
POV Liliana
Aku berjalan keluar menuju tempat dimana dia memarkirkan motornya, maafkan aku ya Lin, Sal gue langsung pergi gitu aja. Tapi setiap gue inget Malik hati gue sakit, gue ga bisa nerima perlakuan mereka ke gue yang sudah menghina dan merendahkan gue. Sebel deh ahh kalo sudah inget dia, lebih baik aku pulang dulu lah rasanya berendam enak nih. Kunyalakan motorku, ku tarik gas penuh motorku melesat dengan cepatnya. Dengan melakukan ini sedikit menghilangkan kesedihanku. Beberapa saat kemudian sampailah di rumah.
Aku masuk dan bertanya pada pelanyan, "Bi, Mamah dan Papa kemana ya? Kok rumah sepi?"
"Tuan dan Nyonya tadi pergi, dan berpesan akan pulang larut malam, jadi Nona bisa makan malam duluan!"
"Ohh gitu, ya sudah lagi pula nanti aku pergi lagi!" Aku berkata dan berjalan menuju kamarku.
Aku berendam dengan lantunan musik yang tenang dan aromaterapi yang membuat hati ku tanang. 'Kenapa? Kenapa kamu melakukan ini padaku Mas? Apakah aku memang tidak pantas untuk kau bela? Apakah aku begitu rendah nya di mata mu dan keluarga mu?' cukup Lili, cukup kau tidak usah memikirkannya lagi, semua sudah berkahir. Aku harus move-on, buat apa aku memikirkan orang yang tidak menghargaimu. Arrrgggh sudah cukup, lebih baik aku siap-siap pergi ke rumah Salma deh.
Nah sekarang sudah siap aku pergi, lebih baik aku bawa mobil saja, lebih santai bawanya. Kunyalakan mobilku kuinjak gasnya perlahan, ku jalankan mobil dengan kecepatan standart. Kupandangi jalanan yang sedang ramai oleh orang-orang, lampu-lampu menerangi gelapnya malam. 'Shitt, kenapa aku mendadak ingat itu lagi sih? Ayolah Lili lupakan dia, dia tidak pantas menjadi suamimu.' Ku injak gas sehingga kecepatan meningkat, samapailah aku di rumah Salma. Ku parkiran mobil. Kumelangkah masuk menuju rumah Salma, ternyata semuanya sudah berkumpul.
"Li, sini!" Alin memanggil Lili yang baru saja sampai.
"Oke!" Aku berjalan menghampiri Alin dan semuanya.
"Li ko baru datang, gimana kabarnya?" Bunda berkata pada lili dengan lembutnya.
"Hai Bunda sayang, Alhamdulillah Bun! Iya nih kan Lili harus tampil cantik di acara Salma dan Mas Rio.
"Sini Li, kamu duduk di sebelah ku!" Ucap Alin sambil menepuk kursi kosong di sebelahnya.
Aku pun berjalan mendekati kursi dan duduk disana. Beberapa saat kemudian, ada seseorang datang, "maaf saya terlambat!"
Aku memalingkan wajahku dan melihat orang itu, 'sial kenapa dia bisa kesini sih? Kalau aku dia ada lebih baik aku tidak datang deh!' tapi aku tidak enak dengan Salma, biarlah akan ku tahan semuanya jangan sampai aku memperlakukan Salma, gumam Lili dalam hatinya.
"Nak Malik sini! duduk di sebelah nak Rio!" Mami Salma berkata.
"Iya Tan!" Malik berkata sambil melangkahkan kaki nya mendekati tempat duduk Rio. Malik tak menyadari bahwa Lili sudah duduk di sebrangnya.
"Li!! Kenapa kamu bengong aja, buruan makan nanti makannya keburu dingin loh!" Ucap Alin sambil menggoyangkan pundak Lili.
"Ehh iya, ini gue makan ko!"
"Udah jangan kamu pikirin dia! Anggap aja dia hantu yang tidak pernah terlihat!" Bisik Alin pada Lili.
