
"Sayang malam ini aku ada undangan sebuah pesta, apa kau mau menemaniku?!" Lili berkata pada Arata.
Arata menjawab bahwa malam ini dia tidak bisa menemaninya, karena dia harus mengurus sebuah tender. Sehingga mengharuskannya pergi ke luar kota.
"Aku kan minta tolong pada Fumiko untuk menemanimu," Arata berkata sembari memeluk dari belakang.
Lili berkata tidak usah merepotkan Fumiko, karena dia sedang banyak pekerjaan. Lebih baik dia meminta Sarada untuk menemaninya, Arata pun setuju dengan usulan Lili.
Arata mengambil handphone-nya, lalu dia menyuruh Maru untuk mempersiapkan Sarada. Setelah itu Arata mengatakan bahwa sore ini harus segera pergi, agar semua pekerjaan bisa selesai dengan cepat.
"Sayang kapan kau akan pulang?!" Lili berkata dengan manja pada Arata.
Melihat sikap istrinya yang manja seperti itu membuat Arata tergoda, dikecupnya bibir Lili dengan lembut. Niatnya hanya ingin mengecup sekilas, namun Lili membalas kecupan itu, sehingga mereka berdua terhayut dalam permainan.
Tok!
Tok!
Terdengar suara ketukan pintu, namu Arata masih saja tidak mempedulikannya. Lili berusaha untuk menghentikan permainan Arata, karena ada yang mengetuk pintu.
Arata menggubris tanda Lili, dia masih saja terus melakukan permainannya. Suara ketukan pintu pun sudah menghilang, namun beberapa saat kemudian terdengar kembali suara ketukan pintu. Itu membuat Arata kesal.
Arata menghentikan semua permainannya, dia merapikan pakaiannya sembari berjalan menuju pintu. Dia ingin melihat siapa yang sudah berani mengganggunya.
Rupanya seorang pelayan, dia mengatakan bahwa ada tamu yang sedang menunggu Lili. "Siapa tamu yang ingin menemui Istriku?!"
Pelayan berkata bahwa tamu tersebut seorang wanita, dia bernama Novi. Arata berpikir kenapa Novi ingin menemui Lili, bukankah dia sedang dirawat di rumah sakit.
"Ada Novi di bawah! Ayo kita temui dia, aku ingin tahu apa yang dia inginkan!" ucap Arata pada Lili, lalu dia memegang tangan Lili untuk berjalan kebawah.
Novi sedang duduk di atas sofa yang nyaman, dia melihat kedatangan Lili bersama Arata. Terlihat jelas Arata begitu memperhatikan Lili, terbersit di hati Novi rasa ingin memiliki apa yang dirasakan oleh Lili.
Novi menggelengkan kepalanya guna menghilangkan rasa iri di hati dan pikirannya. Dia berkata dalam hatinya, bahwa Lili sudah banyak membantunya.
__ADS_1
"Bagaimana keadaanmu?!" Lili bertanya pada Novi lalu dia duduk begitupun Arata, dia duduk disampingnya Lili.
"Aku sudah membaik, lebih baik aku langsung saja pada topik. Aku ingin meminta bantuanmu, aku membutuhkan sebuah pekerjaan dan tempat tinggal."
Novi berkata, sembari melihat perlakuan Arata pada Lili. Terlihat Arata terus saja memegang tangan Lili, lalu memainkannya dengan lembut. Dalam hatinya Arata merupakan suami yang sangat romantis, Lili sangat beruntung mendapatkan suami sepertinya.
"Bagaiman jika kau menjadi sekertarisku? Masalah tempat tinggal, kau bisa tinggal di salah satu apartemenku!" Lili berkata dengan senyum yang merekah, karena dia sudah menemukan sekertaris sebelum Minami kembali.
Mendengar perkataan Lili membuat Novi lega, akhirnya dia mendapatkan pekerjaan dan sebuah tempat tinggal. Dalam benaknya dia berkata akan bekerja dengan baik, dia tidak akan mengecewakan Lili. Karena dia sudah banyak membantunya.
Lili pun memberikan kata sandi apartemennya pada Novi, setelah itu Novi pun bergegas pergi meninggalkan kediaman Lili dan Arata.
"Sayang apakah keputusanmu sudah tepat?!" Arata bertanya karena dia masih meragukan Novi.
