Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Extra Part Lili-48


__ADS_3

Lili dan Arata sudah selesai bersiap, mereka pun bergegas menuju pesta malam ini. Lili bertanya pada Arata mengapa dia mengajak Maru, bukannya tugasnya sudah selesai.


Arata mengatakan bahwa dia membutuhkan Maru lebih lama lagi, karena entah mengapa hatinya merasakan akan terjadi sesuatu. Lili pun diam setelah mendengarkan penjelasan dari Arata.


Dalam benak Lili dia sungguh kasihan pada Sarada yang selalu ditinggal pergi kerja oleh Maru. Dan jam kerja Maru tidak tentu karena Arata yang masih sangat membutuhkan tenaga Maru.


Namun semua itu sudah menjadi tugas dan tanggungjawab Maru untuk melayani Arata. Maru pun sangat bersyukur memiliki istri seperti Sarada, dia mengerti tentang pekerjaannya.


"Maru! Kau sudah menghubungi Sarada jika malam ini kau pulang terlambat?" Lili bertanya pada Maru.


Maru mengangguk, lalu mengatakan bahwa dia sudah mengatakan pada Sarada jika malam ini pulang terlambat. Hati Lili lega setelah mendengar jawaban dari Maru.


Lili tiba di acara pesta malam ini, Arata rangkul Lili dengan lembut. Lalu mereka berjalan memasuki ruangan pesta diikuti oleh Maru dari belakang.


Sepertinya pesta malam ini sudah dimulai, karena sudah banyak para tamu yang menghadiri pesta malam ini. Arata selalu berada di samping Lili, dia tidak mau sedikitpun jauh dari Lili.


Ada beberapa orang yang menyapa Arata, mereka adalah para client yang sudah bekerjasama cukup lama dengan Arata. Sehingga mereka sudah dianggap seperti keluarga sendiri.


Karena dulu sewaktu perusahaan di pegang oleh tuan Amida, semua clinet merasa puas dengan kerjasamanya. Itu semua berkat kebaikan yang ditanam oleh tuan Amida.


Lili dan Arata tidak menyadari bahwa ada seseorang yang mengawasi mereka. Dia tak lain adalah Nathan Wijaya, entah apa yang ada di dalam pikiran Nathan Wijaya.


Setiap kali Nathan Wijaya melihat kedekatan Lili dan Arata, hatinya sangat panas. Ingin rasanyanya dia memukul Arata dengan sangat keras, sehingga dia tidak dapat lagi berdiri.


Mari menyadari bahwa ada sepasang bola mata yang sedang memperhatikan Lili dan Arata. Dia mulai menyapu sekeliling ruangan guna melihat siapa yang sedang mengawasi sedari tadi.


"Ada apa?!" Arata bertanya pada Maru, karena dia melihat sikap siaganya Maru.


Maru mengatakan bahwa dia merasakan ada yang mengawasinya sedari tadi. Ternyata yang dirasakan Maru sama dengan yang dirasakan oleh Arata.


Itu sebabnya Arata tidak ingin jauh-jauh dari Lili, karena dia takut jika ada orang yang ingin berniat jahat padanya. Karena saat ini Lili adalah harta yang paling berharga.


Lili juga tersadar dengan sikap Arata dan Maru, dia berbisik pada Arata guna bertanya ada apa sebenarnya. Arata mengatakan pada Lili apa yang dirasakannya dan Maru.

__ADS_1


"Kau tenanglah! Tidak akan terjadi sesuatu pada kita!" ucap Arata guna menenangkan Lili.


Lili pun bersikap tenang, dia tahu jika dia bersikap tidak tenang maka orang yang mengawasinya akan sadar. Bahwa dia sudah diketahui sedang mengawasi Lili dan Arata.


Nathan Wijaya yang kesal dengan kemesraan Lili dan Arata menjadi sangat kesal. Lalu dia berjalan secara perlahan menghampiri mereka, dia mengambil segelas minuman.


"Hallo Tuan dan Nyonya Arata!" Sapa Nathan Wijaya pada Lili serta Arata.


Lili terkejut mengapa dia selalu bertemu dengan Nathan, Lili berusaha untuk tersenyum. Namun dia tidak bisa karena hatinya tidak menginginkan itu. Entah mengapa hati Lili merasakan ada sesuatu di dalam diri Nathan yang membuatnya harus berhati-hati.


Arata tersenyum, dalam benaknya rupanya ini yang namanya Nathan Wijaya. Orang yang telah mengusik perusahaannya, Arata menyadari bahwa Nathan selalu menatap Lili.


Arata baru menyadari dengan sikap Lili yang terlihat tidak menyukai kehadiran Nathan Wijaya. Apakah Lili dan Nathan sudah pernah bertemu? batin Arata berkata.