Hahahhaha seketika aku tertawa "gila kamu Lin! Tapi memang pantas seperti itu sih, anggap saja mahluk astral!"
"Stttt ... Gila kamu jangan berisik ini acara makan malam!" Alin berkata sambil menyenggol lengan Lili.
"Abis kamu sih Lin lucu tahu ga kalo kamu bilang gitu! Udah ahh lanjut makan!" Ucapku pada Alin.
Malik yang sudah menyadari keberadaan Lili, tidak bisa melepaskan pandangannya dari Lili.
Malik yang sudah menyadari keberadaan Lili, tidak bisa melepaskan pandangannya dari Lili. 'Kau semakin cantik Li! Aku begitu rindu padamu! Aku ingin kita bisa kembali seperti dulu! Apakah kau masih mau memaafkan aku Li?' gumam Malik dalam hatinya.
Acara makan-makan sudah selesai, sekarang saatnya acara santai yaitu ngobrol biasa para Ibu-ibu dan para Ayah-ayah. Kami yang masih muda menyingkir dan lebih mencari tempat untuk mengobrol santai dan itu adalah di tanam belakang rumah.
"Li bisa kita bicara sebentar?" Malik bertanya pada Lili dengan banyak harapan Lili mau menerima permintaannya.
"Sudah tidak ada yang perlu di bicarakan lagi! Semuanya sudah jelas, aku sudah tidak ingin membahas masa lalu yang membuatku sakit!!"
"Li aku mohon Li! Sebentar aja?"
"Li beri dia ke dia kesempatan, sebentar saja setelah itu terserah kamu!" Ucap Salma dengan lembut.
"Oke aku kasih kamu kesempatan!" Lili berkata sambil berjalan menjauh dari Salma dan kawan-kawan, diikuti oleh Malik dari belakang.
Setelah ditempat yang nyaman untuk berbicara Lili berkata "apalagi yang mau kau katakan!"
"Li bisa kamu memberikan kesempatan lagi untuk memperbaiki hubungan kita, aku masih sayang banget sama kamu Li! Aku ga bisa melupakanmu! Aku mohon sama kamu kembalilah padaku!"
"Sorry! Aku sudah tidak ada niat untuk kembali padamu! Buat apa? Itu hanya akan membuatku semakin sakit!"
"Bisa ga Li kita lupain masalah itu, dan kita mulai dari awal?"
"Hah!! Kamu pikir aku apa? Coba kamu pikir jika kau dihina dan orang tua mu di hina! Apakah kamu bisa menerima itu dan melupakan begitu saja? Aku pikir lebih baik kita sudahi semuanya! Carilah calon yang cocok dengan keluarga mu!" Ucap Lili sambil meninggalkan Malik.
Lebih baik aku pulang saja, buat apa disini kalau ada dia yang selalu membuatku mengingat kejadian itu. Aku pamit deh sama Alin dan Salma. "Lin, Sal aku pulang dulu ya! Aku lelah terus besok aku ada meeting pagi-pagi!"
"Iya hati-hati ya! Jangan ngebut-ngebut?" Alin berkata.
"Oke siap bisa!!" Ucapku sambil meninggalkan Alin dan kawan-kawan.
__ADS_1
"Tunggu Li! Aku ikut kamu ya! Aku mau nginep di rumah mu?" Alin berkata sambil memegang tangan Lili agar tidak pulang lebih dulu.
"Ga salah kamu Lin, kamu mau nginep di rumahku? Bagaimana suamimu?" Jawab Lili
"Yang boleh kan aku menginap di rumah Lili? Boleh ya?" Alin menggunakan jurus ampuh nya dengan mengeluarkan muka manisnya.
"Aku ijinkan kau menginap di rumah Lili, tapi aku juga akan ikut kalian! Kemana Alin pergi aku akan ikut!"ucapa Alex singkat seranya tidak ingin ada yang membantahnya.
