
Aku pun berjalan bersama Lili, di ikuti pula oleh beberapa pengawal. Kami mengobrol kesana-kemari. Tapi ini membuatku melupakan kejadian tadi, yang membuatku takut plus kesal dengan apa yang di ucapkan Arata. Kami berniat untuk pergi meninggalkan taman menuju tempat lain, Lili mau mengajakku ke suatu tempat kuliner yang katanya sih rekomended banget.
Pada saat mobil kami melewati jalanan yang agak sepi, tiba-tiba ada mobil yang menyalip. Dan membuat mobil yang kami tumpangi berhenti. Seorang pengawal ku keluar dan menanyakan kenapa mereka melakukan hal itu. Tetapi pengawal ku malah di serang, otomatis pengawal ku yang lain bersiap-siap untuk melindungi ku dan Lili. Tapi aku tidak bisa diam begitu saja, akhirnya aku pun ikut membantu para pengawal menghadapi mereka. Lili pun sama dia turun tangan. Akhirnya kami semua berkelahi.
Namun jumlah mereka semakin banyak. Aku dan Lili kelelahan, para pengawal ku pun sama, salah seorang pengawal berkata, "Nona, lebih baik Nona dan teman Anda segera pergi dari sini! Kami takut tidak bisa melindungi Nona lagi, kami mohon Nona!"
"Kau sudah tahu bukan, aku tidak akan meninggalkan orang ku begitu saja! Kalian lebih baik fokus pada lawan kalian, jangan hiraukan aku!" Aku berkata sambil melanjutkan perkelahianku.
"Lin kamu coba hubungi suamimu, suruh dia memberikan bantuan pada kita! Aku yakin kita tidak bisa menghadapi mereka semua, cepat aku akan melindungi mu." Ucap Lili dengan terengah-engah.
Aku pun langsung menghubungi Alex.
Tut...
Tut...
Tut...
Angkat.
"Alex cepat kamari! Ada yang menyerang kami, Aku sudah kelelahan begitupun dengan para pengawal." Ucap ku pada Alex.
"Alin dimana kamu! Cepat katakan dimana posisi mu seakrang?" Alex berteriak, namun handphone Alin mati.
Alex POV
"Ari cepat! Kamu lacak di mana Alin berada!" Alex berkata sambil berjalan cepat menuju mobil guna menyelamatkan Alin.
Ari pun mengikuti Alex sambil mencari tahu posisi Nona Alin berada, 'sial kenapa aku tidak memberikan pengawal yang banyak sih, padahal aku merasakan akan terjadi sesuatu yang buruk!' gumam Ari dalam hatinya. Akhirnya Ari menemukan lokasi dimana Alin berada, dia langsung injak gas. Mobil melaju sangat kencang, Ari tidak mau terjadi sesuatu dengan Nona nya, karena jika terjadi sesuatu pada Nona Alin itu akan membuat Tuan Muda nya terluka dan terpuruk. 'aku mohon Nona agar tidak terjadi sesuatu padamu,' ckitttt... Ari menginjak rem mobil.
Setelah mobil terhenti Alex langsung keluar, dia hanya melihat mobil Alin dan para pengawal yang sudah terjatuh tak berdaya. Aku mencari dimana Alin berada tapi tidak kutemukan.
"Alinnnnnnnnn...!"
Teriakku memanggil nama Alin, tapi tidak ada sahutan darinya.
"Ari cepat cari dimana keberadaan istriku! Aku tidak mau terjadi apa-apa padanya!"
Ari pun mengikuti Alex sambil mencari tahu posisi Nona Alin berada, 'sial kenapa aku tidak memberikan pengawal yang banyak sih, padahal aku merasakan akan terjadi sesuatu yang buruk!' gumam Ari dalam hatinya. Akhirnya Ari menemukan lokasi dimana Alin berada, dia langsung injak gas. Mobil melaju sangat kencang, Ari tidak mau terjadi sesuatu dengan Nona nya, karena jika terjadi sesuatu pada Nona Alin itu akan membuat Tuan Muda nya terluka dan terpuruk. 'aku mohon Nona agar tidak terjadi sesuatu padamu,' ckitttt... Ari menginjak rem mobil.
