
foto diambil dari pinterest
____________________________________________
Kuterbangun mendengar suara kicauan burung di pagi hari, kubuka mataku perlahan, kulihat disebelahku ada sesosok lelaki yang dulu begitu ku benci, karena sikapnya yang suka memerintah dan menghancurkan siapa saja yang menghalanginya. Tapi sekarang, aku tidak ingin kehilangannya, ingin selalu bersamanya, aku tidak ingin jauh darinya. Kuelus kepalanya, kusibakkan rambut yang menutupi matanya, dia begitu tampan disaat sedang tidur. Tanpa kusadari aku mengecup keningnya,
' Ahhhhhhh , kenapa kau lakukan ini sih Lin, apa kau sudah gila? sampai kau melakukan semua ini! lebih baik aku mandi deh! ' pikiran ku penuh akan pertanyaan dan untuk menjernihkan otakku ini , Sebelum ku beranjak bangun, tiba-tiba tanganku ditarik sehingga aku kembali terjatuh dalam pelukannya .
"hai gadis tengil! kenapa kau selalu menggoda ku!" bisik Alex sambil memeluk Alin.
Aku berusaha melepaskan diri dari pelukannya, namun usahaku tidak membuahkan hasil, dia semakin memeluk erat diriku, "awwww, sakit tau! bisa lepasin ga? Aku mau mandi nih, udah siang tau?"
"Tunggu sebentar lagi, aku masih ingin memelukmu, jangan banyak gerak kalau tidak kau kumakan lagi!!"
"Huh! kau masih saja memanggilku gadis tengil dan sekarang kau mangancam ku, dengan hal mesum mu itu!!"
"Hahaha, baiklah kau mau kupanggil apa? mmm bagaimana kalau istri tengil ku!"
"Haaah, kenapa selalu di bubuhi kata tengil sih?" ucapku dengan kesal.
"Karena kau adalah gadis tengil ku dan sekarang menjadi istriku, tapi sikap mu masih tengil!" hahahhaha Alex berkata sambil tertawa.
Sebal deh, masa aku selalu jadi miliknya yang tengil! udah ahh malas aku dengerin ocehannya, lebih baik aku mandi deh. "Lepaskan! Aku mau mandi!"
"Dari tadi kau bilang mau mandi terus! kalau begitu kita mandi sama-sama saja!" ucap Alex sambil menggendong ku menuju kamar mandi.
"Lepaskan aku! Aku bisa jalan sendiri!" sial dia tidak mau melepaskan ku. Anehnya aku tidak bisa melawan dia sih! kenapa aku mendadak menjadi selemah ini!. Alex menurunkan ku dengan lembut. Dia membelai rambutku, menyentuh bibirku dan melumat bibirku mengguncang d libidoku seketika , getiran darah mulai merasuki relung jiwaku dengan penuh getaran kenikmatan , bersamanya kembali merasakan keintiman yang luar biasa , dia mulai membuka satu persatu kancing baju tidurku , pekikku penuh tidak mampu melawan dengan gairah maskulinnya yang bergejolak , akupun berusaha menghindar darinya, tapi dia memegang lenganku dan menarik ku ke pelukannya dengan sangat erat , sangat erat sehingga nafasku sesak tak terkendali berada dalam pelukannya dengan berjuta kenikmatan .
Dadaku semakin berdegup kencang, aku bisa merasakan nafasnya, tangannya mulai menyentuh bahkan menciumi tubuhku dengan penuh keliaran yang bahkan aku tak kuasa menahannya , berada di dekapan pria yang sudah menjadi suamiku ini .
Alex mulai mencium keningku, berlanjut pipi dan bibir ku secara terus menerus sehingga memunculkan bekas bekas ciumannya yang membuatnya bahagia , dia melumat bibirku, tanpa henti sehingga aku hampir kehabisan nafas dan selalu merintih penuh kenikmatan bersama , menciumi tubuh , punggung , pundak yang membuatku merasa ketagihan dengan aksi tangannya yang terus berjalan menelusuri lekuk tubuhku setiap detiknya .
