
Hari-hari berlalu begitu hangat serta indah bagi kedua pasangan yang baru merasakan nikmatnya hidup berumah tangga. Lili dan Arata sangat bahagia dengan kehidupannya.
Sikap perhatian Arata pada Lili, membuatnya semakin jatuh hati. Dia mulai melupakan semua traumanya, walaupun semua kenangan itu tak akan pernah lupa dari ingatannya.
"Siang semuanya?!"
Lili dan Arata terkejut melihat kedatangan Akhira, mereka tidak tahu apa niat Akhira mendatangi rumah. Akhira melihat Lili dengan tatapan yang berbeda, itu membuat Lili tidak nyaman.
Arata yang sudah mengenal betul Akhira tahu, dari tatapan matanya terlihat jelas bahwa dia mulai menyukai Lili. Hati Arata mulai tak tenang. Dia takut kejadian masa lalu akan terulang kembali.
"Kenapa kau begitu terkejut melihatku?!"
Akhira berkata dengan santainya, dia tidak merasa bersalah atas segala yang sudah dia lakukan pada Arata. Lili yang melihat kekesalan dimata Arata, dia segera berdiri dan mengajak Arata untuk masuk kedalam kamar.
Lili tidak ingin melihat Arata berkelahi dengan Akhira, karena semua itu tidak ada gunanya. Tidak ada untungnya pula melawan Akhira. Lili membuang muka saat Akhira mengajaknya berbincang.
Terlihat sangat jelas oleh Akhira bahwa Lili tidak menyukainya, namun itu tak masalah baginya. Dia akan terus berusaha merebut Lili dari tangan Arata.
Melihat kepergian Lili serta mengajak Arata, Akhira pun melangkah pergi meninggalkan rumah. Dalam benaknya sedang mencari cara untuk memisahkan Lili dan Arata.
Dalam perjalanan pulang Akhira menghubungi seseorang untuk bertemu dengannya. Dia sangat yakin dengan orang itu, dia akan berhasil merebut Lili dari tangan Arata. Dia tersenyum tipis, dengan apa yang akan dia dapatkan.
Tibalah Akhira di apartemennya, dia masih menunggu orang yang hendak dia ajak bekerja sama untuk menghancurkan hubungan Lili dan Arata. Bel pintu berbunyi, sepertinya orang yang sudah ditunggu-tunggu sudah tiba.
Dibukanya pintu apartemen, benar saja dia sudah berdiri di depan pintu dengan senyum manisnya. Wanita itu memeluk Akhira dengan lembut serta mengecup sekilas bibir Akhira.
"Apakah kau sudah menungguku dari tadi?!"
Tanya seorang wanita pada Akhira, dia tak lain adalah Fumiko. Akhira ingin menyuruh Fumiko untuk menghancurkan hubungan Lili dan Arata.
Mendengar rencana Akhira, ada sedikit rasa tertantang namun batinnya tidak ingin melakukannya. Meski dia dulu sangat mencintai Arata, namun semua itu sudah berlalu. Dihatinya sekarang hanya ada seorang pria saja, namun itu bukan Arata.
Semenjak pertemuannya di Korea, dia tahu bahwa di hati Arata sudah tidak ada dirinya. Semua ini memang salah Fumiko, karena dia yang sudah mengkhianati Arata.
"Intinya kamu harus menggoda Arata, agar Lili berpisah dengan Arata!"
Fumiko hanya diam mendengar semua rencana busuk Akhira, apa belum cukup semua pengorbanannya. Dia merasa lelah dengan sifat Akhira yang seperti ini. Yang di inginkan Fumiko adalah Akhira yang tidak memiliki rasa iri hati berlebihan.
__ADS_1
"Apa belum cukup kau menyakiti Arata?!"
Mendengar perkataan Fumiko Arata tersenyum tipis, dia tidak menyangka Fumiko yang dia kenal dulu berbeda dengan yang sekarang. Entah apa yang membuatnya berubah, dilihatnya Fumiko secara seksama memang terlihat perubahan dalam dirinya.
"Aku pergi! Jika sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi?!" ucap Fumiko pada Akhira, dalam hatinya dia sudah tidak tahan melihat Akhira seperti ini.
Saat Fumiko hendak berdiri dan hendak pergi meninggalkan Akhira, dia menarik lengan Fumiko. Dia langsung mengecup bibir Fumiko dengan memaksa, namun beberapa detik kemudian Fumiko menikmati permainan Akhira. Sehingga dia pun membalas kecupan Akhira.
***
Dilain tempat Arata memikirkan sikap Akhira terhadap Lili, dia sangat khawatir jika Akhira akan melakukan hal yang membuatnya kehilangan Lili. Baginya Lili adalah segala-galanya, dia mulai mencintai Lili dengan sepenuh hatinya.
Melihat Arata yang melamun, Lili bergegas menghampirinya. Arata tak menyadari bahwa Lili sudah duduk disampingnya. Lili menatap Arata secara lekat dalam benaknya berkata, apa yang sedang dia pikirkan.
"Sayang, apa kau mencintaiku?!" Bisik Lili pada Arata.
Mendengar bisikan Lili, Arata tersadar dari lamunannya. Dia menarik Lili sehingga ada di dalam pangkuannya. Lili pun tersenyum dan duduk manis dipangkuan Arata.
"Aku sangat mencintaimu! Mungkin lebih dari kau mencintaiku!"