Setelah mobil terhenti Alex langsung keluar, dia hanya melihat mobil Alin dan para pengawal yang sudah terjatuh tak berdaya. Aku mencari dimana Alin berada tapi tidak kutemukan.
"Alinnnnnnnnn...!"
Teriakku memanggil nama Alin, tapi tidak ada sahutan darinya.
"Ari cepat cari dimana keberadaan istriku! Aku tidak mau terjadi apa-apa padanya!"
"Tuan, ada seorang pengawal yang ingin bicara dengan Anda!" Ari berkata sambil membawa pengawal yang baru saja sadar.
"Cepat katakan apa yang terjadi?" Tanya Alex dengan nada marahnya.
"Maafkan kami Tuan, kami tadi mau menuju ke lokasi xxx tapi kami dihadang di tengah jalan. Jumlah mereka sangat banyak, sehingga Nona Muda dan temannya Nona Lili ikut berkelahi, saya sudah menyuruh Nona dan temannya untuk segera pergi. Tapi Nona tetap tidak mau, Nona berkata 'sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkan pengawalku.' Beberapa saat kemudian ada seseorang yang menembakkan senjata ke arah Nona dan temannya. Nona dan temannya seketika tak sadarkan diri, saya rasa Nona di bius. Dan orang itu membawa Nona dan temannya pergi, saya berusaha untuk menolong Nona, tapi ada yang memukul saya dari belakang. Akhirnya saya tak sadarkan diri, Tuan Muda maaf kan saya, saya pantas dihukum, dan saya juga pantas mati karena tidak bisa menolong Nona."
"Sial! Siapa yang sudah berani melakukan ini, kita lihat saja nanti!! Ari cepat cari dimana keberadaan istriku!"
"Baik Tuan Muda." Ari pun langsung mengerahkan seluruh pengawal yang ada di Jepang untuk mencari keberadaan Nona Alin.
Drrrttttt...
__ADS_1
Drrrttttt...
Drrrttttt...
Handphone Alex berbunyi dilihat nya nomor Arata, angkat
"Hallo Tuan Alex, bagaimana sudah menemukan istrimu?" Ucap Arata dengan nada sombongnya.
"Dasar kau ********! Katakan padaku diamana istriku?" Alex sangat marah mendengar Arata berkata seperti itu.
"Cari saja sendiri, aku pastikan kau tidak akan bisa menemukan kemabali istrimu! Dan aku pun mendapatkan bukan satu wanita tetapi dua sekaligus! Hahahhaha aku ucapkan terimakasih pada mu Tuan Muda Alex!" Ucap Arata dan menutup teleponnya.
"Ari, cepat kau cari keberadaan Arata, Alin dan Lili ada di tangan Arata! Aku ingin dan satu jam kau menemukannya!!"
"Baik Tuan Muda!" Ari pun langsung bergerak cepat.
****
Arata POV
Hahaha tidak kusangka aku akan mendapatkan dua gadis cantik sekaligus, kau sungguh beruntung Arata. Tidak kusangka temanmu juga cantik Nona Alin. Kalian berdua akan menjadi milikku, dan tidak akan pernah aku lepaskan kalian hahahahhaha. Akan kutunggu hingga kalian sadar, maka kita akan bersenang-senang.
Alin pun tersadar, 'kenapa aku ada disini?' aduh kepalaku sakit sekali, dimana ini? Kenapa tangan ku terikat seperti ini. Aku pun melihat Lili yang ada di sebelah ku.
"Li bangun Li, ayo bangun!" Alin memanggil Lili dengan menggoyangkan badannya ke badan Lili.
Tak lama kemudian Lili pun terbangun, "aww kepalaku sakit sekali, Lin dimana kita? Kenapa kita ada disini?"
"Aku tidak tahu Li, kenapa kita jadi ada disini dan terikat seperti ini?" Ucap Alin yang sama bingungnya dan masih merasakan sakit di kepalanya.
