan Arta, maka saya akan menghilangkan rasa penasaran kalian semuanya.


Tanpa panjang lebar selamat membaca


____________________________________________


 


BAB 1


 


"Li kita perlu bicara!" Lili terkejut mendengar suara yang baru saja dia dengar, suara itu tak lain adalah Malik. Lili sudah tidak ingin lagi berhubungan dengan Malik, sudah cukup semua penghinaan ibunya kepada orang tua Lili.


"Sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi! Lebih baik kau pergi dari sini!" Lili berkata dengan nada ketus.


Karena sudah tidak ingin bicara lagi dengan Malik, Lili pun langsung pergi meninggalkannya. Malik terus saja mengejarnya, dia memegang tangan Lili dan itu membuat Lili geram. Lili menepis tangan Malik sembari berkta, "jangan kau mendekatiku lagi! Apalagi sampai kau menyentuh ku! Karena kau bukan muhrim ku!"


Handphone Malik berbunyi, dia mendapatkan sebuah pesan agar segera kembali ke kantor. Karena ada urusan yang harus dia selesaikan terlebih dahulu. Akhirnya Malik pergi meninggalkan Lili dan berkata, "urusan kita belum selesai! Aku masih mencintaimu Li!"


"Aku tak peduli dengan mu lagi!" gerutunya sehingga banyak orang yang melihat tingkah Lili.


Lili pun mengambil handphone-nya dia menghubungi seseorang, "halo Lin! Lo dimana? Gue mau ketemu sama Lo!" Pertanyaan bertubi-tubi yang dilayangkan Lili pada Alin.


Alin pun mengatakan dia sedang menikmati suasana bunga sakura bersama Alex. Dia menyuruh Lili untuk segera menghampirinya, Lili pun menutup teleponnya dan bergegas menuju Alin berada. Tak berapa lama Lili sampai di taman tempat dimana Alin berada, dia melihat Alin sedang berduaan bersama Alex. 'betapa bahagianya kau Lin! Mendapatkan suami yang begitu mencintaimu, kuharap kalian berdua bisa samawa,' gumamnya.


Lili pun mendekati Alin dan Alex, mereka berbincang-bincang sesaat. Namun Alex meminta ijin untuk pergi, karena ada masalah di perusahaannya. Jika dilihat dari ekspresi Alex, dia tidak ingin meninggalkan Alin sedetikpun. Namun apa daya dia harus segera menyelesaikan masalah di perusahaannya. Akhirnya Alex pergi bersama asistenya, tapi dia memerintahkan beberapa pengawal untuk selalu melindungi Alin. Selepas kepergian Alex, Lili dan Alin melanjutkan acara jalan-jalan mereka. Mereka berencana untuk pergi ke sebuah cafe, dalam perjalanan mobil mereka melewati jalanan yang cukup sepi.


Ckitttt!


Mobil yang di tumpangi Lili dan Alin berhenti tiba-tiba, dilihat ada sebuah mobil yang menyalip dan berhenti begitu saja di depan. Seorang pengawal keluar, dia ingin bertanya kenapa mereka melakukan itu. Beberapa orang keluar dari mobil, dilihat mereka bukan orang biasa. Tanpa basa-basi orang-orang tersebut langsung menyerang pengawal Alin. Melihat pengawalnya di serang Alin dan Lili keluar dari mobil, beserta satu pengawal yang masih di dalam mobil.


"Nona, sebaiknya kalian pergi dari sini! Biar kami hadapi mereka!" Seorang pengawal berkata pada Alin dan Lili.


Dengan sifat Alin yang tidak mau meninggalkan pengawalnya, perkataan pengawalnya tidak di gubrisnya. Begitupun dengan Lili, dia tidak mungkin meninggalkan sahabatnya dalam kesusahan. Akhirnya terjadilah perkelahian antara mereka.


Bak!


Bik!


Buk!


Tinjuan dan tendangan di layangkan pada Lili, namun dia berhasil menghindar dan bertahan. Lili terus bertahan sembari melihat kelemahan dari musuhnya, setelah melihat kelemahan dari musuhnya dia mulai menyerang balik. Dia tidak membiarkan musuhnya lepas dari serangan yang dia layangkan.