"Li boleh kan? Alex ikut juga, di rumah mu ada kamar tamu kan?"
"Boleh kebetulan banyak kamar kosong!"
"Kalau gitu Salma juga ikut ahh menginap di Lili, nanti kita satu kamar ya seperti dulu! Aku kangen suasana kalau kita tidur bertiga!"
"Kalau gitu Mas Rio juga ikut ahh, kan banyak kamar kosong!"
"Hahahha bakalan seru nih di rumah! Ada kalian dirumahku yang biasanya sepi!"
"Sediakan satu kamar lagi buat Asisten Ari! Dia harus ikut kemana kita pergi!" Alex berkata pada Alin.
"Iya Tuan Muda Alex! Semua perintah Anda akan kami laksanakan!" Hahhaha Alin tertawa sambil memeluk Alex.
"Udah-udah yang udah sah ga usah pamer kemesraan deh" celetuk Lili sambil berjalan menuju mobil. Diikuti Alin dan kawan-kawan.
******
"Selamat datang Nona!" Seorang pelayan sudah menyambut ku dan kawan-kawan.
"Iya Bi, oia apa Mama dan Papa sudah pulang?" Lili bertanya karena rumah masih terlihat sepi.
"Tuan dan Nyonya belum pulang Nona! Beliau tadi menelepon katanya tidak akan pulang tuk malam ini!"
"Baiklah kalau begitu, siapkan 3 kamar untuk temanku, mereka akan menginap disini!"
"Baik Nona, saya persiapkan semuanya!" Pelayan tersebut berkata sambil pergi untuk menyiapkan kamar tamu.
"Yang aku bolehkan tidur bersama Lili dan Salma?" Tanya Alin pada Alex.
"Boleh, tapi dengan satu syarat!"
"Kau harus memberikan ciuman hangat sebelum tidur padaku! Bagaimana, kau setuju?" Bisik Alex pada Alin, dan itu membuat Alin tersipu malu.
"Kalau itu nanti saja ya, sekarang aku akan menjadi seorang gadis dulu hahahha!" Alin berkata sambil tertawa jahil dan hendak pergi meninggalkan Alex.
Alex menarik tangan Alin yang hendak pergi meninggalkannya dan berbisik, "mau dilakukan disini atau di kamar?"
"Iya-iya nanti aku ke kamar mu dulu! Sekarang lepaskan aku, malu tahu dilihat orang?"
"Ok aku lepas, kalau kau tidak datang! Akan ku suruh Ari menjemputmu di kamar Lili!"
"Baik Tuan Muda! Perintah Anda akan saya turuti!"
"Bagus-bagus gadis tengil itu baru istriku!"
Semua sudah masuk dalam kamar masing-masing, aku Alin dan Salma tidur satu kamar. Kami melakukan hal-hal yang dulu sering di lakukan. Aku sangat merindukan semua ini, apalagi semenjak Alin menghilang seperti ada sesuatu di hati ku yang ikut menghilang.
Plak...
Alin menepuk pundak Lili yang sedang melamun, "Li cerita dong sama aku? Sebenarnya apa yang terjadi sama kamu dan Malik, aku belum tau sepenuhnya?"
"Aku cerita dari mana ya Lin! Semua ini terjadi saat kamu menghilang karena kecelakaan itu."
"Terserah kamu deh Li? Yang penting gue ngerti alur nya kenapa kamu sampai bermasalah dengan Malik!"
"Oke aku ceritain deh, semenjak aku pindah ke Jepang untuk kuliah. Aku bertemu Malik, kita mulai ngobrol biasa berlanjut jadi sering bertemu. Hubungan pertemanan kita meningkat dia menyatakan cintanya kepada ku, aku pun menerimanya karena aku mulai mencintainya. Hubungan kami berjalan dengan baik dan aku ingin maju ke jenjang pernikahan. Akhirnya Malik mengajakku bertemu dengan kedua orang tuanya, mereka sangat baik dan welcome. Tapi saat pertemuan berikutnya mereka sangat tidak bersahabat."