"Prok...!"
"Prok...!"
"Prok...!"
"Arata rupanya kau? Kenapa kau lakukan ini pada kami hah!" Alin berkata dengan nada marah.
"Sabar sebentar Nona cantik, jangan kau marah-marah seperti ini, kalau kau marah maka aku akan semakin menginginkan mu!" Ucapku pada gadis cantik ini hahaha.
"Dasar kau gila! Apa kau tidak tahu malu Arata? Ayahmu sangat baik dan mengerti agama, tapi kau begitu busuk seperti monster." Lili berkata dengan kesal.
"Hei, gadis rupanya kau mengenal Ayah ku hah! Tapi itu tidak akan membuatku melepaskan kau atau pun teman mu ini."
"Lepaskan kami, jika tidak kau akan menyesal!" Lili semakin gusar.
Aku berjalan mendekati Lili, dan kuangkat dagunya dan berkata, "Menyesal!! Hahahaha rupanya kau begitu sombongnya, dengar Nona cantik yang akan menyesal di sini adalah kau."
"Apakah kau tidak takut mempermalukan nama baik Ayahmu, ayahmu adalah orang yang baik, dia menjunjung tinggi kehormatan wanita, kau kebalikan dari Ayahmu, tidak kusangka Tuan Amida memiliki seorang anak yang kelakuan nya seperti monster." Lili berkata dengan nada menyindir.
Dasar gadis tengil, kau sudah membuatku kesal sekali apalagi kalau kau sudah membandingkan aku dengan Ayah ku, akan kuberikan kau pelajaran terlebih dahulu, "siap-siap lah kau mendapatkan hukuman karena sudah membuat ku kesal!"
"Apa yang mau kau lakukan, jangan dekati aku! Pergi sana dasar kau monster!!" Teriak Lili yang sedang di serang Arata.
"Jangan dekati dia Arata, kalau tidak kau akan menyesal seumur hidupmu!!" Teriak Alin guna menghentikan tindakan buruk Arata pada Lili.
"Hahaha, sekarang aku akan menikmati tubuhku yang manis ini, jadi bersiap-siaplah gadis ku Lili, tubuhmu seindah namamu Lili seperti bunga Lili yang memancarkan keindahannya."
"Dasar kau ******** Arata, cepat lepaskan Lili! Jangan kau sentuh dia, Arata!!" Teriak Alin memecah di dalam kamar , namun tidak ada yang mendengarkan teriakan Alin dan Lili.
__ADS_1
"Hahaha sabar saja nanti giliran mu akan tiba gadis ku Alin!" Ucapku pada Ali gadis yang begitu membuatku tertarik dan tidak akan pernah aku lepaskan.
Sekarang aku akan menikmati mu Lili, kau sama cantiknya dengan Alin, teruslah melawanku karena semua itu akan semakin membuat ku bergairah dan semakin menikmatinya. Aku melepaskan semua pakaiannya, aku mengikat kaki dan tangan nya agar dia tidak bisa melawan lagi, tapi aku sangat menikmati semua ini. Teriakan nya, hinaannya, itu semua membuatku semakin ingin terus memakannya. Sudah satu jam aku menikmati Lili, ternyata dia masih belum terjamah oleh pria mana pun, hahaha aku sungguh beruntung bisa menikmatinya terlebih dahulu.
Lili yang sudah tak berdaya, hanya bisa meratapi semua yang sudah terjadi, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Pikirannya melayang entah kemana, yang ia rasakan hanya rasa sakit yang tidak mungkin akan dia lupakan seumur hidupnya. Dia merelakan tubuhnya sangat kotor, dan sudah tidak suci lagi, dan akhirnya Lili tak sadarkan diri.
"Dasar kau mosnter Arata, aku tidak akan memaafkan mu karena kau sudah melakukan hal ini pada temanku! Akan ku balas setiap tetes air mata yang keluar dari temanku, aku kau bayar setiap sentuhan kotor mu itu pada temanku!" Ucap Alin dengan nada marah.