"Rupanya anda yang bernama Nathan Wijaya! Akhirnya saya bisa bertemu dengan Anda!" ucap Arata guna mencairkan suasana.


Nathan Wijaya tersenyum setelah mendengar perkataan Arata, dalam benaknya berkata sudah saatnya dia berhadapan langsung dengan Arata.


Arata harus membayar semua perbuatannya, dia harus membayar setiap tetes air mata yang telah keluar dari wanita yang dicintai oleh Nathan Wijaya.


Lili merasa tidak nyaman dengan tatapan Nathan Wijaya kepadanya, Lili berbisik pada Arata bahwa dia merasa lelah. Dia meminta Arata untuk mencari tempat untuk beristirahat sejenak.


Arata menyuruh Maru untuk mengajak Lili ke balkon, karena disana ada sebuah kursi yang bisa dia duduki untuk beristirahat. Lili pun pergi berjalan menuju balkon tersebut yang diikuti oleh Maru dari belakang.


Arata sengaja menyuruh Lili pergi bersama Maru, karena dia masih ingin mencari informasi dari Natha Wijaya. Dia ingin tahu apa motif dari semua perbuatannya pada Arata.


"Apa sebenarnya kau inginkan? Ada dendam apa kau terhadapku?" Arata bertanya langsung pada inti permasalahannya dengan Nathan Wijaya.


Nathan Wijaya hanya tersenyum tipis, dia mengatakan sesuatu hal yang tidak dia mengerti. Apakah dia telah membuat Nathan Wijaya kehilangan sesuatu atau seseorang.


Apakah semua itu disebabkan oleh Arata pada saat dia terpengaruh oleh Akhira dahulu. Yang menyebabkan dirinya berubah menjadi seorang monst*r.


Tapi seingat Arata, dia tidak pernah menyakiti wanita baik-baik, kecuali Lili yang sekarang sudah menjadi istrinya. Pikirannya mulai melayang jauh, sempat terlintas bahwa Nathan Wijaya menyukai Lili. Arata menghempaskan semua pikiran itu, karena yang dia tahu Malik lah yang menjadi cinta pertama Lili.

__ADS_1


"Kau bisa mulai memikirkannya dari sekarang Tuan Arata! Karena mulai sekarang kita kan sering bertemu! Saya akan merebut semua yang sudah anda ambil dari saya!"


Nathan Wijaya berkata sembari pergi meninggalkan Arata dengan kebingungan yang ada dalam hatinya. Dia melihat Nathan Wijaya berjalan menuju arah Lili berada.


Arata ingin melihat apa yang hendak dia lakukan, dia membiarkan Nathan Wijaya mendekati Lili. Karena disana ada Maru yang bisa melindungi Lili.


"Bolehkah saya bicara empat mata dengan anda Nyonya Arata?" Nathan bertanya pada Lili, dengan maksud agar Lili menyuruh Maru pergi meninggalkan mereka untuk bicara.


Lili terkejut mengapa dia bisa menghampirinya, dia tahu maksud dari perkataanya itu. Namun lili bersedia bicara dengan Nathan Wijaya dengan syarat Maru tidak boleh pergi.


Nathan Wijaya tersenyum dia menyetujui permintaan Lili lalu dia berkata, "Apakah kau bahagia menikah dengan pria yang sudah mencemarkanmu?"


Lili terhenyak dengan pertanyaan Nathan Wijaya, dalam benaknya mengapa dia tahu apa yang sudah terjadi. Lili menjadi teringat masa lalu saat Arata merampas kesuciannya.


"Apa maksudmu?!" Lili bertanya pada Nathan Wijaya dengan berusaha untuk mengontrol emosinya.


Nathan terkekeh mendengar pertanyaan Lili, dia berkata pada Lili seberapa besar rasa cinta yang dimilikinya terhadap Arata. Namun yang pasti kebencian masih ada di dalam hati Lili, meski hanya setitik.


Maru yang mendengar perkataan Nathan Wijaya mulai kesal, "Tuan Nathan Wijaya, sebaiknya anda bisa berlaku sopan pada Nyonya Arata!!"


"Hahaha kau sama saja dengan Tuanmu asisten Maru! Kuharap kau bisa menjaga Tuan dan Nyonyamu dengan tenaga serta kekuatan yang kau miliki!" Nathan Wijaya berkata lalu pergi meninggalkan Maru dan Lili.


____________________________________________


Hai para pembaca setiaku, maaf kalau membingungkan ya, yang ingin tahu kelanjutan Alin dan Alex bisa lanjut baca di "Pembalasan si Kembar Wibowo" sudah bisa di baca ya, selamat membaca 😊😉


__________________________________________


Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.


Klik search di Instagram dengan nama akun :


@macan_nurul

__ADS_1


Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉


__ADS_2