
"Sepertinya aku harus mencari asisten pengganti Minami!" gumam Lili.
Saat Lili sedang asik dengan pekerjaannya, dia mendapatkan telepon dari sebuah rumah sakit. Tanpa kata-kata dia langsung bergegas menuju rumah sakit.
Dia memesan sebuah taxi untuk pergi ke rumah sakit, entah mengapa setelah menerima telepon dari rumah sakit. Lili tidak memikirkan apa yang sudah diperbuat oleh wanita itu.
Dalam perjalanan menuju rumah sakit dia merasa khawatir, sebenarnya apa yang sudah terjadi padanya. Bukankah beberapa Minggu yang lalu dia masih baik-baik saja. Dalam benak Lili timbul semua pertanyaan.
Lili pun tiba di rumah sakit, dia bertanya pada seorang perawat ruangan seorang wanita yang baru saja di bawa kesini. Perawat tersebut pun memriksa dengan keterangan yang diberikan oleh Lili.
Setelah mengetahui ruang berapa yang merawat wanita itu, Lili bergegas menuju ruang perawatan. Saat dia sampai di bukanya pintu ruangan tersebut.
Terlihat sesosok wanita yang sedang terbaring tak berdaya diatas ranjang. Lili pun masuk, dalam hatinya bertanya sebenarnya apa yang sudah terjadi padanya.
"Kau sudah datang!" ucap Novi dengan suara lirih.
Lili menghampiri, dia bertanya pada mobil sebenarnya apa yang sudah terjadi. Sebelum Novi menjawab pertanyaan Lili, seorang dokter masuk dia memeriksa Novi. Lalu dokter meminta Lili untuk mengikutinya ke ruangan dokter tersebut.
Lili mengikuti dokter dari belakang, di dalam hatinya banyak pertanyaan. Setelah memasuki ruangan dokter, sang dokter pun mengatakan tentang kondisi Novi. Sungguh terkejutnya Lili mendengar perkataan dokter.
Setelah mendengarkan dokter, Lili berjalan menuju ruang perawatan Novi. Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia begitu syok mendengar tentang kesehatan Novi.
"Sebenarnya apa yang terjadi padamu hah?! Sehingga kau menjadi seperti ini?" Lili bertanya dengan nada menyelidiki.
Novi hanya diam, terlihat bulir-bulir air mata keluar dari pelupuk matanya. Aku masih menunggu jawaban dari novi, namun dia hanya diam.
Novi pun menceritakan semuanya pada Lili, semua kejadian itu bermula saat dia tidak berhasil menggoda Arata di Bandung. Malam itu dia pergi ke club lalu dia mabuk. Ada seorang pria yang membawaku ke sebuah hotel.
Saat di hotel mereka melakukan hubungan intim, setelah beberapa Minggu dari kejadian itu Novi menderita penyakit kelamin, Lili langsung terduduk.
"Bagaimana dengan keluargamu? Apakah mereka tahu tentang semua ini?"
__ADS_1
Novi mengatakan asalnya ayah dan ibunya tidak tahu, suatu hari ibu menemukan dokumen hasil pemeriksaan kesehatannya. Dari situlah semua keluarga mengetahuinya, namun mereka sama sekali tidak membantu Novi.
Novi mendapatkan perlakuan yang buruk dari keluarganya sendiri, ayahnya sangat marah terhadap Novi. Dia mengusir Novi tanpa melihat bahwa hari sudah malam. Sang ibu hanya melihat saja tanpa menolong Novi.
"Maafkan aku Li, aku sudah bersalah padamu! Sejak dulu aku selalu mengganggumu. Aku sungguh-sungguh menyesal atas semua perbuatannya terhadapmu. Jika kau tidak memaafkanku tidak masalah, yang terpenting jika aku tiada nanti. Aku ingin di makamkan di Bandung, bersebalahan dengan makam adikku!" ucap Novi dengan nada pasrah.
Mendengar permintaan maaf dari Novi membuat lilin terharu, dia langsung memeluk Novi dengan erat. Novi pun menangis, dia tidak menyangka bahwa Lili akan berlaku seperti ini.
"Aku sudah memaafkanmu, aku berharap kau tidak putu asa! Aku sudah meminta dokter untuk melakukan perawatan terhadapmu. Dengarkan aku jika keluargamu sudah tidak peduli padamu, kau masih memiliki aku serta mama dan papa. Mereka pasti akan menerimamu dengan tangan terbuka. Sekarang yang harus kau pikirkan adalah kesehatanmu, aku ingin kau bisa melakukan pengobatan di rumah sakit ini!"
Mendengar perkataan Lili, membuat hati Novi terenyuh dia tidak bisa menahan tangisnya lagi. Dia pun menangis sejadi-jadinya, dia tidak menyangka orang yang selama ini dia benci dan selalu dia jahatku ternyata dia yang membatunya di saat Novi terpuruk.