Brugggg!


Seorang musuh berhasil jatuh oleh pukulan dan tendangan Lili, begitu pun musuh yang dihadapi oleh Alin dan para pengawal. Tapi semua itu tak bertahan lama, karena beberapa saat kemudian musuh mereka bertambah. Karena banyaknya musuh membuat Lili dan yang lainnya kewalahan, tapi mereka masih bisa bertahan. Alin merasa dia dan yang lainnya sudah terpojok, dia menelepon Alex untuk segera mengirimkan bantuan. Namun semua itu terhenti saat seseorang menembakkan sesuatu pada Alin dan Lili


Seketika Lili dan Alin jatuh tak sadarkan diri, melihat nonanya dalam bahaya. Kedua pengawal tersebut berlari berusaha melindungi Alin dan Lili, namun usaha mereka gagal. Mereka di serang habis-habisan sampai mereka tak bisa berdiri lagi. Lili dan Alin langsung dimasukkan ke dalam mobil. Entah apa yang akan terjadi pada mereka yang pasti mereka dalam bahaya.


Di lain tempat, Alex yang menerima telepon dari Alin segera mengerahkan pengawalnya untuk mencari keberadaan Alin. "Ari cepat! Kamu lacak di mana Alin berada!" Alex berkata sambil berjalan cepat menuju mobil guna menyelamatkan Alin.


Ari pun mengikuti Alex sambil mencari tahu posisi nona Alin berada, 'sial kenapa aku tidak memberikan pengawal yang banyak sih, padahal aku merasakan akan terjadi sesuatu yang buruk!' batinnya. Akhirnya Ari menemukan lokasi dimana Alin berada, dia langsung injak gas. Mobil melaju sangat kencang, Ari tidak mau terjadi sesuatu dengan nonanya, karena jika terjadi sesuatu pada nona Alin itu akan membuat tuan mudanya terluka dan terpuruk. 'aku mohon Nona agar tidak terjadi sesuatu padamu,' batinnya.


Ckitttt!


Ari menginjak rem mobil, Alex langsung keluar dia hanya melihat mobil Alin dan para pengawal yang sudah terjatuh tak berdaya. Dia mencari dimana Alin berada tapi tidak menemukannya.


"Alinnnnnnnnn...!"


Teriak Alex memanggil-manggil Alin, namun tidak ada sahutan dari Alin. Itu membuat Alex gusar, dia sangat kesal, dia takut jika terjadi sesuatu pada istrinya. Alex memerintahkan Ari untuk mencari keberadaan Alin dan Lili.


"Tuan, ada seorang pengawal yang ingin bicara dengan Anda!" Ari berkata sambil membawa pengawal yang baru saja sadar.


"Cepat katakan apa yang terjadi?" Tanya Alex dengan nada marahnya.


"Maafkan kami Tuan, kami tadi mau menuju ke lokasi xxx tapi kami dihadang di tengah jalan. Jumlah mereka sangat banyak, sehingga Nona Muda dan temannya Nona Lili ikut berkelahi, saya sudah menyuruh Nona dan temannya untuk segera pergi. Tapi Nona tetap tidak mau, Nona berkata 'sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkan pengawalku.' Beberapa saat kemudian ada seseorang yang menembakkan senjata ke arah Nona dan temannya. Nona dan temannya seketika tak sadarkan diri, saya rasa Nona di bius. Mereka membawa Nona dan temannya pergi, saya berusaha untuk menolong Nona, tapi ada yang memukul saya dari belakang. Akhirnya saya tak sadarkan diri, Tuan Muda maaf kan saya, saya pantas dihukum, saya juga pantas mati karena tidak bisa menolong Nona."


Setelah mendengar perkataan pengawal, Alex segera menyuruh Ari untuk mencari dimana keberadaan Alin dan Lili. Ari pun segera menjalankan perintah Alex, karena dia pun tidak ingin terjadi sesuatu pada nona Alin dan nona Lili.


Handphone Alex berbunyi dilihatnya nomor Arata, dia pun mengangkat teleponnya.


"Hallo Tuan Alex, bagaimana sudah menemukan istrimu?" Ucap Arata dengan nada sombongnya.


