Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Curhat


__ADS_3

Baru kali ini Alin mencurahkan apa yang ada di hati nya pada seseorang yang bukan sahabat atau saudara nya. Aku bingung harus mulai dari mana cerita nya dalam hati alin berkata.


"Lo pasti dah tau cerita tentang mba Nita dari mas Rio kan ?" Tanya Alin dengan nada lemah sehabis menangis .


"Iya." jawab Leo dengan singkat.


"Sejauh mana Lo tau kisahnya?"


"Dari awal kecelakaan dan sampai Lo pingsan beberapa bulan lalu dan histeris di rumah sakit dan akhirnya gue tlp Rio agar segera ke Kairo." Jawab Leo.


"Waktu bunda kesini bunda cerita juga ma Lo masalah gue?"


"Iya"


"Mmm, semenjak gue ingat semuanya setiap malam gue terbangun, karena mimpi kecelakaan yang menyebabkan Mba Nita meninggal dan semua itu memang salah gue, gue pantes di sebut pembunuh kan!"


"Cukup Lin, cukup Lo bilang bahwa kamu adalah seorang pembunuh! dan Lo penyebab meninggalnya Mba mu!"


"Gue pantes nerima semua itu memang gue yang menyebabkan Mba Nita meninggal, semua gara gara gue." Alin pun menangis kembali.


"Terus kalo sudah seperti ini, apa yang mau Lo lakuin? kalo Lo terus terusan menyalahkan diri Lo maka selamanya, Lo bakal bermimpi buruk terus." Jawab Leo dengan nada sedikit kesal karena pemikiran Alin yang seperti itu.


Alin pun terdiam dan hanya menangis entah apa yang harus dia ucapkan, hanya tangisan yang keluar. Aku lelah dengan semua ini, aku ingin bisa melupakan semua ini tapi semua sudah terjadi, aaaaaaaaa tangisan Alin makin menjadi karena sudah tidak bisa menahan nya lagi.


Leo hanya bisa diam dan menunggu meredanya tangisan alin. "Gue pikir Lo pinter Lo bisa hadapi semuanya, berdamailah dengan masa lalu Lo terima semua dengan ke ikhlas, pasti lama kelamaan Lo bakal bisa terbebas dari mimpi Lo itu."


"Bicara memang mudah tapi untuk di jalankan nya itu sangat sulit." Jawab Alin sambil sesegukan karena menangis.


Sudah lama mereka duduk di kursi taman dan akhirnya Alin pun tenang dan berhenti menangis. Mereka hanya saling diam tidak ada kata kata yang keluar dari mulut mereka berdua.


Dan Leo pun memecahkan keheningan dengan berkata "sudah tenang? sudah puas nangis nya? kalo sudah gue anter Lo pulang?"


"Udah ga usah gue mau balik ke kampus aja ada satu mata kuliah yang masih bisa gue ambil."


" Pulang saja masa kuliah dengan mata Lo yang sembab abis nangis."

__ADS_1


"Tinggal cuci muka dah segeran ga masalah kan tinggal gue pake kacamata aja."


"Jangan keras kepala gue anter Lo pulang kalo ga gue telepon Rio tentang semuanya." Nada Leo dengan sedikit ancaman


"Sumpah ya kenapa Lo selaku bikin gue kesel! dan sekarang Lo mau ancam gue, jangan harap!"


"Gue ga ancam Lo kalo ga percaya gue buktiin gue telepon Rio sekarang!" Sambil membuka kunci telepon ya seraya mau menelepon Rio.


"Oke-Oke gue pulang puas Lo!" Jawab Alin dengan ketus.


"Nah gitu dong jadi gadis penurut."


******


Sesampai nya di apartemen Leo mengantarkan Alin sampai di depan pintu. Dan melihat Alin masuk apartemen dan Leo pun langsung pergi kembali ke kampus karena ada kerjaan yang belum selesai.


