
Pesta malam ini sudah selesai, Alex memutuskan untuk kembali ke rumah. Dalam perjalanan Alex mendapat kabar, bahwa mama Rahma akan pulang ke rumah bersama Adam, dia adalah adik satu-satunya Alex, yang bersekolah di luar negri, dia sudah lulus tapi bekerja selama 2 tahun di luar negri.
"Ari, besok kau jemput mamaku dan Adam!"
" Baik Tuan!" jawab singkat Ari.
"Besok Mamah pulang?" Rosalina bertanya "dan siapa Adam?"
"Iya besok Mama pulang, Adam dia adalah adik ku! besok kau pasti bertemu dengannya.
Ckitttt... mobil berhenti Ari segera membukakan pintu mobil untuk Alex dan Rosalina.
"Pergilah istirahat! ada yang masih harus aku kerjakan bersama Ari!" perintah Alex pada Rosalina.
"Baiklah!" Akupun berjalan masuk, meninggalkan Alex dan Ari, lebih baik aku mandi dan tidur. Hari ini rasanya lelah, padahal aku tidak mengerjakan apa-apa. Sepertinya badanku ini mulai manja! sabar ya bandanku nanti setelah tangan ku sembuh kita berlatih kembali. Mandi sudah beres tinggal tidur, perlengkapan tidurku di sofa besar ini sudah kusiapkan. Puk..puk, kupu-kupu bantalku biar empuk untuk ku tiduri.
Beberapa saat kemudian, Alex masuk ke dalam kamar, dia melihat Rosalina sudah tertidur di sofa. Gadis tengil! Ku harap kau tidak akan melupakan ku! lebih baik aku istirahat saja, besok masih banyak yang harus aku kerjakan.
Keesokan harinya
"Hai Tuan Muda! jam berapa Mama Rahma sampai di Indonesia?" tanya Rosalina
"Nanti siang! kita tidak kebandara, Mama ingin kita bertemu di restoran yang baru di buka Mama!"
"Ohh Mama membuka rumah makan baru? Aku baru tahu Mama buka bisnis kuliner juga?"
"Mmm, kau tanya saja sendiri kalau bertemu!"
"Boleh kah aku ke kantor dulu? ada yang harus ku kerjakan, kasian Ibu sudah seminggu lebih aku tidak membantunya!"
"Aku antar kau ke kantor, nanti siang ku jemput! cepat siap-siaplah sebentar lagi kita pergi!"
"Baiklah!"
*****
"Pak Dim, apa kabar?" ucap Rosalina dengan senyum manisnya.
"Alhamdulillah Nona, saya baik-baik saja! bagaimana kabar Nona?"
"Alhamdulillah, aku baik juga pak Dim, oia Ibu dimana?"
"Nyonya Sinta ada di ruangannya!"
"Ya sudah, aku ke ruangan Ibu! Pak Dim bisa lanjutkan pekerjaannya!"
"Baik, terimakasih Nona!" Pak Dim pun langsung pergi meninggalkan Rosalina.
Tok...
Tok...
Tok..
"Masuk!"
"Assalamualaikum, Ibu?" ucap Rosalina dengan ceria nya.
"Waalaikumsalam, putri Ibu dah datang! Ibu kangen banget sama kamu sayang!" Ibu Sinta berkata dan memeluk Rosalina dengan hangatnya.
"Aku juga kangen sama Ibu! Bu ada yang mau aku bicarakan, apakah ibu tidak sibuk hari ini?"
"Baiklah, ayo kita duduk disana! kebetulan hari ini tidak terlalu sibuk!" setelah duduk santai Bu Sinta bertanya "apa yang ingin kamu dibicarakan?"
"Beberapa Minggu ini, ada beberapa orang yang mengenali ku! mereka memanggilku Alin. Memang sebutan itu sangat familiar dengan ku! tapi aku tidak bisa mengingat semuanya. Sewaktu aku di Kairo, aku mengingat kecelakaan yang menyebabkan Mba Nita meninggal dunia, seperti yang selalu ku impikan, aku sudah ingat kan hal itu, tapi setelah kecelakaan itu aku belum bisa mengingat semuanya!"