******
Sial sungguh keterlaluan, kenapa sih dia menjadi sangat mesum! Hachi ... Hachi ..., Aku sampai kedinginan gini, aku gak mau deh mandi bareng dia lagi. "Kenapa kau? Apakah kau sakit?" tanya Alex sedikit khawatir melihat Alin bersin-bersin.
"Ini semua karena kamu tau!! kenapa sih kau berubah menjadi se mesum ini?" jawab Alin.
"Hahahaha, kenapa aku yang di persalahkan ! itu salahmu lah, kenapa kau terus menggodaku!" bisik Alex sambil memeluk Alin.
"Ahhh, sudahlah berdebat dengan mu tidak akan membuahkan hasil yang baik padaku! cepat lepaskan aku, aku lapar!"
"Tidak! sepertinya kamu masih kedinginan, biar ku peluk sebentar lagi!" ucap Alex dengan lembut sambil mencium kening Alin.
"Sudah, aku sudah tidak kedinginan lagi! Aku lapar! Kamu mau sarapan apa? apa kita makan di bawah saja ya?" ucap Alin.
"Baiklah, kita sarapan di bawah bersama yang lainnya!" Alex berkata sambil memegang tangan Alin dan berjalan keluar menuju ruang makan.
Aku melepaskan tanganku dari genggaman Alex, aku langsung menuju Bunda yang sedang menyiapkan sarapan. "Pagi Bunda?"
"Pagi sayang, gimana nyenyak tidur mu nak?" tanya bunda dengan nada menggoda.
"Ahh Bun, kenapa tanya itu sama Alin, pasti nyeyak lah! hahahha!" timpal Ayah seraya mendukung perkataan Bunda.
Apaan sih Bunda ini, pagi-pagi sudah mulai menggodaku saja, ini juga Ayah kenapa bisa kerjasama sama Bunda buat menggodaku. Ahh kesel jadinya, lebih baik aku duduk dan makan deh nih sarapan yang ada di meja, ahhhhhh nasi goreng buatan Bunda! sungguh menggoda perutku yang sudah tidak sabar melahapnya.
"Haiii, kok makan sendiri sih! Suami kamu ga kamu layani! main makan aja!" sindir Rio.
"Ohhh, iya aku lupa hahahha!" ucapku sambil memberikan satu centong nasi goreng ke atas piring Alex.
"Oia, kalian mau pergi honeymoon kemana nih?" tanya Rio
"Kamu mau kemana Lin?" Alex bertanya dengan lembut pada Alin.
__ADS_1
"Aku pingin ke Jepang! Bolehkah?"
"Oke, biar ku urus semuanya! kebetulan aku masih ada urusan yang harus aku selesaikan di sana!". ucap Alex.
"Yah, bukan honeymoon dong kalo gitu?" ucap Bunda
"Ga pa-pa Bun, lagian nanti aku bakal ketemuan sama Lili disana!" Ahh aku senang sekali dia kerja aku bisa main-main dengan Lili.
"Apa!! jadi ini rencananya, kamu mau bermain-main disaat aku bekerja!! jangan harap bisa bebas dari pengawasanku!" ucap Alex sedikit kesal.
"Apaan sih! sah-sah aja kan kamu kerja aku pergi bareng Lili!"
"Hahahhaha, kalian ini gimana sih, baru aja kemarin nikah masa udah bertengkar kaya anak kecil aja!" ucap Bunda sambil tertawa yang melihat tingkah laku pengantin baru.
"Udah-udah Bun, kasian mereka di ledekin terus!" ucap Ayah.
"Nah Ayah the best nih! Alin suka deh!"
Alex yang sudah selesai sarapan, "Bun, Yah, dan Mas! Alex ijin ke kamar!" Alex berkata sambil berdiri dan pergi melangkah menuju kamar.
Beberapa menit kemudian Alin pun masuk ke kamar. Aku melihat Alex sedang sibuk dengan dokumen dan laptopnya, aku duduk di kursi yang berada di balkon, sambil membaca novel. Tak terasa mataku begitu berat dan akhirnya aku tertidur. Tanpa kusadari Alex yang melihatku tertidur, menggendong ku ke dalam dan menidurkan ku di kasur.
