Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
BAB 85


__ADS_3

Alex POV


Alin di rumah sakit dokter langsung memeriksa keadaan Alin.


"Dokter bagaimana keadaan istri saya?" Alex bertanya pada Dokter dengan nada khawatir.


"Istri Tuan belum sadarkan diri, jika istri Tuan bisa melewati malam ini maka nyawa istri dan bayi yang ada di dalam kandungannya bisa selamat," Dokter berkata.


"Apa maksudmu Anda Dokter?" Alex bertanya, karena tidak bisa mencerna apa yang di katakan Dokter.


"Istri Tuan tengah mengandung, tapi dia mengalami luka lebam di daerah perutnya, sehingga itu akan sangat berpengaruh bagi janin yang ada di perutnya."


"Jadi istri saya sedang hamil?"


"Benar Tuan, mudah-mudahan Nyonya bisa melewati masa kritisnya dan janin yang ada di kandungan Nyonya baik-baik saja."


"Baik Dokter terimakasih, bolehkah saya masuk menemui istri saya?" Tanya Alex.


"Silahkan Tuan, saya permisi ada pasien yang harus saya tangani!" Dokter berkata sambil berjalan meninggalkan Alex.


Alex pun melangkah masuk ke dalam ruangan diamana Alin sedang tertidur tak sadarkan diri. Aku mendekatinya, aku duduk disampingnya dan berkata dalam hati, 'maafkan aku sayang, aku tidak bisa melindungi dirimu.'


Alex pun beranjak dan berjalan keluar ruangan menunjukkan Ari. Dengan kemarahan yang ada di hatinya, 'aku harus membereskannya secepat mungkin!'


"Ari semua yang ku suruh padamu sudah beres semuanya?" Tanyaku pada Ari.


"Sudah Tuan, saya sudah memeriksa semua aset atas nama Leo Ahmad dan yang bukan atas nama Leo tapi semua masih berhubungan dengan Leo Ahmad," jawab Ari.


"Bagus, laksanakan sekarang juga aku ingin dalam waktu satu jam aku mendengar kabar kehancuran keluarga Leo Ahmad sampai tidak tersisa se sen pun!"


"Baik Tuan akan saya lakukan sekarang!" Jawab Ari dengan singkat.


"Ari sebelum kau pergi beri kabar keluarga ku tentang Alin di rumah sakit!"


"Baik Tuan!" Ari pun langsung pergi meninggalkan Alex.


Aku pun kembali memasuki ruangan dimana Alin masih belum sadarkan diri. Aku mendekatinya dan mengecup keningnya, ku sentuh perut nya di sana berada anak ku dan Alin.


Bangun sayang, aku mohon padamu cepatlah bangun. Maafkan aku yang tidak mengetahui kalau kau sedang mengandung anak kita. Jika terjadi sesuatu padamu dan calon anak kita, aku Alex Wibowo tidak akan melepaskan orang itu yang telah membuat mu seperti ini! Akan ku hancurkan orang itu sampai tidak bisa berdiri di kakinya sendiri.


Beberapa saat kemudian datang Mama Rahma dan Adam.


"Alex bagaimana dengan Alin?" Mama Rahma bertanya dengan nada khawatir.


"Alin belum sadarkan diri Mah," Alex menjawab dengan singkat.


"Kenapa bisa jadi seperti ini sih sayang?" Ucap Mama Rahma sambil mengelus kepala Alin dengan lembut.


"Mah sudah jangan sedih gitu dong, Mba Alin pasti bisa kembali bersama kita." Sambung Adam pada Mama Rahma guna menenangkannya.


"Mas kita bicara sebentar!" Adam berkata dan mengajak Alex keluar.


Akupun mengikuti Adam keluar.


"Apa yang kamu kau katakan?" Ucap ku pada Adam.


"Katakan padaku sebenarnya apa yang sudah terjadi kenapa bisa menjadi seperti ini?" Tanya Adam padaku.


"Masa lalu Alin kembali dan dia ingin merebut kembali Alin dari ku, dan dia sudah keterlaluan selama ini aku masih bersabar dengan ulahnya. Dia mulai berbuat ekstrim bahkan membahayakan Alin dan calon anak yang ada di dalam kandungannya." Aku berkata pada Adam dengan nada kesal.