Bu Sinta, yang mendengar cerita Rosalina, merasa sedih, mungkin sebentar lagi semuanya akan terungkap, siapa dirimu, siapa keluarga mu, teman dan sahabatku, mereka semua masih mencari mu sampai hari ini. Aku merasakan sedih, jika dia sudah mengingatnya, apakah dia akan meninggalkan ku sendiri, di sisa hidup ku yang tidak lama lagi! Sinta kau jangan egois, kau beruntung bisa merasakan kasih sayang seorang putri.
"Bu... Bu ! ada apa Bu? wajahmu terlihat pucat, apakah Ibu sakit?" tanya Rosalina, dengan nada khawatir.
"Tidak, sayang ibu tidak apa-apa! Kau jangan khawatir, mengenai ingatan mu, Ibu yakin pasti akan jelas semuanya, meski kau sudah ingat dan kembali ke keluarga mu, Ibu akan selalu menjadi Ibu mu, dan tidak akan melupakan putri ku ini."
__ADS_1
"Ibu, meski aku sudah ingat semuanya, aku tidak akan pernah meninggalkan Ibu, aku akan selalu menemui mu Bu, aku akan bantu semua pekerjaan Ibu, untuk meringankan semua beban mu, karena aku adalah anak mu, aku sangat sayang padamu sampai kapan pun kau adalah Ibu ku, jadi jangan Ibu berkata seperti itu, Aku masih tetap putrimu!" tangis Rosalina tak kuasa di bendung lagi huhuhuhuhu..."tidak akan aku melupakan mu Bu kau tetap ibu ku huhuhuhuhu."
"Sayang ku, terimakasih atas semua waktu yang kau berikan padaku, dan menjadikan ku sebagai Ibu mu, maafkan aku yang telah menjerumuskan mu dengan pernikahan itu, sungguh aku sangat menyesal, maafkan aku huhuhuhuhu."
"Sudahlah Bu, kita sudah cukup menagis, nanti mataku sembab, nanti siang aku akan makan siang bersama mama Rahma, yang baru sampai di Indonesia, dan baru membuka bisnis kulinernya!"
"Oh , Mba Rahma sudah pulang ke Indonesia, syukur lah ya sudah sekarang Ibu ada meeting dulu, nanti kita lanjut lagi ngobrol nya, Ibu minta tolong tangani kerjaan kamu yang kamu tinggalkan selama berminggu-minggu hahahaha!"
"Siap Bu bos laksanakan!!"
Wahh, kerjaan ku banyak sekali, semua ini gara-gara Tuan Muda mesum itu aku harus meninggalkan pekerjaanku, mejaku penuh dengan berkas-berkas, arrrgggh ini harus selesai sebelum dia menjemputku. Akhirnya sudah beres semua nya.
Tok....
Tok....
Tok....
"Masuk!"
"Nona, Tuan Muda Alex sedang menunggu Anda dibawah!" ucap seorang sekertaris.
"Baiklah, aku segera kebawah! oia apakah meeting Bu Sinta sudah beres?"
"Belum Nona, Bu Sinta meeting sampai nanti sore!"
" Baiklah kalau begitu, katakan pada nya aku sudah pulang!"
" Baik Nona, akan saya sampaikan!"
Akupun melangkah keluar, untuk menghampiri Alex, ternyata dia benar-benar sudah menungguku, tapi ga biasanya kan dia masuk menunggu ku.
"Sudah beres kah pekerjaanmu? kalau sudah ayo kita pergi Mama dan Adam sudah menunggu kita di restoran xxx!" Rosalina pun mengikuti langkah Alex tanpa mengucapkan kata-kata.
Beberapa saat kemudian, sampailah mereka di restoran xxx, "sayang kemarilah!" Seorang wanita paruh baya memanggil ku, tak lain adalah Mama Rahma.
Aku pun langsung berjalan cepat, menghampiri Mama Rahma, langsung memeluknya " Mama aku kangen banget sama Mama!"
"Apaan sih Mah! masa aku ga kasi makan anak orang! apalagi dia yang selalu Mama lindungi!" gerutu Alex yang merasa tidak diperhatiin Mama Rahma, karena setiap telepon yang ditanya adalah Rosalina, dan Alex merasa bukan anak Mama Rahma.
"Hahahha, tidak kusangka Mas ku yang dingin, bisa kalah dengan istrinya hahahhaha." Ucap Adam sambil tertawa.