"Dasar kau ********! Katakan padaku diamana istriku?" Alex sangat marah mendengar Arata berkata seperti itu.

__ADS_1


"Cari saja sendiri, aku pastikan kau tidak akan bisa menemukan kemabali istrimu! Dan aku pun mendapatkan bukan satu wanita tetapi dua sekaligus! Hahahhaha aku ucapkan terimakasih pada mu Tuan Muda Alex!" Ucap Arata dan menutup teleponnya.


Alex sangat kesal dengan ulah yang diperbuat Arata, sekarang dia tahu bahwa yang menculik Alin dan Lili adalah Arata. Entah iblis apa yang merasuki Arata, sehingga dia bisa berlaku seperti ini. Alex tak habis pikir dulu Arata tidak seperti ini, apa yang sudah membuatnya berubah menjadi seorang monster.


****


Di lain tempat Arata sangat senang dengan yang sudah dia perbuat, dia terkekeh karena sudah mendapatkan 2 wanita cantik. Dia melihat Lili dengan tatapan penuh mesum, 'ternyata kau cantik juga! Kau akan menjadi miliku sayang!' gumamnya. Dia menunggu Lili dan Alin tersadar, sebenarnya dia sudah tak sabar untuk menikmati Lili dan Alin.


Alin pun tersadar, 'kenapa aku ada disini?' aduh kepalaku sakit sekali, dimana ini? Kenapa tangan ku terikat seperti ini. Alin pun melihat Lili yang ada di sebelahnya dan berkata, "Li bangun Li, ayo bangun!" Alin memanggil Lili dengan menggoyangkan badannya ke badan Lili.


Tak lama kemudian Lili pun terbangun, "aww kepalaku sakit sekali, Lin dimana kita? Kenapa kita ada disini?"


"Aku tidak tahu Li, kenapa kita jadi ada disini dan terikat seperti ini?" Ucap Alin yang sama bingungnya dan masih merasakan sakit di kepalanya.


Prok!


Prok!


Prok!


"Selamat datang para Nona-nona cantik, senang sekali aku bisa bertemu dengan kalian disini. Aku sangat suka melihat ekspresi kalian seperti itu, aku Arata akan membuat kalian merasakan kenikmatan yang tidak bisa kalian lupakan!"


Lili terkejut dengan tepukan tangan Arata dan mendengar ucapannya, dia merasakan bahwa pria ini sangat berbahaya. Lili terus mendengarkan perkataan Arata yang begitu kotor, dia tak menyangka bahwa Arata bisa berbuat dan berkata seperti ini.


"Dasar kau gila! Apa kau tidak tahu malu Arata? Ayahmu sangat baik dan mengerti agama, tapi kau begitu busuk seperti monster." Lili berkata dengan kesal.


"Hei, gadis rupanya kau mengenal Ayah ku hah! Tapi itu tidak akan membuatku melepaskan kau atau pun teman mu ini."


"Lepaskan kami, jika tidak kau akan menyesal!" Lili semakin gusar.


Arata berjalan mendekati Lili, dia mengangkat dagunya sembari berkata, "Menyesal!! Hahahaha rupanya kau begitu sombongnya, dengar Nona cantik yang akan menyesal di sini adalah kau!"


"Apakah kau tidak takut mempermalukan nama baik Ayahmu, ayahmu adalah orang yang baik, dia menjunjung tinggi kehormatan wanita, kau kebalikan dari Ayahmu, tidak kusangka Tuan Amida memiliki seorang anak yang kelakuan nya seperti monster." Lili berkata dengan nada menyindir.


Arata sangat kesal dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh Lili, dia tidak suka kalau dibandingkan dengan ayahnya. Semakin kesal Arata terhadap Lili, dia berniat memberikan pelajaran terlebih dahulu pada Lili. Sambil tersenyum mesum Arata berkata, "siap-siaplah kau mendapatkan hukuman karena sudah membuat ku kesal!"


"Apa yang mau kau lakukan, jangan dekati aku! Pergi sana dasar kau monster!!" Teriak Lili yang sedang di serang Arata.


"Jangan dekati dia Arata, kalau tidak kau akan menyesal seumur hidupmu!!" Teriak Alin guna menghentikan tindakan buruk Arata pada Lili.