"Tidak bersahabat bagaimana maksud mu Li?" Celetuk Alin yang penasaran.
"Pertemuan kedua adalah pertemuan aku bersama Mama dan Papa, aku pikir kami akan menentukan tanggal pernikahan, tapi semua itu jauh sekali dari ekspektasi ku! Mereka menghina ku dan kedua orang tua ku, aku kecewa sekali Lin dengan perlakuan mereka pada kedua orang tua ku. Jika mereka menghinaku aku bisa tahan, tapi mereka menghina kedua orang tua ku!"
"Apa yang dilakukan Malik?"
"Dia diam saja, dia tidak sedikitpun membelaku! Aku sangat kecewa dengan sikap nya seperti itu!"
"Terus bagaimana?"
__ADS_1
"Sudah samapai disitu aku tidak mau membahasnya lagi! Lebih baik kita tidur yu aku cape nih!" Ucap Lili sambil rebahan di kasur disampingnya sudah ada Salma yang sudah tertidur pulas.
"Oke deh, kita tidur!" Tapi aku harus ke kamar Alex dulu, nanti aku balik lagi!" Alin berkata sambil melangkah keluar menuju kamar Alex.
Flash back Lili.
Ini adalah pertemuan ku yang kedua kali nya dengan orang tua Mas Malik, aku mengajak Papa dan Mama. Aku pikir ini akan menjadi pertemuan yang membahagiakan, dan penentuan hubungan ku dengan Mas Malik untuk ke jenjang berikutnya yaitu pernikahan.
"Mah, Pah udah siap belum?" Panggil ku pada Mama dan Papa.
"Iya sayang ini Mama dah siap! Giliran Papa mu tuh dandan kaya anak gadis aja hahahaha." Jawab Mama sambil tertawa.
"Apaan sih Mah, Papa kan harus terlihat rapih dan berharap di depan calon besan kita!"
"Iya-iya deh, yang mau ketemu calon besan!"
"Nah Papa udah siap! Ayo kita pergi, oia jangan lupa apa yang akan kita bawa ke rumah besan?"
"Udah Pah! Semua sudah Mama siapkan dan sudah ada di dalam mobil!"
Kami pun pergi dengan suasana hati yang senang, Papa dan Mama akan bertemu dengan calon besan mereka. Aku pun sangat senang karena akhirnya aku akan menikah dengan Mas Malik. Mobil kami sudah sampai di depan rumah Mas Malik, kamipun memarkirkan mobil. Mas Malik yang sudah menunggu kami di depan rumah, langsung menyambut kami.
Kami masuk ke dalam rumah, aku berpikir kami akan disambut dengan hangat dan penuh kebahagiaan. Tapi itu semua hanya mimpi dan angan-angan ku saja. Mereka orang tua Mas Malik, malah menghinaku dan menghina orang tua ku.
"Masih berani kau datang kemari gadis tak tau diri! Malah sekarang kau membawa kedua orang tua mu!!" Ucap Mama Malik dengan nada menghina.
Aku begitu kaget dengan ucapan nya, aku hanya terdiam tidak berkata apa-apa. Begitu pun Mama dan Papa, aku melihat Papa memegang erat tangan Mama dan memegang tanganku seraya memberikan ku kekuatan untuk bersabar.
"Mah apa maksud Mama?" Malik berkata karena kaget dengan ucapan Mamanya.
"Denger ya Malik! Mama tidak setuju kamu menikah dengan anak yang tidak tahu siapa Ayah nya! Kamu tahu tidak Ayah yang ada di sebelahnya bukan Ayah kandungnya! Dia adalah anak haram!! Mana mungkin Mama menerima gadis itu jadi menantu keluarga kita!!" Teriak Mama Malik.
Lili yang mendengar perkataan mama Malik geram dan marah, " Tante cukup! Jika Tante tidak ingin aku menjadi menantu Tante bicara saja dengan baik-baik, jangan Tante menghina orang tua ku!"