Dasar gadis tengilku! entah dimana pun dan sedang apa, kau selalu bisa membuatku teralihkan dari pekerjaanku. Rasanya aku ingin selalu memelukmu dan tidak mau lepas. Jangan kau lari dari ku, jika kau lakukan itu aku akan menemukan mu dan menghukum mu. Tak terasa Alex pun tertidur sambil memeluk Alin.
Beberapa jam kemudian, aku terbangun aku di sebelahku ada Alex yang sedang tertidur, sambil memelukku, hatiku merasakan kehangatan dan terlindungi. Aku sangat nyaman dengan situasi seperti ini, mudah-mudahan perasaan ini tidak akan hilang dari ku! Aku berharap kau akan selalu setia padaku, jika kau melakukan kesalahan apa pun akan ku maafkan, kecuali satu hal yang tidak dapat kumaafkan, yaitu penghianatan atau perselingkuhan. Tanpa kusadari aku mengecup keningnya dengan lembut, dan berkata dengan nada pelan, "semoga kau menjadi imamku sampai maut memisahkan!"
"Aamiin, aku akan selalu menjaga mu, dan akan selalu menyangimu, tapi kamu jangan bandel ya! jadi aku tidak akan menghukum mu!" ucap Alex pada Alin sambil memeluknya, yang terbangun karena kecupan dan perkataan Alin,
Gila ... ! Apa yang kulakukan, kenapa aku menjadi seperti ini sih! malu-maluin aja sih! Aku langsung membenamkan wajahku ke dalam pelukannya, karena saking malunya, aku merasa seperti menjadi bukan diriku saja.
*****
Sampai juga nih di Jepang, ahh senangnya nanti aku telepon Lili deh buat temenin aku jalan. Daripada liat dia kerja, mending aku pergi jalan sama Lili. Coba kalau Salma ada disini juga, pasti seru deh, aku belum tau nih Salma lagi ada dimana? nanti aku telepon dia deh.
"Silahkan Nona!" ucap Asisten Ari, sambil membukakan pintu mobil.
"Aku ada urusan dulu, nanti kita makan malam bersama! tuk hari ini kau istirahat saja, jangan bermain ke luar! ingat pesanku ya!!" ucap Alex dengan tegas, sambil mengecup kening Alin.
"Siap, Tuan Muda mesum gila ku!" jawab Alin dengan senyum nakal nya.
Melihat Alin seperti itu malah membuat Alex semakin ingin menggodanya, ditarik tangan Alin sehingga Alin terjatuh di pelukan Alex yang sedang duduk di dalam mobil. "Awwww, apa yang kau lakukan sakit tahu! kenapa sekarang kau lebih sering menarik tangan ku sih?"
"Dengar aku bilang apa padamu! Panggil aku apa hah!!"
"Iya, aku lupa sayangku! puas!!" jawab Alin dengan nada kesalnya.
"Ingat pesanku, jangan keluar dari kamar mu, jangan bermain dengan teman mu dulu, hari ini istirahat di kamar! kalau kamu tidak ada saat aku pulang! Kau akan ku hukum sehingga kau tidak bisa berjalan!!"
"Iya aku akan diam di kamar, ga akan kemana-mana! sudah puas sayangku?"
"Nah gitu dong, harus jadi istri penurut ya! Aku pergi sebentar ya, tunggu aku, ingat pesanku!!"
"Sayang, kenapa sih kamu jadi bawel banget! Aku kan bisa jaga diri, lagian siapa yang mau cari masalah dengan ku, disini kan tidak ada yang mengenalku!" gerutu Alin.
"Baru aku bilang sudah mau berdebat dengan ku!! Dengar sebenarnya aku tidak mau mengajakmu ke Jepang, karena disini banyak sekali musuhku, mereka ingin menghancurkan ku, aku takut terjadi sesuatu pada istri tengilku! hari ini turutin apa pun yang ku suruh ya, jangan membantahku!!"