"Apa? Mba Alin sedang mengandung?"


"Iya aku baru tahu tadi saat Dokter memeriksanya."


"Terus apa kata Dokter?" Tanya Adam yang penasaran dengan yang terjadi.


"Dokter berkata jika Alin bisa menghadapi masa kritisnya maka anak yang ada di dalam kandungannya juga bisa terselamatkan. Jika terjadi sesuatu pada istri dan calon anak ku, aku akan mengejar Leo Ahmad meski sampai ke ujung dunia sekalipun!!"


"Sial berani sekali dia melakukan hal ini kepada Kaka ipar ku! Akan ku hajar dia kalau aku bertemu dengan nya!" Adam berkata dengan nada marahnya.


"Apa maksud kalian, Alin sedang hamil?" Tanya Mama Rahma dari belakang badan Adam.


"Iya Mah, Alin sedang hamil dan Alex baru mengetahui tadi!"


"Kenapa kau tidak melindungi istri mu dengan baik hah! Kasian dia dan calon bayi yang ada di kandungannya." Ucap Mama Rahma sambil menangis memikirkan Alin dan calon cucu yang ada di dalam kandungan Alin.

__ADS_1


"Mah sudah tenang, Adam nyakin Mba Alin dan calon anaknya pasti akan selamat, karena Mba Alin adalah wanita yang kuat." Adam berkata menenangkan Mama Rahma.


"Bagaimana dengan Alin?" Suara dari belakang Alex dengan nada khawatir, tak lain adalah Bunda.


"Alin belum sadarkan diri Bun, lebih baik Bunda masuk dulu lihat Alin." Ucap Alex sambil menunjukkan arah ke dalam ruangan.


Bunda pun masuk ke ruangan bersama Ayah, Rio dan Salma. Akupun mengikuti mereka di belakang.


"Sayang kenapa bisa jadi seperti ini, bangun sayang ini Bunda." Bunda berkata sambil menangis.


"Bun tenang Bun, Alin pasti bangun sekarang kita berdoa saja biar Alin segera sadar," Ayah berkata dengan lembut untuk menenangkan Bunda yang sedang sedih.


"Ayah bagaimana Bunda bisa tenang, lihat Alin Yah! Bunda ga mau kehilangan Alin lagi Yah!" Huhuhuhuhu Bunda tak bisa lagi menahan air mata nya.


"Bun lebih baik kita keluar saja, kalau Bunda sudah tenang Ayah ijinkan Bunda berada di samping Alin." Ayah berkata sambil membawa Bunda ke luar ruangan.


"Alex sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Mas Rio pada ku.


Aku pun menceritakan dari awal sampai akhir semua yang sudah terjadi.


"Mau kemana kamu Sal?" Tanya Rio pada Salma.


"Menemui Leo!" Jawab singkat Salma.


Rio yang tidak mau terjadi sesuatu pada Salma langsung menghalanginya dan berkata, "tidak akan Mas ijinkan kamu pergi, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu! Leo sudah bukan Leo yang dulu ku kenal."


"Aku tidak bisa diam begitu saja, dia sudah berani menyakiti Alin. Dan dia dengan gampangnya bilang mencintai Alin, apa ini yang namanya cinta!!" Emosi Salma memuncak.


"Tenangkan dirimu!" Bentak Rio pada Salma.


"Kau berani membentak ku Mas?"


"Dengar Salma, Mas sayang sama kamu, Mas ga mau terjadi sesuatu sama kamu! Ingat sebentar lagi acara besar buat kita!" Jawab Rio.


"Iya itu benar Salma, tenangkan dirimu aku sudah menangani semuanya dia akan hancur sampai tak memiliki apa-apa!" Sambung ku.


"Apa yang kau lakukan Alex?" Tanya Rio dengan serius.


"Akan ku hancurkan semuanya yang sudah berani menyakiti orang yang kucintai. Jika terjadi sesuatu pada calon anakku akan ku kejar dia samapai ke ujung dunia sekali pun, akan kuhancurkan dia samapai dia tak bisa berdiri lagi diatas kaki nya!!" Jawabku dengan penuh amarah sambileilhat Alin yang masih tak sadarkan diri.


"Iya Alin sedang hamil dan aku baru mengetahui tadi saat Dokter memeriksanya."