Lili pun memeluk Novi, dengan maksud agar Novi bisa menghentikan tangisannya. Dalam benak lilin entah mengapa dia bisa memaafkan Novi, namun yang pasti semua yang dia lakukan sekarang untuk Novi sudah tepat.
Novi sudah merasa tenang, tangisannya pun sudah berhenti. Handphone Lili berbunyi, yang menghubunginya adalah Arata. Dia bertanya keberadaan Lili, lalu Lili mengatakan bahwa dia sedang berada di rumah sakit.
Mendengar Lili berada di rumah sakit, Arata segera berdiri lalu dia bergegas menuju rumah sakit. Melihat tuannya pergi tergesa-gesa Maru pun mengikutinya dari belakang.
Dalam perjalanan Arata merasa khawatir, dia takut jika Novi menyakiti Lili. Karena dia tahu bahwa Novi bisa melakukan apapun untuk mencapai semua keinginannya.
"Lili!" Arata berteriak dia mencari keberadaan Lili, namun dia tidak menemukannya.
Arata mendekati Novi, dia bertanya dengan nada tinggi mencari keberadaan Lili. Novi hanya bisa diam, karena dia begitu terkejut saat melihat Arata marah. Arata mencengkram lengan Novi dengan sangat kuat, sehingga membuat Novi kesakitan.
"Lepaskan dia sayang!" ucap Lili pada Arata.
Arata langsung melepaskan mengendurkan cengkramannya lalu dia melepaskannya. Dia langsung memeluk Lili yang sudah ada dibelakangnya.
"Tadi kau kemana? Aku mencarinya tidak ada?" Arata berkata sembari memeluk Lili.
Lili tersenyum lalu dia menjawab bahwa dia tadi sedang ke toilet, Arata melepaskan pelukannya. Lalu dia berbalik menatap Novi, dia berkata agar Novi jangan pernah bisa berpikiran untuk berbuat jahat pada Lili.
__ADS_1
"Dengarkan aku Novi! Jika kau berniat menyakiti Lili, maka aku akan menghabisimu!" Arata berkata dengan nada mengancam.
Novi terdiam, dia tahu bahwa dirinya adalah wanita kotor. Dia tahu bahwa dirinya adalah wanita yang sangat jahat, sehingga dia pantas menerima semua ini.
"Aku minta maaf, karena aku sudah berbuat jahat pada kalian. Namun yang pasti aku sudah tidak memiliki tenaga untuk berbuat jahat lagi pada siapapun. Aku sudah mendapatkan hukuman atas segala perbuatan burukku."
Arata terdiam dia menatap Novi, dia tidak menyangka Novi bisa berkata seperti ini. Sebenarnya apa yang sudah terjadi padanya, sehingga dia berubah seperti. Dalam batin Arata muncul pertanyaan tentang Novi.
"Lebih baik kau pegang semua ucapannya itu!" Arata berkata dengan menarik tangan Lili untuk meninggalkan Novi. Lili menatap Novi, karena dia tidak bisa menemani Novi saat ini. Novi tersenyum dia memberikan kode dengan arti tidak apa-apa.
Lili hanya diam, dia tidak berani untuk bicara banyak pada Arata. Karena dia melihat Arata masih merasa kesal. Maru membukakan pintu mobil, Arata menyuruh Lili untuk masuk kedalam mobil. Lili pun masuk lalu duduk dengan perasaan tidak karuan.
"Mengapa kau tidak menghubungiku terlebih dahulu hah?!" Arata berkata dengan nada kesal.
Lili menarik napasnya lalu dia menceritakan semuanya, Arata terdiam setelah mendengar cerita Lili. Dia masih tidak percaya apa yang baru saja dia dengar. Namun dalam hatinya dia berkata bahwa itu pantas diterima oleh Novi, karena dia sudah banyak berbuat jahat.
"Ijinkan aku untuk mengurusnya, aku ingin memberikan kesempatan untuk Novi memperbaiki dirinya!" Lili berkata dengan lembut pada Arata.
Arata berpikir sejenak, dia mengijinkan Lili untuk mengurus Novi. Namu dia harus selalu berhati-hati dengannya. Karena Arata belum yakin dengan semua perubahan dari Novi.
Lili mengangguk, dia akan selalu berhati-hati dengan Novi. Yang Arata pikirkan adalah kenapa keluarganya bisa membuang anaknya sendiri, karena dia memiliki penyakit. Seharusnya mereka memberinya semangat untuk penyembuhannya.
____________________________________________
Hai para pembaca setiaku, maaf kalau membingungkan ya, yang ingin tahu kelanjutan Alin dan Alex bisa lanjut baca di "Pembalasan si Kembar Wibowo" sudah bisa di baca ya, selamat membaca 😊😉
__________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
__ADS_1
@macan_nurul
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