"Hei diam kau Adam!!! baru saja kau pulang! mau ku kirim kau ke Afrika hah!! kebetulan di cabang yang di Afrika sedang ada masalah!" ucap Alex kesal digoda Adam.
"Mah, lihat tuh anak kesayangan Mama! masa dia mau kirim aku ke medan perang, disana kan persaingan gila-gilaan, bahkan bisa saling bunuh! Mama mau anak mu yang tampan ini tiada?" rengekan Adam seperti anak kecil yang sedang minta pertolongan pada Mama nya.
"Hahahhaha...opss! Aku tidak kuat lagi menahan tawa ku, kalian seperti anak kecil saja! hahahaha."
"Hai gadis tengil! Kau juga berani menertawakan ku hah! tidak takut akubakn menghukum mu!!!" ucap Alex yang lagi kesal.
"Hahahaha Kaka ipar ku ternyata kau pemberani ya! yang ku tahu tidak ada seorang pun yang berani menertawakan kakaku ini! Kau sungguh menarik!" ucap Adam.
"Diam kau Adam!! Ingin kulemoar kau keluar negri lagi!!!"
"Duh ampun deh Mas, aku menyerah padamu hahahha!"
"Sudah-sudah, ayo kita makan dulu! nanti ngobrol nya lanjut setelah beres makan!" Mama Rahma menghentikan perdebatan antara kedua putranya. Aku sangat bahagia akhirnya kedua putraku berkumpul dan sekarang ditambah dengan Rosalina putri sekaligus menantu kesayangan ku. Mudah-mudahan aku akan terus melaksanakan kebahagiaan ini, ucap Mama Rahma dalam hatinya.
"Oia Mba Rosalina, kudengar kemarin di ajak ke Korea dan Kairo ya?"
"Iya, padahal aku ga mau loh Adam, cuma dia suka main perintah begitu saja! dan suka main hukum seenaknya, terus masa aku dijadikan ta.."sebelum menyelesaikan perkataannya mulut Rosalina dimasukan potongan ikan sehingga dia tidak melanjutkan perkataannya.
"Hahahha kalian berdua, cocok sekali ya Mah! Adam berkata sambil tertawa, melihat tingkah Kaka nya.
"Hahahaha, iya bener banget yang kamu bilang Dan, mereka cocok sekali dibanding kan dengan wanita itu!" Mama Rahma berkata.
"Mah, sudah kubilang jangan pernah bahas dia di depan atau dibelakang ku!! Aku muak jika ada yang mengungkit dia lagi aku akan pergi dan tak akan kembali lagi!!" ucap Alex yang membuat semua yang ada disana diam seribu bahasa.
Adam yang menyadari kemarahan kakanya, langsung berbicara "sudah-sudah kan hari ini temanya menyambut kepulangan ku jangan ada perdebatan! ayo kita lanjutkan!"
Rosalina menyadari pasti sudah terjadi sesuatu, sehingga Alex berkata seperti itu pada Mama Rahma. Entah apa yang kau alami Alex, aku nyakin itu sangat menyakitkan mu, aku tidak tau dulu kau seperti apa, yang bisa ku pastikan dirimu yang sekarang sangat berbeda dengan dirimu yang dulu.
__ADS_1
Acara makan pun sudah selesai, kita pulang sama-sama saja, "baiklah akhirnya aku bisa pulang ke rumah lagi" ucap Adam dengan rasa bahagia, karena sudah lama tidak pulang kerumahnya.
Aku berjalan keluar lebih dulu, ternyata begitu ramai nya suasana di luar ku lihat ada sosok yang begitu ku kenal, wajah yang sangat ku rindukan, Bunda itu kah Bunda! Ya Allah, akhirnya aku bisa melihat wajah Bunda lagi! Ayah pun ada bersama Bunda, disampingnya pasti Mas Rio kah! Aku kangen mereka, apakah mereka merindukan ku!
*******
"Bunda, tunggu di sini dulu ya! Rio temani ayah dulu! ingat Bunda jangan kemana-mana ya!" ucap Rio dengan tegas.
"Iya Bunda ngerti! gih sana cepet biar cepat selesai, dan kita bisa pulang ke rumah!"
"Siap Bunda sayang!".