Alin pun langsung tiduran di sofa karena sudah lelah seharian ini yang banyak nangis. Dan dia mengingat kejadian tadi di taman kenapa coba gue harus cerita ma tu orang. Dan anehnya kenapa hati gue serasa sedikit tenang.


Alin terbangun karena mendengar suara ketukan pintu pertanda ada tamu yang datang. Dan alinnpun terbangun dan melihat jam ahh ahh ternyata sudah sore, dan Alin pun bangun dan segera melihat siapa yang berada di depan pintu nya. "Ihh ngapain sih dia kesini kaya ga da kerjaan aja."


"Nih di makanan ya!" Dan Leo pun pergi meninggalkan Alin dengan sekotak makanan .


"Haiii tunggu Lo ga salah minum obat kan?" Teriak Alin kepada Leo


Dan Leo pun tidak memperdulikan nya dan langsung pergi begitu saja dengan senyum tipis nya.


Alin pun masuk dan melihat apa yang sudah di beli oleh Leo. Ahhh keliatan nya enak ni makanan nya, kebetulan perutku lapar.


Dan Alin pun menyantap makanan nya dengan lahap tanpa ada yang tersisa. Ini makanan ya yang enak apa aku emang lagi lapar ya.


Malam semakin larut dan Alin pun sudah bersiap siap untuk istirahat, sudah cari posisi wuenak dan akhirnya Alin pun tertidur dan tengah malam seperti biasanya dia terbangun karena mimpi yang sama.


Dan karena sudah terbiasa dia langsung ke balkon melihat langit langit pada malam hari, cahaya lampu yang begitu indah nya.


Dan ternyata Leo pun sedang memperhatikan Alin setiap tengah malam Leo selalu pergi ke balkon guna melihat keadaan alin. Mungkin karena sudah terbiasa jadi dia hapal jam berapa Alin terbangun akibat mimpi buruk nya. Dan dia pun mengambil handphone nya dan memberikan pesan pada Alin"kamu bermimpi lagi?"

__ADS_1


Alin pun membuka handphone nya karena ada pesan yang masuk. Karena setiap tengah malam juga dia berada di balkon selalu ada yang mengirimi nya pesan singkat. Dan sekarang dia tau siapa yang selama ini mengawasinya dan mengirimkan pesan singkat itu.


"Mmm bukan urusan mu! apa selama ini kamu selalu mengawsiku?" Tanya Alin


"Tidak!" Jawab singkat Leo.


"Ya sudah, Oia tadi makasih ya makanannya." Ehh gila kenapa juga gue bilang makasih Ama dia gumam alin dalam hati nya.


"Iya sana gih tidur dah malem nanti sakit...baca doa kalo ga Lo sholat malam biar Lo bisa tidur nyenyak." Leo berkata seraya memerintah Alin.


"Bentar lagi ahh gue masih pingin di luar menikmati luas nya langit dan kelip bintang yang begitu indah ," jawab Alin.


"Gue temenin Lo!"


Alin pun melihat kanan kiri guna mencari orang yang sedang chat dengan nya pas dia membalikan badannya ke arah kanan dia melihat Leo sednag berdiri dan memperhatikan nya. Gila beneran dia ternyata bisa liat gue, pantesan selama ini dia sering chat gue kalo gue berdiri disini.


"Lo tau nomor gue dari mana?" Tanya Alin.


"Dari Rio " Jawab singkat ala Leo


"Kenapa mas Rio kasi nomor gue ke Lo?"


"Dia suruh gue jagain Lo."


"Emang gue bayi yang harus di jagain gue udah bisa apa apa sendiri tau ga."


"Tau."


Dan mereka pun terus ngobrol di dalam chat handphone dan waktu tak terasa sudah satu jam mereka di balkon dan Alin pun merasa ngantuk dan akhirnya Alin masuk dan tidur. Begitu pun Leo.


makasih ya yang udah baca dan komen 😊


jangan lupa like dan komen lagi ya 😉😉


tunggu kelanjutan nya tringgggg

__ADS_1


__ADS_2