Lili tersenyum, lalu dia memeluk Arata dia membisikan sesuatu padanya. Mendengar itu Arata tak bisa berkutik, dia pun menggendong Lili lalu berjalan menuju kamarnya.
**
Arata dan Maru sudah pergi untuk menyelesaikan suatu proyek, sedangkan Lili sedang bersiap untuk acara pesta malam ini. Terdengar suara ketukan pintu, Lili pun menyuruhnya masuk. Dilihatnya siapa yang sudah masuk kedalam kamarnya.
"Hai kenapa? Ada yang salah dengan penampilanku?!" Lili berkata sembari melambaikan tangannya di hadapan Sarada.
Sarada tersadar lalu dia tersenyum, dia mengatakan tidak ada yang salah. Semuanya terlihat sempurna bagi Sarada, meski nyonyanya berpakaian tertutup masih terlihat sisi kecantikan. Dan Sarada menyukai semua itu.
"Ayo kita pergi!"
Lili berkata sembari berjalan keluar diikuti oleh Sarada dari belakang, Lili mengatakan pada Sarada jika nanti di pesta tidak boleh berdiri dibelakangnya.
Sarada bingung dengan yang diucapkan Lili, lalu dia bertanya mengapa harus seperti itu. Bukankah seharusnya itu yang dilakukan, karena dia adalah istri dari asisten suaminya.
"Ikuti saja perintahku, di pesta nanti berdirilah sejajar denganku!"
Perintah Lili pada Sarada, karena dia sudah tidak ingin mendengar penolakan Sarada. Akhirnya Sarada pun mengangguk, dia sudah tidak bisa lagi melawan perintah nyonyanya itu.
__ADS_1
Mereka pun pergi, malam ini Lili menggunakan seorang sopir. Sebenarnya dia tidak mau, namun Arata mengijinkan Lili pergi jika ditemani oleh Sarada dan seorang sopir.
Tibalah Lili di sebuah hotel berbintang lima, ya karena pesta tersebut diadakan di hotel. Lili berjalan memasuki sebuah lift bersama Sarada, di dalam lift ada seseorang yang tersisa saja memandangi Lili.
Sarada menyadari tatapan orang itu lalu dia bergeser sehingga menghalangi orang itu untuk menatap nyonyanya. Orang itu sangat kesal dengan apa yang dilakukan oleh Sarada.
Ting!
Tanda lift berhenti, Lili keluar dari dalam lift begitupun dengan orang yang selalu menatap Lili dengan kagum. Sarada merasakan ada hawa yang tidak baik pada pria itu, dalam benaknya dia harus melindungi nyonyanya dari orang yang berniat jahat.
Karena Maru mengatakan padanya harus melindungi nyoya, karena nyonya sangat penting bagi tuan Arata. Sebenarnya tidak diperintah Maru pun Sarada akan melindungi nyonya Lili, karena dia sudah menyukai kebaikan yang ada di dalam diri nyonya Lili.
Lili berjalan memasuki sebuah ruangan diamana pesta itu diselenggarakan, dia menunggu Sarada yang ada di belakangnya. Sarada tahu apa yang harus dia lakukan, dia pun mensejajarkan tubuhnya dengan nyonyanya.
Lili tersenyum, lalu mereka berjalan untuk menyapa semua rekan bisnis Lili. Sarada semakin kagum akan nyonyanya ini, karena Lili memperkenalkan dirinya sebagai teman bukan sebagai pekerjanya.
Sarada melihat pria yang di dalam lift tadi masih memperhatikan Lili, dia mulai mawas diri. Dia sungguh tidak nyaman dengan sikap pria itu yang terus saja menatap Lili.
Lili menyadari ada yang aneh dengan sikap Sarada, dia pun bertanya pada Sarada "Ada apa?"
Sarada menceritakan apa yang sedang terjadi, sebernya Lili sudah menyadari itu sedari di dalam lift. Cuma dia tidak memikirkannya, namu dia juga sedikit kesal karena pria itu masih saja mengawasinya.
"Sudah kita biarkan saja dia, jika dia sudah bertindak tidak sopan kita beri pelajaran saja!"
Sarada mengangguk setelah mendengar perkataan nyonyanya, namun dia masih tidak bisa tenang. Karena dalam hatinya pasti pria ini akan mulai mengacau, dan dia akan selalu melindungi nyonya Lili.
__________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
@macan_nurul
__ADS_1
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉
Karena like dan komen kalian sangat berarti bagi kami para penulis.