Setelah berkata seperti itu Arata dengan cepat melayangkan kecupan hangat di bibir Lili. Mendapatkan serangan manis dari Arata, dia pun membalas serangannya dengan mengecup hangat Arata. Arata menghentikan kecupannya, ditatapnya Lili dengan lembut lalu dia memeluknya dengan erat.
Lili berpikir sejenak, mengapa Arata mengatakan semua ini. Lagi pula dia tidak berniat untuk meninggalkan Arata, kecuali maut memisahkan mereka. Lili pun membalas pelukan Arata, seraya memberikan jawaban bahwa dia tidak akan pernah meninggalkannya.
"Dengar sayang! Aku tidak akan meninggalkanmu, kecuali maut yang memisahkan kita!" Lili berkata lirih pada Arata, dia tidak mau membuat Arata bersedih.
Arata semakin erat memeluk Lili, sepersekian detik suasana sedih berubah Lili menjahili Arata. Dia menggigit telinga Arata, itu membuat Arata terkejut.
Arata melempar lembut Lili diatas sofa, dikecupnya bibir Lili dengan lembut. Tangannya mulai akan beraksi, dia mulai mengilikitik bagian tubuh sensitif Lili.
Seketika Lili melepaskan bibirnya dari kecupan Arata, langsung terkekeh karena kegelian. Arata terus menggoda Lili, dia tidak ingin menghentikannya. Karena Lili selalu saja menggodanya terlebih dahulu.
"Haha, sudah cukup hentikan! Arata hentikan! Aku mengaku salah, aku minta maaf!"
Lili terus berkata agar Arata menghentikan permainannya, Arata menghiraukan apa yang dikatakan Lili. Dia terus saja mengilikitiknya, dia berhenti saat melihat Lili kelelahan akibat tertawa.
"Kau ingin membuatku mati kekalahan hah!"
__ADS_1
Arata terkekeh mendengar perkataan Lili yang terengah-engah karena hampir kehabisan napas. Arata membelai rambut Lili lalu berkata, "Mana mungkin aku ingin membuatmu tiada! Kau adalah wanita milikku!"
Lili berusaha mengatur ritme pernapasannya, Arata hanya memperhatikannya saja. Dia sungguh tak menyangka akan jatuh cinta pada wanita yang ada di depannya.
Sekilas dia teringat kembali akan Fumiko, dulu dia sangat mencintai dia. Namun dia pergi meninggalkannya hanya seorang pria dan cita-citanya. Jika hanya cita-citanya Arata masih bisa menerimanya, namun ada pria lain di hati Fumiko itu yang membuat Arata kecewa.
Arata sudah melamar Fumiko, namun disaat dia melamar Fumiko membawa seorang pria yang begitu dia sayangi. Ternyata selama itu Arata sudah dibohongi oleh Fumiko dan Akhira.
Mereka mengatakan saling mencintai, itu sebabnya aku mundur lalu membiarkan Fumiko dan Akhira bersama. Hatinya sangat sakit melihat penghianatan mereka, butuh waktu untuk melupakannya.
Akhira belum puas merebut Fumiko dari tangan Arata, dia mempengaruhi Arata dengan pengaruh buruknya. Sehingga dia berubah menjadi iblis yang menghancurkan wanita yang saat ini ada dihadapannya. Dia adalah Lili.
Dalam batinnya Arata berkata, kali ini dia tidak akan melepaskan Lili demi Akhira. Dia akan mempertahankan Lili hingga akhir hayatnya. Sudah cukup dia mengalah demi Akhira, sekarang saatnya dia memperjuangkan apa yang sudah menjadi miliknya.
Lili yang melihat Arata kembali termenung, kembali memeluk Arata. "Kau tidak usah mengkhawatirkanku! Aku tidak akan terpengaruh oleh Akhira! Hanya kau suamiku untuk selamanya!"
Mendengar perkataan Lili semakin membuat hati Arata tenang, ternyata Lili menyadari apa yang sedang menjadi masalah Arata. Meski dia masih penasaran tentang Fumiko, karena sampai sekarang Arata belum menceritakannya.
Terdengar suara ketukan pintu, Arata bergegas membuka pintu kamarnya. Dilihatnya Minami sedang berdiri didepan pintu kamar, dia meminta ijin untuk bertemu dengan Lili.
Mendengar suara Minami, Lili menghampiri mereka. Lili mengajak Minami ke ruang baca, dia ingin tahu alasan samapai dia menghampirinya di rumah.
Minami mengatakan ada yang ingin mengacau di perusahaan, dia sudah menyelidiki semuanya. Dalam benak Lili itu pasti ulah Akhira, namun semua itu salah. Ternyata yang ingin mengacau orang yang tidak aku kenal.
"Apa sudah kau atasi semuanya?!"
Minami menjawab pertanyaan Lili, dia belum bisa mengatasinya. Karena orang itu ingin bertemu dengan Lili secara langsung. Entah apa yang akan direncanakan orang itu. Yang pasti Lili harus menemuinya, untuk mengetahui apa alasannya dia mengacau di perusahaannya.
____________________________________________
Hai para pembaca setiaku, maaf kalau membingungkan ya, yang ingin tahu kelanjutan Alin dan Alex bisa lanjut baca di "Pembalasan si Kembar Wibowo" sudah bisa di baca ya, selamat membaca 😊😉
__________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
__ADS_1
@macan_nurul
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