"Sial kau Leo, kau berani memperlakukan adik ku seperti ini!!" Ucapan Rio.


Beberapa saat kemudian Alin tersadar, awwww dia memegang bagian perutnya. Aku langsung menghentikan pergerakan tangannya yang hendak menekan perutnya yang kesakitan.


"Hentikan itu sayang, jangan kau tekan perutnya dengan kencang!"


"Aku akan panggilkan Dokter!" Rio berkata sambil pergi meninggalkan ruangan untuk memanggil Dokter.


"Tahan ya sayang, aku akan selalu disampingnya mu." Aku mengecup dan memberikan belaian lembut padanya.


"Sakit sekali sayang, kenapa ini terasa sakit sekali!" Alin berkata dengan lirih kesakitan.


"Sabar Lin, kamu harus kuat aku nyakin kamu klbisa bertahan menahan rasa sakit ini demi calon anak mu." Salma berkata guna menguatkan Alin.


"Tapi ini sakit banget aku ga kuat!" Alin berkata sambil memegang tangan ku dengan sekuat tenaga guna menahan rasa sakitnya.


"Sayang tahan ya, sebentar lagi Dokter akan datang." Aku terus menguatkan Alin agar dia tidak menyerah.


Akhirnya Dokter tiba, Salma dan yang lainnya keluar. Pada saat aku juga akan keluar tangan Alin memegang ku dengan kuat seraya dia tak mau aku. Dokter pun mengijinkan aku berada di samping nya. Dokter memeriksa Alin dan akhirnya memberikan suntikan pereda sakit. Akhirnya Alin mulai tenang dan tidak mengeluh sakit.


"Dokter bagaimana dengan kandungan istri saya?" Tanya ku pada Dokter.


"Kita lihat perkembangannya saja Tuan, jika Nyonya malam ini tidak mengalami pendarahan maka kandungan Nyonya akan baik-baik saja." Jawab Dokter.


*****


Keesokan harinya, aku melihat Alin sudah membaik. Aku senang melihat nya kembali sehat, senyum nya begitu menenangkan hati ku. Sehingga aku tidak rela meninggalkan nya dan kehilangannya.


"Sayang bagaimana keadaanmu sekarang?" Tanya ku pada Alin.


"Alhamdulillah aku sudah agak baikan," Jawab Alin padaku.


Dokter pun datang dan memeriksa Alin dengan seksama. Aku berharap keadaan kandungan Alin baik-baik saja. Aku tidak ingin kehilanganmu calon anaku dan pasti Alin sangat sedih kalau mendengar hal yang buruk terjadi.

__ADS_1


"Syukurlah Nyonya baik-baik saja, begitu pula dengan kandungan Nyonya. Saya harap Nyonya harus banyak istirahat dan jangan kelelahan," Dokter berkata.


"Alhamdulillah makasih Dokter," ucap ku sambil memeluk Alin karena bahagianya.


Alin yang masih bingung dengan perkataan Dokter berkata, "apa? Aku hamil?"


"Iya sayang kau sedang hamil, kita akan menjadi seorang ayah dan Bunda." Jawabku dengan senang mengatakan hal ini pada Alin dan aku pun memeluk Alin dengan lembut.


"Serius ini sayang aku hamil?" Alin masih saja tidak percaya dengan yang dia dengar.


"Iya sayang itu benar, jadi mulai sekarang kau harus menjaga kesehatan mu, jangan pecicilan kurangi kegiatan yang biasa kau lakukan selama kehamilan mu!"


"Alhamdulillah Ya Allah, akhirnya aku bisa merasakan akan menjadi seorang Ibu, terimakasih karena Kau telah memberikan kepercayaan padaku." Ucapan syukur Alin atas kehamilannya.


Semua keluarga sudah berkumpul karena mendengar Alin sudah sadar. Semua senang dengan kabar yang diterima, Alin dan kandungannya dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Akhirnya semuanya sudah pulang tinggal aku dan Alin berada di ruangan. Aku pun menyalakan televisi, disana ada berita tentang kehancuran Leo Ahmad. Aku senang dengan berita itu, dia pantas mendapatkan semua itu karena telah mengganggu aku dan istriku.


"Apa kau yang melakukannya?" Tanya Alin padaku.


