
Pagi ini Arata berniat untuk tidak pergi ke kantor, namun Lili menyuruhnya untuk pergi ke kantor. Karena dia tahu bahwa perusahaannya saat ini sedang dalam masalah.
"Pergilah! Di sini aku ada Sarada yang menemani, jadi kau tidak perlu khawatir!"
Lili berkata demikian untuk menyakinkan Arata agar tidak usah khawatir akan dirinya. Melihat Lili yang bersikeras menyuruhnya pergi ke kantor, Arata pun bersiap untuk pergi.
"Baiklah, aku akan pergi! Tapi jika terjadi sesuatu kau harus segera menghubungiku!" Arata berkata dengan lembut namun sedikit ada penekanan.
Lili tersenyum dia tidak menyangka bahwa Arata akan bersikap seperti ini padanya. Arata sedikit lega melihat senyum Lili yang merekah, dia mengecup kening Lili dengan lembut. Lalu diamelangkah pergi meninggalkan Lili.
Dalam perjalanan menuju perusahaan, Arata bertanya pada Maru mengenai penyelidikan siapa yang sudah membuat kekacauan. Maru mengatakan bahwa informasi yang diminta sudah ada di kantor.
Seorang bawahan Maru yang ditugaskan untuk menyelidiki semuanya sudah ada di kantor. Hanya itu yang bisa Maru katakan saat ini pada Arata.
Ckitttt!
Mobil berhenti mendadak, rupanya di depan ada sebuah mobil yang menghentikan mobilnya.
"Ada apa?!" Arata bertanya pada Maru, karena dia yang duduk di samping sopir.
Maru keluar dari mobilnya, dia melihat yang terjadi. Arata hanya memperhatikan Maru dari dalam. Tanpa kata-kata seorang pria menyerang Maru, terjadilah perkelahian kecil diantara mereka.
Arata keluar dari mobilnya, dia ingin mengetahui mengapa pria itu menyerang Maru. Dia melihat Maru sudah berhasil melumpuhkan pria itu.
"Kenapa kau menyerang orangku?!" Arata bertanya pada pria yang sudah tidak bisa melawan itu.
"Maafkan saya Tuan, saya tidak bermaksud membuat kekacauan!" ucap pria yang menyerang Maru.
Arata menyuruh Maru untuk melepaskan pria tersebut, mendengar perintah tuannya Maru pun melepaskan pria tersebut. Dia berkata jika muncul lagi di hadapannya maka dia tidak akan melepaskannya.
Setelah pria itu pergi, Arata menyuruh Maru untuk masuk mobil. Lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju perusahaan. Dalam benak Arata masih memikirkan siapa orang itu, yang berniat menghancurkan perusahaannya.
Tibalah Arata di perusahaannya, dia berjalan memasuki ruang kerjanya. Maru menemui orang yang sudah dia suruh untuk mencari semua informasi mengenai orang yang mengacaukan perusahaan.
__ADS_1
Maru mendapatkan amplop coklat yang berisikan semua informasi yang dibutuhkan. Dia menyuruh orang itu untuk kembali bekerja, lalu Maru menuju ruang Arata. Dia menyerahkan amplop coklat pada Arata.
Arata membuka amplop coklat itu, lalu dia membaca dengan sangat teliti. Ada sebuah foto seorang pria yang tidak dia kenal, dia merasa tidak pernah membuat masalah dengan pria ini.
"Siapa pria ini?!" Arata bertanya pada Maru, Maru yang sedari awal sudah mencari tahu pria ini mulai mengatakan siapa dia sebenarnya.
"Nathan Wijaya! Dia seorang pengusaha asal Indonesia, saya tidak tahu sejak kapan dia mulai mengincar perusahaan kita!" jawab Maru dengan tegas dan penuh keyakinan.
Arata menyuruh Maru terus menyelidiki siapa Nathan itu, dia ingin tahu semua informasi mengenai pria itu. Maru mengangguk, lalu pergi meninggalkan Arata.
Nathan Wijaya sebenarnya siapa kau? Ada dendam apa kau terhadapku? Aku harus segera menanganinya, aku takut dia mengincar Lili juga! gumam Arata.
Arata mengambil handphone-nya, dia menghubungi Lili. Dia bertanya bagaimana keadaannya sekarang, Lili menjawab bahwa dia sudah lebih membaik.
Arata hendak bertanya pada Lili mengenai Nathan, namun diurungkan dia tidak mau mengatakan semua ini hanya di telepon saja. Lagi pula Lili saat ini belum begitu sehat.