Alin terus berteriak guna menghentikan tindakan Arata terhadap Lili, namun apa yang dia lakukan tak ada gunanya. Tidak ada orang yang mendengar teriakan Alin, tidak ada orang yang bisa menolong mereka.


"Hahaha sabar saja nanti giliran mu akan tiba gadis ku Alin!" Ucapku pada Ali gadis yang begitu membuatku tertarik dan tidak akan pernah aku lepaskan.


Sekarang Arata lebih meingingkan untuk menikmati Lili, dilihatnya Lili dan berkata, "ternya kau sama cantiknya dengan Alin, teruslah melawanku karena semua itu akan semakin membuat ku bergairah dan semakin menikmatinya."


Arata mulai melepaskan semua pakaian Lili, dia mengikat kaki dan tangannya agar Lili tidak bisa melawan lagi. Arata sangat menikmati semua ini, dia mendengar setiap teriakannya, hinaannya, tapi itu semua membuat Arata semakin ingin terus memakannya. Sudah satu jam Arata menikmati Lili, dia sangat senang karena kali ini dia mendapatkan gadis yang belum terjamah oleh pria manapun. Itu merupakan suatu kepuasan bagi dirinya.


Lili yang sudah tak berdaya, hanya bisa meratapi semua yang sudah terjadi, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Pikirannya melayang entah kemana, yang ia rasakan hanya rasa sakit yang tidak mungkin akan dia lupakan seumur hidupnya. Dia merelakan tubuhnya sangat kotor, dan sudah tidak suci lagi, dan akhirnya Lili tak sadarkan diri.


"Dasar kau mosnter Arata, aku tidak akan memaafkan mu karena kau sudah melakukan hal ini pada temanku! Akan ku balas setiap tetes air mata yang keluar dari temanku, kau harus bayar setiap sentuhan kotor mu itu pada temanku!" Ucap Alin dengan nada marah.


"Apa kau mengancamku hah! Kalau kau sudah berani mengancamku, berarti kau siap untuk menerima hukuman mu?" ucap Arata kepada Alin, entah iblis mana yang sudah merasuki Arata. Sehingga dia pun ingin menikmati keindahan tubuh Alin.


"Tunggu, jangan kau coba-coba mendekatiku! Pergi sana jauhi aku, aku tidak sudi kau sentuh!" Alin berteriak sekuat tenaga.


"Semakin kau berteriak dan melawan, aku semakin tertantang dan ingin menikmati mu."


Arata mulai mendekat pada Alin, dia menggendong Alin menuju sebuah sofa, sekuat apapun Alin melawan dia tidak sanggup melepaskan diri dari genggaman Arata. Dia mulai membuka penutup kepalanya, dilihatnya Alin begitu menawan tanpa balutan kain di kepalanya. Rambutnya yang hitam berkilau sangat indah dipandang, kulitnya yang putih terlihat di balik baju nya, Arata menyobek pakaian Alin sebingga terlihatlah kulitnya yang putih bersih, dia mulai mengecup bagian tubuh Alin.


Brakkk!


Suara pintu di dobrak, ternyata Alex yang menendang pintu dengan kekuatan penuh dan amarah.


"Sial, siapa yang berani mengganggu ku hah!!"


Bug!


Bug!


Dua pukulan melayang ke wajah Arata, dia tidak terima dengan pukulan itu. Arata berusaha melihat dengan jelas siapa yang sudah berani mengganggu dan memukulku. Saat dia melihat dengan jelas siapa yang sudah memukulnya, dia terkekeh.


"Ternyata itu kau Tuan Muda Alex! Hahahha apa kau ingin melihat pertunjukan ku!" Arata berucap dengan nada sombong.


"Dasar kau ********, berani sekali kau menyentuh istri ku!!" Alex pun memukul kembali Arata hingga tersungkur.

__ADS_1


"Hahaha istri mu begitu beruntung aku baru saja mau menyentuhnya, tapi kau mengganggu ku. Tapi aku puas telah memberi pelajaran pada temannya, sehingga dia akan terus teringat apa yang terjadi. Seperti luka yang tidak bisa sembuh baik istrimu atau temannya, hahahhaha."