"Apa kau mengancamku hah! Kalau kau sudah berani mengancamku, berarti kau siap untuk menerima hukuman mu?" Ucap ku kepada Alin, dan aku pun ingin merasakan keindahan tubuhnya, dan aku pun sudah tidak tahan lagi untuk menikmatinya.
"Tunggu, jangan kau coba-coba mendekatiku! Pergi sana jauhi aku, aku tidak sudi kau sentuh!" Alin berteriak sekuat tenaga.
"Semakin kau berteriak dan melawan, aku semakin tertantang dan ingin menikmati mu."
Aku mendekat pada Alin dan ku gendong dia menuju sofa, sekuat apapun kau maelawanku kau tidak akan sanggup bisa lepas dari ku, aku mulai membuka penutup kepalanya, ternyata dia benar-benar cantik. Rambutnya yang hitam berkilau sangat indah dipandang, kulitnya yang putih terlihat di balik baju nya, kubuka sobek pakaiannya dan terlihatlah kulitnya yang putih bersih, aku mulai mengecup bagian tubuh.
"Brakkkk...!"
Suara pintu di dobrak, pintu pun terbuka lebar.
"Sial, siapa yang berani mengganggu ku hah!!"
Bug... Bug... Dua pukulan melayang ke wajah ku, aku tidak terima dengan pukulan itu, aku pun berusaha melihat dengan jelas siapa yang sudah berani mengganggu dan memukulku.
"Ternyata itu kau Tuan Muda Alex! Hahahha apa kau ingin melihat pertunjukan ku!"
"Dasar kau ********, berani sekali kau menyentuh istri ku!!" Alex pun memukul kembali Arata hingga tersungkur.
"Hahaha istri mu begitu beruntung aku baru saja mau menyentuhnya, tapi kau mengganggu ku. Tapi aku puas telah memberi pelajaran pada temannya, sehingga dia akan terus teringat apa yang terjadi. Seperti luka yang tidak bisa sembuh baik istrimu atau temannya, hahahhaha."
Alex yang melihat keadaan istrinya langsung menutupi nya dengan jas yang dia pakai. Ari yang melihat Lili tak sadarkan diri langsung menutupi nya dengan selimut.
"Dasar kau anak tidak tau diri, berani ya kau berbuat hal seperti ini! Apakah kau bukan manusia hah! Aku menyesal karena telah salah mendidik anak ku sendiri!" Tuan Amida berteriak sambil menampar Arata.
"Ayah kau mamang salah mendidik ku, kau selalu sibuk dengan pekerjaan mu! Buat apa aku harus menyesali semua yang telah aku lakukan."
"Plak...!"
Tuan Amida menampar Arata, "dengar Arata kau harus bertanggung jawab dengan apa yang telah kau lakukan hari ini, kau telah menculik Nona Lili dan melakukan hal memalukan. Aku sungguh kecewa padamu!" Tuan Amida berkata sambil pergi meninggalkan Arata dan menyuruh pengawal untuk membawa nya pergi untuk mendapatkan hukuman atas perbuatan yang telah dilakukan.
"Hahaha, kau dengar ini Nona Alin smapai kapan pun aku tidak akan melepaskan mu, aku Arata akan menghancurkan mu Alex Wibowo. Ini baru permulaan saja Nona Alin, dan yang mendapatkannya adalah Lili temanmu hahahha hari ini aku begitu senang."
"Bak...!"
"Bik...!"
"Buk...!
Alex melayangkan tinjunya, sesekali menendangnya. Dia kesal sekali dengan perkataan Arata, "aku bingung dengan mu Arata, mengapa kau menjadi seperti monster tak berperasaan?"
Alex membawa Alin dan Lili ke rumah sakit untuk dirawat dan di visum. "Ari katakan pada Dokter untuk memisum Lili, kita akan menuntut Arata atas segala perbuatannya!"
"Baik Tuan Muda!"
___________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
__ADS_1
@macan_nurul
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya klik dan komen ya dan vote nya 😉