Bunda melihat seorang gadis kecil yang hendak menyebrang, Bunda pun membatu gadis kecil itu menyebrang, setelah itu Bunda akan menyebrang kemabali, karena Ayah dan Rio menunggunya di seberang. Sewaktu Bunda berjalan pas sekali di tengah-tengah jalan dari arah lain ada sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi, Bunda tidak menyadari itu. Lalu ada yang berteriak dengan lantang nya.
Bundaaaaaaaaa............ Ckitttt brugggg.........aaaaaaaaa
Rosalina..........
Badan Bunda terhempas ke depan, semua orang kaget dengan apa yang terjadi. Bunda yang menyadari suara yang memanggilnya tadi adalah Alin. Bunda langsung berteriak dan menghampiri Alin yang tergeletak bercucuran darah."Alinnnnnnnnn....bangun nak ini Bunda! kemana saja kamu nak!"
"Bunda, akhirnya Alin bertemu dengan Bunda, maafkan Alin ya Bun, Alin sayang Bunda!"
Nyonya Rahma, yang melihat Rosalina tergelatak tak berdaya, "bangun nak, kenapa bisa seperti ini! Rosalina jangan tinggalkan Mama ya?"
Alex dan Adam yang mendengar teriakan Mama Rahma, langsung berlari menuju Mama Rahma, setelah melihat Rosalina terkapar tak berdaya, Alex hanya terdiam, apa yang terjadi? kenapa bisa seperti ini!
"Alex!!!! kenapa kau diam saja, cepat panggilakan ambulance!!"
Ayah dan Rio pun datang karena mendengar teriakan Bunda. "Bun ada apa Bun?" ucap ayah yang kahwatir, beberapa detik kemudian ayah menyadari, di pangkuan Bunda ada sosok gadis yang selama ini di rindukannya. Alinnnnnnnnn.....
"Bun apa yang terjadi?" tanya Ayah pada Bunda yang menangis.
"Ini salah Bunda Yah? kalau saja Bunda berhati-hati maka tidak akan terjadi seperti ini!" jawab Bunda.
Sial ambulance lama sekali, Alex yang tidak sabar lagi dengan keadaan ini langsung menggendong Rosalina, tanpa menghiraukan orang di sekitar nya. "Ari cepat bawa mobil kemari!!!!!"
"Alex apa yang kau lakukan Rosalina terluka?" Mama Rahma berkata dengan sedih nya.
"Mah ambulance begitu lama! Aku tidak mau terjadi sesuatu dengan nya!!!!"
"Lepaskan anakku!!! jangan kau lukai dia?" Bunda berkata dengan histeris.
Rio yang melihat itu langsung mendekati Alex "hai apa yang Lo lakukan hah!!! Lepaskan adik gue!! Kalau ga gue hajar Lo?"
Ayah yang melihat sikap Rio seperti itu "Rio hentikan dia ingin menolong Alin, lebih baik kita ikuti saja mereka!"
Ari datang dengan mobilnya, Alex pun masuk ke dalam mobil. "Cepat jalan!!!!" Ari pun langsung tancap gas, mobil melaju sangat kencang.
Ayah, Bunda dan Rio mengikuti mobil Alex dari belakang, begitu pula Mama Rahma dan Adam.
Beberapa saat kemudian di rumah sakit.
"Dokter cepat kemari semuanya!!!! cepat selamatkan istriku!"
Para dokter yang menderanya teriakan Alex langsung berdatangan, pasti saja langsung berdatangan, karena rumah sakit ini adalah rumahan sakit milik Alex.
Bunda, Ayah, Rio, Mama Rahma dan Adam sampai ke rumah sakit.
"Bagaimana keadaan Rosalina?" Mama Rahma bertanya
"Aku belum tau Mah? Dokter sedang melakukan tindakan! Mama berdoa saja semoga tidak terjadi sesuatu pada Rosalina.
"Ya Allah, kenapa semua ini terjadi pada menantuku!" tangis Mama Rahma sudah tidak bisa dibendung lagi huhuhuhuhu.
"Ayah, Alin ga kan kenapa-napa kan! kenapa saat kita menemukan Alin terjadi hal seperti ini! Bunda ga mau kehilangan Alin lagi Yah?"
" Bunda yang sabar ya, Alin pasti akan sembuh! Alin anak yang kuat, ayah yakin pasti Alin akan kembali bersama dengan kita.
Terimakasih sudah membaca novel ku 😊
Jangan lupa like dan komen nya ya 😉
__ADS_1
c u next episode 😉