"Iya aku yang melakukannya, dia pikir aku lemah jika dia mengancamku menggunakan nama mu! Kau memang kelemahan ku tapi kau juga adalah kekuatan ku!" Jawab ku pada Alin.


"Tapi keluarga nya tidak bersalah kenapa kau juga menghancurkan nya?"


"Calon anakku juga tidak bersalah mengapa dia menyukaimu dan calon anak ku!"


"Alex! hah aku sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, semua sudah terjadi aku harap Umi dan Abi tidak kenapa-napa." Ucap Alin dengan sedikit khawatir.


"Kenapa kau kecewa karena aku menghancurkan mantan mu itu hah!" Aku sedikit kesal dengan kekhawatiran dia terhadap keluarga Leo.


Alin yang tahu bahwa Alex sedang kesal langsung timbul keinginan jahilnya.


"Awwww, perutku!" Alin meringis kesakitan.


Aku langsung mendekati Alin dan berkata, "kenapa? Mana yang sakit? Aku panggil Dokter ya?"


"Hahaha aku tidak apa-apa," Alin berkata sambil memeluk ku dan mencium bibir ku dengan lembut.


"Kau mulai menggodaku sayang, tapi beruntung kau kali ini aku bisa menahan nya kalau tidak kau sudah habis dan tidak bisa berdiri tegak!" Aku berkata dan membalasnya dengan mengecup lembut kening nya.


"Sayang aku ingin pulang, aku pingin di rumah saja bisa kan?" Alin berkata dengan wajah yang menggoda.


"Hahha baiklah jangan kau memasang wajah seperti itu aku tidak bisa menahan ingin melahap mu!" Aku berkata pada Alin dan langsung aku mencium bibirnya yang sudah menggoda ku sejak tadi.


Alin pun membalas ciuman ku dengan lembutnya, aku sungguh menikmati semuanya. Aku sangat mencintai wanita tomboi ini, aku tidak ingin kehilangannya.


"Baiklah aku akan menemui Dokter agar kau bisa pulang hari ini." Aku pun berjalan keluar meninggalkan Alin sendirian.


*****


Alin POV


Alhamdulillah Ya Allah, kau memberikan ku nikmat yang begitu besar. Memberikan ku suami yang begitu mencintaiku, dan sekarang Kau memberikan ku calon anak yang akan ku lahirkan dan akan kurawat dengan baik.


Beberapa saat kemudian ada seseorang yang masuk ke ruangan rawat ku, kupikir dia adalah Alex. Ternyata aku salah dia adalah Leo.


"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya ku pada Leo.


"Alin aku minta maaf, karena kesalahan ku aku melukai mu!"


"Sudahlah hentikan ini Leo, aku sudah memaafkan mu pergilah jalani hidupmu dengan baik, carilah seseorang yang lebih baik dari ku untuk menjadi pendamping mu!" Jawab ku pada Leo.


"Aku tidak bisa melupakan mu Lin, aku sangat menyayangimu, aku ingin kau kembali padaku kita ulang dari awal lagi?"


"Tidak Leo semuanya sudah terlambat, aku sudah memberikanmu beberapa kali kesempatan namun kau selalu menghancurkan nya. Sekarang aku sudah menemukan kebahagiaan ku bersama suami ku Alex Wibowo."


"Jangan sebut nama dia jika aku bersama mu! Aku hanya ingin kau menyebut nama ku saja!"


"Leo kenapa kau menjadi seperti ini, kalau kau seperti ini tandanya kau bukan mencintaiku, kau hanya terobsesi oleh ku saja. Hentikan ini Leo, karena ini bisa menghancurkan dirimu sendiri!"


"Aku sudah hancur, saat kau menikah dengan nya dan saat dia menghancurkan semua yang kumiliki. Dia merebut semuanya dari tangan ku! Akan aku balas dia sampai aku mati!"


"Kalau begitu jangan kau muncul lagi di hadapan ku! Aku tidak menyangka kau bisa berubah menjadi seperti ini. Pergilah kau sebelum Alex melihat mu, jika dia melihatmu maka dia akan menghabisi mu!"


____________________________________________


Sampai ketemu di bab berikutnya 😊

__ADS_1


aku siap menampung poin kalian kalau mau mendukung novel ku 😚😚


__ADS_2