"Baiklah, aku akan turuti perintah mu!" Aku pun langsung berjalan masuk di ikuti beberapa pengawal yang di berikan Alex, dan dia langsung pergi bersama Asisten Ari.
Ahh, dasar Tuan Muda mesum gila, dia sudah mulai memerintah dan memaksakan kehendaknya, itu yang membuatku kesal. Kemarin dia begitu lembut dan hangat, ehh sekarang kembali seperti semula. Sudah gitu panggil aku istri tengil pula, giliran aku disuruh manggil dia sayang atau suami ku. Arrgghhhh kesel aku di buatnya, terus aku harus ngapain disini, duduk dan diam saja, bosan kan kalau kaya gini, lebih baik aku telepon Lili deh sapa tau dia ada waktu jadi kita bisa jalan.
Drrrttttt....
Drrrttttt....
Drrrttttt....
__ADS_1
Angkat
"Hallo Lin!" jawab di seberang telepon tak lain adalah Lili.
"Li, Lo dimana? Gue dah di Jepang nih, ketemuan yu sekarang?"
"Serius Lin! Lo ada di Jepang? kebetulan gue lagi off nih, ga da kerjaan kita ketemuan yu?"
"Ayo, Lo jemput gue ya, gue ada di hotel xxxx!"
"Oke, gue jemput Lo sekarang!" Lili menutup teleponnya, langsung mengambil tas dan menyalakan mobilnya, dia langsung menuju hotel di mana Alain menginap.
Beberapa saat kemudian, Lili sampai di hotel dimana Alin menginap, dan langsung menuju kamar Alin. Ada dua orang pengawal yang sedang berjaga di depan pintu kamar Alin, gila si Alin kaya seleb aja hahha, di jaga pengawal, berati suami nya bener-bener sayang sama Lo Lin!.
"Maaf Nona! Ada yang bisa kami bantu?" tanya seorang pengawal pada Lili.
"Aku Lili, temannya Nona kalian!"
"Nona Lili, silahkan masuk! Nona alin sudah menunggu Anda!"
Lili pun masuk ke dalam kamar yang begitu mewah sekali, kamar hotel seperti apartemen mewah. Lili.... teriak Alin memanggil Lili yang baru saja masuk. "Kita jalan yu Li! Gue bosen nih masa gue suruh di kamar terus!" ajakan Alin seraya ingin segera pergi.
"Lo udah ijin belum sama suami mu?"
"Belum sih, tapi biarlah kan aku hanya jalan sebentar bareng kamu!"
"Ijin dulu gih! soalnya di depan ada pengawal, kasian kan mereka nanti kena damprat suami Lo!"
"Iya juga ya! Oke deh gue telepon dia dulu!" Aku memijit nomor telepon Alex.
Drrrttttt....
Drrrttttt...
Drrrttttt...
Angkat
"Hallo!"
"Yang, aku boleh pergi kan sama Lili, ni anak dah ada di hotel, ga enak kan aku nolak dia! Boleh ya sayang!" ucap Alin.
"Kan sudah kubilang jangan kemana-mana!"
"Pliss...pliss...pliss ya sayang! Aku sama Lili ko! Aku ga akan aneh-aneh ko!"
Alex yang mendengar rengekan Alin seperti anak kecil, tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya tersenyum membayangkan ekspresi alin sekarang, yang sedang memohon padanya, orang-orang yang melihat Alex tersenyum, keheranan dengan tingkah bos nya itu.
"Aku ijinkan kau pergi! tapi kamu harus pergi bersama para pengawal!"
"Ahhh, makasih ya sayang, oke deh aku akan bawa mereka!" bip... kututup telepon ku.
"Gimana Lin?"
"Gue di ijin in tapi gue harus di temani para pengawal!"
"Biarlah, yang penting kita bisa pergi jalan keluar dan bersenang-senang!"
"Hahaha iya ya! ayo kita pergi nanti keburu malam, soalnya aku harus udah balik sebelum dia balik ke hotel!"
________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
__ADS_1
@macan_nurul
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua ๐๐ jangan lupa ya klik like dan komennya๐๐