
Setelah pengakuan Alin berakhir dan sesi nangis menangis pun selesai ada yang nelepon Alin dia adalah Anna teman kampusnya....yang mengajaknya tuk ketemuan karena ada tugas yang harus segera di bereskan. Dan akhirnya Alin pun pamit sama bunda...." Bun alin pamit dulu ya...mau janjian Ama Anna ada tugas yang harus di selesaikan...."
"Kamu sudah tenangan kah...?"....tanya bunda...
"Sudah Bun...kalo gitu Alin pamit pergi dulu ya ... Assalamualaikum Bun..."
"Waalaikumsalam...hati hati ya nak dan jangan pulang terlalu malam ya..." Kata bunda
"Iya Bun.....siap ..." Alin pun pergi meninggalkan bunda.
Bunda masih memikirkan tentang Alin ...dia sudah mengingat semuanya selama setahun ini...mengapa tidak ada yang cerita padaku...tunggu bukan kah tahun lalu Rio pun ke Kairo dalam jangka waktu aga lama apakah dia juga sudah tau tentang ingatan Alin. Ini ga bener aku harus telepon Rio..
Tut...Tut....Tut...
"Assalamualaikum...hallo bunda sayang...".jawab Rio dengan senyum lembut.
"Waalaikumsalam...." Bunda menjawab dengan nada sedikit sedih
"Gimana Bun liburan di Kairo nya Ama adek kesayangan ku?" Tanya Rio pada bunda.
"Rio...kamu tau kan adik ku sudah ingat semuanya tentang kecelakaan itu...?" Nada bunda sedikit keras.
Rio pun kaget tapi dia sudah bisa menduga jika bunda ketemu dengan Alin maka semuanya pasti bakal ketahuan. "Mmm iya Bun...." Jawab Rio
__ADS_1
"Kamu tega nya Ama bunda.....kenapa keamarin kamu ga bilang Ama bunda kenapa kalian harus sembunyikan semuanya sama bunda...apa bunda sudah tidak ada artinya di mata kalian...." Kata kata yang keluar dari mulut bunda membuat Rio sedih.
"Bun maafkan aku ya Bun...sumpah Rio ga bermaksud untuk menyembunyikan nya dari bunda ...."
"Lalu ini apa....tetep aja kamu ga cerita Ama bunda...terus ayah mu tahu kali Alin sudah inget semuanya...?"
"Ayah...iya Bun ayah juga sudah tau...."jawab Rio terbata bata
"Kalian bener bener ya tega Ama bunda...mungkin kalo bunda tidak mengunjungi Alin di Kairo. Dan mendengar gumaman dari mimpi Alin maka bunda tidak akan tau semenderita apa adikmu disini sendirian." Bunda berkata sambil menangis.
"Apa Bun.....Alin kenapa Bun...alin ga pa pa kan Bun....Bun jawab Rio Bun ..."
"Apa kamu tau mungkin setiap malam Alin selalu bermimpi akan kejadian di masa lalunya...dan tiap malam dia terbangun dalam kesendirian menghadapi nya..." Bunda masih menangis karena memikirkan Alin kalo setiap malam terbangun dan bermimpi akan kecelakaan tersebut.
"Kamu tau adikmu seperti apa dia tidak mau membuat kita khawatir...dia selalu bersikap dewasa padahal dia masih butuh kita..."
"Maafkan aku Bun...aku tidak bisa menjaga adikku dengan baik...sekarang Alin ada di dekat ibu kah..?" Tanya Rio
"Tidak....Alin tadi pergi tuk bertemu dengan temannya...karena ada tugas yang harus dikerjakan." Jawab bunda
"Bun apakah Rio harus menyusul Alin ke Kairo...dan membawa kembali Alin ke Indonesia...?" Tanya Rio yang ingin segera mendengar jawaban dari bunda.
"Ga usah....bunda yang akan bicara dulu Ama Alin...biar bunda disini buat nemenin Alin....bunda kecewa Ama kalian kalian tidak memperdulikan bagaimana bunda dan bagaimana keadaan adikmu...."bunda masih kesel dengan Rio
__ADS_1
"Bun iya maafkan aku ya...Rio bener bener minta maaf...tapi Rio selalu ko minta tolong Ama temen Rio untuk mengecek keadaan alin." Jawab Rio dengan sedih.
"Sudahlah pokoknya setelah bunda kembali ke Indonesia bunda akan bahas lagi dengan kamu dan ayahmu bunda bener bener kecewa Ama kalian." bunda pun menutup telepon nya...karena kesel.
*****
Di rumah Rio Indonesia
"Siapa yang menelepon mu ?" Tanya ayah yang baru datang
"Bunda yah....yah bunda sudah tau kalo Alin sudah mengingat semuanya...dan bunda sangat marah Ama kita..." Jawab Rio pada ayah dengan sedih.
Ayah pun duduk dan diam entah apa yang sedang dipikirkan nya...namun ada guratan kesedihan di muka ayah. "Memang seharusnya bunda mu tahu semuanya..."
"Mmmm sudahlah nanti kita bicarakan masalah ini setelah bunda mu pulang...lebih baik kita istirahat saja..besok masih banyak yang harus di kerjakan." Ayah berkata sambil pergi dan masuk ke dalam kamarnya.
Dan Rio pun menuju kamarnya...ada apa dengan ayah kenapa ayah bersikap dingin seperti ini apakah ayang tidak memikirkan sedikitpun tentang keadaan alin...bukankah ayah juga turut andil dalam hal yang dialami Alin sehingga Alin harus melupakan kejadian itu...gumam Rio dalam hatinya.
Di dalam kamar ayah pun duduk dan merenungkan tentang yang terjadi...dan tak terasa air mata nya pun menetes keluar...ya Allah kenapa jadi seperti ini...semua salahku sehingga putriku menderita seperti ini. Andai waktu bisa diputar kembali aku tidak akan berkata hal hal yang menyebabkan Alin menderita seperti ini.
Alin maafkan ayahmu ini nak ...ayah sangat sayang Ama kamu..ayah tidak benci Ama kamu...dan maafkan atas keegoisan ayah mu ini...yang menginginkan mu menjadi seperti Nita. Disini semua salah ayah..maafkan ayah mu nak...aku tidak sanggup tuk melihat wajahmu ....
makasih ya sudah baca novel ku 😊
__ADS_1
jangan lupa like dan komen ya 😉