Arata menutup sambungan teleponnya, dia pun mulai bekerja kembali. Dia harus mengurus semua kekacauan yang di sebabkan oleh Nathan. Meski pikirannya tidak bisa fokus terhadap pekerjaan yang sudah ada di depannya.
Hari sudah sore, Arata pun memutuskan untuk segera kembali ke rumah. Dia sungguh tidak ingin berjauhan dengan Lili, apalagi jika lili sedang tidak sehat seperti ini.
Tibalah Arata dan Maru di rumah, mereka sedang mendapatkan Lili serta Sarada yang sedang duduk di taman. Mereka sedang menikmati suasana menjelang senja.
"Bagaimana keadaanmu sayang?" Arata bertanya dengan lembut pada Lili.
Lili tersenyum lembut, saat dia melihat Arata yang baru saja kembali. Dia menyuruh Arata untuk duduk disampingnya, Arata pun duduk di samping Lili. Sebelum duduk Arata mengecup kening Lili dengan lembut.
Sarada berdiri dari duduknya, dia memberikan ruang pada Lili dan Arata untuk berduaan. Sarada pamit untuk ke kamarnya terlebih dahulu, lili pun mengijinkan Sarada. Karena tugasnya sudah selesai.
Saat Sarada berjalan meninggalkan Lili dan Arata, tangannya ditarik oleh Maru. Dia berhenti sesaat lalu tersenyum, dengan arti dia senang dengan kepulangan Maru hari ini.
Maru hanya berdiri lalu melepaskan tangan Sarada, dia masih belum bisa pergi. Karena tugasnya belum selesai, tugas Maru lebih berat dari pada Sarada. Maru harus selalu ada jika Arata membutuhkannya.
Di lain tempat Novi yang mengurus semua pekerjaan Lili masih berada di kantor. Begitu banyak pekerjaan yang harus dia urus selama Lili memulihkan kesehatannya.
__ADS_1
Novi merasa senang bisa meringankan beban Lili, dalam hatinya dia akan berusaha dengan sebaik mungkin. Untung saja Novi menyukai design sehingga dia bisa dengan cepat memahami semua pekerjaan yang di berikan oleh Lili.
Sebenarnya dulu Novi ingin melanjutkan pendidikannya di bidan design, namun sang ayah tidak mengijinkannya. Ayahnya menyuruh Novi mengambil jurusan keuangan.
Novi sempat menolak, namun keinginan ayahnya begitu besar. Sehingga Novi terpaksa menuruti kemauan ayahnya, begitu banyak penderitaan yang sudah Novi rasakan sewaktu masih tinggal bersama keluarganya.
Sudah banyak dia mengorbankan dirinya untuk kepentingan ayah dan ibunya. Dia pernah berpikir apakah dia benar-benar anak kandung mereka. Karena mereka seperti tidak menganggapnya sebagai putri mereka sendiri.
Handphone Novi berbunyi, dia melihat siapa yang mengirimnya pesan. Dia melihat di layar telephonenya, ternyata yang memberinya pesan adalah tante Hani. Dia meminta Novi untuk mampir ke rumah untuk makan malam.
Novi pun membalas pesannya, dia menyanggupi permintaan tante Hani. Karena saat ini yang begitu memperhatikan dirinya adalah Lili, tante Hani dan om Karim.
Novi pun mbereskan semua berkas yang sudah dia periksa, setelah itu dia bergegas meninggalkan kantor untuk menuju rumah tante Hani. Dia memasuki mobil, lalu menyalakan mesin mobil.
Dia menjalankan mobil secara perlahan, dia menikmati jalanan sembari mengendalikan laju mobilnya. Hatinya begitu tenang, semenjak di Jepang dia merasa nyaman. Dari pada dia tinggal di Indonesia bersama dengan kedua orangtuanya.
Sampailah Novi di rumah tante Hani, dia disambut dengan hangat oleh om dan tante. Dia begitu bahagia ternyata dirinya masih bisa merasakan kehangatan keluarga.
"Kenapa kau tidak tinggal di sini saja?!" tanya tante Hani pada Novi.
Novi tidak mau merepotkan om dan tante, sehingga dia lebih memilih tinggal di apartemen. Lagi pula Lili sudah mengijinkannya untuk menempati salah satu apartemen Lili.
Tante Hani menatap Novi dengan lekat, dia tidak menyangka Novi yang dulu sudah berubah. Mungkin Novi yang dulu akibat pengaruh orangtuanya.
__________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
@macan_nurul
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉
__ADS_1