"Apa! Bicara baik-baik, pada anak seperti mu, cihh jijik aku mendengar nya! Kau bukan level untuk anakku, meski orang tua mu kaya raya, tapi kau tetap anak haram, buat apa kau berhijab! Tetap saja tidak bisa menutupi bahwa kau anak haram!"
"Mah cukup Mah!! Jangan menghina Lili lagi!"
"Diam kamu Malik!!! Kau tidak berhak membantah ku! Apa kau mau durhaka karena gadis seperti dia hah!! Kurang apa aku sebagai Mama mu hah! Rupanya ini virus dari anak haram, dia sudah mempengaruhi mu untuk menjadi pembangkang!!"
"Sudah cukup Nyonya! Sudah cukup Anda menghina kami! Jika Nyonya tidak ingin putri kamu menjadi menantu Anda! Katakan langsung dan jangan menghina kami seperti ini!" Ucap Mama yang sudah tidak tahan dengan hinaan Mama Malik.
"Heh! Kau tidak ada hak untuk bicara baik seperti itu, kau wanita kotor, memiliki anak di luar nikah! Mungkin anak mu sudah hamil dan menjebak anak ku untuk segera menikahinya! Sama seperti menjebak suami mu yang sekarang menikahi mu padahal anak yang ada di kandungan mu bukan anak nya! Tuan Anda benar-benar tertipu oleh wanita seperti ini! Huhh sungguh di sayangkan!!"
Papa yang sudah tidak bisa menahan lagi emosinya, karena penghinaan yang diterima aku dan Mama langsung menarik ku dan Mama untuk meninggalkan rumah Malik. "Ayo kita pergi! Buat apa masih disini! Kalian tidak pantas menerima penghinaan seperti ini!"
Aku pun pergi meninggalkan rumah yang telah menghina kami. Aku pikir Malik akan mengejar ku, tapi aku salah dia tidak mengejarmu sama sekali. Aku begitu kecewa dengan perlakuan Mama Malik pada orang tua ku, kalau mereka menghinaku aku bisa bertahan tapi mereka sudah menghina Mama dan Papa aku tidak bisa menerima semua itu. Aku Liliana mulai saat ini tidak akan pernah memaafkan mu Malik, dan tidak akan pernah kembali padamu.
"Sudah cukup jangan dipikirkan! Mereka tidak tahu yang sebenarnya!" Ayah berkata dengan emosi sambil memegang stir mobil.
"Maafkan aku ya Pah, semua ini salah Mama! Seharusnya dulu Mama tidak lari dari rumah dan menikah tanpa restu orang tua!" Ucap Mama dengan berlinang air mata.
"Ini bukan salahmu Mah, semua ini sudah takdir, mereka tidak tahu tentang ayah kandung Lili sudah meninggal disaat lili masih di dalam kandungan. Jadi Lili bukan seperti yang mereka tuduhkan!"
"Maafkan Mama ya nak?"
"Buat apa Mama minta maaf padaku? Ini bukan salah Mama, semua ini harus terjadi, lebih baik terlihat di awal dari pada terlihat di akhir, maka aku akan semakin menderita. Lagi pula aku masih memiliki kalian yang sangat menyayangi ku, jadi buat apa aku bersedih!"
"Putri Papa memang yang terbaik! Papa sangat sayang kalian berdua, jadi mulai sekarang kita buka lembaran baru, jangan mengingat yang sudah terjadi tadi, tidak ada gunanya kita bersedih!"
"Siap Papa ku tersayang!"
"Siap suamiku!"
Maafkan aku ya Mah, Pah aku telah membuat kalian sedih dan terhina seperti ini. Kalian adalah orang tua yang sempurna bagi ku, aku tidak akan membiarkan siapa pun menghina kalian lagi.
___________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
@macan_nurul
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya klik dan komen ya dan vote nya 😉
__ADS_1