Alex yang melihat keadaan istrinya langsung menutupi nya dengan jas yang dia pakai. Ari yang melihat Lili tak sadarkan diri langsung menutupi nya dengan selimut. Tuan Amida yang begitu kecewa melihat kelakuan Arata. Ada amarah di dalam hatinya, namun dia merasa sedih kenapa Arata bisa bertidak seperti monster.


"Dasar kau anak tidak tau diri, berani ya kau berbuat hal seperti ini! Apakah kau bukan manusia hah! Aku menyesal karena telah salah mendidik anak ku sendiri!" Tuan Amida berteriak sambil menampar Arata.


"Ayah kau mamang salah mendidik ku, kau selalu sibuk dengan pekerjaan mu! Buat apa aku harus menyesali semua yang telah aku lakukan."


"Plak...!"


Tuan Amida menampar Arata, "dengar Arata kau harus bertanggung jawab dengan apa yang telah kau lakukan hari ini, kau telah menculik Nona Lili dan melakukan hal memalukan. Aku sungguh kecewa padamu!" Tuan Amida berkata sambil pergi meninggalkan Arata dan menyuruh pengawal untuk membawanya pergi, Arata akan mendapatkan hukuman atas perbuatan yang telah dilakukan.


"Hahaha, kau dengar ini Nona Alin smapai kapan pun aku tidak akan melepaskan mu, aku Arata akan menghancurkan mu Alex Wibowo. Ini baru permulaan saja dan yang mendapatkannya adalah Lili temanmu hahahha hari ini aku begitu senang."


Bak!


Bik!


Buk!


Alex melayangkan tinjunya, sesekali menendangnya. Dia kesal sekali dengan perkataan Arata, "aku bingung dengan mu Arata, mengapa kau menjadi seperti monster tak berperasaan?"


Setelah itu Arata segera dibawa oleh pengawal tuan Amida, meski sudah di hajar habis-habisan Arata masih saja bisa tertawa. Dia masih berteriak dengan mengeluarkan kata-kata kotornya. Di balik itu ada seorang pria yang mengawasi semuanya. Dia merasa senang dengan apa yang baru saja dia lihat. Semua yang dia rencanakan sudah berjalan dengan baik, meski tidak semuanya berjalan sesuai dengan keinginannya.


Setelah kepergian Arata dan tuan Amida, Alex dan Ari membawa Lili dan Alin ke rumah sakit. Karena mereka berdua membutuhkan perawatan medis. Dalam perjalanan Alex begitu sedih melihat keadaan istrinya, ditambah dengan keadaan Lili yang begitu tragis. Entah apa yang akan terjadi pada Lili, apakah dia bisa menerima semua ini.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di sebuah rumah sakit, Lili dan Alin langsung mendapatkan penanganan dari para dokter. Alex menyuruh Ari untuk mengurus Lili, dia meminta seorang dokter untuk memisum Lili. Dia harus mendapatkan bukti atas kebusukan Arata, itu semua demi Lili.


Lili tersadar dia melihat ke seluruh ruangan, dia bisa bernapas lega karena ini bukan ruangan yang membuatnya jijik. Dia hanya diam seribu bahasa, tatapan matanya kosong, apa yang telah dialaminya begitu membuatnya syok. Alin yang melihat keadaan Lili tak kuasa, dia meneteskan air mata dan memeluk sahabatnya itu.


"Li maafin aku, kalau saja kau tidak bersamaku maka semua ini tidak akan terjadi! Maafkan aku Li...!" ucap Alin dengan air mata berlinang, namun Lili tak merespon apa yang sudah di ucapkan oleh Alin.


Alin benar-benar merasa bersalah pada Lili, dia tidak tahan melihat sahabatnya seperti ini. Alin pun jijik dengan dirinya sendiri, mengapa dia tidak bisa melindungi Lili. 'semua ini salahku aku tidak akan melupakan semua ini! Akan ku ingat ini semua Arata dan akan ku balas kau! hingga kau akan menyesali apa yang sudah kau perbuat padaku dan Lili!' gumamnya.


Beberapa saat kemudian orang tua Lili datang, mereka langsung menghampiri dan memeluk Lili. Terlihat jelas kesedihan di raut wajah mama Hani. Dia tak kuasa melihat keadaan putri semata wayangnya, dilihatnya tubuh dan wajahnya penuh luka lebam.


"Kenapa bisa seperti ini sayang? Siapa yang melakukan ini padamu nak?" Mama Hani bertanya pada Lili dengan beruraian air mata.


"Maafkan Alin Tante, semua ini salah Alin kalau saja Lili tidak bersama Alin, maka hal ini tidak akan terjadi!" Alin berkata dan menangis tak kuat menahan rasa sakit dan bersalah pada Lili.


"Apa maksud mu Lin?" Mama Hani bertanya.


Alin menceritakan dari awal sampai akhir, apa yang sudah terjadi. Terlihat tatapan Mama Hani sangat marah, entah marah pada Alin atau Arata. Alin tidak bisa berkata apa-apa lagi, jika mama Hani menyalahkannya dia akan menerimanya .


"Semua ini bukan salah kamu Lin, kamu juga korban kan? Jadi jangan kau salahkan dirimu, semua ini adalah salah monster itu!" Ucap Lili dengan nada dingin.


"Li maafin aku ya Li?" Alin berkata sambil memeluk Lili dan menangis sejadi-jadinya.


"Udah Lin, kamu jangan kaya gini, kamu harus belajar lebih kuat lagi. Karena aku pun akan menjadi lebih kuat lagi, aku tidak akan menyerah karena hal ini. Jadi kita harus bisa bangkit dan menjadi lebih kuat lagi!" Lili berkata dengan menunjukkan bahwa dia kuat, tapi dalam hatinya dia sangat sedih.


Mendengar perkataan Lili membuat Alin tersadar, begitu kuatnya Lili berkata seperti itu. Alin tahu persis batinnya meronta, dia pasti menyesali kenapa semua ini harus terjadi. Alin berusaha kuat di depan Lili, dia tidak mau jika Lili melihatnya lemah. Karena Lili bisa belajar untuk lebih kuat lagi.


"Mah aku mau pulang sekarang! Aku mohon, aku tidak mau ada disini!" Ucap Lili pada Mama Hani.


Mendengar permintaan putrinya, papa Karim langsung mengurus semua hal-hal yang dibutuhkan untuk kepulangan Lili. Sebenarnya dalam hatinya sangat marah dan sedih, kenapa semua ini terjadi pada putrinya. Apa semua yang sudah dialami oleh Lili belum cukup, semua penderitaan atas kehilangan orang yang di cintanya.


Di sisi lain Lili menyuruh Alin untuk pulang, dia meminta Alin untuk istirahat. Karena Lili tahu Alin butuh istirahat yang cukup, dia tidak ingin Alin melihat dirinya yang sudah kotor. Mama Hani pun menyuruh Alin untuk pulang dan beristirahat, masalah Lili sudah ada mama dan papanya. Karena mama Hani pun melihat bahwa Alin membutuhkan istirahat, dia yakin Alin pun trauma terhadap musibah yang baru saja terjadi.


Akhirnya Alin pun pulang bersama Alex, papa yang sudah selesai mengurus semua dokumen kepulangan Lili kembali ke ruangan. Dilihatnya sang putri yang hanya diam saja, wajahnya begitu muram dia berusaha kuat. Papa Karim menghampiri Lili, dia berusaha untuk kuat agar Lili tidak merasa sedih. Lili tersenyum saat melihat papanya sudah tiba, papa Karim pun membalas senyuman putrinya itu.


"Ayo kita pulang ke rumah!" ucap papa Karim pada Lili.


Mama Hani membantu Lili bersiap untuk pulang, dia merasa sedih melihat semua luka yang ada di tubuh putrinya. Dia menyeka air mata yang menetes membasahi pipinya. Dia tidak mau Lili melihatnya menangis, karena Lili berusaha untuk kuat menghadapi semua ini.


____________________________________________


Sampai bertemu di bab berikutnya 😊


___________________________________________


Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.


Klik search di Instagram dengan nama akun :


@macan_nurul

__ADS_1


Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya klik dan komen ya juga vote ya 😉


__ADS_2